Pidato Maulid Nabi : Alhamdulillahirabbil Alamin….

Alhamdulillahirabbil Alamin….

Yth. Bapak Drs. H. Teguh Utomo M.pd

Yth. Bapak/ Ibu gru beserta staff SMPN I Margomulyo

Teman2 KKN BBM 45 UNAIR Desa Margomulyo

Adik2 Siswa/siswi SMPN I Margomulyo yang berbahagia

Puji syukur kepada Alloh

Salam kepada Nabi

Keteladanan RaPujsulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW. oleh Dr. A. Rusfidra
Keteladanan Rasulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW. oleh Dr. A. Rusfidra
Tanggal 12 Rabiul Awal merupakan tanggal bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, karena pada tanggal tersebut lahir seorang rasul yang membawa risalah Islam. Beliau adalah Nabi Besar Muhammad saw. Beliau adalah nabi terakhir (khataman nabiyin) yang diutus Allah SWT. untuk memperbaiki akhlak manusia. Peringatan maulid nabi yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal pada hakekatnya sebagai upaya mengingat kembali hari kelahiran dan sejarah hidup nabi, meningkatkan komitmen memegang teguh ajarannya dan menjadikan beliau sebagai figur teladan utama bagi kaum muslimin khususnya dan setiap manusia pada umumnya. Memperingati hari lahir Nabi saw. tidaklah dimaksudkan untuk mengkultuskannya, karena beliau tidak membolehkan umat mengkultuskannya, apatah lagi bila seseorang melakukan pengkultusan manusia biasa, seperti banyak terjadi dikalangan masyarakat saat ini.
Keteladanan Rasulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW. oleh Dr. A. Rusfidra
Peringatan maulid nabi biasanya dilakukan dalam berbagai bentuk, ada yang mengadakan tablig akbar dengan mendatangkan ulama terkenal, membaca shalawat nabi dan aneka tradisi lainnya yang berkembang dimasyarakat. Kita percaya bahwa itu semua merupakan bentuk ekpresi kecintaan kaum muslimin terhadap nabi yang dicintainya. Peringatan maulid nabi tentu tidak sama dengan peringatan hari ulang tahun yang banyak diselenggarakan kalangan borjuis di negeri ini.

Peringatan maulid nabi pertama kali digagas oleh Shalahuddin Al Ayubi (1137-1193) ratusan tahun setelah nabi wafat. Nabi Muhammad saw., semasa hidupnya tidak pernah menyelenggarakan peringatan hari lahirnya itu. Ide peringatan maulid nabi itu pada mulanya dimaksudkan untuk membangkitkan semangat juang umat Islam yang mulai turun menghadapi musuh-musuh Islam pada perang Salib. Kemudian ulama terkemuka pada saat itu menjelaskan perjuangan nabi Muhammad saw. dan segala bentuk rintangan yang dihadapi Nabi dalam menyebarkan dakwah Islam. Usaha ini berhasil membangkitkan semangat umat dalam menghadapi musuh Islam. Tradisi itu berlangsung secara turun temurun, hingga generasi kita sekarang. Namun penting diketahui bahwa peringatan maulid nabi itu bukanlah bertujuan mengkultuskan pribadi nabi, karena beliau sendiri tidak memperbolehkan melakukan pengkultusan terhadap beliau.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah
(QS. Al Ahzab [33]: 21)
Keteladanan Rasulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW. oleh Dr. A. Rusfidra
Keteladanan Kepemimpinan Nabi
Keteladanan Rasulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW. oleh Dr. A. Rusfidra
Berbicara tentang pemimpin dan kepemimpinan, maka teladan yang paling baik adalah kepemimpinan Rasulullah saw. Sebab, dalam kurun waktu yang singkat (sekitar 23 tahun) beliau berhasil dengan gemilang merekontruksi akhlak masyarakat Mekah dari akhlak jahiliah menjadi masyarakat yang berakhlak mulia (akhlakul karimah). Kota Mekah yang dulu tidak dikenal dalam sejarah peradaban manusia, menjadi daerah yang masyarakatnya memiliki akhlak mulia. Tugas utama Nabi adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Keberhasilan Nabi mengubah aspek moralitas tersebut manjadi alasan Michael Hart (seorang penulis non muslim) menempatkan nabi diurutan pertama diantara 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.
Keteladanan Rasulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW. oleh Dr. A. Rusfidra
Sekarang, meskipun lebih dari 1400 tahun Nabi wafat, namun model kepemimpinan beliau senantiasa relevan dan didamba umat. Tutur katanya diikuti, perilakunya menjadi suri teladan terbaik. Beliau adalah pemimpin paripurna.

Jika kita menyimak sejarah hidup Rasulullah semakin membuat kita terpesona dengan model kepemimpinan yang beliau terapkan. Mahasuci Allah yang telah mengutus rasul-Nya menjadi suri teladan terbaik dalam kepemimpinannya. Nabi saw. adalah pemimpin terbaik sepanjang masa, karena Rasulullah selalu memimpin dengan akhlak mulia, adil dan menekankan pentingnya keteladanan.
Keteladanan Rasulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW. oleh Dr. A. Rusfidra
Meskipun beliau adalah seorang kepala negara, namun beliau hidup sederhana, tidak bergelimang harta. Meskipun beliau adalah seorang panglima, namun beliau adalah panglima yang menyayangi prajurit-pajurit. Tutur katanya lembut, berwibawa dan menyenangkan siapapun yang mendengar. Tatap matanya sejuk dan menentramkan. Setiap kebijakannya selalu dituntun Allah SWT dan tidak ada kebijakan yang menyakiti umat. Kebijakan-kebijakan beliau tidak pernah merugikan satu kelompok atau menguntungkan kelompok yang lain. Semua kebijakan ditetapkan secara adil dan bijaksana.
Keteladanan Rasulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW. oleh Dr. A. Rusfidra
Sebagai umat Rasulullah, sudah sepatutnya kita menjadikan beliau sebagai figur teladan utama, apapun profesi, pangkat dan jabatan yang kita sandang. Pada dasarnya setiap kita adalah pemimpin. Suami adalah pemimpin dalam rumahtangga. Ibu pemimpin bagi bagi anak-anaknya. Seorang kepala negara adalah pemimpin bagi rakyatnya. Selayaknya kita menjadi figur manusia terbesar sepanjang usia bumi itu menjadi role model dalam kehidupan kita sehari-hari.

Untuk bangkit dari krisis multidimensi saat ini, agaknya Indonesia membutuhkan pemimpin yang berakhlak mulia seperti yang dicontohkan Rasulullah. Kita merindukan pemimpin yang punya hati nurani, hidup sederhana, bukan hidup bergelimang kemewahan ketika rakyat hidup sengsara. Kita merindukan pemimpin yang adil dan bijaksana, bukan pemimpin otoriter dan sok kuasa. Kita ingin pemimpin yang pro-rakyat, bukan pemimpin yang hanya menjadikan rakyat sebagai pijakan meraih kekuasaan. Kita merindukan pemimpin yang peduli rakyat, bukan pemimpin yang mementingkan citra politik dan melanggengkan kekuasaanya. Kita merindukan pemimpin yang tutur katanya merupakan pemecah masalah, bukan menjadi sumber masalah. Duh, betapa rindunya kehadiran pemimpin seperti Rasulullah. Wallahu alam.
Keteladanan Rasulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW. oleh Dr. A. Rus

Sekali lagi, momen memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw banyak digelar kaum muslimin hampir diseluruh pelosok negeri. Banyak dari mereka memperingati dengan berbagai cara, misalnya dengan pembacaan Maulidul Barzanji yang berisi kisah perihidup Nabi Muhammad Saw mulai dari kelahiran sampai wafat yang biasa dilanjutkan dengan puji-pujian shalawat kepada Beliau. Ada juga yang menghadirkan seorang muballigh yang berceramah tentang kehidupan Nabi Saw. Pendeknya, semuanya bertujuan untuk mengingatkan kembali sosok Nabi Muhammad Saw, melihat bagaimana kehidupannya sehari hari baik dalam hubungannya sebagai Nabi/Rasul atau sebagai pribadi muslim lainnya yang wajib kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Syaikh Jafar Al Barzanji pernah pernah menggambarkan bahwa Rasulullah sebagai manusia yang paling sempurna kejadian dan akhlaknya serta memiliki sikap dan sifat yang sangat luhur. Nabi Muhammad digambarkan memiliki tinggi sedang, kulitnya putih kemerah-merahan, dua belah matanya lebar seolah-olah bercelak, lebat bulu matanya, dua keningnya melengkung dan lembut rambutnya. Berbagai ayat Quran dan hadist mengungkap begitu banyak keistimewaan yang ada dalam diri Rasulullah Saw, diantaranya:

Nabi Muhammada adalah manusia pertama yang diciptakan Allah Swt yaitu ketika Nabi Adam masih dalam keadaan antara ruh dan jasad (HR. Turmudzi)

Allah telah menetapkan bahwa semua Nabi/Rasul sebelum beliau untuk mengimani dan membela kebenaran Rasulullah Saw (QS. Ali Imran : 81)

Silsilah beliau semenjak dari Nabi Adam tidak ada yang melakukan perbuatan tercela (HR. Baihaki)

Pada saat beliau berjalan dibawah terik matahari, gumpalan awan ikut memayungi beliau (HR. Abu Nuaim)

Pernah terjadi ketika beliau sedang berjalan dan hendak berteduh di bawah sebuah pohon, pohon tersebut malah bergerak mendatangi beliau (HR. Baihaki)

Allah Swt memberi nama beliau Muhammad yang berasal dari kata hamad artinya terpuji. Merupakan akar kata dari salah satu sifat Allah yakni Mahmud artinya Maha Terpuji. Sebelum itu, tidak ada seorang pun yang memiliki nama seperti beliau (HR. Muslim)

Beliau sering merasa lapar di malam hari, tetapi keesokan harinya sudah merasa kenyang (HR. Muslim)

Di malam hari yang gelap gulita, beliau dapat melihat sesuatu dengan jelas seperti melihat sesuatu di siang hari (HR. Al Baihaqy)

Beliau dapat meliha apa yang ada dibelakang punggungnya dengan jelas seperti melihat dari arah depan (HR. Muslim)

Ludah beliau dapat membuat air asin menjadi air tawar (HR. Bukhari)

Suara beliau dapat didengar oleh orang yang berada di tempat jauh sekalipun (HR. Bukhari)

Beliau sama sekali tidak pernah menguap selama hidupnya (HR. Abu Syaibah dll)

Selama hidupnya, beliau tidak pernah ihtilam (mimpi syahwat). Hal ini pun berlaku bagi Nabi/Rasul lainnya (HR. Tabrani)

Beliau tidur hanya dengan mata, sedangkan hatinya tetap sadar (HR. Bukhari)

Keringat beliau tidak bau sama sekali (HR. Abu Nuaim dll)

Beliau tidak hanya diutus bagi umat manusia saja, tetapi juga bagi seluruh makhluk dan alam semesta (QS. Al Anbiyaa : 107)

Setiap nabi diutus oleh Allah dengan wajah dan suara yang baik. Dan Nabi Muhammad adalah nabi yang memiliki wajah dan suara yang terbaik (HR. Turmudzi)

Pusara beliau dijaga oleh malaikat yang mempunyai tugas menyampaikan kepada beliau, shalawat dan salam yang diucapkan oleh ummatnya. Malaikat tersebut mempunyai kemampuan untuk mendengarkan suara seluruh hamba Allah yang mengucapkan shalawat dan salam kepada beliau (HR. Al Hakim & HR. Ashbahany)

Dan masih banyak keistimewaan beliau, sebagai makhluk Allah yang terpuji.

Berbicara tentang masalah keteladanan, Rasulullah memang sangat pantas menjadi sosok idola yang bisa diteladani oleh setiap manusia dimanaoun berada, apa pun profesinya. Inilah kelebihan Rasulullah Saw karena Allah sendiri dengan jelas menyatakan dalam firman-Nya bahwa terdapat suri tauladan yang baik dalm diri Rasululla Saw. Siapa pun ada, jika ingin sukses dunia akhirat, contohlah Rasulullah, karena Rasulullah adalah diibaratkan sebagai Al Quran Hidup. Panduan Muslim memang Al Quran yang merupakan firman Allah, namun contoh penerapan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat dari kepribadian Rasulullah Saw. Subhanallah. Muncul sebuah pertanyaan, apakah semua kepribadian Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari wajib kita teladani?

Mungkin sebagian dari anda menjawab iya, namun sebagian lainnya menjawab tidak. KH. Quraisy Syihab dalam sebuah ceramahnya menjelaskan tentang hal ini. Ternyata tidak semua kepribadian Rasulullah Saw wajib kita teladani. Ada hal-hal tertentu yang bahkan tidak wajib kita teladani karena statusnya sebagai seorang Rasul, sedangkan kita hanyalah manusia biasa. Dalam hal ini, Rasulullah memiliki 5 macam kedudukan atau status yang harus diperhatikan oleh tiap muslim.

Sebagai seorang Rasul Allah Artinya beliau menjadi utusan Allah yang menyampaikan risalah-Nya untuk seluruh ummat manusia. Dalma kedudukannya sebagai Rasul, kita wajib 100 % mengikuti beliau, meskipun seringkali kita tidak mengerti hikmah dibalik ajaran-Nya.

Sebagai Mufti atau Pemberi Fatwa Dalam posisi beliau ini, semua fatwa yang beliau keluarkan itu berlaku untuk semua orang, tidak hanya satu orang atau golongan saja. Contohnya, ketika beliau ditanya tentang bagaimana hukum air laut untuk bersesuci. Maka jawab beliau adalah air laut adalah suci dan mensucikan.

Sebagai Hakim yang memutuskan suatu perkara. Berbeda dengan no. 2, posisi beliau dalam sebagai hakim ini hanya berlaku untuk orang atau golongan yang bersangkutan saja, tidak untuk semua orang. Sebagai contoh, Nabi pernah ditanya tentang amal apa yang paling utama. Pada orang tersebut ia menjawab shalat (karena Nabi tahu orang tersebut jarang shalat). Dilain waktu Nabi ditanya amal apa yang paling utama, beliau menjawab berbakti pada kedua orang tua (karena beliau tahu orang tersebut kurang berbakti pada ibu bapaknya). Sekilas tampak adanya kontradiksi diantara pendapat Nabi tentang satu pertanyaan sama. Tetapi sebenarnya tidak. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Nabi bertindak sebagai hakim yang memutuskan suatu perkara bagi orang yang bersangkutan. Ini tidak berlaku untuk semua orang.

Sebagai Pemimpin Nabi bertindak sebagai seorang ulil amri pemimpin sebuah negeri. Beliau memerintah rakyatnya layaknya seorang pemimpin lain. Dalam posisi ini tidak semua hal harus diteladani, tetapi diambil hikmahnya saja dari semua tindakan yang telah beliau lakukan.

Sebagai Pribadi Muslim Nabi juga seorang manusia biasa (walaupun tidak seperti manusia kebanyakan). Makan segala tingkah lakunya pun menyerupai manusia pada umumnya seperti makan, tidur, nikah dll. Dalam hal ini juga, tidak semua tindakan Nabi harus diteladani seluruhnya. Sebagai contoh, Nabi beristri banyak (sampai 9 orang). Sedangkan Al Quran melarang seseorang beristri lebih dari 4 orang. Nah, ini kan tidak boleh diikuti. Hikmahnya ternyata, agar semua perilaku kehidupan sehari-hari beliau banyak diketahui oleh orang lain (dalam hal ini istrinya yang banyak). Nabi itu berambut panjang, kita tidak harus mengikutinya.

Selain itu, dalam ajaran agama seringkali ada hal-hal yang tidak terjangkau nalar. Kita seringkali bertanya mengapa harus melakukan hal ini atau itu. Inilah yang disebut Ibadah Murni yang harus kita teladani 100 persen dari Nabi karena kedudukannya sebagai seorang Rasul. Ada beberapa hal yang dilakukan Nabi, tetapi kita tidak mesti mengikutinya hanya saja kita mengambil hikmah atau nilai (esensi)nya saja, tidak persis sama dengan yang dilakukan Nabi. Bahkan ada pula beberapa tindakan Nabi yang tidak bisa teladani atau ikuti karena kedudukannya berbeda dengan kita yaitu sebagai Rasul pilihan Allah. Yang jelas, marilah sejenak luangkan waktu di hari ini untuk bershalawat kepadanya

Globalisasi adalah sebuah era global/modern dimana dunia ini terasa seperti sebuah kampung kecil. Interaksi antar negara, peradaban dan budaya semakin mudah dilakukan. Proses saling mempengaruhi antar satu budaya dengan budaya yang lain semakin intens dan dengan proses yang cepat, baik budaya itu bersifat positif atau pun negatif. Sehingga pada akhirnya globalisasi menjadi alat untuk saling mempengaruhi antara peradaban, budaya, ideologi bahkan agama.

Proses saling mempengaruhi tersebut menjadikan suatu peradaban, budaya dan agama terkontaminasi dengan unsur-unsur yang lain. Dengan senjata yang bernama media, sebuah ideologi atau budaya bisa memasuki wilayah ideologi dan budaya lain. Hal ini menimbulkan kegoncangan bagi ideologi dan budaya lain itu yang tidak sesuai karateristik sosial kulturalnya. Karena itu, era globalisasi adalah sebuah era bebas hambatan yang menghajatkan persaingan satu sama lain..

Sebagai contoh, masyarakat Indonesia mengalami kegoncangan budaya, tepatnya dekadensi moral karena kuatnya pengaruh westernisasi melanda bangsa Indonesia. Terutama kaum remaja yang telah terpengaruh oleh budaya Barat yang serba bebas. Senjata yang digunakan untuk menyebarkan budayanya adalah media, terutama televisi yang menyajikan tayangan-tayangan pergaulan bebas. Walhasil, budaya bangsa Indonesia saat ini semakin mendekati budaya barat.

Dari sisi ideologi, ia sudah mulai merangsek masuk ke dalam ideologi yang lainnya. Ideologi liberalisme dan kapitalisme sudah hampir menguasai negara-negara di dunia. Sehingga perkonomian dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh negara tertentu. Ideologi-ideologi yang merusak keutuhan agama juga sudah mulai merongrong agama-agama, bahkan Islam sekali pun. Ideologi sekularisme yang meniadakan peran agama dalam negara, Pluralisme yang meyakini bahwa semua agama sama dan benar, dan ideologi liberalisme agama yang mengkaji agama secara liberal (bebas) tanpa kaidah-kaidah yang dilakukan oleh para pakarnya, yaitu ulama.

Dalam menghadapi era globalisasi, Islam tidak pernah menutup diri. Islam adalah sebuah doktrin agama yang menghendaki pemeluknya untuk dapat hidup lebih baik dan lebih maju. Apalagi di era globalisasi, tentu Islam membuka pintu selebar-lebarnya agar pemeluknya dapat hidup dalam kemudahan dan kemodernan.

Menurut Dr. Yusuf al-Qardhawi, ada tiga sikap manusia terhadap globalisasi. Dua sikap sangat ekstrim dan satu sikap moderat. Pertama, mereka yang demikian bergairah dan semangat menyambut datangnya globalisasi. Mereka adalah orang-orang yang berenang di atas gelombangnya yang berinteraksi dengannya tanpa ada batas dan tanpa reserve. Sedangkan pada sisi lain yang terjadi adalah kebalikan yang pertama. Mereka adalah kaum yang melarikan diri dari medan pertempuran. Mereka adalah orang-orang yang tidak tahu pola pemikiran apa yang sedang berkembang. Sikap ini banyak diambil oleh orang-orang yang merasa takut untuk berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain. Golongan ini adalah golongan orang-orang yang berpegang teguh dengan semua yang berbau klasik dan tradisional dan sangat anti terhadap segala yang baru.

Sedangkan kelompok moderat, dan ini yang dipilih Qardhawi, adalah kelompok yang mewakili orang-orang yang bersikap terbuka terhadap globalisasi, namun dengan pandangan jeli dan kritis. Satu sikap seorang mukmin dan kuat yang terbuka, yang bangga dengan identitas dirinya, yang sadar akan misinya yang berpegang teguh dengan orisinilitas ajaran agamanya, yang yakin akan keuniversalannya dan yakin akan peradaban umatnya.

Demikianlah Islam, ia tidak kaku dalam menghadapi fenomena globalisasi. Ia juga tidak menerima seluruhnya tanpa adanya reserve. Islam akan menerima globalisasi apabila ia menimbulkan kemaslahatan bagi manusia. Islam memberikan kebebasan bagi pemeluknya untuk maju, makanya Rasulullah SAW mengatakan, antum alamu bi umuri dunyakum, artinya kalian lebih tahu dalam urusan dunia kalian. Hadits ini mengindikasikan bahwa Rasulullah memberikan kebebasan kepada umatnya untuk berkembang dalam urusan dunia. Pada sisi lain, Islam akan menolak globalisasi jika ia memberikan kerusakan bagi peradaban manusia dan tidak selaras dengan nilai-nilai Islam. Ringkasnya Islam akan mengantisipasi globalisasi dari segi konten, bukan dalam bentuk media/alat globalisasi seperti teknologi komunikasi dan transportasi.

Kita menyadari bahwa globalisasi adalah trend sekaligus produk sejarah yang sedang terjadi dan kita alami. Kita tidak punya kekuatan untuk menolak apalagi lari dari kenyataan sejarah ini. Yang mesti kita lakukan adalah melakukan gerakan dinamis bersama arus ini yaitu dengan menjaga diri agar tidak kehilangan kendali serta jati diri.
Menghadapi era globalisasi, sikap kaum muslimin bisa dikatakan terbagi menjadi beberapa macam: Pertama, mengikutinya secara mutlak. Mereka meyakini bahwa apa yang ada di balik globalisasi dan semua hal yang berbau westernisasi adalah sebuah standar ideal yang perlu untuk ditiru. Sikap semacam inilah yang hanya akan menenggelamkan umat islam dari peredaranya. Kedua, mereka yang menolak secara keseluruhan. Golongan inilah yang diistilahkan oleh Prof. Dr. Yusuf Qordhowi sebagai kelompok penakut. Mereka takut untuk berhadapan secara langsung dengan peradaban Barat. Hal itu dinilai tidak fair karena dianggap lari dari kenyataan yang ada. Mereka menutup pintu rapat-rapat terhadap hembusan angin globalisasi karena takut terkena debu dan polusi peradaban. Padahal sejatinya mereka membutuhkan udara. Ketiga, golongan moderat (berada ditengah-tengah). Golongan inilah yang menjadi cerminan sikap ideal seorang muslim. Mereka sadar bahwa menutup diri serta mengisolasi diri dari dunia luar hanyalah usaha yang sia-sia belaka dan tak berguna. Mereka meyakini bahwa Islam adalah agama yang selaras dengan kemajuan zaman. Allah Swt. berfirman : Dan tidaklah Kami utus kamu (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat untuk sekalian manusia

Pertanyaan selanjutnya yang mengemuka adalah tentang masa depan umat islam. Setidaknya ada dua prediksi; Pertama, pesimistik. Sikap ini muncul karena melihat realita yang ada dalam tubuh umat islam sekarang, dimana untuk ukuran perkembangan sains dan teknologi umat islam berada dalam posisi yang paling bawah dan sangat termarjinalkan. Permasalahan umat islam saat ini semakin kompleks. Terjadinya dekadensi moral, kesenjangan sosial, keterbelakangan, serta pelanggaran HAM telah begitu memprihatinkan. Inilah masalah-masalah yang sedang dihadapi umat islam. Untuk memperbaikinya umat membutuhkan waktu yang lama. Kedua, optimistik. Sikap ini didasarkan pada pengamatan sejarah, dimana kita pernah mengukir kejayaan di masa lampau. Dengan sikap yang seperti itu, mereka meyakini bahwa kemajuan peradaban akan terus berputar dan bergantian di antara manusia.

Sebagai umat islam, kita berkewajiban untuk berjuang dan menjunjung tinggi agama Islam. Ada beberapa tawaran alternatif: (1). Mengembalikan kesadaran umat islam yang selama ini tertidur. Ajaran islam harus disampaikan untuk kemaslahatan dan pencerahan manusia. (2). Bersikap inklusif terhadap budaya luar, karena sikap mengisolasi diri adalah sikap yang bertentangan dengan ajaran islam ( Al-hujrat 13). (3). Berpegang teguh pada ajaran Islam sebagai sumber inspirasi peradaban. Dan yang terpenting adalah merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
WalLhu alam bishowb.

Tujuan Maulid Apa?

Tujuan Maulid adalah untuk ingat bahwa kita harus mengikuti Nabi Muhammad SAW. Apakah benar bahwa kita masih mengikuti Nabi SAW? Kalau masih mengikuti Nabi Muhammad SAW, maka Maulid bagus. Tetapi kalau kita tidak mengikutinya, buat apa kita rayakan Maulid setiap tahun? Kalau kita TIDAK mengikuti Nabi SAW dengan baik, dan lebih suka mengikuti contoh dan perbuatan buruk dari orang KAFIR atau perbuatan SETAN, bagaimana? Apakah perlu kita bubarkan Maulid Nabi KALAU ummat Muhammad SAW lebih peduli pada contoh dari orang kafir dan setan?

Harus kita kaji lebih dalam: Apakah BENAR kita masih mengikuti Nabi Muhammad SAW atau tidak!

Kalau kita mau bicara tentang anjuran dan kewajiban bagi ummat Islam untuk mengikuti Nabi SAW, maka ada ayat-ayat penting yang perlu kita pahami.

158. Katakanlah: Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. (QS. Al-Araaf 7:158)

31. Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
32. Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. (QS. Al-Imran 3:31-32)

Selanjutnya, mari kita menganalisa perbuatan kita sehari-hari, sebagai suatu ummat, yang mengaku sebagai pengikut dari Rasulullah SAW. Mari kita coba pahami apakah kita benar-benar mengikuti dia atau tidak.

Shalat Kita?

Kalau secara teknis, insya Allah shalat kita masih 100% sama dengan Nabi Muhammad SAW. Masih dalam Bahasa Arab, gerakannya sama, masih wajib lima waktu, hitungan waktu shalat masih diambil dari posisi matahari, menghadap kiblat, dsb. Tetapi mungkin kualitasnya shalat kita berbeda dengan Nabi:

oNabi Muhammad SAW shalat dengan baik, tenang, dan khusyu.
o Sebagian dari ummatnya shalat dengan cara kurang sempurna, buru-buru, sambil memikirkan segala sesuatu.

Dan sangat disayangkan bahwa banyak sekali pengikut Muhammad SAW justru tidak melakukan shalat. Mungkin sebagian dari kita hanya hadiri Shalat Jumat saja. Mungkin hanya setahun dua kali: yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Kenapa begitu banyak orang bisa tinggalkan shalat dengan sikap tenang, tetapi masih mau dianggap sebagai pengikut Muhammad SAW? Dan mungkin sebagian dari mereka yang tidak shalat malah mau datang ke masjid untuk Maulid Nabi, tanpa rasa malu. Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita.

Dan bagaimana dengan Shalat Jumat kita? Mungkin 50% dari jemaah di sini ikuti Shalat Jumat dalam keadaan setengah sadar, atau tidur. Khatib seharusnya dipilih karena bisa bicara dengan semangat. Tetapi banyak khatib belum belajar untuk bicara di depan umum, jadi suaranya terlalu lembut, dan malah membuat jemaah tidur. (Ilmunya tidak diragukan. Hanya cara menyampaikannya.) Jemaah salah karena banyak yang abaikan ilmu yang mau diberikan oleh orang alim (mereka merasa enakan tidur). Khatib salah karena tidak berusaha untuk belajar: Bagaimana caranya berceramah dengan suara yang baik dan semangat, biar jemaah merasa tertarik dan tidak mau tidur? Sayang kalau ummat Islam tidur terus, pada saat ada orang alim yang mau berikan ilmu yang benar dan bermanfaat di dunia dan di akhirat. Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita dan cara kita melakukan shalat.

Puasa Kita?

Kalau secara teknis, insya Allah masih sama dengan Nabi Muhammad SAW. Mulai dari adzan Subuh, berakhir pada waktu Maghrib, dsb. Tetapi apakah berat badannya Nabi Muhammad SAW malah NAIK pada saat puasa? Berapa banyak dari ummat Islam yang berat badannya NAIK pada waktu bulan Ramadhan? (Dan saya pernah alami juga. Dulu, saya makan lima kali setiap malam karena takut akan lapar besok. Sekarang sudah tidak lagi begitu.)

Apakah Nabi Muhammad SAW rajin ke Tanah Abang atau ITC dan belanja banyak di tengah bulan puasa? Dan pakaian yang dibeli itu BUKAN untuk anak yatim dan fakir miskin, tetapi untuk dipakai saat pulang kampung? Apakah tujuan dari puasa pulang kampung dengan baju baru? Pusat belanja baju bisa menjadi lebih ramai daripada masjid.

Ada juga banyak yang mau melakukan umrah di saat puasa. Alhamdulillah dia mau melakukan ibadah yang baik itu. Tetapi justru ada yang batalkan puasanya, dengan alasan menjadi MUSAFIR! Ada orang lain yang pulang kampung, dan mereka juga batalkan puasa dengan alasan musafir!

Mana yang lebih utama di tengah bulan suci Ramadhan? Puasa, atau banyak jalan-jalan? Dilakukan terus-terusan setiap tahun, dan untuk umrah, tentu saja ada biaya yang cukup tinggi. Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita dan cara kita melakukan puasa di bulan Ramadhan.

Haji dan Umrah Kita?

Kalau secara teknis, insya Allah masih sama dengan Nabi Muhammad SAW. Tetapi apakah Nabi SAW naik haji setiap tahun? Dan umrah berkali-kali dalam satu tahun? Ternyata, Nabi SAW hanya melakukan haji satu kali saja. Dan hanya melakukan umrah sebagai idabah sunnah 3 kali saja (atau mungkin 4 kali).

Penjelasannya, Nabi Muhammad SAW hanya melakukan umrah 2 kali sebagai ibadah sunnah, secara sengaja dan terpisah dari Haji. Satu kali lagi, dia lakukan umrah pada saat sedang melakukan Haji, jadi tidak berangkat secara khusus dari Medina untuk umrah saja. Dan satu kali lagi Nabi SAW tidak berhasil masuk Makkah, berarti umrahnya tidak jadi. Artinya, Nabi hanya melakukan umrah 2 kali saja (secara sengaja dan terpisah dari Haji), padahal ada ribuan kesempatan. Boleh dikatakan 3 kali, kalau tambahkan umrah yang dilaksanakan saat Haji. Dan boleh dikatakan 4 kali, kalau termasuk satu kali yang gagal di mana Nabi berniat melakukan umrah, tetapi tidak berhasil masuk kota Makkah (dan itu usaha umrah yang pertama).

Jadi, boleh dikatakan Nabi SAW melakukan umrah minimum 2 kali (berangkat secara sengaja dan terpisah dari Haji), maksimum 4 kali termasuk saat Haji dan satu kali yang gagal). Padahal Nabi SAW bisa melakukan umrah ribuan kali, kalau dia mau. Ternyata, hanya 2-4 kali saja.

Uang yang dihabiskan oleh kita berapa banyak untuk melakukan ibadah-ibadah itu? Berapa puluh atau berapa ratus juta setiap tahun, untuk SETIAP ORANG yang berangkat? Apakah tidak ada orang yang lebih membutuhkannya? Misalnya, anak yatim, fakir miskin, orang yang punya hutang, orang yang perlu operasi, dsb. Apakah mereka itu SAUDARA KITA atau tidak? Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita dan cara kita utamakan kenikmatan ibadah sendiri dengan biaya yang tinggi, pada saat ada banyak saudara kita yang perlu bantuan.

Masjid Kita?

Kalau secara teknis, insya Allah masih sama dengan Nabi Muhammad SAW. Tempat bersih untuk shalat, ada tempat wudhu, menghadap kiblat, dsb. Tetapi kenapa bisa begitu mewah, sehingga menghabiskan MILYARAN RUPIAH untuk renovasi saja? Saya tidak bicarakan masjid yang sudah dibangun dari zaman dulu. Yang sudah ada, biarkanlah. Yang saya maksudkan adalah yang dibangun dan direnovasi sekarang.

Ada sebuah masjid yang cukup besar. Sedang direnovasi. Pengurus masjid pasang marmer di lantai dan tembok. Memang sangat indah tetapi kenapa sebagian dari marmernya harus diimpor dari Itali? Dan kenapa harus pakai marmer? Kenapa tidak bisa pakai UBIN berkualitas saja? Sedangkan banyak hotel bintang 5 hanya pakai ubin. Kalau hotel mewah bisa pakai ubin, kenapa masjid kita harus pakai marmer yang diimpor dari luar negeri dengan biaya yang cukup besar?

Kenapa ada juga masjid yang harus pasang kubah emas dan menggunakan barang-barang lain yang mewah di dalam masjid? Apakah Nabi Muhammad SAW akan senang melihat masjid kita? Sedangkan banyak anak yatim yang miskin, tidak bisa makan setiap hari, tidur dalam keadaan lapar, putus sekolah, menjadi pemulung, dsb.? Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan masjid kita.

SAYA MAU BERTANYA:

AKHLAK BAIK YANG DICONTOHKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW HILANG KE MANA?

Korupsi Kita

Apakah Nabi SAW pernah melakukan korupsi? Kenapa itu yang menjadi umum di sini? Ini contoh dari Nabi Muhammad SAW atau tidak? Kenapa Indonesia menjadi terkenal karena korupsinya? Bukan karena akhlak baiknya? Apakah orang asing yang kafir akan tertarik pada Islam, kalau mereka tahu tentang tingkat korupsi di sini?

Bagaimana kalau korupsi di sini nol persen? Bukannya orang barat yang kafir akan tertarik untuk tahu kenapa? Dan kita bisa menjelaskan bahwa korupsi di sini nol persen: Karena kita Muslim! Kita mengikuti NABI MUHAMMAD SAW! Bukannya mereka akan tertarik pada Islam kalau korupsi di sini nol persen?

Dan kita tidak akan perlu berdakwah ke luar negeri. Mereka akan datang ke sini, dan minta belajar dari kita karena sudah lihat contoh yang baik dari kita. Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita dan cara ummatnya melakukan korupsi setiap hari.

Ada Banyak Kemiskinan, Tetapi Banyak Pemimpin Kita Kaya

Mayoritas dari penduduk Indonesia adalah Muslim. Mayoritas dari penduduk yang Muslim itu juga MISKIN. Tetapi banyak sekali pemimpin agama, pemimpin daerah, pemimpin organisasi, pemimpin partai politik dan pemimpin negara justru KAYA sekali. Kenapa bisa begitu? Contoh dari Nabi SAW apa? Hidup dalam keadaan kaya raya, dan utamakan kenikmatan hidup bagi diri sendiri? Atau manfaatkan uang dari Allah untuk berjuang di jalan Allah?

Uang itu adalah titipan dari Allah, dan bukan milik kita. Tetapi kita merasa uang itu didapatkan karena kehebatan kita sendiri, bukan karena Allah memberikannya kepada kita. Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita.

Anak Yatim

Banyak dari ummat Islam yang kaya, tetapi mayoritas dari anak yatim adalah orang miskin, dan masih banyak yang tidak diurus. Sepertinya banyak dari ummat Islam hanya ingat pada anak yatim di bulan puasa saja. Apakah anak yatim hanya makan dalam satu bulan setiap tahun? Bukannya mereka juga perlu makan setiap hari, sepanjang tahun? Kenapa kita hanya mau ingat pada mereka pada satu bulan saja?

Alangkah baiknya bila para pemimpin kita bisa memberikan contoh yang jelas. Bayangkan apa yang akan terjadi kalau Presiden kita mengadakan santunan anak yatim setiap minggu di Istana Negara! Pasti akan luar biasa! Dan setiap Menteri, Sekjen, Dirjen, Gubenur, Walikota, Bupati, Camat, dan lain-lain bisa diajak mengikuti contoh itu juga.

Dan kalau ada yang merasa terlalu sibuk untuk membuat santunan rutin setiap minggu, ada juga cara yang lain. Misalnya, setiap kali seorang pemimpin atau pejabat negara diundang untuk acara makan malam (berarti ada katering, dan makanannya pasti banyak sekali), bisa juga wajib undang anak yatim. Satu, dua, atau tiga anak saja sudah cukup (biar mudah diatur, tetapi mengajak lebih juga boleh). Dan mereka juga bisa foto bersama, dikasih makanan, dikasih santunan, dan diberikan semangat dan motivasi untuk belajar dengan baik dan menjadi orang sukses. Insya Allah seluruh negara akan terpancing untuk lebih peduli pada anak yatim kalau semua pemimpin kita memberikan contoh tersebut.

Bayangkan kalau Presiden Obama datang ke sini, diajak makan, dan selalu ada anak yatim di sebelahnya. Mungkin dia akan bingung dan akan bertanya kenapa selalu ada anak kecil yang hadir dalam acara makan. Lalu bagaimana kalau kita jelaskan alasannya, dan ternyata dia suka contoh ini. Kemudian dia kembali ke Amerika dan melakukan hal yang sama di sana! Dan dia juga wajibkan hal yang sama untuk para menteri di sana. Dan para pemimpin dunia melihat contoh itu dari Obama, dan mereka juga melakukannya di negara mereka masing-masing. Seluruh dunia mulai mengajak anak yatim makan bersama, karena dapat contoh dari para pemimpin di Indonesia.

Bisa bayangkan? Kira-kira bagaimana perasaan Allah terhadap kita semua bila seluruh dunia berubah dan menjadi sayang terhadap anak yatim karena kita kasih contoh tersebut? Seluruh dunia bisa berubah dalam sekejap, hanya karena ada contoh kecil dari kita.

Sayangnya, banyak sekali dari pemimpin kita masih lebih peduli pada deposito mereka daripada anak yatim, dan hanya ingat pada anak yatim sewaktu-waktu saja (biasanya di bulan puasa). Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita.

Ummat yang Merokok

Survei menyatakan bahwa 80-90 persen dari pria di Indonesia merokok, dan tentu saja mayoritas dari mereka adalah Muslim. Apakah Nabi Muhammad SAW juga merokok? Apakah ini Sunnah Nabi atau tidak? Ini sudah jelas MUBAZIR. Ini membuat ummat Islam menjadi lemah dan tidak sehat. Banyak bapak wafat dengan cepat dari berbagai macam penyakit dan kanker. Tidak ada yang dapat umur yang lebih panjang karena merokok. Anak dan keluarga tidak diutamakan.

Kompas melaporkan bahwa rokok membakar 330 MILYAR Rupiah PER HARI di Indonesia. Dan itu berarti 120 TRILLION Rupiah per TAHUN untuk merokok!!! Ulama kita jarang membahas ini dalam ceramah, dan tidak pernah dalam Khutbah Jumat (dari pengalaman saya). Malah banyak Ustadz dan Kyai yang memberikan contoh yang buruk dengan merokok sendiri. 120 Trillion Rupiah dibakar dengan sia-sia. SETIAP TAHUN. Dan anak yatim masih banyak yang lapar! Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita.

Kalau ada teman atau saudara yang merokok, bicara dengan dia secara baik, dan ajak dia berhenti. Mungkin salah satu caranya begini: berikan dia tasbih kecil. Setiap kali dia mau merokok, suruh dia berdzikir kepada Allah, dan mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan. Baca Alhamdulillah terus. Dalam waktu 20 minit, kalau mau merokok lagi, berdzikir lagi, dan sekaligus mohon bantuan kepada Allah untuk berhenti merokok.

Pada saat yang sama, coba mengurangi frekuensi rokok secara bertahap. Misalnya, sekarang 30 batang perhari. Mulai minggu depan, dikurangi menjadi hanya 20 batang per hari (dan juga harus berdoa dan mohon bantuan Allah). Minggu berikut, 15 batang per hari. Yang berikut, 10 batang perhari, dan seterusnya, hingga menjadi hanya 1 batang per hari. Lalu satu batang per 2 hari. Satu batang per minggu, dan sebagainya. Dan setiap kali ada keinginan untuk merokok, coba hilangkan niat itu dengan berdzikir saja, dan baca Alhamdulillah, dan mohon bantuan dari Allah untuk berhenti merokok. Insya Allah bisa berhasil dengan cepat.

Muallaf Yang Tidak Diurus

Tidak ada sistem atau yayasan formal yang tangani muallaf se-Indonesia. Padahal jumlah muallaf bertambah terus setiap hari. Dibutuhkan yayasan atau organisasi yang bisa menyebarkan nama-nama Ustadz dan Kyai di setiap kecamatan, di seluruh Indonesia yang bisa menerima dan membimbing muallaf dalam agama.

Muallaf itu sering bingung dan malu karena merasa bodoh. Mereka tidak bisa datang ke masjid and ketok di pintu. Tetapi ulama tidak kompak dan serius untuk tangani muallaf secara resmi, sehingga banyak dari mereka yang menjadi goyang. Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita dan cara kita tidak memperhatikan kebutuhan muallaf.

Anak Dipukul Karena Salah Baca Al Quran?

Di sebagian pesantren, anak yang salah baca ayat kena pukulan. Apakah supaya dia belajar apa yang benar dan salah? Apakah Nabi SAW juga memukul sahabat pada saat mereka belajar Al Quran? Apakah Nabi SAW termasuk orang yang suka memukul muridnya?

Dijelaskan dalam sebuah hadiths, bahwa Allah memberikan dua pahala buat orang yang tidak lancar dalam membaca ayat Al Quran, dan hanya satu pahala buat yang lancar. Allah memberikan dua pahala, sedangkan sebagian Ustadz di Indonesia kasih pukulan. Apakah ini contoh dari Nabi SAW? Tidak. Karena Nabi SAW tidak pernah memukul.

Rasulullah SAW tidak pernah memukul dengan tangannya, baik terhadap isteri maupun terhadap pelayannya, kecuali dia berjihad di jalan Allah. (Sahih Muslim, Nomor 4296)

Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita.

Menjadi Negara Maju?

Orang barat yang kafir bisa menciptakan negara maju. Kenapa kita tidak bisa? Kenapa menjadi negara berkembang terus? Bukannya Allah berada di sisi kita? Bukannya doa kita yang paling cepat diterima dan dikabulkan oleh Allah? Kenapa orang barat yang kafir bisa membuat negara maju yang bebas korupsi? Kenapa orang barat yang kafir bisa membuat sistem pendidikan yang lebih baik? Kenapa orang barat yang kafir bisa membuat sistem kesejahteraan yang menjadi suatu jaminan sosial bagi rakyat? Kenapa kita selalu kalah kalau dibandingkan dengan orang barat yang kafir dalam hampir semua bidang? Kesalahan kita di mana?

Mungkin karena terlalu banyak dari kita yang tidak peduli pada contoh mulia yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan oleh karena itu kita masih belum bisa menciptakan negara maju. Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita.

Sekarang Saatnya Untuk Utamakan Managemen Masjid

Masjid bisa berubah menjadi pusat masyarakat. Setiap masjid besar bisa membuat perpustakaan, supaya anak Muslim bisa IQRA daripada nonton sinetron. Setelah sekolah selesai, anak muda bisa datang ke masjid, pinjam buku, dan duduk di situ untuk membaca dan belajar. Kedatangan ratusan anak muda setiap hari akan membuat masjid ramai, dan akan mengikat hati mereka terhadap masjid juga, insya Allah.

Masjid besar juga bisa membuat Dapur Umum dan kita bisa ajak orang kaya untuk menyumbang uangnya supaya orang miskin bisa datang dan makan di situ setiap hari. Contohnya, dimasak makanan untuk 200 orang saja, untuk makan siang saja. Cukup nasi, telor, tempe. Dan orang miskin bisa datang dan antrian (karena hanya boleh makan di situ). Setelah makanan sudah habis, yang lain akan ditolak, dan disuruh kembali besok. Minimal ada 200 orang yang dapat makanan di situ, dan mereka akan merasa bahwa pengurus masjid dan ummat Islam peduli pada orang miskin. (Kalau sekarang, jumlah orang miskin yang berhasil dapat makanan di masjid setiap hari berapa?)

Masjid besar bisa membuat BMT, yaitu Baitul Maal wat Tamwil (Bank Syariah Mikro Kredit) supaya orang miskin ada tempat untuk pinjam 500 ribu, atau 1 juta saja. Bisa dibuat secara mudah dan sederhana, contoh sudah ada banyak, dan orang dengan kemampuan untuk menjalankan sistem itu sudah banyak juga.

Kita perlu berfikir secara kreatif tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan masjid-masjid kita supaya menjadi suatu pusat bagi masyarakat, dan tidak hanya tempat untuk shalat dan pesta perkawinan saja, yang lebih sering kosong daripada ramai.

Mungkin Nabi Muhammad SAW akan menangis setiap hari kalau bisa menyaksikan kita karena kita belum mau menggunakan masjid kita untuk mensejahterahkan ummat Islam.

Masih Ada Harapan Untuk Masa Depan:

Tetapi masih ada harapan bahwa keadaan ummat Islam bisa menjadi lebih baik. Semuanya tergantung pada diri kita. Ayat di bawah ini sudah sering dibacakan di mana-mana, tetapi kita tidak mewujudkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari:

11. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Rad 13:11)

Kita bisa mengubah bangsa ini. Dan kita harus mau melakukannya. Kita tidak boleh diam saja terus dan berharap bangsa ini akan berubah. Kita harus ambil tindakan yang nyata. Salah satu hal yang perlu kita perhatikan adalah pendidikan.

Pendidikan untuk ummat Islam dan anak bangsa harus kreatif, maju dan moderen. Bukan asal nurut dengan guru seperti di zaman dulu.

Nabi tidak berpesan agar ummatnya harus bodoh dan takut mengritik guru yang salah. Nabi tidak berpesan agar ummatnya harus menjadi takut mengritik kebijakan pemerintah yang tidak baik. Dan kalau kita yang dewasa selalu takut untuk terima kritikan dari anak-anak kita, dan siswa kita di sekolah, dan para santri kita di pesantren, maka bangsa ini tidak akan bisa maju. Itu disebabkan kita yang dewasa selalu mau benar sendiri dan tidak mau terima masukan dari anak-anak muda, padahal mungkin saja Allah berikan petunjuk kepada mereka, padahal belum dikasih kepada kita.

Saya sangat suka ayat di bawah ini, dan saya yakin bahwa ayat ini merupakan jaminan dari Allah kepada kita semua:

96. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, PASTILAH Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS. Al Araf 7.96)

Mari kita berfikir tentang berapa banyak dari kita yang tidak peduli pada contoh mulia Nabi Muhammad SAW. Mari kita berfikir tentang bagaimana kita bisa menjadi suatu ummat yang beriman dan bertakwa supaya rahmat Allah dilimpahkan di atas kita semua. Mari kita bersatu dan saling membantu, untuk memajukan negara ini. Jangan sampai kita mencapai Maulid Nabi tahun depan, dan semua yang kita bicarakan malam ini belum berubah.

Saya yakin bahwa Indonesia bisa menjadi negara nomor satu di dunia. Dengan ummat Islam yang menjadi contoh yang paling baik dan paling mulia bagi semua. Nanti, insya Allah, orang Amerika akan datang kepada kita dan minta pinjam uang karena uang kita paling banyak. Orang Jepang akan datang kepada kita dan minta teknologi dari kita karena teknologi kita paling maju. Dan orang barat akan mau sekolahkan anak mereka di sini, karena sistem pendidikan di sini adalah yang paling baik di dunia.

Semua itu bisa terwujud. Allah bisa turunkan milyaran malaikat untuk mendoakan kita dan membantu kita, kalau Dia mau. Tetapi kita harus mau berubah. Kita sudah dikasih contoh yang paling baik dan paling bagus dalam bentuk Nabi Muhammad SAW dan Allah sudah perintahkan kita untuk:

berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nyadan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk!!!(QS. Al-Araaf 7:158)

Saya merasa yakin bahwa negara ini bisa berubah. Cukup kita kembali kepada contoh Nabi SAW dengan sungguh-sungguh, dan mewujudkan akhlak mulianya di dalam kehidupan kita setiap hari.

Semoga kita bisa berubah, dan kalau kita bisa, Nabi Muhammad SAW TIDAK AKAN MENANGIS kalau bisa menyaksikan kita. Semoga Nabi SAW malah akan menyaksikan kita dan akan MERASA BANGGA bahwa kita selalu mau berusaha untuk memperbaiki diri dan selalu kembali kepada contohnya. Dan dia malah akan bersyukur kepada Allah SWT bahwa ummatnya masih benar-benar MENGIKUTI DIA.

Allah berharap kita bisa berubah. Para malaikat berharap kita bisa berubah. Dan Nabi Muhammad SAW berharap kita bisa berubah. Jadi, mari kita mengubah diri kita dan mengubah ummat Islam. Mulai dari sekarang.

Semoga bermanfaat.

Wa billahi taufiq wal hidayah,

wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Leave a Reply