Pidato1 : PIDATO

PIDATO

Haryani

NIM. 41032121092016

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA

BANDUNG

2012

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kegiatan menulis merupakan hal yang penting dan sangat diperlukan dalam kehidupan, apalagi bagi kalangan pelajar. Pada kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia SD, salah satu keterampilan menulis adalah menulis naskah pidato dengan baik dan benar.

Oleh karena itu, agar siswa dapat menulis naskah pidato dengan baik, siswa diharapkan dapat mengetahui pengetahuan tentang apa itu naskah pidato dan diperlukan sebuah proses pembelajaran yang baik dan tidak membuat siswa jenuh.

Pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang belum mengetahui tentang tata cara penulisan naskah pidato yang baik dan benar.

Menulis naskah pidato pada hakikatnya adalah menuangkan gagasan kedalam bentuk bahasa tulis yang siap dilisankan. Untuk mempermudah penelitian ini, tentunya diperlukan batasan-batasan masalah dalam penelitian ini, diantaranya :

Kelengkapan naskah pidato,. Menyusun kerangka pidato

Kesesuaian isi dengan tema, menetapkan tema dan tujuan pidato

Bahasa Pidato

Dari uraian di atas, permasalahan-permasalahan yang dapat diidentifikasi yang berkaitan dengan judul dan dirumuskan kedalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :

Bagaimana Bagian kelengkapan naskah pidato?

Bagaimana kesesuaian isi dengan tema naskah pidato

Bagaimana Bahasa naskah pidato yang dibuat oleh

1.2 Tujuan

Adapun tujuan pembelajaran menulis pidato adalah untuk mendeskripsikan data-data empirik tentang jenis kalimat dan variasi pola kalimat dalam karangan yang tepat sesuai dengan rumusan di atas.

BAB II

PEMBAHASAN

Definisi / Pengertian Pidato

Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. (Bahasa Indonesia, ragam karya ilmiah : 2001).

Pidato adalah suatu bentuk perbuatan berbicara di depan umum atau orang dalam situasi tertentu, untuk tujuan tertentu dan kepada pendengar yang tertentu pula. (Cermat berbahasa Indonesia : 2008).

Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.

Metode pidato

1. Serta merta (dadakan)

2. Menghapal

3. Naskah

4. Ekstemporan

Persiapan-persiapan pidato :

1. Menetapkan dan menyampaikan tema

2. Menetapkan tujuan pidato

3. Menganalisis pendengar dan suasana

4. Mempersiapkan bahan

5. Menyusun out line (kerangka)

6. Melatih dengan suara nyaring

Kerangka umum pidato

1. Pembukaan biasanya terdiri dari salam, ucapan, syukur, ucapan terima kasih, tujuan

2. Isi biasanya terdiri dari gagasan-gagasan yang hendak dicapai

3. Penutup terdiri dari simpulan, ajakan, harapan, permintaan maaf, salam penutup.

4. Penutup terdiri dari simpulan, ajakan, harapan, permintaan maaf, salam penutup.

Tujuan Pidato

Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini :

1. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela.

2. Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.

3. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.

Jenis-Jenis / Macam-Macam / Sifat-Sifat Pidato

Berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi :

1. Pidato Pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc.

2. Pidato pengarahan adalah pdato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.

3. Pidato Sambutan, yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.

4. Pidato Peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.

5. Pidato Laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.

6. Pidato Pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggung jawaban.

Metode Pidato

Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidatu di depan umum :

1. Metode menghapal, yaitu membuat suatu rencana pidato lalu

menghapalkannya kata per kata.

2. Metode serta merta, yakni membawakan pidato tanpa persiapan dan

hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan. Biasanya dalam

keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan tehnik serta merta.

3. Metode naskah, yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang

telah dibuat sebelumnya dan umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi.

Persiapan Pidato

Sebelum memberikan pidato di depan umum, ada baiknya untuk melakukan

persiapan berikut ini :

1. Wawasan pendengar pidato secara umum

2. Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan

3. Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti.

4. Mengetahui jenis pidato dan tema acara.

5. Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato, dsb.

Kerangka Susunan Pidato

Skema susunan suatu pidato yang baik :

1. Pembukaan dengan salam pembuka

2. Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi

3. Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud, tujuan, sasaran, rencana

langkah, dll.

4. Penutup (kesimpulan, harapan, pesan, salam penutup, dll)

Contoh Pidato

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya cintai.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul bersama guna mengadakan acara perpisahan sekolah.

Para hadirin yang saya hormati, ijinkan saya mewakili teman-teman untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka perpisahan ini.

Selama bersekolah, kami sebagai siswa sangat bangga dan berterima kasih dengan semua guru yang telah mengajar di sekolah ini, yang dengan sangat baik, tidak pernah pilih kasih dalam mendidik, sangat sabar dan tidak kenal lelah dalam membimbing kami. Berkat jerih payah semua guru, kami pun dapat lulus dari SMP ini.

Mudah-mudahan semua guru yang bertugas mengajar di sekolah ini dapat diberikan kesehatan yang baik dan diberi kebahagiaan selalu.

Juga untuk teman2 semua. Sungguh berat rasanya berpisah dengan kalian semua, karena kita sudah bersama2 selama 3 tahun ini. Tapi tetap saya juga mendoakan teman2 semua dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, baik ke SMA, ke SMK, ke STM maupun institusi pendidikan lainnya untuk dapat mencapai cita2 yang selama ini diangan2kan.

Akhir kata, saya mau mengucapkan sukses selalu buat teman2, doa saya menyertai teman2 semua…

Naskah Pidato

Penulisan naskah pidato

Menulis naskah pidato pada hakikatnya adalah menuangkan gagasan kedalam bentuk bahasa tulis yang siap dilisankan. Pilihan kosakata, kalimat dan paragraf dalam menulis sebuah pidato sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan kegiatan menulis naskah yang lain . Situasi resmi atau kurang resmi akan menentukan kosakata dalam menulis.

( Cermat Berbahasa Indonesia , 2009: 229)

Penyuntingan naskah pidato

Seperti halnya naskah makalah atau artikel, naskah pidato pun perlu disunting. Melalui penyuntingan itu, naskah pidato itu diharapkan akan menjadi lebih sempurna. Apa yang disunting? Yang disunting adalah isi, bahasa dan pernalaran dalam naskah pidato itu. Isinya dicermati kembali apakah telah sesuai dengan tujuan pidato, sesuai dengan calon pendengar, dan sesuai dengan kegiatan yang digelar. Selain itu isinya juga dipastikan apakah benar, representatif, dan mengandung informasi yang relevan dengan konteks pidato. Kemudian, penyuntingan terhadap bahasa diarahkan kepada pilihan kosakata, kalimat, dan paragraf. Ketepan pilihan kata, kalimat dan satuan-satuan gagasan dalam paragraf menjadi perhatian utama.

Lalu, penalaran dalam naskah pidato juga disunting untuk memastikan apakah isi dalam naskah pidato telah dikembangkan dengan menggunakan penalaran yang tepat, misalnya dengan pola induktif, deduktif atau campuran. Pola deduktif adalah kalimat topik pada awal paragraf, pola induktif adalah kalimat topik diakhir paragraf, sedangkan pola campuran adalah gabungan dari keduanya.

Penyempurnaan naskah pidato

Penyempurnaan aspek bahasa dilakukan dengan mengganti kosakata yang lebih tepat dan menyempurnakan kalimat dengan memperbaiki koherensi dan kohesi paragraf. Maksudnya disini harus diperhatikan :

(1) Syarat-syarat Paragraf

Paragraf yang baik harus memiliki dua ketentuan, yaitu kesatuan paragraf dan kepaduan paragraf.

(2) Pembagian paragraf menurut jenisnya

Dalam sebuah naskah pidato (komposisi) biasanya trdapat tiga macam paragraf jika dilihat dari segi jenisnya, yaitu Paragraf pembuka, Paragraf pengembang, dan paragraf penutup.

(3) Tanda paragraf

Sebuah paragraf dapat ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira dua senti meter.

(4) Rangka atau struktur sebuah paragraf

Rangka atau struktur sebuah paragraf terdiri atas sebuah kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas.

(6) Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif

Paragraf yang meletakan kalimat topik pada awal paragraf disebut paragraf deduktif, sedangkan paragraf yang meletakan kalimat topik diakhir paragraf disebut paragraf induktif.

(7) Pengembangan paragraf

Dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu dengan menggunakan ilustrasi atau dengan menggunakan analisis.

(8) Membagi paragraf menurut teknik pemaparannya

paragraf menurut teknik pemaparannya dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu deskriptif, ekspositoris, argumentatif dan naratif.

Jadi, Untuk penyempurnaan naskah pidato itu penambahan kalimat, penyempurnaan kalimat atau penghilang kalimat perlu dilakukan. Terutama dengan banyk menggunakan kalimat kalimat yang efektif. Kalimat efektif ialah kalimat yang disusun secara singkat, tetapi mempunyai daya informasi yang tepat sehingga secara tepat pula mewakili gagasan atau peranan pembicara/ penulis. Dari batasan itu terkandung kehematan misalnya penggunaan kata yang memang benar-benar diperlukan. Di samping itu, kalimat efektif sanggup menimbulkan efek atau hasil yang diharapkan karena memiliki daya informasi yang tepat. Dengan demikian, kalimat efektif mampu menciptakan komunikasi yang baik dalam arti penyampaian dan penerimaan informasi itu berlangsung dengan sempurna. (Bahasa Indonesia, ragam karya ilmiah : 2001).

 

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikankepada orang banyak dengan mengandalkan kemampuan bahasa sebagai alatnya.

Fungsi Pidato antara lain: mempengaruhi orang lain, menyampaikaninformasi dan atau suatu pemahaman, menghibur, mendidik, propaganda, penyambung lidah seseorang.

Jenis-Jenis Pidato

Berdasarkan  sifat dan isi Pidato, jenis-jenis Pidato dibedakan atas: Pidato Pembukaan, Pidato Pengarahan, Pidato Sambutan, Pidato Peresmian,Pidato Laporan, dan Pidato Pertanggungjawaban, Berdasarkan ada tidaknya persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pidato, jenis-jenis pidato dibedakan atas: Pidato Impromptu (serta merta),Pidato Manuskrip, Pidato Memoriter, dan Pidato Ekstemporan. Berdasarkan tujuan pokok pidato yang disampaikan, jenis-jenis pidatodibedakan atas: Pidato Informatif, Pidato Persuasif, dan Pidato Rekreatif.

Kerangka Susunan Pidato adalah pembukaan dengan salam pembuka, pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi, Isi atau materi pidato secarasistematis : maksud, tujuan, sasaran, rencana, langkah, dll, penutup(kesimpulan, harapan, pesan, salam penutup, dll)

Kriteria topik yang baik sebagai berikut: topik harus sesuai dengan latar  belakang pengetahuan pembicara, menarik minat pembicara, menarik minat pendengar, sesuai dengan pengetahuan pendengar, jelas ruang lingkup dan pembatasannya, sesuai dengan waktu dan situasi, ditunjang dengan bahanyang lain.

Dalam merumuskan judul pidato sebaiknya harus memenuhi tiga syarat,yaitu: relevan, propokatif, dan singkat

Teknik Mengembangkan Pokok Bahasan dalam Berpidato ada enam macam yakni:penjelasan Contoh , Analogi, Testimoni, Statistik,Perulangan.

Dalam menyusun sebuah pidato dan mengurutkan gagasan utama dan penjelas yang disebut Organisasi pesan dapat mengikuti enam macamurutan (sequence), yaitu: deduktif, induktif kronologis,logis,spasial, dantopikal.

Dalam penyampaian pesan pidato, pesan harus sejalan dengan urutan proses berfikir manusia yakni disebut sebagai, motivated sequence

(urutan bermotif) yang terdiri atas lima urutan yakni  perhatian (attention),kebutuhan (needs), pemuasan (satisfaction), visualisasi (visualization), dantindakan (action).

Dalam melakukan pidato sebaiknya mengadakan persiapan antara lainseperti: Mengetahui wawasan pendengar pidato secara umum, mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan, menyusun kata-katayang mudah dipahami dan dimengerti, mengetahui jenis pidato dan temaacara, menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato, dsb.11.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Berpidato diantaranya : berbusana yang sopan dengan melihat situasi, macam latar belakang pendengarnya,acara yang akan disuguhkan panitia; pergunakan bahasa yang sopan dankomunikatif sesuai dengan tingkat bahasa pendengarnya; materi pidatoharus sesuai dengan yang diinginkan pendengar; penampilan harus denganrasa percaya diri, tidak minder rendah diri, takut, bingung atau grogi.

Incoming search terms:

  • conto sambutan singkat dengan pilihan situasi
  • contoh pidato bahasa jawa yang mengandung unsur pembuka salam pembuka isi kesimpulan harapan salam penutup
  • contoh pidato yang mengandung unsur induktif deduktif
  • contoh pidato yg memiliki kalimat tidak efektif
  • contoh teks pidato dan struktur nya
  • paragraf menulis pidato
loading...

Leave a Reply