PIDATO : PIDATO MENGENAI DBD

PIDATO MENGENAI DBD

Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua

Kepada yang terhormat dr.Hj.Rini Kartika Handayanai,M.kes selaku kepala Puskesmas Putri Ayu, yang saya hormati kepala RT, Lurah beserta seluruh warga di kelurahan Legok.

Sebelumnya mari kita panjatkan segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat-Nya kita masih dapat dipertemukan di ruangan ini dalam keadaah sehat tanpa suatu kekurangan apapun.

Pada kesempatan kali saya akan menyampaikan pidato saya yang membahas tentang penyakit Demam Berdarah yang sekarang banyak menyerang masyarakat.

DBD..! walaupun terkesan tidak menakutkan seperti penyakit AIDS, flu burung ataupun lainnya, namun penyakit yang akrab menyerang anak-anak dan remaja ini ternyata sudah banyak memakan korban. Lalu apakah kalian tau mengapa penyakit demam berdarah dengue (DBD) ini di anggap sebagai penyakit yang menakutkan karena dapat menyebabkan kematian?

Ya seperti yang kalian ketahui sendiri, penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ini dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah sehingga dapat menimbulkan pendarahan luar atau dalam pada tubuh penderita yang dapat menyebabkan kematian.

Lalu bagaimanakah dengan gejalanya sendiri ?

Nah gejala DBD itu ditandai dengan panas tinggi yang frekuensinya naik turun, sakit kepala yang teramat sangat tetapi dalam waktu tertentu, mengalami perdarahan pada hidung (mimisan), Timbulnya beberapa gejala biasa seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan ,sakit perut, diare, menggigil, kejang serta munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

Dan kalian tau bukan, tempat-tempat seperti pembuangan limbah, cela-cela tumpukan sampah pada tempat pembuangan seperti: ban,kaleng,kardus dan lain sebagainya merupakan tempat yang ideal bagi berkembangbiaknya para hama penyakit,terutama nyamuk aides aegypti.

tapi jangan khawatir teman-teman, ada banyak Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perkembangbiakannya nyamuk aides aegypti seperti mengubur sampah non organic yang dapat menampung air hujan, menguras bak penampungan air minimal 1X seminggu untuk mencegah timbulnya jentik-jentik nyamuk, dan lakukanlah Penyemprotan Asap Cpodging.

Namun selain itu, kita sendiri juga harus menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan tubuh sendiri ya dengan menjaga pola makan, banyak banyak berolah raga, dan jangan membuang sampah sembarangan ya kawan kawanku semua.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada siang hari ini.

Semoga apa yang saya sampaikan tadi dapat bermanfaat untuk kita semua.

Dan saya mohon maaf apabila terjadi kesalahan kata,ucapan serta perbuatan.

Saya ucapkan terimakasih.

PIDATO DIARE

Assalamualaikum Wr. Wb.Yang terhormat Ibu dr. HJ. Rini Kartika Handayani, M.kes selaku Kepala Puskesmas Putri Ayu.Yang terhormat Ibu dan Bapak petugas kesehatan di Puskesmas Putri Ayu.

Yang terhormat Ketua RT/RW, serta tokoh agama dan Kader setempat serta parahadirin sekalianyang saya muliakan.

Alhamdulillah Wasyukurillah kita panjatkan puji dan syukur kehadiratAllah SWT, yang telahmelimpahkan Taufik, Hidayah, Inayah serta nikmat Iman,Islam dan kesehatan kepada kita sekalian hingga kita dapat bersilahturahmi dalam acara penyuluhan kepada masyarakat di Puskesmas Putri Ayu tentang Masalah penyakit Diare yang merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan.

Hadirin yang saya hormati, Lingkungan adalah salah satu faktor yang paling penting dalam kehidupan kita sehari-hari, karena lingkungan merupakan tempat hidup kita. Namun, selama inisangat sering kita jumpai sampah yang berserakan dimana-mana, banjir yang telah menjadi bencana langganan di Indonesia, bau-bau tak sedap, dan banyak sekali warga yang terserang penyakit akibat lingkungan yang kotor. Contoh penyakit akibat tidak sehatnya lingkungan yang sekarang sedang marak adalah penyakit diare.

Penyakit diare, kita kenal adalah penyakit yang menular melalui air. Banyaknya daerah di Indonesia yang memiliki kondisi air bersih sangatlah minim, sehingga diare dapat menyebar dengan cepat. Bayangkan, di Indonesia, penduduk pedesaan yang menggunakan air bersih baru mecapai 67,3 %. Dari angka tersebut hanya separuhnya (51,4 %) yang memenuhi syarat bakteriologis. Sedangkan penduduk yang menggunakan kamar kecil sehat hanya 54 %.Jika kondisi Indonesia seperti demikian, bagaimana tidak, penyakit diare dapat menyebar dengan mudahnya. Bahkan, hingga sekarang, penyakit diare telah menjadi penyebab kematian nomor 2 pada bayi, nomor 3 pada balita, dan nomor 5 bagisemua umur.

Diare merupakan kondisi di mana seseorang itu hilang kontrol kemampuan membuang kotoran secara normal menyebabkan selalu harus membuang buang air besar pada setiap saat. Pembuangan buang air besar dilihat terjadi saat kotoran yang dikeluarkan dari dubur yang biasanya dalam bentuk padat menjadi lunak, berair atau sangat berair. Kondisi ini jika berlangsung bisa menyebabkan kekeringan air (terdehidrasi) dehydrated dan jika berlanjut bisa membahayakan pasien juga bisa menyebabkan kematian. Biasanya penderita akan mengalami rasa kurang nyaman di bagian perut, sakit dibagian ulu hati. Pasien pada awalnya biasanya mulai rasa gelisah, cepat berkeringat dan menggigil seluruh badan. Dalam kasus yang lebih parah, diare mengakibatkan pasien tersebut mulai merasa mual,muntah-muntah dan juga demam. Adapaun gejala Diare secara spesifik yaitu:

1. Ketidaknormalan sering terjadi dalam penggerakan usus

2. Kehilangan banyak air dan kotoran yag tidak dicerna sepenuhnya

3. Terasa kejang dibagian perut, sakit menyengat di bagian ulu hati.

4. Flatulence (Kekembungan perut), kentut berkepanjangan (pembuangan gas metana aslidari usus yang lebih busuk dari kebiasaan, dan sering).

5. Bila bagian abdominal dipencet dan diurut, suara air dapat terdengar dengan jelas.

6. Pembuangan kotoran cair dan berair berkelanjutan, serta rasa ingin muntah ataumengalami kemuntahan

Biasanya, diare terjadi dan berlangsung dalam waktu 2-3 hari. Namun diare juga bisa terjadi pada tingkat lebih lama dari itu. Misalnya dalam kasus tahunan, diare berat dapat terjadi hinggaseminggu dengan kehilangan setengah liter air dalam tubuh dalam waktu sekitar satu jam.

Hadirin yang berbahagia,

Dalam upaya pencegahan menyebarluasnya penyakit-penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat, pemerintah menetapkan suatu kebijakan untuk memberdayakan masyarakat khususnya berpenghasilan rendah dalam bidang penyediaan air bersih dan sanitasi dasar.Proyek ini disebut proyek WSLIC-2 yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan, produktivitas dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan. Proyektersebut merupakan bagian dari Program Lingkungan Sehat. Semua pihak harus berupaya untuk menjamin kesehatan masyarakat, terutama kesehatan anak Indonesia. Kenyataan menunjukkan, meski pembangunan kesehatan telah menurunkan angka kematian bayi dan balita Indonesia, angka kesakitan belum turun terutama resiko penularan penyakit. Resiko gangguan kesehatan pada anak akibat pencemaran lingkungan dari berbagai proses kegiatan pembangunan makin meningkat. Seperti makin meluasnya gangguan pernapasan akibat paparan asap, emisi gas buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan rumah tangga, serta gangguan kesehatan akibat bencana.

Demikianlah pidato saya pada hari ini semoga dapat bermanfaat bagi semuanya. Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan. Akhir kata luangkanlah waktumu untuk alam sebab dari sanalahkita berasal.Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan kekuatan kepada kita sekalian. Terimakasih atas Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan hadirin sekalian. Wassalamuallaikum wr.wb

Pidato Penyuluhan Gizi

Masalah Gizi Balita dan Asupan Gizi Seimbang

Selamat pagi, salam sejahtera,

Yang terhormat Ibu dr. Rini Kartika Handayani, M.Kes selaku Kepala Puskesmas Putri Ayu. Yang terhormat Ibu dan Bapak petugas kesehatan di Puskesmas Putri Ayu Yang terhormat Ketua RT/RW, serta tokoh agama dan Kader setempat serta para hadirin sekalian yang saya muliakan.

Alhamdulillah Wasyukurillah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Taufik, Hidayah, Inayah serta nikmat Iman, Islam dan kesehatan kepada kita sekalian hingga kita dapat bersilahturahmi dalam acara penyuluhan kepada masyarakat di Puskesmas Putri Ayu tentang Masalah Gizi Balita dan Asupan Gizi Seimbang.

Hadirin yang berbahagia,

Sebagai negara yang sedang berkembang dan sedang membangun, bangsa Indonesia masih memiliki beberapa ketertinggalan dan kekurangan jika dibandingkan negara lain yang sudah lebih maju.

Di bidang kesehatan, bangsa Indonesia masih harus berjuang memerangi berbagai macam penyakit infeksi dan kurang gizi yang saling berinteraksi satu sama lain, menjadikan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia tidak kunjung meningkat secara signifikan. Tingginya angka kesakitan dan kematian Ibu dan Anak Balita di Indonesia sangat berkaitan dengan buruknya status gizi.

Hadirin yang berbahagia,

Kehidupan manusia dimulai sejak masa janin dalam rahim ibu. Sejak itu, manusia kecil telah memasuki masa perjuangan hidup yang salah satunya menghadapi kemungkinan kurangnya zat gizi yang diterima dari ibu yang mengandungnya.

Jika zat gizi yang diterima dari ibunya tidak mencukupi maka janin tersebut akan mengalami kurang gizi dan lahir dengan berat badan rendah yang mempunyai konsekuensi kurang menguntungkan dalam kehidupan berikutnya.

Bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah umumnya akan mengalami kehidupan masa depan yang kurang baik. Bayi BBLR mempunyai risiko lebih tinggi untuk meninggal dalam lima tahun pertama kehidupan. Mereka yang dapat bertahan hidup dalam lima tahun pertama akan mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami hambatan dalam kehidupan jangka panjangnya.

Bagi bayi non BBLR, pada umumnya mereka mempunyai status gizi saat lahir yang kurang lebih sama dengan status gizi bayi di Negara lain. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya umur, disertai dengan adanya asupan zat gizi yang lebih rendah dibandingkan kebutuhari serta tingginya beban penyakit infeksi pada awal kehidupan maka sebagian besar bayi Indonesia terus mengalami penurunan status gizi dengan puncak penurunan pada umur kurang lebih 18-24 bulan. Pada kelompok umur inilah prevalensi balita kurus (wasting) dan balita pendek (stunting) mencapai tertinggi. Setelah melewati umur 24 bulan, status gizi balita umumnya mengalami perbaikan meskipun tidak sempurna.

Hadirin yang saya Hormati.

Balita yang kurang gizi mempunyai risiko meninggal lebih tinggi dibandingkan balita yang tidak kurang gizi. Setiap tahun kurang lebih 11 juta dan balita di seluruh dunia meninggal oleh karena penyakit-penyakit infeksi seperti ISPA, diare, malaria, campak dll. Ironisnya, 54% dan kematian tersebut berkaitan dengan adanya kurang gizi (WHO 2002). Kekurangan gizi pada balita ini meliputi kurang energi dan protein serta kekurangan zat gizi seperti vitainin A, zat besi, iodium dan zinc. Seperti halnya AKI, angka kematian balita di Indonesia juga tertinggi di ASEAN (BAPPENAS, 2004). Masa balita menjadi lebih penting lagi oleh karena merupakan masa yang kritis dalam upaya menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas. Terlebih lagi 6 bulan terakhir masa kehamilan dan dua tahun pertama pasca kelahiran merupakan masa emas dimana sel-sel otak sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Gagal tumbuh yang terjadi akibat kurang gizi pada masa-masa emas ini akan berakibat buruk pada kehidupan berikutnya yang sulit diperbaiki. Anak yang menderita kurang gizi (stunted) berat mempunyai rata-rata IQ 11 point lebih rendah dibandingkan rata-rata anak-anak yang tidak stunted (UNICEF, 1998).

Masalah kurang gizi lain yang dihadapi anak usia balita adalah kekurangan zat gizi mikro seperti vitainin A, zat besi, iodium dan sebagainya. Lebih dan 50% anak balita mengalami defisiensi vitainin A subklinis yang ditandai dengan serum retinol <20 mcg/dL (Hadi et. al., 2000), dan satu diantara dua (48.1%) dari mereka menderita anemia kurang zat besi (SKRT, 2001). Seperti telah diketahui bahwa anak-anak yang kurang vitamin A meskipun pada derajat sedang mempunyai risiko tinggi untuk mengalami gangguan pertumbuhan, menderita beberapa penyakit infeksi seperti campak, dan diare dan lebih penting lagi ialah bahwa kekurangan vitainin A bertanggung-jawab terhadap 23% kematian anak balita di seluruh dunia.

Standar acuan status gizi balita adalah Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Sementara klasifikasinya adalah normal, underweight (kurus), dan overweight (gemuk). Untuk acuan yang menggunakan tinggi badan, bila kondisinya kurang baik disebut stunted (pendek). Pedoman yang digunakan adalah standar berdasar tabel WHO-NCHS (National Center for Health Statistics).

Hadirin yang saya hormati,

Di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), telah disediakan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang juga bisa digunakan untuk memprediksi status gizi anak berdasarkan kurva KMS. Perhatikan dulu umur anak, kemudian plot berat badannya dalam kurva KMS. Bila masih dalam batas garis hijau maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan status gizi pada balita adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Lingkar kepala sering digunakan sebagai ukuran status gizi untuk menggambarkan perkembangan otak.

Sementara parameter status gizi balita yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut umur, dan berat badan menurut tinggi/panjang badan. Parameter ini dipakai menyeluruh di Posyandu.

Untuk mengatasi kasus kurang gizi memerlukan peranan dari keluarga, praktisi kesehatan, maupun pemerintah. Pemerintah harus meningkatkan kualitas Posyandu, jangan hanya sekedar untuk penimbangan dan vaksinasi, tapi harus diperbaiki dalam hal penyuluhan gizi dan kualitas pemberian makanan tambahan, pemerintah harus dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat agar akses pangan tidak terganggu.

Para ibu khususnya harus memiliki kesabaran bila anaknya mengalami problema makan, dan lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari bagi anaknya. Anak-anak harus terhindar dari penyakit infeksi seperti diare ataupun ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).

Hadirin yang berbahagia,

Semua nutrisi penting bagi anak dalam usia pertumbuhan. Perhatikan asupan makanan sesuai dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang, yang terdiri dari:

1. Makanlah beraneka ragam makanan.

2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi.

3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.

4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi.

5. Gunakan garam beriodioum.

6. Makanlah makanan sumber zat besi.

7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan.

8. Biasakan makan pagi.

9. Minumlah air bersih dan aman yang cukup jumlahnya.

10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur.

11. Hindari minum minuman beralkohol.

12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.

13. Bacalah label makanan yang dikemas.

Jadi, berikan anak dan balita anda asupan makanan yang bergizi. Pemantauan status gizi balita dengan mempertahankan berat badan dan timbanglah balita anda secara periodik minimal satu bulan sekali. Upaya ini merupakan salah satu cara untuk memantau perkembangan status gizi pada balita.

Demikianlah pidato yang saya sampaikan, sebelum dan sesudahnya mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian saya. Semoga yang saya sampaikan tadi dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Akhir kata saya ucapkan Wabillahi Taufik Wal Hidayah, Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatu.. Terima Kasih.

Leave a Reply