Contoh 2 : Naskah Drama, Puisi Lama, Berita, Pidato

PIDATO

Selamat pagi, salam sejahtera, Saudara-saudara yang saya hormati, Pemeliharaan kulit dengan sekali-sekali luluran juga tidak ada salahnya. Lulur jika dilihat dari segi bahan yang dioleskan, memiliki tujuan untuk meluruhkan kulit-kulit

yang sudah mati.

Seperti kita tahu, kulit untuk sampai ke permukaan paling atas memerlukan waktu

satu bulan dan setelah itu lepas secara kasat mata. Seperti ganti kulit pada ular, tapi tidak

kelihatan. Masalahnya, pada usia 20 – 25 tahun ke atas, daya lepas kulit mati sudah berkurang; tidak seperti saat kita bayi. Apalagi jika usia di atas 40 tahun. Orang-orang pada

usia ini memang terbantu dengan bahan-bahan luluran semacam itu.

Tes kosmetik itu tidak cukup hari ini pakai, terus oh ya sudah, ternyata saya tahan.

Kadang-kadang dua minggu baru muncul efek-efek buruknya. Jadi, jika orang tidak

mempunyai kecenderungan alergi, ya tidak usah takut. Namun, jika orang yang kulitnya

sensitif dan gampang alergi harus lebih berhati-hati. Coba dulu di tempat yang tidak

merugikan, demikian pesan dr. Kusmarinah.

Selain bahan yang dioles, ada juga pil-pil yang diminum untuk menjaga kulit tetap sehat. Bahkan ada vitamin-vitamin yang mengandung vitamin E atau C. Ada juga produk yang mengandung rumput laut. Rumput laut mengandung asam-asam amino, derivat dari protein, yang bagus untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan.

Sebenarnya, apabila komposisi gizi tercukupi, kita tidak memerlukan makanan

tambahan seperti itu. Pasalnya, kita suka makan yang tidak benar. Silakan saja minum vitamin, toh tidak ada bahayanya, asal mengikuti aturan. Apalagi orang dengan kesibukan yang tinggi, makannya suka kacau. Jadi, perlu juga minum vitamin-vitamin, ujar dr. Kusmarinah. Nah, karena kulit memang istimewa, tidak ada salahnya jika Anda memerhatikan kesehatannya.

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada kesalahan. Atas segala perhatian hadirin, saya mengucapkan terima kasih.

(Sumber: Kompas, 19 Februari 2004, dengan pengubahan)

BERITA

Pemirsa,

Semakin sempitnya lahan pertanian mendorong beberapa ilmuwan di Jepang mencoba mencari solusinya. Mereka membuat teknologi pertanian yang memungkinkan

orang menanam padi di lantai bawah tanah gedung bertingkat. Teknologi pertanian ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan pertanian bernama Pasona O2. Salah satu lahan pertanian yang mereka kelola adalah lantai bawah tanah Gedung Otemachi Namura yang terletak di tengah Kota Tokyo yang padat.

Sistem pertanian tersebut menggunakan media air. Penerangan nya menggunakan lampu pijar khusus. Cahaya, air, dan kelembapan udaranya diatur oleh komputer. Pasona

O2 telah menemukan solusi mengatasi sempitnya lahan pertanian. Selain itu, juga dimaksudkan sebagai bentuk kampanye pengenalan kembali profesi petani bagi warga

Jepang.

Naskah Drama

Aji sedang menuggu kedatangan Hendra, Elit, dan Erik karena ada tugas yang harus dikerjakan secara berkelompok dan akan dikumpulkan besok. Hendra, Elit, dan Erik yang janjinya datang pukul 14.00 belum datang juga padahal sudah jam 14.15.

Aji: (Bicara sendiri ) Katanya datang jam 02.00, padahal ini udah jam 02.15! (Kesal).

Setelah cukup lama menuggu terdengar suara motor didepan rumah dan akhirnya orang yang ditunggu datang juga.

Elit: (Berteriak Memanggil) Aji!

Aji: Ya, Tunggu sebentar.

Elit: (Mematikan Motor) Mana yang lain?

Aji: Belum datang, mungkin mereka ketiduran.

Elit: Aduh! Padahal Cuma hari ini aja waktunya.

Aji: Lit, Cobak kamu cari Erik, habis itu suruh dia jemput Hendra.

Elit : Males saya! Gak ada gunanya jemput Erik, Habis habisin bensin aja. enakan aja saya jemput Hendra. (Menghidupkan Motor).

Aji: Terserah dah yang penting kita kerjaiin sama-sama (Bergegas masuk ke dalam rumah).

Kemudian Elit pergi ke rumah Hendra. Aji masuk kedalam rumah dan mempersiapkan bahan bahan untuk mengerjakan Tugas kelompok. Tak lama kemudian Elit telah kembali ke rumah bersama Hendra.

Aji: Jadi apa ndak kita ngerjain tugas?

Elit: (Semangat) Jadi Sihnya!

Aji: Lit masukin motormu ke garasi. (Menunjuk ke arah garasi)

Elit: (Mendorong morornya ke garasi) Mudah-mudahan bisa jadi hari in.i

Hendra: Ayok dah Jik kita kerjaiin dulu.

Kemudian Mereka mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan akhirnya tugas itu selesai juga pada jam 17.00.

Aji: Akhirnya selesai juga! (Merasa Puas).

Hendra: Untung aja gak terlalu sulit soalnya!

Aji: Mudah-mudahan semua jawabannya benar

Elit: Amin. Jik saya pulang dulu nanti saya dimarah kalo kelamaan. (Bergegas Pulang).

Aji: Okelah Kalo Begitu!

Kerita Elit bergegas pergi, terdengar suara motor di depan rumah Aji.

Erik: Aji!

Aji: Apa?(Keluar dari garasi yang ada di samping Gerbang).

Erik: (Melihat Hendra) Kamu mau kemana Hend?

Hendra: Pulang sihnya, orang Udah dari tadi kita ngerjaiin

Kemudian Elit keluar Helem sambil mendorong Motornya

Erik: Kecepetnya kamu mau pulang lit.

Elit: (Kaget Melihat Erik) Rik! kenapa kamu baru datang, orang semuanya udah selese.

Erik: Saya ketiduran tadi,Pinjem maeh bukumu!

Elit: Tidak Bisa!

Hendra: Hend, pinjem maeh bukumu.

Hendra: Tidak Bisa

Aji: Udah-Udah, Pake punya saya aja Rik, tapi besok bawa!

Kemudian mereka semua pulang ke rumah mereka masing-masing dengan rasa gembira.

TIKUS-TIKUS NAKAL

Suasana di depan sekolah pada suatu siang sepulang sekolah. Terlihat seorang

anak sekolah bernama Deri membeli beberapa kantung kacang dari sebuah warung.

Ia segera pulang ke rumahnya.

Suasana rumah Deri. Deri membuka sepatu dan kaus kakinya. Ia meletakkannya

begitu saja di belakang pintu rumahnya. Ia lalu segera pergi ke kamarnya. Ibunya

melihat tindakan Deri.

Ibu : (marah) "Deri, sepatumu jangan diletakkan sembarangan. Kan, sudah ibu sediakan rak khusus untuk menyimpan sepatu."

Deri : (menyeka keringat di keningnya) "Deri kan capek, Bu. Hari ini rasa nya gerah banget. Lagian, kan ada Bi Surti."

Ibu : "Bi Surti pulang kampung selama tiga hari. Lagian, kenapa kamu menanyakan Bi Surti?"

Deri : "Biasanya kan Bi Surti yang suka membereskan sepatuku."

Ibu : (kesal) "Untuk hal seperti ini, Ibu rasa kamu bisa me ngerjakannya sendiri."

Deri : (segera mengambil sepatu dan kaus kakinya yang ber serakan) "Aahh Ibu."

Deri segera masuk ke kamarnya. Suasana berganti menjadi kamar Deri. Di kamar,

terdapat sebuah tempat tidur kecil, kipas angin, meja belajar, dan sebuah tempat

sampah. Deri merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Ia melemparkan tasnya ke

samping bawah meja belajarnya. Ia belum mengganti baju seragamnya. Lalu, ia

menyalakan kipas angin.

Deri : (sambil membaca buku yang diambilnya dari meja belajar) "Ahh begini

kan lebih enak."

Deri membuka bungkus kacang yang ia beli tadi. Ia membuka satu per satu dan

melemparkan begitu saja kulit-kulit kacang ke bawah tempat tidurnya.

Suasana malam. Deri tidak bisa tidur. Ia mendengar suara-suara aneh.

Ciiitttt… cit… cittt…. Deri ketakutan. Dari kolong tempat tidurnya, keluar seekor tikus.

Deri kaget. Ia paling takut pada tikus. Tidak berapa lama kemudian, beberapa ekor

tikus keluar dari kolong tempat tidurnya. Deri mengambil sapu ijuk.

Deri : (mencoba mengusir tikus-tikus) "Ukhhh… mengganggu saja!" (memukul

seekor tikus)

Beberapa tikus malah menghampiri Deri.

Deri : (ketakutan dan menjerit-jerit) "Ibu, Ibu tolongin Deri!"

Ibu : (membuka pintu kamar Deri) "Ada apa kok kamu teriak-teriak?" Deri : (wajahnya pucat) "Ibu, banyak si Jerry!"

Ibu : "Jerry, siapa itu Jerry?"

Deri : (menunjuk ke bawah tempat tidurnya) "Maksud Deri banyak tikus kecil."

Ibu : (kebingungan) "Di mana?"

Deri : "Itu di bawah tempat tidur Deri! Deri takut. Deri tidak mau tidur di kamar Deri."

Ibu : "Ya sudah, malam ini kamu tidur bersama kakakmu saja."

Suasana pagi hari. Ibu masuk ke kamar Deri. Ia kaget melihat sampah-sampah berserakan di bawah tempat tidur Deri.

Ibu : (berteriak, mukanya cemberut)

"Deriisini!"

Deri : (memakai seragam sekolah) "Ya ada apa, Bu?"

Ibu : "Lihat!" (menunjuk ke sampah yang berserakan) "Kamu jorok sekali. Pantas banyak tikus di kamarmu."

Deri : (malu dan tertunduk) "Habis bagaimana dong?"

Ibu : "Lho kok, malah tanya. Mulai sekarang kamu harus menjaga kebersihan kamarmu. Kamu jangan membuang sampah sembarangan lagi. Kan, sudah ibu sediakan tempat sampah di kamarmu (menunjuk ke tempat sampah). Apa perlu Ibu membuatkan plang peringatan di sini?"

Deri : "Ibu bisa saja. Deri janji tidak akan membuang sampah sembarangan lagi. Deri kapok sama si Jerry-Jerry nakal."

Ibu : (tersenyum) "Ya sudah, sekarang kamu pergi sekolah. Pulang sekolah nanti, kamu harus membersihkan kamar mu."

Deri : "Baik, Bu!"

Sejak saat itu, Deri selalu menjaga kebersihan kamar nya. Naskah drama ini adalah hasil pengubahan dari cerpen "Tikus-Tikus Nakal".

Sumber: Bobo, 22 Februari 2007

SYAIR

Pinggangnya ramping, dadanya bidang,

Panjang lampai sederhana sedang,

Cantik manjelis gilang gemilang,

Tidak jemu mata memandang.

Pantun

Pergi berlayar ketanah jwa

Dengan membawa perahu cadik

Kali boleh abang bertanya

siapa gerangan nama si adik

Incoming search terms:

  • contoh naskah drama puisi
  • contoh drama puisi
  • contoh puisi dan naskah drama
  • pidato drama puisi
  • contoh drama serta puisi
  • Contoh drama disalin ke puisi
  • teks drama puisi di sekolah
  • contoh teks pidato tentang rumput laut
  • cth drama syair
  • makalah pidato drama dan puisi
loading...

Leave a Reply