Pidato Remaja Indo : KRISTEN SEBAGAI TRENDSETTER

REMAJA KRISTEN SEBAGAI TRENDSETTER

Berbicara tentang Trendsetter (=orang yang menentukan tren), yang saya maksudkan bukanlah gaya atau cara berpakaian dalam kaitannya dengan dunia mode/gaya pakaian saja, melainkan lebih luas, kepada kecenderungan untuk seseorang menjadi panutan/ teladan/ percontohan dalam kehidupan setiap hari ketika dia bergaul, berbicara, bertindak, bahkan melalui caranya berpakaian, dia membawa sebuah pengaruh bagi orang lain untuk membuatnya menjadi semacam standar untuk ditiru.

Namun yang menjadi permasalahannya adalah apakah remaja Kristen menjadi Trendsetter yang positif dan sesuai dengan Firman Tuhan atau menjadi trendsetter yang negatif?

Sungguh sangat disayangkan karena tidak sedikit remaja Kristen yang tidak mencerminkan jati dirinya sebagai seorang Kristen dan bukannya membawa terang cahaya Kristus dalam hidupnya, mereka malah menjadi orang-orang yang membawa pengaruh buruk dalam lingkungannya. Sungguh sangat disayangkan bahwa orang-orang yang manjadi harapan pembangunan dimasa yang akan datang bukan hanya bagi bangsa dan negara, melainkan juga untuk Gereja hidup dalam kemabukkan, rokok, narkoba, pergaulan bebas, dan melupakan Firman Allah (Pengkhotbah 11:9 Nikmatilah masa mudamu, hai pemuda! Bergembiralah selama engkau masih remaja. Penuhilah segala hasrat jiwamu, laksanakanlah semua niat hatimu. Tetapi ingat, Allah yang ada di surga, kelak mengadili tindakanmu semua. BIS ).

Bagi kita yang duduk, melihat dan mengamati dari kejauhan, fenomena ini sungguh sangat menyedihkan, bahkan terkadang membawa kita pada suatu titik dan membuat kita mengeluarkan kata-kata penghakiman terhadap mereka: pe bodok skali dorang kang?/apa kata de pe sadap itu?/kyapa kong dorang nda ja ba pikir panjang kang?/memang so nda ada jalan laeng so?/so nda ada kegiatan laeng so? tanpa terlebih dulu mencoba untuk memahami situasi dan kondisi yang mereka alami. Banyak dari mereka yang bergumul karena broken home dan tidak sedikit dari mereka yang masuk dalam dunia itu karena pengaruh lingkungan/pergaulan/mereka yang mengaku sebagai teman.

Apabila sebuah pertanyaan dikembalikan kepada kita sebagai remaja Kristen, apa yang telah kita lakukan? Atau mungkin yang lebih tepat adalah, apa yang dapat kita lakukan?

Sebuah ayat dalam 1 Timotius 4:12 berkata Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Ketika teman-teman kita dalam keremajaan sedang mencari seorang teladan, mampukah kita mencontohkan Yesus lewat kehidupan kita? Ada sebuah pepatah yang berkata: Perbuatan berbicara lebih keras dari pada kata-kata karena ketika kata tidak dapat menjangkau, perbuatan kita akan menjadi alat yang ampuh untuk menjangkau mereka yang terhilang.

Apa yang dapat kita lakukan??

Menjadi teladan/ menjadi trendsetter Menjadi sebuah surat yang hidup yang berbicara kepada teman-teman kita, kepada orang-orang percaya

Rasul Paulus berkata Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup,  bukan pada loh-loh batu,  melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati  manusia. Sebuah pernyataan yang sangat dalam, dan manakala saya menyelidikinya, saya sampai pada suatu pencerahan bahwa di dalam diri kita ini, Allah telah mengaruniakan Roh-Nya untuk berkarya melalui kita. Jadi bagaimana dengan teman-teman sekalian. Ketika kita menyadari bahwa di dalam diri kita, Allah telah memberikan apa yang kita perlukan untuk menjadi teladan, maukah teman-teman memilih untuk bekerja bagi Yesus?

Leave a Reply