Naskah Pidato 1 : Selamat Pagi, Dan Salam Sejahtera Untuk

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatush,

Selamat pagi, dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Pak Soenaryo selaku pengajar, dan teman-teman semua yang saya banggakan.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk berkumpul bersama. Pada kesempatan kali ini saya akan membacakan sebuah pidato yang berjudul Cacat Bukan Lagi Halangan.

Teman-temanku sekalian,

Menyadari betapa pentingnya arti kehidupan ini, betapa pentingnya kelengkapan fisik dan mental yang kita punya, dan juga betapa sulitnya menjalani kehidupan bagi si penderita cacat. Di dunia ini, banyak sekali orang yang mengalami kecacatan. Baik merupakan cacat fisik maupun cacat mental. Ada yang tidak bisa mendengar (Tuna Rungu), tidak bisa melihat (Tuna Netra), ataupun yang tidak bisa berbicara (Tuna Wicara), dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya paparkan satu persatu. Jadi, seharusnya kita perlu bersyukur kepada-Nya karena kita masih diberi kelengkapan, baik fisik maupun mental. Karena bisa saja terjadi sesuatu kepada kita yang menyebabkan kita kehilangan kaki atau tangan kita (Tuna Daksa). Hidup ini tidak bisa ditebak, kadang di atas, kadang di bawah. Kadang senang kadang sedih. Kadang lengkap kadang pula kurang. Maka dari itu kita tidak boleh meremehkan apalagi menjauhi mereka yang menyandang cacat. Kita harus berusaha berempati kepada mereka. Coba kita bayangkan. Bagaimana kalau anak kita nanti mengalami keterbelakangan mental. Bagaimana kalau dia terus dihina dan menyebabkan dia begitu terpukul. Pasti itu akan sangat menyayat hati kita sebagai orang tua. Begitu pula dengan penyandang cacat dia pasti akan sedih bila terus dihina dan dijauhi. Saya terkadang berfikir dengan mereka yang selalu memandang sebelah mata si penyandang cacat. Apakah mereka semua tidak puas melihat kekurangan para penyandang cacat. Atau mungkin mata hatinya sudah tertutup. Mereka yang menghina sebetulnya tidak lebih baik dari mereka yang dihina.

Jadi, jangan pernah menjauhi mereka yang kekurangan. Kalau bisa, kita harus memberinya motivasi dan semangat agar dia tidak putus asa akan kekurangannya dan akan terus menatap masa depanya.

Maka dari itu, kita dapat simpulkan bahwa dengan semangat mereka akan lebih maju. Dan hanya dengan dorongan, motivasi, dan kasih sayang kita lah mereka bisa mendapatkannya. Dengan semua itu, sayap yang patah bisa berangsur pulih, dan jagalah terus sayap tsb agar ia terus bersinar. Jadi, sekarang Cacat Bukan Lagi Halangan.

Sekian pidato dari saya. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan di hati teman-teman sekalian.

Akhir kata.

Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahamtullahi wabarakatu.

3

3

Leave a Reply