Pidato Dan Dialog : Hari Pahlawan

Pidato hari pahlawan

Hari pahlawan adalah salah satu peris tiwa Tiada ucapan yang layak untuk kita ucapkan pada kesempatan ini kecuali ucapan syukur dan tahmid kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan taufiq dan hidayat-Nya kepada kita sekalian, sehingga kita dapat menjadi bangsa yang merdeka, yang sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan oleh-Nya untuk hidup di Negara tercinta ini, yaitu di bumi Indonesia.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air Kemerdekaan itu adalah rahmat Allah, yang oleh karenanya pantaslah sekiranya kita mengucapkan puji syukur, sebagai pernyataan terima kasih kita kepada Tuhan yang memberinya. Pernyataan syukur kepada Allah tidaklah cukup dengan ucapan-ucapan atau semoboyan-semboyan saja, akan tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan-perbuatan/tingkah laku yang nyata, ialah dengan memelihara rahmat yang telah dianugrahi itu dengan sebaik-baiknya, dengan cara-cara yang adil dan bebas dari kedzaliman-kedzaliman dan penindasa.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Di bulan November ini kita menghadapi satu peristiwa yang amat penting bagi kita semua bangsa Indonesia, khususnya bagi arek-arek Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yang lalu kita di ingatkan kembali oleh semangat kepahlawanan bangsa kita didalam mempertahankan tanah air dari segala model dan macam penjajahan, sejak……….. tahun yang lalu, teringatlah kita berapa banyak para pejuang yang telah gugur dalam membela tanah air dan kehormatan bangsa. Teringat pula bagi kita akan beberapa anak yang menjadi yatim karena ditinggal mati oleh bapak-bapaknya di medan pertempuran. Teringat pula berapa banyak istri-istri yang ditinggal mati oleh suaminya yang mempertaruhkan nyawanya demi tanah air. Kita dapat mengetahui betapa susah dan bersedih hati mereka dalam menanggung penderitaan dan cobaan.

Teringat akan hal itu semua, pantaslah kalau sekiranya setiap saat, utamanya setiap tanggal 10 November kita bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkan kita dari cengkraman penjajah, dan tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan yang gugur di medan pertempuran yang dilandasi oleh rasa cintanya kepada tanah air Indonesia. Bersangkutan dengan hal ini Rasulullah saw. bersabda:

"HUBBUL WATHON MINAL IIMAANI"

Artinya:
"Cinta Tanah Air adalah sebagian daripada iman"

Berangkat dari hadist itu dapatlah dimengerti bahwa tanpa mencintai tanah air tidaklah sempurna iman seseorang. Dan sudah barang tentu bahwa setiap muslim yang taat mencintai perintah Allah dan Rasul-Nya, pasti ia mempunyai rasa cinta (patriotisme) terhadap tanah air.

Kita dapat menyimak sejarah pada masa lalu yang dialami oleh para sahabat Rasulullah dalam mempertahankan tanah airnya, agamanya atau aqidahnya, karena dalam hati mereka sudah tertanam kecintaan dan ketaatan akan Rasulullah saw. Maka demi tanah airnya, agamanya dan demi Tuhan dan Rasul-Nya mereka pertaruhkan jiwa dan raga serta harta bendanya.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Sudah kita maklumi bersama, bahwa para pahlawan kita yang gugur di medan pertempuran itu berhadapan dengan musuh yang saling mengadu kekuatan dan senjata, dan sesudah kemerdekaan kita peroleh kemudian para penjajah kita usir dan kita pulangkan ke tanah airnya masing-masing. Maka apakah perjuangan itu sudah selesai? tidaklah demikian menurut Rasulullah saw.

Pada suatu waktu para sahabat  Rasulullah pulang dari peperangan yang maha besar yang belum dijumpai oleh para sahabat saat itu, namun demikian Rasulullah masih menyatakan kepada para sahabat dengan sabdanya:

"ROJA’NAA MINAL JIHAADIL ASHQHORI ILAAA JIHAADH AKBARI, QIILA : AYYUL JIHAADIL AKBARI YA ROSUULALLOOHI? QOOLA : JIHAADUN NAFSI"

Artinya:
"Kita baru saja kembali dari peperangan yang kecil menuju peperangan yang lebih besar, yakni perjuangan peperangan dalam melawan hawa nafsu"

Dengan melihat makna dari hadist Rasulullah di atas, bahwa perjuangan melawan hawa nafsu itulah perjuangan dan musuh yang paling kuat. Jadi pertempuran yang dialami oleh bangsa Indonesia Terhadap para penjajah itu belum apa-apa bila dibandingkan dengan makna hadist di atas, sebelum para pahlawan serta generasi-generasi penerus bangsa itu bisa menaklukan hawa nafsu yang menyelubungi dirinya.

Demikianlah pidato yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 november yang ke……., tahun………. semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Akhirnya…
WABILLAAHITTAUFIQWALHIDAYATWASSALAMU’ALAIKUM WATOHMATULLOOHI WABAROKAATUHU.

Top of Form

2.

Contoh Naskah Drama Singkat Tema Remaja

Penokohan :

– Nuni sebagai Nunik

– Nana sebagai Nini

– Ami sebagai Aminah

– Johan sebagai Joni

Nunik adalah sosok remaja dengan kesederhanaan dan rasa toleransi tinggi terhadap orang-orang disekelilingnya, terutama terhadap teman-temannya.

Nini merupakan sosok remaja yang sangat sombong diantara teman-temannya, egois, kekanak-kanakan dan suka menghamburkan uang.

Amina adalah sosok pendiam, jarang mau ngomong, meski pada saat dia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Amina hanya menjawab jika ditanya.

Johan satu-satunya lelaki diantara keempat remaja tersebut. Johan tipe cowok apa adanya dan suka bergaul.

Pada pagi itu mereka berempat berkumpul disebuah tempat..

Nunik :

Apa kabar kalian semua? Pada sehat semua kan?

Teman Nunik :

Yup, kami semua baik. Kamu juga sehat-sehat aja kan Nik?

Nunik :

Ya, aku sehat-sehat aja.

Nini :

Hey, kita pada ngumpul disini ini sebenanrya mau ngapain sih, nggak jelas gini ?!

Johan :

Ya begini ini, lagian ngumpul bereng kaya gini kan asyik.

Nini :

Asyik? Apanya yang asyik kalau cuman ginian doang? Ni, si Aminah lagi.. diam melulu kerjaannya, ngomong gitu kek!

Nunik :

Ya kamu Ni, kan kamu udah tau kalau Aminah suka diem.

Johan :

Iya, kamu Ni, bawel melulu kerjaannya.

Nini :

Eh, kalian ikut aku yuk!

Teman Nini :

Kemana emang?

Nini :

Ke mall, cuci mata.

Teman Nini :

Ogah ah, mending disini aja, lagian kami lagi pada nggak punya uang.

Nini :

Ya kalian, miskin melulu sih.

Teman Nini :

Mau miskin, mau nggak ya emang kenyataannya kami lagi nggak ada duit.

Nini :

Ya udah, mending gue pergi aja sendiri.

Nini pun lantas beranjak meninggalkan teman-temannya dan bergegas pergi ke mall yang disukainya untuk bersenang-senang.

Johan :

Teman-tema, kita bubar aja yuk. Uda hampir siang, yuk pada pulang.

Teman Johan :

Ya udah deh, ayuk.

Johan, Aminah dan Nunik tidak lama kemudian akhirnya pulang kerumah masing-masing setelah hari kian cerah dan terik serasa semakin menyengat.

Read more: http://www.teksdrama.com/2013/01/artikel-pendidikan-contoh-dialog-drama.html#ixzz3037H7f9L

Incoming search terms:

  • dialog tentang pahlawan
  • percakapan tentang hari pahlawan
  • Dialog tentang Hari pahlawan
  • contoh dialog tentang pahlawan
  • dialog pahlawan
  • membuat dialog tentang pahlawan
loading...

Leave a Reply