Pidato Ujian Praktek Bahasa Indonesia Ayat Alkitab Matius 11:29

Pidato Ujian Praktek Bahasa Indonesia & Agama

Tema: Kerendahan Hati

Ayat Alkitab:Matius 11:29

29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Yang terhormat Bapak dan Ibu Guru, selamat siang,

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pada hari ini saya diperbolehkan membawakan pidato ini.

Pada kesempatan ini, saya akan membawakan pidato bertemakan Belajar Hidup dalam Kerendahan Hati. Pidato ini diambil dari ayat Alkitab Matius 11:29 yang menyatakan Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Pada ayat ini, Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk belajar rendah hati untuk mendapatkan ketenangan.

Para ahli bahasa Aram (bahasa yang Yesus gunakan) memperkirakan maksud Yesus dengan lemah lembut di sini adalah seseorang yang menyerah kepada Allah. Kerendahan hati memang erat kaitannya dengan penyerahan dan ketergantungan total kepada Allah. Dalam kitab Galatia, Rasul Paulus menuliskan tentang buah Roh yang salah satunya adalah kerendahan hati atau kelemah lembutan. Jadi ternyata kerendahan hati juga merupakan salah satu bagian dari buah Roh. Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah memiliki buah Roh termasuk salah satunya buah kerendahan hati/ kelemahlembutan.

Bapak dan ibu yang terkasih, Yesus merupakan teladan utama kita dalam mempelajari hidup dalam kerendahan hati. Selama hidupNya di dunia ini, Yesus selalu berjalan dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada Bapa. Oleh karena itu pelayananNya membawa pengaruh yang sangat besar. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, dunia ini sudah dikuasai oleh kesombongan dan keangkuhan hidup. Yesus datang dengan bersenjatakan kerendahan hati untuk mengalahkan dan menaklukkan kesombongan tersebut.

Kesombongan hanya dapat dikalahkan oleh kerendahan hati. Walaupun Yesus merupakan anak Raja dari segala Raja namun Ia memilih untuk lahir di kandang yang hina. Ia juga memilih untuk dilahirkan sebagai anak tukang kayu yang bukanlah pekerjaan terhormat. Selama 30 tahun, Ia juga bekerja sebagai tukang kayu walaupun sebenarnya Ia bisa saja melayani sejak remaja sebab kemampuan dan hikmatNya sudah memungkinkan untuk itu. Namun dengan sabar Yesus menunggu dalam kerendahan hati sampai waktunya telah tiba bagi-Nya untuk melayani sebagai anak Allah. Salah satu definisi dari kerendahan hati adalah kerelaan untuk mengalami hinaan dan tidak dikenal.

Selain berarti kerelaan untuk tidak dikenal, kerendahan hati juga berarti kerelaan untuk melayani orang lain. Kita harus saling melayani dalam kerelaan bila ingin hidup dalam kerendahan hati. Salah satu bentuk saling melayani tersebut adalah dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.

Sesuatu yang kita lakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan dan lama kelamaan menjadi karakter kita. Jadi kita harus membiasakan diri untuk hidup dalam kerendahan hati,supaya lambat laun kita akan memiliki karakter kerendahan hati. Kerendahan hati bukanlah sebuah sifat yang dibawa sejak lahir, melainkan karakter yang harus terus dilatih. Jadi beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk melatih kerendahan hati adalah:

Kita harus belajar menyerah total kepada Allah, yaitu dengan belajar bergantung dalam segala hal kepada Tuhan, dalam setiap hal dengan cara memulai segala sesuatu dengan doa.

Belajar melayani orang lain, tidak egois/ mementingkan diri sendiri. Belajar terus memandang orang lain lebih utama dari kita.

Selalu mengingat teladan Yesus, dimana selama hidup di dunia, Dia yang adalah Tuhan dan Raja, mau lahir di kandang domba, lahir sebagai anak tukang kayu dan untuk menebus dosa-dosa kita Dia rela mati disalib.

Apa saja yang dapat kita ambil dari pidato saya kali ini? Pertama, kerendahan hati adalah suatu hal yang penting. Kedua, kesombongan orang lain hanya bisa dikalahkan dengan kerendahan hati, bukan dengan membalasnya dengan kesombongan juga. Ketiga, untuk menjadikan kerendahan hati sebagai kebiasaan kita sehari-hari, kita harus menyerahkan diri seluruhnya kepada Tuhan, belajar melayani orang lain dengan tidak egois, dan selalu mengingat teladan Yesus di dunia ini.

Saya harap dengan pidato dari saya ini, kita semua dapat menerapkan hidup dalam kerendahan hati. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan pada bapak dan ibu guru sekalian. Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan waktu untuk mendengarkan pidato saya.

Sekian pidato saya, selamat siang.

Katriel Ester Amanda

5125126

Leave a Reply