PIDATO : Ahmad WIdodo

Ahmad WIdodo
1F Pajak

Assalamualaikum wr. wb.

Yang terhormat, Bapak Kepala SMAN 112
Yang terhormat, Bapak/Ibu guru, staf, dan teman-teman yang saya sayangi dan saya banggakan

Puju syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya kita dapat berkumpul di sekolah kita yang tercinta ini dalam acara Wisuda Angkatan Ke-XVII SMAN 112.

Hadirin yang saya hormati,
Di hari yang penting ini, saya mewakili teman-teman merasa sangat bahagia pada akhirnya angkatan kami dipastikan lulus UN 100%. Tepuk tangan untuk kita semua!

Di setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Tak terasa 3 tahun telah kita lewati di dalam upaya menuntut ilmu di sekolah ini. Sekarang kita harus berpisah, melanjutkan pendidikan kita ke jenjang yang lebih tinggi. Tentu banyak kenangan manis dan pahit yang takkan terlupakan. Apapun jalan yang kalian ambil selanjutnya, saya doakan semoga kita semua bisa sukses, membahagiakan orang tua, dan tetap berada pada jalan yang diridhai Tuhan. Amin.

Hadirin yang terhormat,
Sukses merupakan pilihan. Kita akan sukses jika kita bertindak seolah-olah kita akan sukses. Kita akan sukses jika kita berpikir demikian, karena orang bijak mengatakan: kita adalah apa yang kita pikirkan. Namun kesuksesan bukanlah suatu hal yang instan. Kita mengenal sosok Thomas Alfa Edison. Sebelum ia menciptakan bola lampu, ribuan kali ia mengalami kegagalan dalam percobaannya. Yang bisa kita pelajari adalah jangan takut gagal. Kegagalan tidak boleh membuat kita menyerah. Kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan. Kita harus percaya bahwa usaha kita tidak pernah sia-sia dan Tuhan menyukai orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh.

Teman-teman,
ke depan kita akan menghadapi tantangan baru dalam perjalanan hidup kita. Dengan bekal yang kita peroleh disini, saya yakin kita akan mampu melewati itu semua dan mencapai cita-cita kita. Ketika kita berkeluh kesah, merasa kesulitan dan putus asa, ingatlah wajah-wajah Ayah Ibu, para guru, dan teman-teman yang hadir di sini. Mereka tidak pernah menginginkan kita menyerah, mereka menginginkan yang terbaik untuk kita. Maka dari itu, marilah kita berikrar dalam diri bahwa kami, putra-putri terbaik, lulusan SMA N 112, akan selalu berusaha dan takkan menyerah memperjuangkan cita-cita kami

Sebelum saya mengakhiri, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Ibu guru, pahlawan tanpa tanda jasa, pelita kami dalam kegelapan, yang telah mendidik kami dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati sehingga kami menjadi insan yang lebih baik. Jangan menyerah untuk terus mendidik kami, generasi penerus, demi masa depan bangsa yang lebih baik. Kami juga minta maaf apabila selama belajar di sini sering membuat Bapak dan Ibu kesal dan jengkel atas kenakalan-kenakalan yang kami buat. Semoga Bapak dan Ibu memaklumi hal tersebut karena kami hanyalah remaja biasa yang masih labil.

Untuk Ayah dan Ibu. Hanya Tuhan yang mampu membalas jasa kalian. Kami berjanji akan berusaha menjadi yang terbaik

Dan teman-teman. Saya mengucapkan selamat atas kelulusannya. Besar harapan saya untuk dapat bertemu kalian lagi di lain kesempatan.

Sekian dari saya. Mohon maaf apabila ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati.

Leave a Reply