PIDATO Pidato Pola Hidup Sehat

PIDATO

Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul Cara Hidup Sehat.

Untuk memperoleh tubuh yang sehat, tidak harus dengan pola hidup yang serba mahal. Karena semua itu dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Semua dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Hidup sehat harus diawali dengan perubahan yang kecil terlebih dahulu.

Adapun beberapa hal yang harus kita lakukan, ini cukup simpel. Anda hanya perlu melakukan tiga langkah pokok sebagai berikut:

Langkah pertama. Olahraga. Ini adalah hal termudah untuk dilakukan agar tubuh kita tetap sehat. Jenis olahraga yang kita lakukan untuk membantu pembakaran metabolisme didalam tubuh. Adapun manfaat dari olahraga yaitu: 

-Mengurangi resiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. 

-Meningkatkan kemampuan untuk bergerak. 

-Mencegah osteoporsis. 

-Meningkatkan kemampuan otak pada orang usia lanjut.

Langkah kedua. Melakukan gerakan ringan. Anda dapat mengurangi berat tubuh, tanpa harus melakukan olahraga yang berat. Berikut ini adalah kegiatan untuk melakukan gerakan ringan. 

-Matikan televisi anda. Bermainlah bersama teman, keluarga. Aktifitas apa saja daripada duduk terdiam sambil menonton televisi. 

-Berjalan-jalan. Cobalah untuk menyempatkan diri untuk berjalan kaki. Tidak peduli berapa lama dan berapa jauh. 

-Lakukan kegiatan rumah. Melakukan kegiatan dirumah seperti membersihkan lantai rumah, merapikan dan menyapu dihalaman rumah. 

-Berjalanlah sedikit ketika anda berbicara. Misalkan anda sedang menelpon seseorang atau berbicara dengan orang lain, lakukan sambil berjalan kecil.

Langkah ketiga. Makan yang cukup. Makan dengan gizi seimbang dan cukup adalah salah satu penunjang untuk hidup sehat. Adapun makanan yang harus ada dalam daftar menu anda sebagai berikut: 

-Makan lebih banyak buah-buahan. 

-Lebih banyak untuk mengkonsumsi sayur-mayur. 

-Makanlah makanan yang rendah lemak. 

-Menyiapkan makanan pengganti. Misalkan, ikan diganti daging, nasi diganti gandum dan begitu pula sebaliknya.

Untuk membuat hidup kita menjadi lebih sehat, lakukan perubahan kecil terlebih dahulu. Agar kita lebih siap untuk menyusun program hidup sehat yang lebih tersusun.

Dan apabila seseorang telah melakukan dan menerapkan pola hidup sehat akan mendapatkan manfaat, yaitu :

Dapat tidur dengan nyenyak
2. Dapat bekerja lebih maksimal serta meningkatkan kinerja
3. Dapat belajar dengan baik
4. Berpikiran positif dan sehat
5. Merasa damai, nyaman dan tentram
6. Memiliki penampilan yang sehat
7. Mendapatkan kehidupan dan interaksi sosial yang baik
8. Lebih percaya diri
9. Menghemat pengeluaran untuk kesehatan
10. Terhindar dari penyakit

Dengan demikian jelas bahwa dengan melakukan pola hidup yang sehat, banyak manfaat yang akan didapat. Maka di akhir pembicaraan, marilah kita jaga kesehatan tubuh dengan pola hidup yang sehat.

Sekian pidato yang saya sampaikan, sebelum dan sesudahnya mohon maaf. Wabillahi Taufik Wal Hidayah, Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu..

( PIDATO )

D

I

S

U

S

U

N

OLEH :

NAMA : DIAN LEATEMIA

KELAS : X_1

Gunung berapi kelud & Gunung berapi sinabung

Gunung kelud

Letusan Dahsyat Gunung Kelud Tahun 2014

Peningkatan aktivitas Gunung Kelud mulai kembali terjadi di akhir tahun 2013. Pada 10 Februari 2014, status meningkat menjadi Siaga (Level III)

Pada 13 Februari 2014, sebelum meletus, tercatat gunung Kelud telah mengalami gempa vulkanik dangkal sebanyak 190 kali, dan gempa vulkanik dalam sebanyak 442 kali pada pukul 12:00-18:00 WIB

Pada pukul 21.15 WIB, status menjadi Awas. Persiapan-persiapan mengenai kebencanaan telah mulai dilakukan. Kawasan seputar 5 km dari titik puncak kawah telah disterilkan dari kegiatan manusia. Lalu, radius pengosongan aktifitas manusia diperlebar menjadi 10 km dari puncak.

Erupsi tipe eksplosif diprediksikan akan kembali terjadi setelah hujan kerikil yang cukup lebat dirasakan warga dilokasi tempat gunung berapi yang terkenal aktif ini berada, yaitu wilayah Kecamatan Ngancar, Kediri, bahkan hingga kota Pare, Kediri.

Menurut rekomendasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG), wilayah Wates dijadikan tempat tujuan pengungsian warga yang tinggal dalam radius sampai 10 kilometer dari kubah lava. Karena erupsi tipe eksplosif seperti pada tahun 1990 (pada tahun 2007 tipenya efusif, yaitu berupa aliran magma) bisa saja terjadi.

Benar saja, belum sempat pengungsian dilakukan, pada 13 Februari 2014 pukul 22.50 terjadi letusan tipe ledakan (eksplosif).

Abu vulkanik Kelud yang terlontar pada letusan terdahsyatnya, setinggi 17 kilometer! Dan melontarkan kerikil sejauh 25 kilometer!

Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga kota Solo dan Yogyakarta (200 km), bahkan Purbalingga (lebih kurang 300 km), Jawa Tengah.

Pada tanggal 14 Februari 2014, saat dini hari, gemuruh aktivitas gunung juga sesekali terdengar hingga wilayah Kabupaten Jombang.

Pada pukul 02:00 AM, letusan Gunung Kelud mulai mereda. Namun untuk mencegah hal yang tak diinginkan, BMKG tetap menyatakan area steril dengan radius sejauh 10 kilometer dari puncak Kelud tetap berlaku.

Di daerah Madiun dan Magetan jarak pandang untuk pengendara kendaraan bermotor atau mobil hanya sekitar 3-5 meter karena turunnya abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud tersebut sehingga banyak kendaraan bermotor yang berjalan sangat pelan-pelan.

Di sisi lain banyak pengguna kendaraan atau warga di sekitar Kota Madiun yang terganggu akibat erupsi tersebut.

Pada letusan gunung Kelud sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari, (13-14 Februari 2014), telah menyebabkan 2 orang tewas akibat kecelakaan saat mengungsi dan membuat 100.248 orang harus menjauh dan diungsikan dengan jarak minimal 10 kilometer.

Sementara itu beberapa bandara di pulau Jawa ditutup akibat tebalnya abu vulkanik. Bandara yang ditutup diantaranya adalah bandara di Surabaya, Malang, Jogjakarta, Semarang, Solo bahkan Bandung.

Akibatnya ratusan penerbangan dibatalkan. Pihak angkasa pura dan maskapai penerbangan mengaku merugi hingga milyaran rupiah

Empat hingga lima buah alat pencatatan aktivitas di Pos Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) sekitar Gunung Kelud, Kediri Jawa Timur juga mengalami kerusakan.

Alat berupa seismograf itu rusak akibat tertimbun oleh material batu dan debu yang berjarak hanya lima kilometer dari gunung.

Rusaknya alat tersebut mengganggu PVMBG untuk memantau aktivitas gunung Kelud dari kantor PVMBG yang ditampilkan melalui layar, menjadi tidak berfungsi sama sekali. Maka pertugas melakukan pemantauan selanjutnya dengan peralatan manual.

Hubungan Letusan Gunung Kelud 2014 dan Fenomena Alam

Pada letusan tahun 2014 ini pula, banyak kejadian yang berhasil direkam oleh media ataupun oleh warga. Jadi, ini adalah kali pertamanya gunung Kelud banyak didokumentasikan oleh media dan individu, dibanding dengan letusan-letusan sebelumnya yang mungkin jauh lebih mematikan dan tak sebanding dengan kedahsyatan letusannya di tahun 2014 ini

1. Sebaran abu dan material vulkanik

Pada pagi hari tanggal 14 Februari 2014, awan debu vulkanik gunung Kelud terbawa angin hingga ratusan kilometer ke arah barat dan timur pulau Jawa. Material vulkanik yang dilontarkan gunung Kelud saat meletus adalah setinggi 17 kilometer, dan jatuhan material kerikil kurang lebih sejauh 20 kilometer.

Lontaran material vulkanik dengan energi kuat inilah yang menyebabkan tersebarnya abu gunung Kelud dapat menyebar dengan jarak yang jauh, hingga ratusan kilometer dari kepundannya.

.

Pada ketinggian 1-5 kilometer, hembusan angin ke arah timur dan membawa debu vulkanik hingga ke kota Ampenan di pulau Lombok. Sedangkan pada ketinggian 5-17 kilometer, hembusan angin ke arah barat dan membuat kota diwilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta sempat gelap.

Bahkan pada siang dan sore hari pada tanggal yang sama, 14 Februari 2014, debu dapat mencapai hingga Ciamis, Garut, Tasikmalaya dan Bandung bahklan Bogor di Jawa Barat.

Pada tanggal 15 Februari 2014, hembusan angin cenderung berubah arah yaitu kearah selatan dan tenggara.

Hal ini membuat sisa-sisa material abu vulkanik gunung Kelud yang masih melayang di angkasa merubah arahnya ke Samudera Hindia. Akibatnya hujan abu vulkanik dibeberapa wilayah dan kota sudah mulai berkurang.

2. Petir dan Guntur diatas Gunung Kelud

Rekaman berupa foto dan video (lihat pada bawah halaman) saat Kelud menggelegar banyak yang beredar. Bahkan terlihat hingga banyak sekali petir menyambar dengan suara guntur. Secara ilmiah, petir tersebut dalam bahasa Inggris dinamakan dirty thunderstorm atau juga volcanic lightning.

Dirty thunderstorm atau juga volcanic lightning ini merupakan fenomena cuaca yang terjadi ketika aktivitas gunung mulai meningkat dan akhirnya memunculkan petir.

Keterangan foto atas: Gunung Kelud saat meletus pada Kamis malam Jumat 13 Februari 2014 (pict. by: Asthadi Setyawan)

3. Hubungan Konjungsi Bulan dan Letusan Kelud

Perlu diketahui bahwa aktifitas gempa tektonik maupun gempa vulkanik biasanya beriringan dengan saat konjungsi maupun purnama Bulan.

Pada hari itu, Kamis, 13 Februari 2014 Bulan transit di atas langit Malang dan sekitarnya pada pukul 22:41 WIB, sembilan menit kemudian yakni pukul 22:50 WIB gunung Kelud meletus.

Posisi Bulan saat transit pukul 22:41 WIB berada di azimut 00 11 Altitude 68 50 dihitung dari lokasi Gunung Kelud yang mana koordinatnya 112 18 28 bujur timur, 7 55 48 lintang selatan.

Adakah korelasinya antara aktivitas gunung meletus dengan fase-fase Bulan maupun transit Bulan? Secara ilmiah saat ini belum ditemukan korelasinya, akan tetapi sudah pasti terjadi peningkatan gaya gravitasi.

Jadi, bisa saja aktivitas vulkanik yang meningkat pada level tertentu sebelum gunung Kelud meletus, adalah akibat adanya pengaruh gaya gravitasi Bulan yang lebih dominan pada saat Bulan transit diatas kota Malang.

Hal tersebut tentunya sedikit banyak akan menarik magma gunung berapi ke arah atas, sehingga memicu gunung berapi yang kondisinya sudah di ujung tanduk untuk meletus.

dengan tanggal 15 Februari 2014 pukul 05:55:46 , yang berarti gunung Kelud meletus 32 jam 5 menit 46 detik sebelum saat purnama.

Gunung Kelud meletus beberapa saat (9 menit) setelah Bulan transit di atas langit.

Saat transit bulan, adalah saat dimana posisi Bulan, Bumi dan matahari berada hampir atau paling sejajar pada garis lurus.

Artinya, Bulan berada pada posisi paling vertikal diatas kepala kita pada hari itu, atau yang terjadi pada saat jarak sudut (elongasi) suatu benda dengan benda lainnya, walau tak terjadio gerhana Bulan namun nyaris nol derajat.

4. Material Abu Vulkanik Gunung Kelud Berbeda

Saat letusan di tahun 2014 ini, gunung Kelud telah memuntahkan material vulkanik sebanyak 100 juta meter kubik. Material sebanyak itu hanya dimuntahkan Kelud dalam waktu singkat.

Kerikil besar dari gunung Kelud yang ditemukan di wilayah Blitar dan Kediri (foto: krjogja.com)

Jika dibandingkan dengan gunung Merapi yang meletus sebelumnya, maka material vulkanik yang dikeluarkan gunung Merapi untuk mencapai 100 juta meter kubik harus dibutuhkan dalam waktu sebulan lamanya.

Jika dibandingkan dengan gunung Sinabung di Sumatera Utara yang meletus sejak September 2013 hingga Februari 2014, dan hingga kini masih terus berlangsung, atau telah 5 bulan lamanya, material vulkanik yang dikeluarkan selama 5 bulan itu belum mencapai 100 juta meter kubik.

Sedangkan menurut penelitian dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, ukuran material vulkanik yang dikeluarkan dari Gunung Kelud memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Untuk ukuran material vulkanik berupa pasir ditemukan pada jarak yang jauh hingga Solo dan Jogjakarta, sedangkan material berupa abu yang sangat halus dapat terbang sejauh ribaun kilometer mengikuti arah angin

Sejauh ini abu vulkanik gunung Kelud ke arah timur mencapai pulau Lombok di Nusa Tenggara Timur.

Dan abu vulkanik yang ke arah barat lebih jauh lagi karena diakibatkan angin berhembus ke arah barat. Sejauh ini abu vulkanik telah ditemukan hingga Garut, Tasikmalaya, Bandung, hingga Ciamis di Jawa Barat.

Sedangkan material vulkanik berupa kerikil dan kerakal ditemukan di daerah Kediri, Blitar dan sekitarnya.

Pecahan bebatuan tersebut memang cukup besar, bukan hanya sekadar kerikil kecil. Menurut warga Blitar dan Kediri, volumenya pun cukup banyak.

Menurut penduduk setempat, kalau material kerikil dan kerakal itu dikumpulkan maka bebatuan yang menghujani atap tiap rumah, bisa mencapai satu truk!

Morfologi Gunung Kelud

Gunung api ini termasuk dalam tipe stratovulkan (strato-volcano) dengan karakteristik letusan yang eksplosif. Seperti banyak gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Kelud terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Gunung Kelud adalah salah satu gunung yang istimewa di Jawa Timur karena letusannya bersifat mendadak, sangat eksplosif dan merusak.

Itu sebabnya terbukti dalam catatan sejarah, bahwa gunung Kelud termasuk gunung di Indonesia yang pernah  memakan banyak korban jiwa hingga ribuan, namun tipe letusan seperti gunung Kelud ini cepat mereda.

Kelud pada 1922 setelah letusan besar yang terjadi pada Mei 1919 diikuti letusan berikutnya pada Desember 1920. Tampak belum ada vegetasi.
This August 1922 photo taken from the Northwest, shows the still vegetation-free summit of Kelut volcano following the powerful May 1919 eruption and the relatively mild December 1920 eruption. The 1919 eruption produced devastating pyroclastic flows and lahars that killed over 5,000 people. Photo courtesy of Volcanological Survey of Indonesia. (landslides.usgs.gov)

Setelah letusannya, Gunung Kelud biasanya membentuk kawah lebar yang kemudian terisi air hujan sehingga membentuk danau kawah.

Puncak-puncak yang ada sekarang merupakan sisa dari letusan besar pada masa lalu yang meruntuhkan bagian puncak purba. Dinding di sisi barat daya runtuh terbuka sehingga kompleks kawah membuka ke arah itu.

Puncak Kelud adalah yang tertinggi, berposisi agak di timur laut kawah. Puncak-puncak lainnya adalah Puncak Gajahmungkur di sisi barat dan Puncak Sumbing di sisi selatan.

Itu baru satu gunung api, bernama Kelud. Indonesia memang kaya akan gunung api, bahkan menjadi negara yang paling banyak terdapat gunung api aktif sejagat.

Dari 127 gunung api, baru separuhnya yang dipantau intensif. DR. Surono seorang pakar volcanologist Indonesia, mengibaratkan proses pemantauan gunung api di Indonesia seperti menaruh anak kecil di pinggir kolam. Kalau kita lengah, pasti masuk kolam. Kalau selamat, bisa dibilang karena kebetulan, kata Surono.

Letusan Kelud kali ini sekali lagi mengajarkan pentingnya menyadari posisi Nusantara yang dilingkari Cincin Api, yang menuntut kita untuk terus bersiaga. Apalagi, karakter dan sifat gunung juga bisa berubah. Gunung api adalah organisme Bumi yang hidup. Mereka lahir, tumbuh, tertidur, mati, lalu terbangun, dan meletus.

Gunung api terus berevolusi. Begitu pula seharusnya kita yang hidup di sekelilingnya. (wikipedia, nationalgeographic dan berbagai sumber).

( GUNUNG KELUD & GUNUNG SINABUNG )

D

I

S

U

S

U

N

OLEH :

NAMA : DIAN LEATEMIA

KELAS : X_1

Leave a Reply