Tugas Pidato (Selesai) : Page | 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.  Latar Belakang

Kecakapan dalam berbahasa Indonesia yang baik mencakup dalam empat hal besar, yaitu : menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempatnya pun sangat berhubungan satu sama lain. Selain itu kemahiran dal hal berbahasa lisan juga menuntut penguasaan yang baik, dalam hal ini kemahiran dalam hal lisan harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain : ketenangan sikap, kebenaran serta kemampuan untuk menampilkan gagasan-gagasan secara lancar dan teratur.

Selanjutnya kecakapan berbahasa dalam hal lisan ini dapat dituangkan dalam sebuah presentasi ilmiah maupun semacam pidato. Dalam kedua bentuk praktek ilmu Bahasa Indonesia tersebut harus diperhatikan beberapa hal penting yang kemudian akan menjadi pegangan dan etika demi mewujudkan hasil yang sempurna.

Tujuan

Dengan adanya makalah ini diharapkan bisa membantu bagi yang membutuhkan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pidato, baik itu dari segi definisinya, tujuan pidato, jenis/macam-macam pidato, metode pidato, persiapan pidato, materi pidato, serta tata cara cara berpidato yang baik dan efisien.

BAB II

ISI

Pengertian Pidato

Pidato adalah semacam cara penyampaian gagasan, ide-ide, tujuan, pikiran serta informasi dari pihak pembicara kepada orang banyak (audience) dengan cara lisan. Pidato juga bisa diartikan sebagai the art of persuasion, yaitu sebagai seni membujuk/mempengaruhi orang lain. Berpidato sangat erat hubungannya dengan retorika (rhetorica), yaitu seni menggunakan bahasa dengan efektif. Berpidato bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana karena dalam berpidato menyangkut beberapa unsur penting seperti: pembicara, pendengar, persiapan, tujuan, isi pidato, serta terknik-teknik dan etika dalam berpidato.

Pidato juga merupakan suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan yang disampaiakan oleh Presiden, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi pendengarmya. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik, karena lewat berpidato tersebut orang banyak bisa menilai sejauh mana kemampuan seseorang dalam menguasai hal-hal yang sesuai dengan bidang serta pengetahuannya. Selain itu kemampuan berpidato di depan umum bisa dijadikan semacam titik tolak untuk menjadi pemimpin yang hebat dan disegani serta akan menjadi panutan dalam kehidupan.

Tujuan Pidato

Adapun tujuan pidato secara umum adalah :

(a)Informatif, yaitu bertujuan untuk memberikan laporan, informasi,  pengetahuan atau sesuatu yang menarik untuk orang lain / pendengar.

(b)Persuasif dan instruktif, bertujuan untuk mempengaruhi, mendorong, meyakinkan dan mengajak pendengar untuk melakukan sesuatu hal dengan suka rela.

(c)Edukatif, yaitu berupaya untuk menekankan pada aspek-aspek pendidikan.

(d)Entertain, bertujuan memberikan penyegaran kepada pendengar dan membuat pendengar itu senang dan puas dengan ucapan yang disampaikan.

Jenis-Jenis / Macam-Macam Pidato

Berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi :

Pidato pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembawa acara atau MC.

Pidato pengarahan, adalah pidato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.

Pidato sambutan, adalah pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu terbatas secara bergantian.

Pidato peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.

Pidato laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.

Pidato pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban suatu kegiatan yang telah dilaksanakan.

Metode Pidato

Ada 4 metode yang lazim dipergunakan dalam berpidato, yaitu sebagai
berikut :

Impromtu (serta merta)

Pidato dilakukan secara spontan tanpa persiapan sama sekali. Hanya yang dipandang mampu, ahli, atau berpengalaman yang biasanya diminta untuk menyampaikan dengan metode ini.

Keuntungan dari metode ini antara lain :

Lebih mengungkapkan perasaan pembicara.

Gagasan yang disampaikan datang secara spontanitas.

Memungkinkan untuk terus berpikir mencari gagasan yang ingin disampaikan.

Kerugiannya :

Menimbulkan kesimpulan yang mentah.

Mengakibatkan penyampaian yang kurang lancar.

Demam panggung.

Manuskrip (Naskah)

Merupakan metode pidato dengan naskah, disini tidak berlaku istilah menyampaikan pidato tapi membacakan pidato. Metode ini dibutuhkan oleh tokoh-tokoh penting atau orang-orang yang mempunyai jabatan, sebab kesalahan sedikit saja dapat menimbulkan kekacauan atau memperburuk citra orang yang berpidato itu sendiri.

Keuntungannya :

Kata-kata yang digunakan dapat dipilih dengan sebaik-baiknya.

Pernyataan yang disampaikan dapat dihemat.

Kefasihan dalam berbicara dapat dicapai.

Tidak ngawur atau asal-asalan.

Manuskrip dapat diperbanyak

Kerugiannya :

Komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung kepada mereka.

Pembicara tidak dapat melihat pendengar dengan baik, karena harus fokus juga kepada naskah pidatonya.

Pembuatan lebih lama.

Memoriter (Menghafal)

Merupakan metode pidato dengan menulis pesan atau gagasan yang akan disampaikan dan kemudian harus diingat kata demi kata.

Keuntungannya :

Kata-kata yang akan digunakan dapat dipilih dengan sebaik-baiknya.

Gerak dan isyarat yang diintegrasikan dengan uraian.

Kerugiannya :

Komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara beralih kepada usaha untuk mengingat kata-kata yang akan disampaikan.

Memerlukan banyak waktu.

Ekstemporan

Merupakan metode pidato yang sudah dipersiapkan sebelumnya berupa garis besar dan pokok penunjang pembahasan (supporting points), tetapi pembicara tidak berusaha mengingatnya kata demi kata.

Keuntungannya :

Komunikasi pembicara dengan pendengar lebih baik

Pesan yang disampaikan lebih fleksibel.

Kerugiannya :

Kemungkinan gagasan yang akan disampaikan menyimpang dari garis besar.

Kefasihan terhambat karena kesukaran memilih kata-kata.

Di antara metode di atas, cara paling cocok bagi yang baru belajar atau pertama kalinya melakukan, yaitu metode naskah. Keuntungan metode ini adalah orator tidak perlu berpikir tentang materi yang akan disampaikan. Semua kata yang akan diucapkan, sudah ditulis dalam naskah dan tinggal membacakannya. Oleh karena naskah ditulis sebelum berpidato, ia dapat meminta bantuan orang lain untuk memberi masukan materi pidatonya. Bahkan, ada yang sepenuhnya dibuatkan oleh orang lain. Sementara kelemahannya, yaitu seseorang harus mengeluarkan waktu lebih banyak untuk menyusun dan membacakannya. Selain itu, karena terpaku pada teks, pidato menjadi tidak komunikatif. Tatapan mata kepada hadirin sebagai bentuk komunikasi tubuh menjadi kurang terjalin. Orator juga menjadi terlalu terikat dan kurang fleksibel beradaptasi dengan perkembangan situasi dan reaksi audiensi. Untuk mengimbangi beberapa kelemahan itu, orator harus dapat menghidupkan naskah yang dibacanya. Caranya adalah membacakan dengan ekspresif, berirama dan dengan intonasi yang tepat. Ucapan juga harus terdengar dengan jelas. Oleh karena itu, selain mempersiapkan naskah pidato, penting sekali untuk berlatih terlebih dahulu sebelum membacakan teks pidato.

Persiapan Pidato

Sebelum memberikan pidato di depan umum, ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini :

a) Menentukan Tujuan Pidato

b) Memilih Pokok Persoalan

c) Mengetahui dan Menganalisa audience dan suasananya

d) Mengumpulkan materi pidato

e) Menyusun Kerangka Materi Pidato

f)Melakukan Latihan Pidato

g) Menghilangkan Perasaan Demam Panggung yaitu dengan cara, memfokuskan pikiran pada diri sendiri dan harus percaya diri serta menganggap audience tidak tahu tentang apa yang kita bicarakan, memperdalam materi dengan baik, mempersiapkan konsep pidato beberapa hari sebelumnya, membaca berulang-ulang materi pidato, mempersiapkan diri beberapa jam sebelum tampil dan jangan tergesa-gesa, serta istirahat yang cukup, terakhir sudah tentu adalah dengan berdoa.

Materi Pidato

Biasanya materi pidato, baik yang menggunakan naskah maupun tanpa naskah memiliki empat bagian, yaitu :

Pendahuluan

Yang berfungsi untuk mengantar ke arah pokok persoalan yang akan dibahas dan sebagai upaya menyiapkan mental audience. Pada bagian ini yang terpenting kita berusaha membangkitkan dan mengarahkan perhatian audience pada pokok permasalahan yang akan dibicarakan.

Isi

Pada bagian ini pokok pembahasan ditampilkan dengan terlebih dahulu mengemukakan latar belakang permasalahannya. Pokok pembicaraan dikemukakan sedemikian rupa sehingga tampak jelas kaitannya dengan kepentingan para audience.

Pembahasan

Bagian ini merupakan kesatuan, yang berisi alasan-alasan yang mendukung hal-hal yang dikemukakan pada bagian isi. Pada bagian isi ini biasanya berisi berbagai hal tentang penjelasan, alasan-alasan, bukti-bukti yang mendukung, ilustrasi, angka-angka dan perbandingan, kontras-kontras, bagan-bagan, model, dan humor yang relevan.

Kesimpulan

Ini adalah bagian akhir dari sebuah pidato, yang merupakan kesimpulan dari keseluruhan uraian sebelumnya.

Kriteria Berpidato yang Baik

Menggunakan bahasa yang mudah dipahami pendengar.

Menggunakan contoh dan ilustrasi yang mempermudah pendengar dalam memahami konsep yang abstrak apabila diperlukan.

Memberi penekanan dengan cara mengadakan variasi dalam gaya penyajian.

Mengorganisasikan materi sajian dengan urut dari hal mudah ke hal yang sulit dan lengkap.

Menghindari penggunaan kata-kata yang meragukan dan berlebih-lebihan.

Program atau materi disajikan dengan urutan yang jelas.

Berikan ikhtisar butir-butir yang penting, baik selama sajian maupun pada akhir sajian.

Gunakan variasi suara dalam memberikan penekanan pada hal-hal yang penting.

Kejelasan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat agar pendengar tidak bosan atau terkesan monoton.

Membuat dan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman pendengar, minat pendengar, atau sikap pendengar, jika diperlukan.

Menggunakan nada suara, volume suara, kecepatan bicara secara bervariasi.

Menggunakan bahasa tubuh yang mendukung komunikasi dengan pendengar.

Ciri Pidato yang Baik

Ada sembilan hal yang mencirikan suatu pidato yang baik yakni, saklik, jelas, hidup, memiliki tujuan yang jelas,bergaya klimaks, dibatasi, mengejutkan, memiliki pengulangan dan mengandung humor.

Pidato Yang Saklik

Pidato itu saklik apabila memiliki objektivitas dan unsur-unsur yang mengandung kebenaran. Saklik juga berarti bahwa ada hubungan yang serasi antara isi pidato dan formulasinya, sehingga indah kedengarannya, tetapi bukan berarti dihiasi dengan gaya bahasa yang berlebih-lebihan. Akhirnya saklik juga berarti ada hubungan yang jelas antara pembeberan masalah dengan fakta dan pendapat atau penilaian pribadi.

Pidato Yang Jelas

Ketentuan sejak zaman kuno menyatakan bahwa pembicaraan harus mengungkapkan pikirannya sedemikian rupa, sehingga tidak hanya sedapat mungkin isinya dapat dimengerti. Oleh karena itu pembicara harus memilih ungkapan dan susunan kalimat yang tepat dan jelas untuk menghindari salah pengertian.

Pidato yang Hidup

Sebuah pidato yang baik harus hidup. Untuk menghidupkan pidato dapat dipergunakan gambar, cerita pendek atau kejadian-kejadian. Yang relevan sehingga memancing perhatian pendengar. Pidato yang hidup dan menarik umumnya diawali dengan ilustrasi, sesudah itu ditampilkan pengertian-pengertian abstrak atau definisi.

Pidato yang Memiliki Tujuan

Setiap pidato harus memiliki tujuan, yaitu apa yang mau dicapai. Tujuan ini harus dirumuskan dalam satu dua pikiran pokok. Dalam membawakan pidato, tujuan ini hendaknya sering diulang dalam rumusan yang berbeda, supaya pendengar tidak kehilangan benang merah selama mendengarkan pidato. Kalimat-kalimat yang merupakan tujuan dan kalimat pada bagian penutup pidato harus dirumuskan secara singkat, jelas tapi padat. Dalam satu pidato tidak boleh disodorkan terlalu banyak tujuan dan pikiran pokok; lebih baik disodorkan satu pikiran dan tujuan yang jelas sehingga mudah diingat, daripada sepuluh pikiran yang  tidak jelas sehingga mudah dilupakan.

Pidato yang Memiliki Klimaks

Suatu pidato yang hanya membeberkan kejadian demi kejadian atau kenyataan demi kenyataan, akan sangat membosankan. Oleh karena itu sebaiknya kenyataan atau kejadian-kejadian itu dikemukakan dalam gaya bahasa klimaks. Berusahalah menciptakan titik-titik puncak dalam pidato untuk memperbesar ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar. Selama masa persiapan, titik-titik puncak harus dirumuskan sebaik dan sejelas mungkin.
Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa klimaks itu harus muncul secara organis dari dalam pidato itu sendiri dan bukan karena mengaharapkan tepukan tangan yang riuh dari para pendengar. Klimaks yang dirumuskan dan ditampilkan secara tepat akan memberikan  bobot kepada pidato. Usahakan supaya ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar diciptakan di antara pembukaan dan penutup pidato.

Pidato yang Memiliki Pengulangan

Pengulangan atau redundans itu penting,karena dapat memperkuat isi pidato dan memperjelas pengertian pendengar. Pengulangan itu juga menyebabkan pokok-pokok pidato itu segera dilupakan. Suatu pengulangan yang dirumuskan secara baik akan memberi efek  yang besar dalam ingatan para pendengar. Tetapi perlu diperhatikan bahwa yang dimaksudkan terutama adalah pengulangan isi pesan dan bukan rumusan. Ini berarti isi dan arti tetap sama, akan tetapi dirumuskan dengan mempergunakan bahasa yang berbeda. Masalahnya tetap sama, hanya diberi  pakaian yang baru dan menarik.

Pidato yang Berisi Hal-Hal yang Mengejutkan

Sesuatu itu mengejutkan karena itu mungkin belum pernah ada dan terjadi sebelumnya atau karena meskipun masalahnya biasa dan terkenal, tetapi ditempatkan di dalam konteks atau relasi yang baru dan menarik. Memunculkan hal-hal yang mengejutkan dalam pidato berarti menciptakan hubungan yang baru dan menarik antara kenyataan-kenyataan yang dalam situasi biasa tidak dapat dilihat.Hal-hal yang mengejutkan itu dapat menimbulkan ketegangan yang menarik dan rasa ingin tahu yang besar, tetapi tidak dimaksudkan sebagai sensasi.

Pidato yang Dibatasi

Orang tidak boleh membeberkan segala soal atau masalah dalam satu pidato.Oleh karena itu pidato harus dibatasi pada satu atau dua soal yang tertentu saja. Pidato yang isinya terlalu luas akan menjadi dangkal.

Pidato yang Mengandung Humor

Humor dalam pidato itu perlu, hanya saja tidak boleh terlalu banyak, sehingga memberi kesan bahwa pembicaraan tidak bersungguh-sungguh. Humor itu dapat menghidupkan pidato dan memberi kesan yang tak terlupakan pada para pendengar. Humor dapat juga menyegarkan pikiran pendengar, sehingga mencurahkan perhatian yang lebih besar kepada pidato selanjutnya.

Tata Cara dan Etika Berpidato yang Baik

Adapun etika dalam berpidato antara lain :

Etika berpidato di depan umum, meliputi :

Mengenakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, rapi, bersih dan sopan.

Tampil dengan bersahaja, sopan dan rendah hati.

Menyisipkan beberapa humor segar dalam pidato.

Gunakan kata-kata yang sopan, halus, dan sederhana

Sebagai kata penutup jangan sampai lupa mengucapkan maaf bila terdapat tutur kata yang kurang berkenan dan lain-lain.

Etika berpidato di depan pejabat, meliputi :

Menghilangkan rasa rendah diri.

Jangan tampil seolah-olah menggurui, sikap lebih tahu dan lainnya.

Jangan terlalu memberikan penghormatan yang berlebihan pada audience.

Etika Berpidato di depan pemuka agama, meliputi ;

Jangan mengeluarkan kata-kata yang bisa menyinggung umat beragama.

Jangan ada nada merendahkan atau memuji agama tertentu.

Perbanyak istilah-istilah keagamaan.

Etika berpidato di depan para wanita, meliputi :

Bila yang menjadi pembicara seorang laki-laki, maka hati-hati jangan sampai menyinggung harkat martabat wanita.

Harus menggunakan istilah-istilah yang tepat seperti ibu-ibu atau saudari sekalian.

Hindari pemakaian kata-kata kasar, kurang senonoh atau kurang sopan.

Etika Berpidato di depan Pemuda/Mahasiswa, meliputi :

Pidato harus mengutamakan penalaran yang berikaitan dengan dunia anak-anak muda.

Jangan mengeluarkan kata-kata yang bersifat menentang.

Jangan sampai mengkritik dan menyalahkan anak-anak muda.

Etika berpidato di depan masyarakat, meliputi :

Jangan berbohong.

Gunakan kata-kata yang sopan dan sederhana.

Kapan perlu sisipkan beberapa istilah dalam bahasa stempat

Selain itu ada beberapa hal penting berkaitan dengan berpidato. Yang harus diperhatian adalah :

Posisi Berbicara

Seorang pembicara harus sedapat mungkin dilihat oleh semua audience. Kalau boleh tidak duduk, usahakan untuk berdiri, agar semua audience dapat menatap wajah dan penampilan pembicara.

Mengatur Suara Dalam Berpidato

Usahakan mengeluarkan suara dengan jelas, tegas, dan nyaring dan sesuaikan dengan ruang pertemuan, apakah ruang kecil atau ruang aula yang luas dan besar.

Volume, Intonasi dan Pelafalan

Pada saat berpidato, usahakan untuk mengatur volume suara, intonasi, dan pelafalan.

Sisipkan humor yang sopan, segar dan relevan.

Gerak Tubuh, seperti tangan, telapak tangan, jari, kepala, raut muka, dan lain-lain juga mendukung daya tarik dalam berpidato, namun jangan terlalu berlebihan, dan harus sesuai dengan apa yang sedang dibacarakan.

Penggunaan mikropon, bila ada mikropon maka gunakanlah dengan sebaik-baiknya dan jangan menempel di mulut namun agak jauh dari mulut pada saat berbicara agar suaranya bagus.

Bila ada slide (berupa OHP dan LCD), alat peraga, papan tulis, sangat efektif untuk menunjang kegiatan saat berpidato.

 Bagaimana Berpidato dengan Efektif

Efektivitas pidato dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya pelafalan, intonasi, nada, dan sikap berpidato.

a)  Lafal

Lafal adalah ucapan bunyi-bunyi bahasa. Setiap bahasa cenderung mempunyai karakteristik bunyi tertentu, oleh karena itu ketika berpidato dalam bahasa Indonesia pembicara harus menggunakan lafal baku yang dimiliki oleh bahasa Indonesia.

b)  Intonasi

Dalam kegiatan berpidato intonasi mempunyai dua fungsi pokok, pertama intonasi menentukan makna kalimat yang kita ucapkan, dengan intonasi yang berbeda , klausa sama dapat menjadi kalimat berita, tanya, atau perintah hanya karena perbedaan intonasi kalimat. Contohnya, Bambang duduk di pengurusan (berita), Bambang duduk di pengurusan ? (tanya), Bambang duduk di pengurusan ! (perintah).

Kedua, intonasi dapat mempengaruhi daya persuasi pidato. Dengan penggunaan intonasi yang tepat pembawa pidato dapat membujuk, mempengaruhi atau meyakinkan pendengarnya. Oleh karena itu daya tarik pidato juga sangat ditentukan ketetapan penggunaan intonasinya.

c)  Nada

Nada adalah tinggi atau rendahnya suara ketika berpidato. Kualitas nada biasanya ditentukan oleh cepat atau lambatnya pita suara bergetar, jika pita suara bergetar cepat maka nada yang dihasilkan akan tinggi, tetapi jika pita suara bergetar lambat, nada yang dihasilkan adalah rendah.    

Dalam prose berpidato nada mempunyai fungsi yang cukup penting, walaupun dalam bahasa Indonesia nada tidak bersifat distingtif, tatapi penggunaannya dapat mempengaruhi daya tarik dan efektifitas pidato. Untuk itu penggunaan nada tertentu dalam pidato bukanlah sewenang-wenang, penggunaannya didasari oleh kesadaran akan fungsinya di dalam mengefektifkan proses penyampaian dan pemahaman pidato.

Pidato yang efektif biasanya menggunakan nada yang bervariasi. Variasi nada ini sejalan dengan beragam kalimat yang digunakan dalam pidato itu, ketika isi pidato mengajak seseorang untuk bangkit dari keterpurukan, maka nada tinggi lebih tepat untuk digunakan. Namun manakala beralih kepada duka cita, maka nada tinggi bukanlah pilihan yang tepat. Dengan kata lain penggunaan nada yang tinggi atau rendah sangat ditentukan oleh isi kalimat yang dituturkan serta harus sesuai dengan keadaan.

d)  Sikap

Sikap merupakan unsur non bahasa, tetapi sangat mempengaruhi efektifitas pidato, sikap merupakan suatu bentuk evaluasi atau reaksi seseorang terhadap diri dan lingkungannya. Berikut ini beberapa bentuk sikap yang baik dilakukan pada saat berpidato :

Berdiri deengan rileks, jangan tegang atau kaku.

Gunakan mimik dan gerakan tubuh secara wajar.

Cipatakan rasa humor yang sehat.

Hindarkan gerakan yang dapat mengganggu konsentrasi pendengar.

Pandangan harus tertuju kepada seluruh pendengar.

Menghargai pendengar dan menciptakan rasa bersahabat, dan

Sopan.

11. Saat Berpidato

Pembukaan

Pembukaan pidato merupakan bagian penting dan meainkan peranan bagi pembicara, karena bagian ini dapat memeberikan kesan pertama bagi para audience. Ada beberapa cara yang dapat digunakan seorang pembicara untuk membuka pidatonya : dengan memperkenalkan diri, Membuka pidato dengan humor, membuka pidato dengan pendahuluan secara umum.

Inti Pidato

Setelah selesai melakukan pembukaan dengan salah satu cara di atas, maka langsung dilanjutkan dengan menyajikan pokok permasalahannya.

Penutup Pidato bisa dilakukan dengan : Membuat rangkuman atau simpulan, menyatakan kembali prinsip-prinsip yang terkandung dalam pidato, menceritakan cerita singkat yang menarik, mengutip kata-kata mutiara, ungkapan, atau beberapa bait pantun, mengajak atau menghimbau dan mengemukakan sebuah pujian buat para pendengar.

BAB III

PENUTUP

1.  Kesimpulan

Pada saat kita membaca sebuah buku atau mendengar ceramah tentang teknik berpidato, tampaknya sangat sederhana. Akan tetapi pada saat kita ingin mempraktekkannya, kita akan menemui berbagai kendala. Diantaranya kurang menguasai materi, kurang menguasai massa, tidak terbiasa berdiri di depan orang banyak, bagaimana mengatur sistematika pembicaraan, mengatur suara, dan lain-lain. Semua syarat ini akan membuat suasana menjadi rumit. Yang paling penting kita belajar dari sausana yang sederhana dan kecil. Setiap ada orang berpidato, baik sebagai pemakalah maupun menyampaikan kata sambutan, sebaiknya kita perhatikan dan mencoba menilai kelebihan dan kelemahannya. Kelebihannya kita ambil sebagai contoh, sedangkan kelemahannya kita abaikan.

Maka dari pemaparan isi makalah di atas dapat kita tarik kesimpulan :

Pidato adalah semacam cara penyampaian gagasan, ide-ide, tujuan, pikiran serta informasi dari pihak pembicara kepada orang banyak (audience) dengan cara lisanb. Tujuan dari pidato antara lain, Informatif (bertujuan untuk memberikan laporan, informasi), Perusasif (mempengaruhi), Edukatif (menekankan pendidikan), Entertain (memberikan penyegaran).

Jenis-jenis pidato antara lain, pidato pembukaan, pengarahan, sambutan, peresmian, laporan dan pertanggungjawaban.

Metode pidato antara lain, impromtu, manuskrip, memoriter dan ekstemporan.

2.  Saran

Dalam menyampaikan pidato sebaiknya kita harus mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pidato dengan sebaik-baiknya. Pupuklah rasa percaya diri anda dalam meyampaikan  pidato. Usahakan semaksimal mungkin anda dapat menguasai situasi dan kondisi para pendengar (audience). Dengan begitu anda dapat dikatakan sebagai pembawa pidato (orator) yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

TEHNIK BERPIDATO

http://www.crayonpedia.org/mw/Membaca_Nyaring_Teks_Pidato_Dengan_Intonasi_YangTepat_12.1

http://wongmudo.blogspot.com/2011/07/tata-cara-pidato-yang-baik-dan-benar.html

http://psb-psma.org/content/powerpoint/2856-membaca-nyaring-teks-pidato

PPT PSB-SMA www.psb-psma.org

http://priamanka.blogspot.com/2011/11/makalah-cara-berpidato-yang-baik-dan.html

http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/04/ciri-ciri-pidato-yang-baik.html

Page | 14

Leave a Reply