Resume Pidato Bung Karno

Nama: Trisna Dea Anindya Sari

NIM: 13/353477/GE/07707

RESUME PIDATO BUNG KARNO

Sidang pertama tanggal 1 Juni bertempat di Gedung Tyuuoo Sangi-In (sekarang Dep. Luar Negeri) yang melanjutkan pembicaraan tentang dasar negara dan diketuai oleh Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat. Sudah 3 hari berturut-turut anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya dan sekarang tiba giliran Soekarno untuk menyampaikan pendapatnya mengenai dasar negara Indonesia Merdeka.

Banyak anggota yang telah berpidato namun dalam pidato mereka mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan yang diminta oleh Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat yaitu mengenai dasar Indonesia Merdeka. Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat meminta Philosofische grondslag. Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat, yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia merdeka yang kekal abadi. Soekarno memberitahukan kepada semua yang hadir apa arti dari merdeka.

Merdeka bagi Soekarno ialah political independence. Merdeka bukan sekedar membicarakan hal-hal kecil sampai njlimet baru mereka berani menyatakan kemerdekaan. Coba bandingkan negara-negara merdeka antara satu dengan yang lain, sangatlah banyak perbedaannya. Mengapa Saudi Arabia merdeka? Padahal 80% dari rakyatnya terdiri dari kaum Badui yang sama sekali tak mengerti hal ini atau itu. Buku Armstrong yang menceritakan tentang Ibn Saud. Disitu dikatakan bahwa Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud diberi makan gandum oleh orang-orang Badui. Toh Saudi Arabia merdeka sekarang. Contoh yang lebih hebat yaitu Sovyet Rusia. Pada masa Lenin mendirikan Negara Sovyet, 150 milyun rakyat Rusia adalah rakyat musyrik yang 80% tidak bisa membaca dan menulis. Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu sampai njlimet, maka kita tak akan mengalami Indonesia Merdeka. Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam risalah tahun 33 Mencapai Indonesia Merdeka bahwa kemerdekaan, politieke onafhankelijkheid, political independence tak lain dan tak bukan adalah satu jembatan emas yang di seberang jembatan itu kita masyarakat sendiri yang menyempurnakannya.

Kembali ke cerita Ibn Saud. Ibn Saud mendirikan Saudi Arabian Merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riad dengan 6 orang. Sesudah jembatan itu diletakkan maka di seberang jembatan itulah Ibn Saud baru memulai memperbaiki masyarakat Saudi Arabia. Orang yang tidak bisa membaca wajib belajar membaca, orang yang tadinya nomaden diberi tempat untuk bercocok tanam dan dirubah menjadi kaum tani. Di seberang jembatan itu pula Lenin baru mengadakan radio station, sekolah baru, dan baru mengadakan Djnepprprostoff. Oleh karena itu janganlah kita gentar di dalam hati, jangan mengingat bahwa ini dan itu lebih dahulu harus selesai, dan kalau sudah selesai barulah kita dapat merdeka.

Indonesia merdeka, political independence, politieke onanfhankelijkheid, todak lain dan tidak bukan adalah suatu jembatan. Jika kita diberi kesempatan untuk merdeka maka dengan mudah nama tokoh-tokoh Jepang akan digantikan oleh nama-nama orang Indonesia. Jika sekarang ini Balantentera Dai Nippon menyerahkan urusan negara kepada kita maka tak akan menolak sedetikpun, sekarang kita harus menerima dan memulai Indonesia Merdeka.

Memang ada perbedaan antara Sovyet, Rusia, Saudi Arabia, Inggris, Amerika dll, namun tetap ada satu yang sama yaitu: rakyat. Manakala suatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah siap untuk merdeka.

Ibaratnya, kemerdekaan kita bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani lekas kawin, ada yang takut kawin. Kalau merdeka saja menunggu untuk punya ini, bisa itu dulu baru mau merdeka maka tidak akan bisa terealisasi. Yang kita butuhkan ialah tekad hati.

Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat. Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekaan hatinya bangsa kita. Di dalam Indonesia merdeka itulah kita menyehatkan rakyat. Kita kerahkan segenap masyarakat kita untuk menghilangkan penyakit. Melatih para pemuda untuk menjadi kuat. Dan bertujuan menyehatkan masyarakat sebaik-baiknya. Inilah yang dimaksud dengan jembatan. Di seberang jembatan ada jembatan emas, jembatan inilah baru mulai menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi.

Sebenarnya internationaalrecht, hukum internasional bertujuan untuk menyusun, mengadakan, mengakui satu negara merdeka, tidak diadakan syarat yang neko-neko, yang njelimet, tidak. Sudah cukup untuk internationaalrecht. Ada buminya, ada rakyatnya, ada merdeka, inilah yang sudah bernama merdeka. Tidak perduli rakyat bisa baca atau tidak, apakah hebat ekonominya atau tidak, bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka yaitu ada rakyatnya, ada buminya, dan ada pemerintahnya.

Yang dikehendaki Ketua BPUPKI ialah mengenai dasar, philosophische grondslag, atau Weltanschauung dimana kita mendirikan negara Indonesia itu. Hitler mendirikan Jerman diatas national-sozialistische Weltans-chauung filsafat nasional-sosialisme telah menjadi dasar negara Jerman yang didirikan Adolf Hitler. Lenin mendirikan negara Sovyet diatas Marxistische. Nippon mendirikan Negara Dai Nippon diatas Tennoo Koodoo Seishin. Saudi Arabia, Ibn Saud mendirikan negara Arab diatas satu Weltanschauung bahkan diatas satu dasar agama yaitu Islam. Lenin di dalam revolusi tahun 1905 telah mengerjakan generale-repetitie dari pada revolusi tahun 1917. Dikatakan oleh Joh Reed hanya dalam 10 hari itulah didirikan negara baru , ditaruhkan kekuasaan diatas weltanschauung yang telah berpuluh-puluh tahun umurnya itu.

Kita hendak mendirikan suatu negara semua buat semua. Sejak tahun 1918 yang selalu ada di pikiran Bung Karno ialah: Dasar pertama, yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia, ialah dasar Kebangsaan. Kita mendirikan satu Negara Kebangsaan Indonesia.

Menurut Renan, syarat bangsa ialah kehendak akan bersatu. Perlu orang-orangnya merasa diri bersatu dan mau bersatu. Ernest Renan menyebut syarat bangsa: le desir detre ensemble, yaitu kehendak akan bersatu. Menurut definisi Ernest Renan, maka yang menjadi bangsa, yaitu gerombolan manusia yang mau bersatu, yang merasa dirinya bersatu. Otto Bauer di dalam bukunya, Die Nationalitatenfrage, di situ ditanyakan: Was ist eine Nation? Dan dijawabnya ialah: Eine Nation ist eine aus Schiksalsgemeinschaft erwachsene Charaktergemeinschaft. Inilah menurut Otto Bauer satu natie.

Menurut geopolitik, maka Indonesialah tanah air kita. Indonesia yang bulat bukan Jawa saja, bukan Sumatera saja, atau Borneo saja, atau Selebes saja, atau Ambon saja, atau Maluku saja, tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah SWT menjadi suatu kesatuan antara dua benua dan dua samudera itulah tanah air kita

Bangsa Indonesia, Natie Indonesia, bukanlah sekadar contoh satu golongan orang yang hidup dengan le desir detre ensemble di atas daerah yang kecil seperti Minangkabau, atau Madura, atau Yogya, atau Sunda, atau Bugis, tetapi bangsa Indonesia ialah seluruh manusia-manusia yang menurut geopolitik, yang telah ditentukan oleh Allah SWT, tinggal di kesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari ujung Utara Sumatera sampai ke Irian. Seluruhnya. Karena antara 70.000.000 ini sudah ada le desir detre ensemble, sudah terjadi Charaktergemeinschaft. Natie Indonesia, bangsa Indonesia, umat Indonesia jumlah orangnya adalah 70.000.000, tetapi 70.000.000 yang telah menjadi satu kesatuan. Ke sinilah kita semua harus menuju: Mendirikan satu Nationale Staat, di atas kesatuan bumi Indonesia. Kita hanya 2 kali mengalami nationale staat, yaitu di zaman Sriwijaya dan zaman Majapahit. Di luar itu kita tidak mengalami nationale staat.

Dasar Negara yang pertama: Kebangsaan Indonesia. Kebangsaan Indonesia yang bulat. Prinsip kebangsaan ini ada bahayanya. Bahayanya ialah mungkin orang-orang meruncingkan nasionalisme menjadi chauvinisme, sehingga berpaham Indonesia uber Alles. Kita cinta tanah air yang satu, merasa berbangsa satu, mempunyai bahasa yang satu. Tetapi Tanah Air kita Indonesia hanya satu bagian kecil saja dari dunia.

Gandhi berkata: Saya seorang nasionalis, tetapi kebangsaan saya adalah perikemanusiaan. My nationalism is humanity. Kebangsaan yang kita anjurkan bukan kebangsaan yang menyendiri, bukan chauvinisme, sebagai dikobar-kobarkan orang di Eropa, yang mengatakan Deutschland uber Alles.

Philosofische princiep yang nomor dua, yang diusulkan Soekarno, dinamakan internasionalisme. Internasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup di dalam taman sarinya internasionalisme. Jadi, prinsip 1 dan prinsip 2 bergandengan erat satu sama lain.

Dasar yang ke-3 ialah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan. Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu. Syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah permusyawaratan, perwakilan. Hati Islam Bung Karno ingin membela Islam dengan mufakat, dalam permusyawaratan. Dengan cara mufakat, kita perbaiki segala hal juga keselamatan agama, yaitu dengan jalan pembicaraan atau permusyawaratan di dalam Badan Perwakilan Rakyat. Apapun yang belum memuaskan dibicarakan di dalam permusyawaratan. Badan Perwakilan inilah tempat kita mengusulkan kepada pemimpin-pemimpin rakyat, apapun yang dirasa perlu bagi perbaikan. Jika memang rakyat Indonesia rakyat yang sebagian besarnya rakyat Islam dan jika memang Islam disini adalah agama yang hidup berkobar-kobar di dalam kalangan rakyat, marilah para pemimpin menggerakkan segenap seluruh rakyat agar supaya mengerahkan sebanyak mungkin utusan-utusan Islam ke dalam badan perwakilan ini.

Prinsip nomor 3 yaitu prinsip permusyawaratan, perwakilan. Dalam perwakilan akan ada perjuangan sehebat-hebatnya. Prinsip nomor 3 yaitu prinsip mufakat, prinsip perwakilan rakyat. Di dalam perwakilan rakyat saudara-saudara Islam maupun Kristen atau agama lain bekerja sehebat-hebatnya. Tidak ada suatu negara dikatakan negara hidup apabila tidak ada perjuangan di dalamnya.

Prinsip nomor 4 yaitu prinsip kesejahteraan. Prinsip tidak ada kemiskinan di Indonesia Merdeka. Di seluruh Benua Barat kaum kapitalis merajalela. Tak lain adalah yang dinamakan democratie, disana hanya politieke democratie saja, semata-mata tidak ada sociale rechtvaardigheid, tidak ada keadilan sosial, tidak ada ekonomische democratie sama sekali. Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi dari barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politike ekonomische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial. Yang dimaksud dengan Ratu Adil adalah sociale rechtvaardigheid, rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang awalnya merasa dirinya kurang makan, kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang didalamnya ada keadilan di bawa pimpinan Ratu Adil. Kita betul-betul mengerti, mengingat, mencinta rakyat Indonesia. Mari kita terima prinsip hal sociale rechtvaardigheid ini, yaitu bukan saja persamaan politik, tetapi juga diatas lapangan ekonomi harus mengadakan persamaan, yang berarti kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya. Badan permusyawaratan yang akan dibuat, hendaknya bukan pada permusyawaratan politieke democratie saja, tetapi badan yang bersama dengan masyarakat dapat mewujudkan dua prinsip: politieke rechtvaardigheid dan sociale rechtvaardigheid.

Prinsip yang kelima ialah: Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prinsip Ketuhanan. Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya bertuhan secara kebudayaan, yakni tiada egoisme agama. Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang bertuhan. Mari kita mengamalkan, jalankan agama dengan cara yang berkeadaban, yaitu dengan hormat-menghormati satu sama lain.

Gotong-royong adalah paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan. Kekeluargaan adalah satu paham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan. Gotong-royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua. 5 dasar ini dinamakan dengan petunjuk seorang teman ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi.

Kesimpulannya terdapat 5 dasar yang diungkapkan Soekarno, yaitu:

1. Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau perikemanusiaan

3. Mufakat atau demokrasi

4. Kesejahteraan sosial.

5. Ketuhanan

Isi pidato tersebut sebagian besar menceritakan tentang kemerdekaan di negara lain untuk memotivasi rakyat Indonesia agar segera memproklamirkan diri sebagai Indonesia merdeka tanpa ragu lagi. Dan dalam pidato tersebut Soekarno mengungkapkan dasar negara Indonesia yang dinamakan dengan Pancasila yang isinya ialah Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau perikemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan.

Kata Kunci:

Merdeka

Dasar

Perkawinan

politieke onafhankelijkheid

political independence

jembatan

Saudi Arabia

Sovyet-Rusia

Rakyat

Weltanschauung

Bangsa

Kesejahteraan

Perjuangan

Tekad

gotong royong

kekeluargaan

bersatu

Incoming search terms:

  • ringkasan pidato soekarno 1 juni 1945
  • resume buku mencapai indonesia merdeka
  • rangkuman rangkuman pidato bung karno
  • political independence- soekarno
  • pidato soekarno 1 juni
  • pidato singkat menceritakan tentang lahirnya ir soekarno
  • pidato bung karno tentang kebangsaan ada bahayanya
  • pendapat mengenia pidato bung karno
  • kesimpulan teks pidato sukarno sebelum kemerdekaan
  • sebagian isi teks pidato soekarno indonesia merdeka
loading...

Leave a Reply