Pidato Perpisahan :

Pidato Perpisahan

Assalamualaikum Wr.Wb

Salam sejahtera bagi kita semua

Yang saya hormati, Bapak Kepala Sekolah SD Negeri No. 09 Curup Tengah, yang saya hormati Bapak dan Ibu Guru SD Negeri No. 09 Curup Tengah dan teman-teman yang saya cintai.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberi keselamatan pada kita semua, terbukti kita dapat berkumpul disekolah yang kita cintai ini.

Saya berdiri disini untuk mewakili teman-teman kelas 6 (enam) untuk menyampaikan sepatah atau dua patah kata dalam acara perpisahan atau pelepasan siswa-siswi kelas enam tahun 2009-2010. Perkenankan kami menyampaikan hal-hal sebagai kata-kata pamit, selama enam tahun lamanya teman-teman kelas satu sampai kelas lima menimba ilmu dari bapak dan ibu guru disekolah tercinta ini. Selama ini tentunya banyak pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari bimbingan dan didikan beliau, kami merasa tambah ilmu. Untuk itu tidak ada kata yang pantas saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu guru kecuali ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Keberhasilan yang kami capai tidak lepas dari doa teman-teman semoga kami lulus semuanya, amin

Bapak dan Iu guru yang kami hormati

Kami merasa banyak kesalahan yang telah kami perbuat, baik kami sengaja maupun tidak sengaja. Sering mengabaikan perintah, sering tidak mentaati perintah. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami mohon doa restu agar nanti diterima di SMP yang diinginkan.

Teman-teman yang kami cintai, tentunya banyak sekali kesalahan yang telah kami perbuat, oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Waktulah yang mengkehendaki kita harus berpisah, namun perpisahan ini hanya lahirnya saja. Kami berpesan kepada adik-adik taatilah perintah Bapak dan Ibu Guru, sehingga kalian menjadi anak yang pintar dan berguna bagi bangsa dan Negara.

Hanya itu yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini dengan harapan semoga kami nanti dapat melangkah lebih maju untuk mencapai cita.cita. apabila kata-kata saya tadi ada kesalahan saya mohon maaf, kepada yang kuasa saya mohon ampun, sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Nama: ARDIAN

Kelas: VIB (Enam)

ASSSALAMUALAIKUM WR.WB

Which I respect, The Head of School NO. 09 Curup Tengah,

which I respect Bapak and Ms. Teacher at elementary school no. 09 middle Curup

and friends which I love.

Praises thanks we to climb presence of God Allah which has given safety at we all, proven of we can gather AT school which we to love this.

I stand up here to represent class friends 6 (six) to submit as of break or two word breaks in event of parting or release of students class six the year 2009-2010. Allows we to submit things as words to take leave, during six years first class friends until class five bailing science from father and this beloved disekolah teacher mother. Till now it is of course many experiences and knowledge obtained from guidance and education by him and her, we feel adding science. For the purpose there is no word that is proper I submit to all of teacher except thank utterance which as much as possible. Success which we reach not to get out of do’a friends hopefully we pass altogether, amen

All of teacher which we respect

We feel many mistakes perbuat which we have, either we intentionally and also involuntary. Often disregards comand, often doesn’t adhere comand. For the purpose we deeply apologize. We request do’a bless that later is received in SMP wanted.

Friends which we love, it is of course a lot of mistake to do which we have, therefore at this good opportunity we deeply apologize. Time desiring we must apart, but this parting only borns it is only. We notice to sister and brothers adheres Father comand and Ms. Teacher, so that all of you becomes bright chlid and good for nation and state.

Only that is earning I to submit at this opportunity on the chance of hopefully we later earns to step is more advancely to reach goals. if my words am the there are my mistake apologized, to having the power I to request pardon, that’s all and thank.

ARTIKEL SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA

>Seni terapan ( Aplied Art ) adalah seni yang menjadikan fungsi sebagai tujuan utama

dimana kreativitas artistik hanyalah komponen yang melengkapinya .

Contah :
1.Batik
2.Ornamen pada rumah2 adat
3.Gerabah atau keramik
4.Senjata2 tradisional seperti : keris , rencong , mandau dsb
5.Pakaian2 adat yang ada di nusantara : mulai dari Aceh sampai Papua.

>Pewarna alami untuk 5 warna primer :

Bisa didapat dari daun2an , batu bata , arang , getah .

Tentu saja ada sedikit proses pencampuran untuk mendapat warna yang di inginkan.

Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Setiap orang menghendaki
memiliki rumah, perabotan rumah, dan busana atau pakaian yang bagus yang
memerlukan unsur-unsur seni rupa. Dekorasi rumah baik interior maupun eksteior tidak
bisa lepas dari sentuhan seni rupa. Lukisan, relief, patung dan seni terapan dapat
digunakan untuk memperindah bangunan rumah atau gedung baik interior maupun
eksteriornya.
Seni rupa telah berkembang sejak zaman lampau hingga masa kini yang melahirkan
beraneka ragam corak serta mempunyai bermacam fungsi.

Seni rupa kontemporer merupakan seni yang kemunculannya lebih dipengaruhi oleh waktu saat karya itu diciptakan (bersifat kekinian dan temporer). Tema yang diangkat dalam penciptaan karya seni rupa kontemporer tentang sesuatu yang berkaitan dengan masalah-masalah

yang

terjadi

pada

batasan

waktu

tertentu.

Kartika, putri dari pelukis terkenal Affandi. Karya besar Kartika, seperti Wanita Dayak, 1977, cat minyak, kanvas. Lukisan ini menunjukkan gaya yang berbeda dengan karya sesudahnya. Seniman ini merupakan direktur Yayasan Affandi

Seni instalasi diperuntukkan suatu karya seni yang terdiri-dari beberapa bagian dalam satu unit, karya-karya seperti ini biasanya mengandung pesan sosial. Seni instalasi juga dapat dimaknai sebagai karya seni yang terdiri atas komposisi dan

manipulasi

objek-objek

untuk

menyampaikan

sebuah

pesan. Seni instalasi karya Agus Suwage dengan tema Dongeng dari Bumi yang resah merupakan hasil teknik campuran. Karyanya tersebut hasil komposisi dari beberapa lukisan yang menimbulkan keindahan baru.

Karya seni instalasi Krishna Murti yang dibuat tahun 1995, juga menunjukkan manipulasi objek-objek yang dikomposisikan pada suatu ruangan yang diberi tema Let the rock be the rock.

Contoh lain karya seni rupa kontemporer berupa lukisan pada bagian tubuh manusia, lebih dikenal dengan karya body painting. Melukis pada tubuh manusia juga merupakan seni manipulasi tubuh manusia, seniman berusaha menciptakan kesan baru pada bagian tubuh manusia, seperti manipulasi bentuk binatang, buah-buahan, bunga dan bentuk-bentuk imaginasi.

KEUNIKAN GAGASAN DAN TEKNIK

DALAM KARYA SENI TERAPAN DAERAH SETEMPAT

A. Karakteristik Seni Rupa dan Cabang-cabangnya

Seni Rupa adalah sebuah konsep atau nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya
terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna.
Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu. Bentuk
karya seni rupa merupakan keseluruhan unsur-unsur rupa yang tersusun dalam sebuah
struktur atau komposisi yang bermakna. Unsur-unsur rupa tersebut bukan sekedar
kumpulan atau akumulasi bagian-bagian yang tidak bermakna, akan tetapi dibuat sesuai
dengan prinsip tertentu. Makna bentuk karya seni rupa tidak ditentukan oleh banyak atau
sedikitnya unsur-unsur yang membentuknya, tetapi dari sifat struktur itu sendiri. Dengan
kata lain kualitas keseluruhan sebuah karya seni lebih penting dari jumlah bagian-
bagiannya.

Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua yaitu: karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja. Contohnya, seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagainya. Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang. Contoh : seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk.

Seni Rupa jika dilihat dari segi fungsinya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu seni
murni (fine art) dan seni pakai / terapan (applied art). Seni murni adalah karya seni rupa
yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistik. Orang mencipta karya seni
murni umumnya berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan cita rasa estetik.
Kebebasan berekspresi dalam seni murni sangat diutamakan. Yang tergolong dalam seni
murni yaitu: seni lukis, seni patung, seni grafis dan sebagian seni kerajinan.

Seni Terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat untuk
memenuhi kebutuhan praktis. Contoh seni terapan yaitu:arsitektur, poster, keramik, baju,
sepatu, dan lain-lain. Dalam pembuatan seni pakai biasanya faktor kegunaan lebih
diutamakan daripada faktor keindahan atau artistiknya. Membuat karya seni terapan
tampak lebih sulit dibandingkan karya seni murni. Hal itu mungkin karena membuat
karya seni murni terasa lebih bebas dibanding membuat karya seni terapan karena tidak
memperhitungkan fungsi. Akan tetapi sering pula terjadi sebaliknya, melukis bisa lebih
sulit daripada membuat rumah tinggal.

B. Fungsi dan Tujuan Seni Rupa

Sebagai unsur budaya, seni hadir atau diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia

baik lahir maupun batin. Sebuah unsur budaya akan tetap terpelihara keberadaannya jika

unsur budaya tersebut masih berfungsi dalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan sehari-

hari kita dapat merasakan betapa kita sangat membutuhkan sarana berekspresi dalam

menikmati keindahan bentuk.

Berdasarkan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan manusia, seni dipilah menjadi

beberapa kelompok.

1. Fungsi Individual

Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka

fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi.

a. Fisik

Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik, seperti;

busana, perabot, rumah alat transportasi dan sebagainya.

b. Emosional

Fungsi ini dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamat atau

konsumennya. Contoh: lukisan, patung, film dan sebagainya.

2. Fungsi Sosial

Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak

dalam waktu relative bersamaan. Fungsi ini dikelompokkan dalam beberapa bidang.

Rekreasi / hiburan

Seni dapat digunakan sebagai sarana untuk melepas kejenuhan atau mengurangi

kesedihan. Contoh: film, komedi, tempat rekreasi dan sebagainya.
b. Komunikasi
Seni dapat digunakan untuk mengkomunikan sesuatu seperti pesan, kritik, kebijakan,

gagasan, dan produk kepada orang banyak. Contoh: iklan, poster, spanduk, dan lain-lain.
c. Edukasi / Pendidikan
Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya, contoh; gambar

ilustrasi pada buku pelajaran, poster ilmiah, foto dan sebagainya.
d. Religi / Keagamaan
Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contohnya; kaligrafi, arsitektu

tempat ibadah, busana keagamaan dan sebagainya.

C. Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

1. Seni Bangun / Arsitektur

Seni bangun merupakan salah satu hasil budaya masyarakat. Masyarakat Nusantara
membuat bangunan dalam berbagai fungsi, yaitu tempat tinggal, lumbung padi, dan
tempat beribadah. Di Jawa Tengah terdapat rumah Joglo yang berfungsi sebagai tempat
tinggal dan sekaligus menjadi ciri khas budaya masyarakatnya. Demikian pula dengan
masjid Demak yang struktur bangunannya sangat dekat dengan struktur rumah joglo.

2. Pakian Adat

Pengaruh budaya setempat juga sangat terlihat pada pakaian adat. Pada masa sekarang
busana adat Jawa Tengah sering kita lihat pada upacara-upacara perkawinan Di Jawa
Tengah pakaian adat menjadi pakaian resmi yang terpengaruh dari kalangan istana yang
biasa digunakan untuk upacara kerajaaan atau upacara-upacara Keraton. Misalnya pada
busana kenegaraan abdi dalem yang mengiringi kereta kuda Sultan Yogyakarta dan
Surakarta dalam iring-iringan upacara. Busana tersebut berupa kaos kaki sutera, sepatu,
gesper, dan jas beludru yang dihiasi dengan jalinan berpita emas. Busana adat Jawa
Tengah mendapat pengaruh dari Eropa pada era Kolonial Belanda.

3. Wayang

Pertunjukan wayang di Indonesia bukan saja sebuah kesenian, melainkan juga sumber
nilai. Wayang dalam perkembangannya sebagai sumber nilai, menyerap berbagai ajaran
tentang penghormatan kepada alam, nenek moyang dan para dewa-dewi. Penghormatan
itu dilakukan oleh manusia sebagai keinginan dasar untuk berhubungan dengan kekuatan
adikodrati (supranatural), kepemimpinan dan kepahlawanan.Selain itu penghormatan
semacam itu dilakukan sebagai bentuk hubungan manusia dengan Tuhan, dan juga
hubungan manusia dengan manusia lain. Kesenian wayang umumnya memuat ajaran
keagamaan dan kehidupan. Wayang selalu berubah dan menyesuaikan diri dengan
konteks keagamaan dan zamannya. Pada masa penyebaran agama Hindu-Budha dan juga
Islam dan Kristen, kesenian wayang selalu dimanfaatkan sebagai media yang popular dan
efektif untuk dakwah keagamaan.

Meskipun sudah berkembang sejak masa Hindu-Buddha, kesenian wayang di Jawa
mendapat sentuhan kreatif pada masa Islam. Sentuhan itu bukan saja terlihat dalam
bentuknya melainkan juga pada tema-temanya. Meskipun begitu, wayang tetap
mengandung pakem-pakem cerita utama, seperti Ramayana dan Mahabarata. Kesenian
wayang di Jawa menjadi alas dakwah dan pendidikan paling efektif dan telah diterima
masyarakat sehingga tetap hidup dalam berbagai bentuk perkembangannya sampai
sekarang. Dari kesenian wayang yang bernafaskan Islam tersebut lahirlah sejumlah jenis
wayang antara lain Wayang Kulit, Wayang Beber, Wayang Kayu, Wayang Krucil

Wayang Golek, bahkan Wayang Suket.

4. Perabot dan Benda Rumah Tangga

Perabot rumah tangga di Indonesia khususnya di Jawa banyak dipengaruhi gaya Eropa
dan muncul pertama kali di kalangan istana. Perabot rumah tangga mulai digunakan di
kalangan istana karena pada masa itu Sultan tidak dapat menerima perbedaan yang
kontras antara dirinya dengan orang-orang Eropa. Orang Eropa duduk di tempat yang
tinggi, seperti kursi atau sofa sedangkan dirinya duduk di lantai atau tikar. Akhirnya
Sultanpun mulai menggunakan kursi, terutama di tempat kegiatan, serta saat Sultan dan
pegawai belanda muncul bersamaan. Perabot rumah tangga asli didatangkan kalangan
istana dan orang-orang Eropa serta dipakai sebagai lambang kebesaran. Pola-pola hiasnya
kemudian ditiru oleh para perajin lokal. Hingga sekarang rumah-rumah dan perabotan
orang Indonesia banyak mengandung unsur arsitektur yang mencerminkan kebesaran
pemerintah Belanda.

Selain kursi, perabot rumah tangga yang lain banyak juga yang disertai hiasan dengan

motif gaya Eropa.

5. Batik

Seperti halnya kesenian wayang, batik telah menjadi bagian dari kekayaan seni rupa
tradisional di Nusantara, jauh sebelum masuknya Islam. Mitos awal tentang batik sudah
ada sejak sekitar taun 700 Masehi. Mitos tersebut bercerita tentang istri Pangeran
Jenggala, Lembu Ami Luhur. Dia seorang putrid dari Coromandel. Ia mengajari orang
Jawa menenun, membatik dan mewarnai kain. Sejak itu kain batik dengan berbagai motif
tertentu menjadi bagian dari identitas busana dan budaya raja, permaisuri dan keluarga
istana pada masa kerajaan Hindu. Namun catatan tertulis tentang batik baru muncul pada
tahun 1518, di wilayah Galuh di wilayah Barat laut Jawa.

Pada masa Islam batik terus berkembang, terutama dalam kekayaan motif dan arti
perlambangannya. Pada masa Islam motif animisme dan Hinduisme yang muncul pada
masa kerajaan Hindu diperkaya dengan motif Kaligrafi Arab, Masjid, Kakbah dan
permadani. Di samping itu motif Cina sangat kental pada motif batik. Dalam sebuah
cerita disebutkan bahwa Sultan Agung, Raja Islam pertam Mataram (1613-1645)
memakai batik dengan motif burung Huk. Dalam mitologi Cina, burung Huk
melambangkan keberuntungan.

Pada masa Islam dan masa sebelumnya, tradisi batik memang cenderung menjadi bagian
dari tradisi istana. Namun dalam perkembangannya, ketika nilai-nilai keistanaan
meluntur, nilai-nilai batik menjadi memasyarakat. Batikpun dibuat dan dipakai oleh
banyak kalangan. Hasanuddin dalam bukunya yang berjudul Batik Pesisiran
menyebutkan bahwa kegiatan membatik didasarkan pada lima motivasi dasar, yaitu:

a. Membatik sebagai kegiatan sambilan wong cilik.

b. Kegiatan membatik sebagai komoditas.
c. Membatik sebagai tradisi kalangan bangsawan.
d. Kegiatan membatik sebagau usaha dagang orang Cina dan Indo-Belanda yang ragam

hias dan fungsinya diperuntukan bagi kalangan terbatas.
e. Membatik sebagai kebutuhan seni atau desain dengan konsep kontemporer.
6. Ragam Hias / Pola Wastra

Pada abad ke 18 dan 19, perdagangan batik di Indonesia berkembang pesat. Oleh karena kepesatan tersebut mulailah orang-orang Cina terjun sebagai pedagang batik dalam skala kecil maupun besar. Selain terjun sebagai pengusaha, orang-orang Cina mulai merintis dan membuka peruahaan batik sendiri. Para pekerjanya adalah warga pribumi dengan disiplin kerja yang ketat. Oleh sebab itu mutu batiknya cukup baik

Batik produksi pengusaha Cina cenderung menggunakan warna terang dan beraneka
ragam. Pewarna yang digunakan adalah indigosol yang cukup tahan gosokan dan sinar
matahari. Ragam hias yang batik yang paling popular adalah burung funiks yang berekor
panjang, meander dan swastika. Ragam hias model ini banyak dipakai pada selendang
lokcan berbahan sutera.

Perkembangan ragam hias batik Cina dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan selera
konsumen. Di daerah Lasem misalnya, ragam hias batik Cina lebih rumit dan datar.
Warna yang digunakan antara lain merah, biru, ungu, kuning, dan cokelat. Dalam proses
perkembangannya susunan corak, ragam hias, dan warna batik Cina dan pribumi saling
mempengaruhi dan melengkapi. Batik yang dibuat di daerah Pantai Utara Laut Jawa
menggunakan corak terang, serta memadukan lukisan burung dan bunga. Hal itu jelas
menandakan adanya pengaruh Cina. Batik Cirebon juga dikenal karena penggunaan pola
ragam hias Cina, yaitu awan dan batu. Pengaruh Cina juga terdapat pada sarung songket
yang berbenang emas dari Bali dan Sumatera serta kain perada Bali.
(sumber.mazgun.wordpress.com)

Sabtu, 07 November 2009

EKSPRESI melalui karya seni rupa

Ekspresi adalah ungkapan jiwa seseorang terhadap sesuatu, baik ungkapan jiwa dalam
keadaan senang atau sedih. Biasanya ekrpresi bisa dilihat dari raut muka atau mimik
seseorang, atau bahkan dalam wujud karya. Dalam Karya seni rupa dapat dicurahkan
dakam bentuk karya yang bebas(ekspresif), baik karya seni rupa murni atau karya seni
rupa terapan.

Incoming search terms:

  • contoh pidato perpisahan kelas6
  • pidato perpisahan kelas 6 agama kristen
  • contoh pidato perpisahan sd kelas 6 agama kristen
  • pidato agama hindu perpisahan sekolah
  • pidato pensiun
  • pidato perpisahan masa pensiun
  • sambutan ks pensiun bahasa jawa
loading...

Leave a Reply