Pidato Usep : (Mencari Ilmu)

(Mencari Ilmu)

:

……. ………

, , . :

!

, , :

! . , , : .

!

, . , . , . , , : .

!

, , . , . , , . , . , ..

, , . : , , .( )

!

, , . , .

 

Terjemah Pidato.

(Mencari Ilmu)

Yang mulia Pengasuh Pesantren …………….

Kiyahi Haji ………………..

Para Dewan Guru Yang terhormat

Serta para pendengar yang berbahagia.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah yang semua mahluk selalu memujinya, yang mengangkat derajat para pemilik ilmu, shalawat dan salam semoga tercurah keharibaan baginda Nabi Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya, pemilik segala keutamaan dan kemuliaan.

Para Hadirin dan Hadirat!

Mengawali ungkapan saya dalam waktu yang sangat berharga ini, segenap rasa terimakasih dan rasa hormat yang tak terhingga, dan dalam kegiatan ini saya akan ketengahkan perbincangan dalam pidato kali ini, dengan tema: Mencari Ilmu.

Perlu anda ketahui para sahabat dan sahabati, bahwa sesungguhnya mencari ilmu adalah sesuatu yang urgen sifatnya dan wajib hukumnya. Baik dia muslim ataupun muslimat, laki-laki maupun perempuan, remaja ataupun dewasa. Sebagaimana yang telah Rasulullah sabdakan: mencari ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim laki-laki, dan muslim perempuan.

Para Santri!

Berdasarkan hadits ini kita dapat simpulkan, bahwa sesungguhnya ilmu pengetahuan adalah sangat penting dalam realitas kehidupan kita. Sebagai manusia, Allah telah muliakan kita dengan rasio (akal) yang dengannya pula kita dapat mengamati perbedaan mendasar dengan makhluk lainnya. Akal itu pulalah yang membedakan kita sebagai manusia dengan hewan misalnya, bahkan dengan para malaikat sekalipun, hingga para jin dan mahluk lainnya. Dengan ilmu pula Allah akan mengangkat derajat, kedudukan, prestise dirinya melebihi manusia lainnya. Seperti firman Allah dalam Al Quran: Allah akan mengangkat mereka yang beriman, dan orang-orang yang memiliki ilmu dengan kedudukan (derajat).

Para Mustamiin dan Mustamiat!

Sungguh mencari ilmu itu tidaklah dibatasi oleh waktu dan tempat, tidak pula kota maupun belahan negara. Karena sesungguhnya esensi atau tujuan utama dalam kehidupan manusia ini, tidak lain adalah demi tercapainya kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan mustahil kiranya kebahagiaan yang dicita-citakan itu dapat terwujud kecuali dengan ilmu, apakah itu kebahagiaan yang bersifat duniawi, lebih-lebih kebahagiaan yang bersifat ukhrawi.

Oleh karena itu, siapa saja yang menginginkan kesuksesan di dunia ini maka iapun wajib hukumnya mengetahui keterkaitan ilmu di dalamnya. Contoh kecil, orang yang ingin tahu tentang perangkat komputer, atau handphone misalnya maka iapun harus tahu secara detil tentang masalah yang berhubungan dengan elektronik. Lalu bagaimana jadinya, jika seseorang menginginkan kebahagian abadi kelak akhirat, padahal ia sendiri malas untuk mempelajarinya?????

Jelasnya, bahwa generasi (pemuda) saat ini adalah calon pemimpin di kemudian harinya. Maka tak ada penawaran yang lain, kecuali mereka harus fokus dan berdedikasi tinggi dalam mencari ilmu. Nabi telah bersabda dalam haditsnya: Barang siapa yang menginginkan dunia, maka ia harus berilmu. Siapa saja yang memimpikan akhirat, maka iapun wajib berilmu. Dan barang siapa yang mengharapkan keduanya (dunia dan akhirat), maka ia harus berilmu. (Benarlah perkataan Rasulullah yang terpercaya).

Para Hadirin dan Hadirat yang dirahmati Allah!

Saya kira cukup sekian pemaparan yang dapat saya kemukakan dalam pidato ini, jika anda temukan banyak terpercik kata-kata mengandung nilai kebenaran, semuanya tak lebih adalah karena anugerah Allah semata. Namun jika di sana-sini masih tersimpan banyak kekurangan, semua itu adalah karena ketidaksempurnaan dan kelemahan diri yang saya miliki.

Yang terakhir, segenap syukur tak terhingga, segala puji tiada batasnya. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pidato Pelajar Tentang Anak Sholeh

, .

Ibu Kepala Sekolah beserta ibu dewan guru yang saya mulyakan, serta teman – teman sekalian yang saya cintai.

Alhamdulillah saya panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua, terutama nikmat iman dan islam, juga kesehatan, baik badan maupun jiwa kita.

Sholawat dan slam mudah – mudahan tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad saw, yang telah membawa dari alam kegelapan kepada alam yang penuh dengan cahaya iman.

Hadirin sekalian yang berbahagia!

Saya perwakilan dari kelas V, juga tidak mau ketinggalan untuk belajar berpidato, dalam rangka memeriahkan maulid nabi besar kita Muhammad saw.

Dalam kesempatan ini insya Allah saya akan menguraikan sedikit tentang anak sholeh.

Sebelumnya, saya ingin bertanya dulu, boleh kan?

Terima kasih!

Ingin tidak menjadi anak yang sholeh?

Nah! Kalau ingin, sekarang mari kita perhatikan!

Menjadi anak yang sholeh itu banyak syaratnya, ingin tahu tidak? Baiklah!

Pertama : Perbuatannya harus selalu menyenangkan hati kedua orang tua, yaitu dengan cara apa? Rajin belajar, membantu orang tua dan jangan lupa beribadah kepada Allah swt.

Kedua : Menuruti perintah kedua orang tua dan guru, bertutur kata yang lemah lembut, sopan santun dan yang terakhir jangan lupa mendoakan kedua orang tua sewaktu hidup maupun setelah mereka meninggal dunia.

Do’anya yaitu berbunyi :

Yang artinya: Ya Allah ampunilah dosa – dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.

Itulah do’a yang harus selalu kita baca setiap waktu.

Mudah – mudahan dengan selalu mendo’akannya kita menjadi anak yang sholeh.

Amin yaa robbal ‘alamin.

Sekian dari saya mohon maaf atas segala kekurangan. Wabillahi taufiq wal hidayah.

Leave a Reply