Pidato Anti Narkoba : Terapi Membaca Alquran dan Stress Kehidupan

Terapi Membaca Alquran dan Stress Kehidupan
Oleh : Triantoro Safaria, S Psi. MSi. Psi.

Alquran merupakan petunjuk dari Allah SWT yang disampaikan kepada Rasul-Nya Muhammad SAW. Di dalamnya terdapat petunjuk bagi kita untuk menjalani hidup dengan lurus dan bersih.  Di antara bentuk zikir yang utama adalah membaca Alquran.  Terdapat beberapa keutamaan membaca Alquran, antara lain dapat menyembuhkan dan membersihkan hati  serta menenangkan jiwa. Allah SWT berfirman, Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (Al Isra : 82). Melalui membaca Alquran,  maka secara fisiologis dapat menurunkan stres di dalam tubuh.
Proses fisiologis di dalam tubuh terjadi ketika reseptor menerima rangsangan dari stressor untuk pertama kalinya. Rangsangan itu kemudian diteruskan menuju hipotalamus. Rangsangan itu menyebabkan hipotalamus mengeluarkan hormon corticotropin-releasing factor (CRF) yang menstimulasi kelenjar anterior pituitary untuk mengeluarkan hormon adrenocorticotrophic hormone (ACTH) yang kemudian  menstimulasi kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon cortisol (hydrocortosone), adrenalin (epinepdrine), dan noradrenalin (norepinephrine).
Cortisol mempunyai dampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh, karena cortisol akan menekan peredaran T-cell yang diproduksi oleh kelenjar thymus dan B-cell  yang dihasilkan oleh sumsum tulang belakang. Kedua sel ini bertanggung jawab atas kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari bakteri, virus atau infeksi-infeksi yang akan menimbulkan penyakit (Rice, 1992).
Meningkatnnya hormon cortisol ini menyebabkan lebih banyak glukogen dipecah menjadi glukose, sehingga kadar glukose dalam darah bertambah. Hal ini menyebabkan tubuh memiliki energi penuh untuk bertempur.  Peningkatan hormon adrenalin dan noradrenalin  mempengaruhi sistem syaraf simpatis  sehingga menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan  percepatan peredaran darah. Adrenalin merupakan hormon stres yang bersifat jangka pendek (a short-term  stress hormone).
Stimulasi dari stressor menyebabkan hipotalamus mengeluarkan thyrotropin-releasing factor  (TRF),   pelepasan hormon ini menstimulasi  kelenjar pituitary untuk  mempengaruhi kelenjar thyroid untuk melepas hormon thyroxin. Thyroxine ini merupakakan hormon stres jangka panjang (long-term stress hormone) yang mengakibatkan  aktivitas mental meningkat, individu merasa lebih cemas dan tidak tenang, selalu merasa lelah, dan efek lainnya adalah meningkatkan sekresi  zat asam lambung (gastric juice) sehingga menyebabkan penyakit diare dan pendarahan maag (Rice, 1992).

Sistem  syaraf  simpatis (sympathetic  nervous system) bekerja melalui rangsangan hipotalamus dan  spinal cord  karena adanya stimulasi tegangan (stressor). Bekerjanya sistem syaraf simpatis ini  menimbulkan dampak antara lain yaitu : meningkatkan tekanan darah, meningkatkan konsumsi energi total, meningkatkan konsentrasi glukose dalam darah, meningkatkan pelepasan energi pada otot,  meningkatkan ketegangan otot-otot, meningkatkan aktivitas mental,  dan meningkatkan tingkat pengentalan darah (Guyton, dalam Rice, 1992). Maka dari itu terapi melalui membaca Alquran, akan menyebabkan ketegangan secara fisiologis akan menurun, sehingga akan tercipta sebuah keadaam relaks dan tenang baik secara fisiologis maupun psikologis.
Membaca Alquran dapat menyembuhkan keresahan jiwa sekaligus menguatkan jiwa itu untuk menghadapi  tekanan masalah yang berat sekalipun. Allah SWT berfirman,   Hai manusia, telah datang kepadamu  pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (Yunus : 57).  Ketika  hati kita sedang resah dan gelisah  bacalah Alquran, karena  melaluinya kita mendapatkan pemahaman yang mendalam  akan masalah yang sedang kita hadapi. Allah SWT berfirman, Alquran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman (Fushshilat : 44).
Banyak sunah Rasul  yang menjelaskan secara tegas keutamaan dari membaca Alquran ini di antaranya : Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam sebuah rumah dari rumah-rumah Allah sambil membaca Kitabullah dan mempelajarinya kecuali, ketenangan turun terhadap mereka, rahmat menyelimuti mereka, malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut mereka pada  yang ada  di sisi-Nya (HR Muslim).
Terapi  membaca Alquran  memiliki  kekuatan untuk  menenangkan jiwa. Ketika  kita tertimpa masalah yang berat, jiwa menjadi galau, resah dan gelisah, saat itulah  nur cahaya Alquran akan  menerangi hati kita hingga menjadi  damai.  Ketika kita membaca firman Allah SWT yang berisi  harapan yang menguatkan jiwa, saat itulah jiwa yang semula gelisah menjadi tenang karenanya.
Membaca Alquran  memiliki banyak manfaat untuk kehidupan kita.  Rahmat Allah SWT akan senantiasa  mengelilingi jiwa kita  dan  pertolongan-Nya akan semakin mudah kita dapatkan. Belum lagi pahala  yang akan kita peroleh, karena  setiap huruf yang kita baca, akan   dihitung sebagai  satu kebaikan yang akan kita peroleh dalam hidup. Sebagai contoh  ketika kita dililit utang, Allah SWT memberikan  jalan bagi kita untuk mampu mencicilnya, melapangkan rezeki kita, dan memudahkan usaha kita untuk  melunasi hutang tersebut. Ini merupakan  banyak kebaikan  yang akan kita peroleh jika kita  mau membaca Alquran.
Sebagaimana Hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:Barangsiapa membaca satu huruf  dari Kitabullah, ia mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan itu berlipat sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif lam mim itu satu huruf, tetapi Alim satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf (HR Tirmidzi). Selain itu Alquran akan memberikan syafaatnya di alam kubur, dan hari kiamat. Sebagai mana hadist nabi yang diriwaytkan oleh Imam Muslim: Bacalah Alquran karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya (HR Muslim).
Melihat  manfaat dan kebaikan dari membaca Alquran ini, maka sudah seharusnya kita semua sebagai seorang muslim memperbanyak membaca Alquran. Apalagi di sepanjang bulan Ramadhan, dimana pahala dari semua kebaikan akan dilipat gandakan oleh Allah SWT  dalam jumlah yang tak terhingga.  Tidak saja Alquran akan memberikan ketenangan batin dan jiwa, dengan membaca Alquran nur cahaya dan petunjuk dari Allah SWT akan  dilimpahkan dalam kehidupan kita. 

cara menenangkan hati !

03/12/2011

Bismillah

Kenapa kadang kala hati selalu gelisah? Bagaimana cara menenangkan hati? Kenapa hampa? Apa belum menemukan pendamping? Padahal semua aktivitas berhubungan dengan ibadah dah dijalankan

anisa [bukan nama sebenarnya]
Jawaban

Ananda Anisa yang disayang Allah SWT, kenapa hati selalu gelisah? Dan bagaimana cara menenangkan hati? Padahal aktivitas ibadah sudah dilakukan. Apakah karena tidak ada pendamping?

Ananda yang saya hormati, sebenarnya ketenangan hati tidak ada hubungannya dengan memiliki pendamping atau tidak. Ada orang yang sudah memiliki pendamping (isteri/pacar) tapi hatinya tetap gelisah. Sebaliknya ada orang yang tidak memiliki pendamping, tetapi hatinya tetap tenang dan bahagia.

Ingat Rabiah Al Adawiyah? Beliau adalah wanita ahli sufi yang tidak menikah tapi hatinya begitu bahagia. Suatu ketika temannya mengajak Rabiah untuk menghadiri sebuah keramaian (pesta) yang menyenangkan. Lalu apa katanya? Tidak! Aku lebih suka disini. Beribadah kepada Allah. Disini lebih indah dan menyenangkan daripada di pesta tersebut! kata Rabiah Al Adawiyah. Pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa Rabiah sadar betul bagaimana cara memperoleh ketenangan hati. Caranya adalah dengan banyak beribadah (zikir) kepada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Ar Rad ayat 28 : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Menurut ayat di atas, solusinya adalah zikrullah (mengingat Allah SWT). Zikir ada tiga, zikir hati yakni dengan mengingat Allah dan berbagai nikmat-Nya, zikir lisan yakni dengan banyak menyebut/memuji Allah SWT (ucapan yang lazim adalah : Subhannallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illa Llah, Allahu Akbar), dan zikir amal, yakni dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Niscaya dengan zikir kepada Allah pada tiga jenis zikir tersebut, hati kita tidak pernah lagi merasa gelisah (tenang).

Allah si pencipta manusia, tentu lebih tahu bagaimana cara membuat kita tenang daripada diri kita sendiri.
Lalu jika ada yang telah beribadah (zikir) tetapi hatinya tetap kesepian, maka persoalannya terletak pada cara ibadahnya yang salah. Mungkin ibadahnya sebatas formalitas dan seremonial belaka. Tidak diiringi dengan kekhusyuan kepada Allah SWT.

Orang-orang yang tertipu oleh kehidupan dunia ini berupaya menghilangkan rasa gelisahnya dengan mencari jalan di luar zikir kepada Allah SWT. Mereka mengandalkan akalnya yang terbatas dan perasaannya yang dilingkupi nafsu untuk keluar dari rasa gelisah. Ada di antara mereka yang mengatasi kesepian dengan cara melakukan hobi-hobi tertentu, menghabiskan waktu malamnya di diskotik/kafe, berolahraga, mendengarkan musik, bermain games, mengikuti jaringan komunitas di internet, seperti facebook yang sekarang ini lagi ngetrend, dan lain-lain.

Apakah cara tersebut berhasil membuat hati tenang dan bahagia? Mungkin untuk jangka pendek berhasil, tetapi untuk jangka panjang tidak akan berhasil. Oleh karena itu kita lihat ada orang yang berlebih-lebihan dengan aktivitas pengusir rasa sepinya (ketagihan). Mereka merusak kesehatan, hubungan pertemanan dan keluarga, atau menghambur-hamburkan uang untuk mengusir rasa gelisahnya. Padahal mengatasi rasa gelisah bukan tergantung pada apa yang ada di luar kita, tapi pada apa yang ada di dalam hati/perasaan kita. Perasaan kita yang harus dikelola dengan zikir kepada Allah SWT.

Itulah satu-satunya jawaban jika hati kita ingin tenang dan terhindar dari kegelisahan, sebagaimana yang tertera dalam Al Quran Surah 13 ayat 28 di atas. Bukan berarti kita tidak boleh melakukan berbagai hobi kita, bermain games atau bergaul seluas-luasnya, tetapi itu hanyalah cara kita untuk menikmati dan mensyukuri indahnya hidup di dunia ini. Bukan cara kita untuk mengatasi rasa gelisah kita. Itu pun kita lakukan sebatas tidak melanggar syariat-Nya.

Posted on August 13, 2011 by Ratnawati Utami

Status Facebook seorang teman kadang bisa membuat inspirasi tulisan. Misalnya status seperti ini Hari yang kacau, makalah ilang, ini gak bener, yang itu gak bener, ya Allah, apa sih salahku sampai dikasih ujian kayak gini. Aku sendiri kadang suka menulis hal yang mengagetkan aku sendiri setelah sudah tenang lalu dibaca lagi.

Sebetulnya musibah yang menimpa manusia adalah kesalahannya sendiri. Kita sering melakukan kesalahan tanpa kita menyadari, misalnya menyakiti hati orang lain secara langsung. Atau juga menjatuhkan orang di belakangnya atau ditambah-tambahin supaya seru.

Ada lagi bersikap sombong ingin dipuji oleh orang lain, padahal orang sombong ibadahnya tidak diterima oleh Allah. Dan masih banyak yang lain. Hanya saja karena kesibukan kita sendiri kita malas untuk intropeksi, menggampangkannya dengan beranggapan Allah Maha Pengampun. Allah akan mengampuni seseorang apabila yang bersangkutan sudah mengembalikan hak orang lain, atau minta maaf pada yang disakiti hatinya, bertaubat sungguh-sungguh dengan tidak mengulangi kesalahannya. Jadi yang beranggapan bahwa Allah Maha Pengampun itu semua kesalahan dengan mudah dimaafkan oleh Allah tidak sepenuhnya benar, mesti ada usaha intropeksi dengan sungguh-sungguh.

Orang yang sedang kena musibah apapun, tidak harus ada yang orang yang meninggal, supaya mengucapkan innalillah wa inna ilaihi rojiun (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah kami kembali). Orang beriman dan sabar akan diberi petunjuk oleh Allah untuk mengatasi masalahnya. Meminta pertolongan hanya kepada Allah, lalu Insya Allah akan ada kemudahan dibalik kesulitan.

Biasanya ujian yang merupakan musibah akan mudah menjadikan seseorang lebih taat beribadah. Tetapi bila diberi ujian kenimatan akan membuat seseorang berpaling dari Allah karena sibuk bersenang-senang.

Semoga kita semua bisa menjadi manusia beriman yang bisa selalu bersabar saat mendapat musibah dan bersyukur saat mendapat kemudahan

Allah berfirman:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy Syuura : 30)

Allah berfirman:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
 (QS. Al Baqarah : 155-157)

Allah berfirman:
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Ath Taghabun : 11)

Allah berfirman:
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
 (QS. Alam Nasyr : 1-8)

Allah berfirman:
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa. (QS. Al Fushilat : 51)

Posted on August 13, 2011 by Ratnawati Utami

Status Facebook seorang teman kadang bisa membuat inspirasi tulisan. Misalnya status seperti ini Hari yang kacau, makalah ilang, ini gak bener, yang itu gak bener, ya Allah, apa sih salahku sampai dikasih ujian kayak gini. Aku sendiri kadang suka menulis hal yang mengagetkan aku sendiri setelah sudah tenang lalu dibaca lagi.

Sebetulnya musibah yang menimpa manusia adalah kesalahannya sendiri. Kita sering melakukan kesalahan tanpa kita menyadari, misalnya menyakiti hati orang lain secara langsung. Atau juga menjatuhkan orang di belakangnya atau ditambah-tambahin supaya seru.

Ada lagi bersikap sombong ingin dipuji oleh orang lain, padahal orang sombong ibadahnya tidak diterima oleh Allah. Dan masih banyak yang lain. Hanya saja karena kesibukan kita sendiri kita malas untuk intropeksi, menggampangkannya dengan beranggapan Allah Maha Pengampun. Allah akan mengampuni seseorang apabila yang bersangkutan sudah mengembalikan hak orang lain, atau minta maaf pada yang disakiti hatinya, bertaubat sungguh-sungguh dengan tidak mengulangi kesalahannya. Jadi yang beranggapan bahwa Allah Maha Pengampun itu semua kesalahan dengan mudah dimaafkan oleh Allah tidak sepenuhnya benar, mesti ada usaha intropeksi dengan sungguh-sungguh.

Orang yang sedang kena musibah apapun, tidak harus ada yang orang yang meninggal, supaya mengucapkan innalillah wa inna ilaihi rojiun (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah kami kembali). Orang beriman dan sabar akan diberi petunjuk oleh Allah untuk mengatasi masalahnya. Meminta pertolongan hanya kepada Allah, lalu Insya Allah akan ada kemudahan dibalik kesulitan.

Biasanya ujian yang merupakan musibah akan mudah menjadikan seseorang lebih taat beribadah. Tetapi bila diberi ujian kenimatan akan membuat seseorang berpaling dari Allah karena sibuk bersenang-senang.

Semoga kita semua bisa menjadi manusia beriman yang bisa selalu bersabar saat mendapat musibah dan bersyukur saat mendapat kemudahan

Allah berfirman:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy Syuura : 30)

Allah berfirman:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
 (QS. Al Baqarah : 155-157)

Allah berfirman:
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Ath Taghabun : 11)

Allah berfirman:
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
 (QS. Alam Nasyr : 1-8)

Allah berfirman:
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa. (QS. Al Fushilat : 51)

Ada seekor burung gereja yang sedang terbang di musim salju.Karena kedinginan, sayapnya akhirnya membeku dan tak bisa digerakkan lagi. Ia pun terjatuh di sebuah tanah lapang yg luas,dan tak berapa lama setelah itu lewat seekor sapi yg tanpa sengaja membuang kotoran tepat di tubuhnya.. Burung gereja sangat kesal,sehingga sumpah serapahpun keluar dari mulutnya .Rupanya tanpa disadari,hangatnya kotoran sapi itu ternyata membuat suhu tubuhnya berangsur normal meski sayapnya belum bisa digerakkan. Tiba tiba muncullah seekor kucing.Burung gereja berusaha utk secepat mungkin terbang tapi ia belum mampu.Ia pun pasrah menerima nasib selanjutnya.

Tapi di luar dugaan kucing tersebut sama sekali tidak mengganggunya, bahkan ia seperti sedang berusaha membersihkan kotoran yg melekat di badan si burung gereja dgn cara menjilati tubuh burung itu.Sehingga akhirnya bersihlah bulu burung gereja dari kotoran. Kondisi burung gereja kembali seperti sediakala dan ia pun sudah bisa terbang kembali. Tapi burung gereja itu justru tak ingin terbang secepatnya. Ia masih ingin menikmati jilatan kucing itu sebagai perlakuan yang memanjakannya. Maka ia pun berpura-pura masih kedinginan sambil tetap berbaring, dengan harapan kucing itu akan menjilatinya lagi. Tapi apa yang terjadi? Melihat badan gereja sudah bersih kucing pun dengan ganas menerkam burung itu .

Burung gereja itu melambangkan perumpamaan orang yang hanya pandai melihat yang tersurat saja. Baginya sesuatu yang tidak menyenangkan selalu dianggap buruk dan sebaliknya kejadian yang menyenangkan adalah pasti baik.

Seandainya burung gereja bisa memiliki kepekaan membaca yang tersirat dari sikap tak biasa kucing yg tersurat lewat sikap simpatinya, (naluri alamiah kucing jika melihat burung gereja didekatnya adalah menerkamnya), maka bukan tak mungkin saat itu dia sudah bisa terbang bebas di angkasa.

Memang sulit untuk menyingkap kebenaran yang nyata dari apa yang diperlihatkan secara lahiriah. Tak mudah untuk mengungkapkan ketulusan dibalik kepura-puraan. Namun pengalamanlah yang akan mengajarkan kita untuk mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
Jika saja kita bisa menelaah lebih jauh setiap baik dan buruknya peristiwa yang menimpa diri kita maka kita akan bisa mengambil hikmah dari segala sesuatu yang berlaku.
Sebagai contoh  : Ada seseorang yang ditolak saat melamar kerja disebuah perusahaan. Awalnya mungkin ia sangat meratapi kegagalannya itu, namun ketika ia mengetahui bahwa perusahaan itu bangkrut beberapa bulan kemudian ia spontan berubah menjadi sangat bersyukur tidak jadi bekerja disitu.
Tentu saja tak semua orang dapat mengambil hikmah dalam bentuk yang sama disetiap peristiwa yang terjadi pada diri mereka meskipun itu kejadian yang sama. Karena penalaran masing-masing orang tak hanya bergantung pada kemampuan akal, ilmu, dan kepandaian yang dimiliki tapi juga dari ketulusan niat dan kebersihan jiwanya masing-masing. Selama manusia belum memiliki kejernihan pandangan, maka ia tidak akan dapat menemukan jalan yang akan membawanya pada kebenaran.

Keyakinan kita terhadap adanya makna yang tersirat dibalik kemudahan atau kesulitan kita ini ibarat batang lidi yang digunakan untuk menyapu sampah dihalaman, jika lidi itu hanya dua atau tiga batang, tak mungkin digunakan untuk menyapu. Jika lidi itu banyak namun tercerai berai, tetap tak bisa digunakan. Dan kalaupun lidi yang banyak itu diikat menjadi satu, namun panjang masing-masing batangnya tak sama, sapu lidi itu tidak juga punya kekuatan untuk menyapu sampah.
Pelajaran yang bisa diambil adalah, batang lidi itulah keyakinan dan sampah itu ujian dari Allah.  Jelasnya, jika kita tak cukup mempunyai keyakinan yang Islami, maka mustahil kita akan cukup kuat mengatasi ujian-ujian ( cobaan dan musibah ) dari Allah. Karena Allah SWT menguji dan memberikan cobaan melalui hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk serta selalu ada hikmah dibalik semua itu.
Firman Allah SWT : Boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui
Bagaimanakah cara datangnya keyakinan kita terhadap rahasia Ilahi ini? Ada dua cara, pertamamelalui pengalaman dan yang kedua melalui berfikir atau tafakur..
Rahasia kesuksesan dan kebahagiaan itu sesungguhnya terletak pada kemampuan kita dalam menyerap makna dari pelajaran-pelajaran yang ada di alam ini untuk diproses lebih lanjut oleh hati dan jiwa menjadi suatu keyakinan yang mantap.

Jadi

Apabila saat ini semua sahabat mengalami cobaan ataupun masalah, janganlah selalu berfikir negative bahwa itu adalah bencana karena bukan tidak mungkin itu malah merupakan anugrah yang diberikan Allah S.W.T atau Tuhan Yang Maha Esa kapada kita. Aminnnnnn

Ada seekor burung gereja yang sedang terbang di musim salju.Karena kedinginan, sayapnya akhirnya membeku dan tak bisa digerakkan lagi. Ia pun terjatuh di sebuah tanah lapang yg luas,dan tak berapa lama setelah itu lewat seekor sapi yg tanpa sengaja membuang kotoran tepat di tubuhnya.. Burung gereja sangat kesal,sehingga sumpah serapahpun keluar dari mulutnya .Rupanya tanpa disadari,hangatnya kotoran sapi itu ternyata membuat suhu tubuhnya berangsur normal meski sayapnya belum bisa digerakkan. Tiba tiba muncullah seekor kucing.Burung gereja berusaha utk secepat mungkin terbang tapi ia belum mampu.Ia pun pasrah menerima nasib selanjutnya.

Tapi di luar dugaan kucing tersebut sama sekali tidak mengganggunya, bahkan ia seperti sedang berusaha membersihkan kotoran yg melekat di badan si burung gereja dgn cara menjilati tubuh burung itu.Sehingga akhirnya bersihlah bulu burung gereja dari kotoran. Kondisi burung gereja kembali seperti sediakala dan ia pun sudah bisa terbang kembali. Tapi burung gereja itu justru tak ingin terbang secepatnya. Ia masih ingin menikmati jilatan kucing itu sebagai perlakuan yang memanjakannya. Maka ia pun berpura-pura masih kedinginan sambil tetap berbaring, dengan harapan kucing itu akan menjilatinya lagi. Tapi apa yang terjadi? Melihat badan gereja sudah bersih kucing pun dengan ganas menerkam burung itu .

Burung gereja itu melambangkan perumpamaan orang yang hanya pandai melihat yang tersurat saja. Baginya sesuatu yang tidak menyenangkan selalu dianggap buruk dan sebaliknya kejadian yang menyenangkan adalah pasti baik.

Seandainya burung gereja bisa memiliki kepekaan membaca yang tersirat dari sikap tak biasa kucing yg tersurat lewat sikap simpatinya, (naluri alamiah kucing jika melihat burung gereja didekatnya adalah menerkamnya), maka bukan tak mungkin saat itu dia sudah bisa terbang bebas di angkasa.

Memang sulit untuk menyingkap kebenaran yang nyata dari apa yang diperlihatkan secara lahiriah. Tak mudah untuk mengungkapkan ketulusan dibalik kepura-puraan. Namun pengalamanlah yang akan mengajarkan kita untuk mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
Jika saja kita bisa menelaah lebih jauh setiap baik dan buruknya peristiwa yang menimpa diri kita maka kita akan bisa mengambil hikmah dari segala sesuatu yang berlaku.
Sebagai contoh  : Ada seseorang yang ditolak saat melamar kerja disebuah perusahaan. Awalnya mungkin ia sangat meratapi kegagalannya itu, namun ketika ia mengetahui bahwa perusahaan itu bangkrut beberapa bulan kemudian ia spontan berubah menjadi sangat bersyukur tidak jadi bekerja disitu.
Tentu saja tak semua orang dapat mengambil hikmah dalam bentuk yang sama disetiap peristiwa yang terjadi pada diri mereka meskipun itu kejadian yang sama. Karena penalaran masing-masing orang tak hanya bergantung pada kemampuan akal, ilmu, dan kepandaian yang dimiliki tapi juga dari ketulusan niat dan kebersihan jiwanya masing-masing. Selama manusia belum memiliki kejernihan pandangan, maka ia tidak akan dapat menemukan jalan yang akan membawanya pada kebenaran.

Keyakinan kita terhadap adanya makna yang tersirat dibalik kemudahan atau kesulitan kita ini ibarat batang lidi yang digunakan untuk menyapu sampah dihalaman, jika lidi itu hanya dua atau tiga batang, tak mungkin digunakan untuk menyapu. Jika lidi itu banyak namun tercerai berai, tetap tak bisa digunakan. Dan kalaupun lidi yang banyak itu diikat menjadi satu, namun panjang masing-masing batangnya tak sama, sapu lidi itu tidak juga punya kekuatan untuk menyapu sampah.
Pelajaran yang bisa diambil adalah, batang lidi itulah keyakinan dan sampah itu ujian dari Allah.  Jelasnya, jika kita tak cukup mempunyai keyakinan yang Islami, maka mustahil kita akan cukup kuat mengatasi ujian-ujian ( cobaan dan musibah ) dari Allah. Karena Allah SWT menguji dan memberikan cobaan melalui hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk serta selalu ada hikmah dibalik semua itu.
Firman Allah SWT : Boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui
Bagaimanakah cara datangnya keyakinan kita terhadap rahasia Ilahi ini? Ada dua cara, pertamamelalui pengalaman dan yang kedua melalui berfikir atau tafakur..
Rahasia kesuksesan dan kebahagiaan itu sesungguhnya terletak pada kemampuan kita dalam menyerap makna dari pelajaran-pelajaran yang ada di alam ini untuk diproses lebih lanjut oleh hati dan jiwa menjadi suatu keyakinan yang mantap.

Jadi

Apabila saat ini semua sahabat mengalami cobaan ataupun masalah, janganlah selalu berfikir negative bahwa itu adalah bencana karena bukan tidak mungkin itu malah merupakan anugrah yang diberikan Allah S.W.T atau Tuhan Yang Maha Esa kapada kita. Aminnnnnn

Incoming search terms:

  • isi khutbah tentang narkoba beserta hadist atau ayat al quran
loading...

Leave a Reply