Pidato Terbaru : Bupati Dalam Malam Resepsi Peringatan HUT

Pidato Bupati dalam Malam Resepsi Peringatan HUT RI ke 65

di Pendopo Sumanegaran Sragen

Assalammualaikum Wr. Wb.

Alhamdulilah kita diberikan nikmat penuh kebersamaan, senantiasa Allah memberikan petunjuk dan ridho-Nya untuk kita semua. Malam ini merupakan hari terakhir resepsi seperti ini saya sebagai Bupati. Semoga Sragen dan Indonesia tetap jaya. Indonesia bisa bersaing dengan bangsa lain lebih maju dan berakhlak mulia. Merdeka..merdeka..merdeka…

Syukur Alhamdulilah pada malam hari ini saya ingin membagi pengalaman dan menceritakan apa adanya. Dari sebelum bupati sampai dilantik bupati, saya dari awal tidak punya angan sedikit pun jadi bupati, itu murni dikarenakan saya cinta Sragen. Itu saya buktikan sejak tahun 1982 setiap weekend daripada saya piknik ke Singapura atau ke puncak, saya pilih menghabiskan waktu weekend ke Sragen. Saya senang diberikan kebahagiaan Allah ternyata kumpul dengan saudara dan tetangga itu nikmat.

Suatu hari saya ditugasi kantor ke Surabaya naik mobil. Karena malam minggu saya mampir ke Sragen. Saya minta pembantu membuatkan teh, mungkin karena saking dalamnya air sumur tehnya terasa lumut. Saya tanya ke pembantu, Lek ini apa air kolah lalu dijawab Nggih (ya).

Itu karena air sumurnya yang dalam tidak ditimba sehingga terasa lumut . Itu hal yang membuat saya terkenang dengan Sragen sampai sekarang. Kebetulan kurang 6 bulan jadi Bupati, saya wanti-wanti Eyang Slamet Basuki ( Ketua DPRD Sragen masa itu) yang waktu itu datang ke Dayu, saya minta lebih baik orang lain saja yang jadi bupati, saya tidak usah saja, saya cukup jadi sponsor saja.

Terus terang setiap pemilu 3 partai politik datang ke saya, jujur saja Golkar saya kasih 100, PDI 200, PPP lebih kecil, tapi saya bersahabat dengan semua teman-teman Parpol. Kurang 2 bulan dari pemilihan kepala daerah teman-teman dewan sebanyak 44, seingat saya yang tidak ikut karena sakit pak Miswan. Anggota dewan ada yang datang ke rumah saya di Jakarta meminta saya jadi Bupati. Kala itu saya putuskan saya berkomitmen jadi bupati dengan syarat saya jangan dipermalukan, semua harus pilih saya. Alhamdulilah semua dewan komitmen memegang janjinya. Saya dipilih 100%.

Lalu tinggal memilih wakil Bupati, calon wakil Bupati. Waktu itu ada 2 nama yang muncul. Yakni Agus Fathurachman dari Muhamadiyah dan Kyai Minanul Aziz dari NU. Saya ingin dua-duanya jadi satu, saya tidak membeda-bedakan supaya semua sama.

Akhirnya pasangan yang terpilih dengan suara terbanyak oleh Anggota DPRD Sragen adalah pasangan Bupati Untung Wiyono dan Wakil Bupati Agus Fathurachman dari fraksi Golkar yang menjadi pendampingnya.

Sebenarnya saya cukup bergetar ketika selama 6 bulan tidak dilantik karena masalah administrasi, pagi-pagi saya dapat telepon dari Depdagri waktu itu yang menelepon adalah ajudan dari Sekjen Ibu Siti Nurbaya, ia menyampaikan bahwa surat pelantikan sudah ditandatangani Mendagri Suryadi. Setelah mendapat telepon, saya langsung ke kamar sholat. Waktu itu saya takut sekali saya mohon kepada Allah, dan menangis mungkinkah saya bisa memenuhi yang dicita-citakan dan diharapkan masyarakat Sragen. Saya mohon dapat bekerja dengan baik. Membawa amanat dari rakyat dan amanah dari Allah SWT.

Istri saya hampir setiap hari…….menangis..(dengan suara bergetar kembali melanjutkan pidatonya) Saya bisa merasakan betapa sedihnya ia (Ibu Suparmi).

Saya berjanji kepada istri, satu kali saja ini karena saya sudah disumpah, sampai akhir hayat saya tidak lebih dari 1 jam tidak bicara atau diam-diam dengan istri. Namun ada suatu kejadian, waktu saya mau berangkat pagi-pagi ke kantor, karena kamarnya sempit dan didepan pintu ada kaca, karena pagi itu istri buka pintu dengan kasar dari luar, tidak sengaja menjepit kuku jempol kaki saya. Saya lalu berteriak.

Karena istri saya tidak pernah dengar suaminya bersuara keras, saya memilih berangkat langsung ke kantor lalu ke Jakarta hingga seminggu. Saya lalu merayu keluarga agar mendukung saya menjadi bupati. Insya Allah sekali ini saja, karena saya sudah bersumpah. Akhirnya keluarga menyupport saya, sampai anak mengatakan ayah harus sampai selesai. Dulu di perusahaan menjadi pemimpin 7 ribu orang, kini menjadi pemimpin hampir sejuta orang lebih. Itulah tantangan dalam hidup.

Waktu dulu ketika masih menjadi pengusaha sisa uang di kantong bisa beli berlian, berapa pun sisa uang di kantong pada hari itu saya serahkan ke istri. Karena istri saya dipercaya dan bertanggungjawab mengurus anak-anak.

Perubahan itulah yang kira-kira menjadi penyebabnya, keluarga sudah terbiasa hidup mapan, saat itu sudah dua tahun tidak mengurus perusahaan, padahal perusahaan fokus membuka cabang di luar negeri.

Awal menjadi bupati selama 6 bulan luar biasa, saya setiap hari dicela di koran. Saya setiap ke desa membagikan uang ke masyarakat dianggap cari simpati, padahal itu sudah menjadi kebiasaan hidup sebelum saya jadi bupati.

Alhamdulilah saya sudah diberikan nikmat oleh Allah semuanya, anak-anak yang sehat, saya syukuri sekolahnya baik, tidak pernah mengecewakan orang tua. Saya diberikan Allah segala-galanya dari harta, jabatan hingga derajat yang sangat tinggi di lingkungan teman-teman saya. Saya dianggap merupakan pelopor alih teknologi oil dan gas pada tahun 1981, dimana pada saat itu masih dikuasai pengusaha asing.

Berkat dibantu Pak Ginanjar (Menteri Muda Pertambangan dan Energi masa itu) dan Bapak Probosutedjo (pengusaha yang merupakan saudara Presiden Soeharto) saya diberi bantuan dua crane dengan kapasitas 250 ton dan 200 ton untuk dipakai di proyek Cilegon. Saya juga dibantu Almarhum Bapak Doktor Insinyur Sofian Yusuf,Msi dan Insinyur Iman Taufik yang sudah saya anggap bapak sendiri pemilik Tripatra Engineering .

Saat itu pak Ginanjar marah-marah mana mungkin construction lepas pantai yang biasanya investasi ratusan juta dollar dan selalu dilakukan orang asing, bisa dilakukan orang Indonesia. Saya bilang leher saya taruhannya. Pak Ginanjar dengan tegas menjawab kalau anda bisa lakukan, jangan takut siapa pun.

Satu platformnya proyek itu biasanya dilakukan asing US$ 17 juta, kalau kita yang buat hanya US$ 7 juta. Padahal tender US$ 15 juta sudah menang, bayangkan untungnya sebesar apa, orang asing lagi yang dapat keuntungan. Setelah itu teknologi oil and gas kembali bisa dikuasai nasional.

Indahnya punya pengalaman di pemerintahan. Diantaranya mengatur dan merubah mind set pegawai negeri. Saya belajar banyak mengenai kepemerintahan dari pak Ir. Sujadi PLT Bupati Sragen pada saat itu. Setiap rapat, keep personal antara Bupati, Wakil Bupati, Sekda, 4 asisten dan Bappeda. Itulah teamwork gerak birokrasi di Sragen. Alhamdulilah apel hari pertama di Sragen, pada hari senin saya sampaikan bahwa PNS dikenal tidak bekerja disiplin, tidak teamwork, tidak kreatif, dan tidak inovatif. Untuk itu saya perintahkan mari merubahnya, bagaimana membangun kepercayaan kembali dari masyarakat. Pada saat itu PNS dipandang sebelah mata karena sulitnya mengurus izin dan pelayanan semu.

Ketika itu Wakil menegur saya, ia mengatakan bahwa PNS tidak senang dibilang tidak kreatif, tidak inovatif, tidak teamwork. Saya bilang itu semu, kerjakan saja, pelan-pelan ubah mindset.

Saya punya pengalaman unik bagaimana mengatur anggaran yang sudah disetujui DPRD, yakni anggaran tahun 2001. Saya panggil satu persatu Badan dan Kantor, Alhamdulilah efisiensi anggaran rutin dari Rp 36,4 miliar bisa dipangkas Rp 12,2 miliar dikembalikan ke kas daerah.

Saya punya pengalaman unik. Saya panggil kepala Pekerjaan Umum kala itu Pak Darmawan. Saya tanya hotmix kenapa sampai Rp 225 ribu per square meter. Padahal di Jakarta hotmix tebal 3 cm hanya 13 ribu, tebal 5 cm Rp 20 ribu paling mahal Rp 25 ribu. Waktu itu suasana mulai memanas, proyek dengan anggaran Rp 9,65 miliar untuk pembangunan jembatan gawan. Saya ngotot biayanya tidak sampai segitu, proyek hanya menghabiskan biaya Rp 4,3 miliar dan akhirnya selesai lebih cepat hanya 4,5 bulan selesai. Padahal Rencananya 2 tahun .

Ada pengalaman yang indah yang tidak bisa saya lupakan, saya tahu persis teknologi struktur jembatan, suatu waktu Pak Darmawan (Kini menjabat Sekda, yang pada waktu itu menjabat Kepala PU) dan teman-temanya malangkerik (berkacak pinggang) bilang bupati anyar wae kemlinti ( jadi bupati baru saja sok). Saya mendengarnya dengan senang hati tidak emosional. Dalam hati saya berucap biar saja nanti mereka tahu siapa saya, saya kesini mau bekerja bukan untuk merusak Sragen. Setelah 7 tahun kejadian itu berlalu, baru saat rapat saya singgung, bayangin kalau dulu saya dendam, pasti Pak Darmawan tidak akan jadi sekda.

Ada lagi budaya PNS. Yakni maunya dilayani bukan melayani. Banyak beberapa PNS lain tidak melaksanakan perintah Bupati dengan cepat. Saya himbau bagi para PNS. Jangan merasa kaya sendiri, hebat sendiri, dan pinter sendiri. Kalau merasa hebat sendiri, kaya sendiri, pinter sendiri itu berarti sombong. Sombong adalah sifat yang dibenci Allah. Waktu itu bon Nota untuk pengiriman kayu dari toko kayu kalijambe, notanya terpaksa menggunakan nota dari toko Grobogan Purwodadi karena toko di Kalijambe tidak laku karena tidak punya ijin, maka Bupati memutuskan untuk mendirikan One Stop Service Department di Sragen.

Perjalanan politik di tahun 2004 PDI Perjuangan bisa naik menjadi 22 kursi. Itulah bukti kepercayaan dari masyarakat Sragen kepada pimpinannya.

Indah betul kalau malam ini saya didampingi wakil bupati, tapi itulah yang saya dapatkan tapi saya syukuri, dia tidak pernah mengundang saya tapi saya tidak pernah merasa terganggu. Dari pemilu pertama tahun 2004 sampai periode kedua ia tidak pernah bergandengan tangan dengan saya. Tapi hal ini merupakan pelajaran hidup, yang biar bagaimanapun harus saya syukuri.

Seperti ibaratnya suami istri, Bupati dan Wakil Bupati yang berarti satu komitmen dalam membangun Sragen. Tolong jangan seperti itu, Saya mempunyai pengalaman yang sangat pahit. Tolong penerus saya jangan sampai mengalami pengalaman pahit seperti saya. Mudah-mudahan yang meneruskan saya nanti bupati dan wakil bupati senantiasa sebelum maju harus mempunyai satu komitmen dulu bahwa ini adalah satu, wakil sama perjuangannya dengan bupati. Saya berdoa, semoga kita mendapat Bupati dan Wakil Bupati yang bisa lebih mensejahterakan rakyat Sragen.

Ini merupakan pelajaran bagi bupati dan Wakil Bupati yang mau mencalonkan dan juga untuk generasi muda. Bupati hidup dalam perjuangan dan suka perjuangan. Selama 9 tahun pemerintahan saya, Sragen mengalami kemajuan di banyak bidang. Itu real adanya tanpa menjelekkan bupati-bupati sebelumnya, memang keadaan seperti itu. Yakni tentang keadaan jalan waktu saya kunjungan ke desa di kecamatanTanon ketika saya turun langsung di desa. Terjadi mobil rodanya putar sendiri. Banyak desa yang terisolir karena belum ada jembatan. Mayoritas penduduk Sragen 63,58% adalah buruh tani. Jalan-jalan tidak bisa dilewati dengan mudah. Nilai fiskal rangking 8 urutan dibawah pada tahun 2001 naik menjadi diatas rata-rata nasional.

Bagaimana bisa sejahtera jika infrastruktur hancur? Belum ada cor, beton, hotmik, teknologi baru. Maka dikeluarkan peraturan Bupati bahwa jalan di Sragen harus dicor nanti bisa dihotmik lagi di atasnya. Bupati tersirat karena bertemu dengan salah seorang warga yang menceritakan bahwa jalan dan jembatan rusak menganggu kegiatannya sehari-hari. Bupati menyimpulkan bahwa Infrastruktur jalan dan jembatan no 1 di dalam pembangunan. Termasuk infratruktur pertanian.

Untuk pertama kalinya, Adipura tahun 2003 berhasil diraih oleh Sragen, tapi bukan itu yang dicari. Jangan terbelenggu dan terkecoh. Saat itu yang saya inginkan adalah implementasi nyata dalam pembangunan Sragen. Dengan slogan yen ora obah ora mamah , kalau tidak bekerja tidak makan Jadilah Tionghoa Orang Jawa. Masyarakat sragen harus menjadi pengusaha dan juragan-juragan pedagang pedagang untuk memajukan Sragen. Alhamdulilah di Sragen yang menjadi mencapai 9,65%. Contohnya ialah pengusaha Sragen pemilik Harmony Trade Centre yang telah sembilan tahun menjadi pengusaha, ia memulai usahanya dengan terinspirasi oleh ceramah wirausaha Bupati di radio saat sambang desa, jajah desa milangkori ,suling, sarling dan tarling.

Selain itu ada pengalaman di desa Galeh, Tangen. Satu keluarga dengan empat anak hanya lulusan SD, sekolah tidak mau apalagi bekerja juga tidak mau. Maka saya beri motivasi dan spirit untuk hidup maju. Saya ceritakan saya pioneer dalam keluarga dan bekerja untuk membiayai adik adik saya. Kemudian mereka saya kasih uang 500 ribu untuk naik kapal ke Papua. Pesan saya satu jadilah pengusaha. Dimulai dari Bekerja di pasar. Jadilah kuli pasar dulu. Dua tahun kemudian keadaan berubah. Kesuksesan telah berhasil diraih, ia memiliki toko dua, mobil angkutan tiga dan tanah sekitar rumahnya di Tangen dibeli.

Pengusaha Sragen saat ini berjumlah 9,6% atau sebanyak 100.000 rakyat Sragen menjadi entrepreneur. Hal inilah yang harus kita kembangkan. Awal mula Pemilik Harmony hanyalah penjual roti keliling. Saya sering mengatakan merantaulah ke Indonesia Timur yang masyarakatnya masih memerlukan kita dan disana masih mudah untuk bersaing. Kalau perlu ke Timor timur. Saat ini ada 3.200 lebih masyarakat Sragen menguasai perekonomian disana.

Selama sembilan tahun lebih menjadi Bupati saya merasa bahagia dan bangga. Karena didukung dan kerjasama yang baik dari para jajaran eksekutif legislatif yudikatif dan semua elemen masyarakat. Ini betul-betul teamwork. Kami persilahkan bertanya bagi yang merasa kurang jelas karena pembangunan di Sragen tidak ada yang semu. Contoh kabupaten Ngawi dan Karanganyar menjadi sentra organic karena terinspirasi mendengarkan siaran Radio dari Sragen. Kita adalah pioneer produksi pupuk organik terbesar dan berhasil menarik BUMN berinvestasi di Sragen. Pupuk Sriwidjaya organik dan Petro organik. Saat ini kita sudah menemukan dua bibit anti hama dengan produksi 12 ton per hektar, sebentar lagi akan dilaunching, kita terus riset.

Saya terima kasih kepada Bapeluh dan Dinas Perkebunan. Hasil produksi rendemen tebu 12,7 % -13 % merupakan yang tertinggi di Indonesia, lebih besar dari China. Sragen juga menjadi eksportir Nila terbesar di Jawa Tengah. Dalam bidang perbankan, kita ingat micro finance. Saat ini banyak bank yang membuka kantor cabang di Sragen. kita harus kembangkan. Bahkan mulai tahun 2004, BRI Jateng cabang Sragen berhasil mencetak laba tertinggi di Jateng dan DIY. Mari kita berjuang mewarnai nasional agar bangsa kita bisa maju. Pengalamam saya ini sangat bagus untuk pembelajaran semua.

Perputaran politik bergerak cepat. Amandemen keempat UUD 1945 digedok pada pukul 11.35 malam tanggal 11 Agustus 2002 yang menandakan era demokrasi bebas liberal dan reformasi dimulai. Negara kita seperti gunung es, maka kita harus hati hati. Perbedaan adalah rahmat Tuhan, yang membuat kita kuat. Perbedaan tidak harus merugikan rakyat harus memperkokoh persatuan dan kesatuan. Perbedaan juga terjadi antara Umar bin Khotob dan Abu Bakar. Tapi pertama kali yang mengusulkan menjadi khalifah pengganti Rasulullah adalah Umar bin Khotob. Agar Abu Bakar menjadi pengganti Rasululah SAW. Perbedaan jangan dijadikan balat untuk memperlemah bangsa dan negara, justru merupakan rahmat Tuhan. Perbedaan harus menjadikan kebaikan yang lebih baik. Saya harapkan semua jajaran legislatif, eksekutif bersatu mengejar kemajuan di Sragen.

Mari kita sama sama membangun Sragen, masa jabatan saya tinggal sepuluh bulan. Mari kita terus berpacu untuk kepentingan masyarakat bersama. Tidak apa-apa perbedaan itu. Insya Allah kalau Allah mengizinkan masa tugas saya tinggal sepuluh bulan 13 hari. Mari siapa yang akan mencalonkan diri sebagai Bupati dan wakil Bupati untuk mendekat kepada saya, akan saya bantu sosialisasi agar masyarakat bisa mengenal dan masyarakat bisa memilih yang sesuai kehendak masyarakat untuk memajukan Sragen, saya tidak membeda-bedakan. Supaya masyarakat bisa memilih pimpinan yang tepat bagi masyarakat Sragen.

Saya mohon doa restu untuk menyelesaikan tugas saya sebaik baiknya. Saya akhiri dengan Khusnul Khotimah. Kita harus komitmen bahwa ada kepentingan lebih tinggi yaitu membangun Sragen yang kita cintai bersama.

Mudah mudahan saya bisa menyelesaikan tugas saya sebaik sebaiknya dan memberikan kenangan manis bagi rakyat Sragen. Buat kalangan eksekutif, disinilah anda akan di uji. Teman teman eksekutif saya menata dan menempatkan jabatan saudara-saudara dengan santun, disinilah saya akan bisa melihat siapa yang tulus dan tidak tulus. Dalam masa akhir jabatan ini, aslinya pasti akan kelihatan. Saya ingatkan bahwa persahabatan dan persaudaraan tidak biisa dinilai dengan apapun dan akan tetap terjalin pada masa saya menjadi Bupati Senior, jangan pernah pakai kata mantan Bupati. Babad Mataram munculnya dari Sragen inilah yang mensipirasi kita. Kita punya visi dan misi untuk membangun Sragen dan negeri ini. Mari kita warnai negeri ini agar semuanya baik.

Saya ingatkan bagi Eksekutif dan legislatif mari bersaudara dengan tulus dan ikhlas. Perjalanan kita masih panjang. Mari saling memaafkan. Saya terus memaafkan bagi PNS yang bermasalah. Boleh mendukung siapa saja, tapi jangan saling menyakiti.

Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang bersama sampai Sragen berubah dan berprestasi. Contoh Pendidikan kita tahun 2001 nomor 27, sekarang 2 tahun berturut-turut dalam menjadi nomor satu tingkat Jawa Tengah. Bukan orang Sragen namanya jika tidak berprestasi. Syukur Sragen telah meraih 78 penghargaan nasional dan internasional. Berarti dalam setahun bisa meraih 12 prestasi.

Ada tiga hal yang harus tetap diperhatikan sebagai daya tarik Sragen.

1.Alam yang indah, kita harus mencintai alam. Flora dan Fauna agar dilindungi. Agar alam ramah kepada kita. Mari kita teruskan untuk mencintai lingkungan hidup.

2. Orang ke Sragen mencari ilmu pendidikan formal maupun non formal. Sragen menjadi kota vokasi. Semua orang ke Sragen untuk pintar. Sesuai intruksi saya setiap kecamatan harus ada SMK. Untuk non formal kita punya Technopark sebagai shorcut pelatihan dan Badan Diklat.

3. Orang ke Sragen mencari Sehat. Kita harus menyiapkan rumah sakit yang bagus pelayanan kesehatan sampai ke desa, masyarakatnya memiliki program pola hidup sehat tanpa obat.

Saya yakin jika program ini diteruskan, Sragen akan maju. Kita memiliki guru International School, Mereka telah berangkat melanjutkan studi ke Turki, dalam setahun 65 guru akan dikembalikan ke Sragen. Dalam tiga tahun 195 guru internasional pada tahun 2015. Itu merupakan hasil kerjasama dengan Turki.

Kita harus bangun bersama-sama Sragen salah satunya melalui kunjungan study banding. Saya minta study banding ke luar negeri terus dianggarkan, biar kita tahu dunia luar. Sragen telah menjadi tujuan studi banding hampir 1.300 kali kunjungan baik dari provinsi/kabupaten/kota dan Kementerian. Inilah kesuksesan berkat kerjasama semua elemen. Semua elemen harus terus mendukung dan kerja keras. Untuk generasi muda, bacalah buku saya, agar menjadi terinspirasi, punya spirit dan memiliki cita cita lebih tinggi agar lebih optimis dan dispilin. Kesuksesan berasal dari optimis 50% dan disiplin 50%.

Terimakasih atas perhatiannya, mohon maaf segala kekurangan.

Wabilahitaufiq Wal Hidayah Wassalamualaikum Wr Wb

Sumber :

Sambutan Bupati Sragen (Tanpa teks), pada malam resepsi peringatan HUT

Kemerdekaan RI (Senin, 16 Agustus 2010) di Pendopo Sumonegaran, Sragen.

Sumber :

Sambutan Bupati Sragen (Tanpa teks), pada malam resepsi peringatan HUT

Kemerdekaan RI (Senin, 16 Agustus 2010) di Pendopo Sumonegaran, Sragen.

Leave a Reply