Pidato : Bertemakan Meningkatkan Minat Baca Siswa

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang saya hormati bapak/ibu dewan juri di smp negeri 3 teluk kuantan , Bapak / ibu guru yang hadir disini. Dan yang saya sayangi teman-teman sekalian. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan dan keselamatan sehingga kita dapat hadir di ruangan ini untuk mengikuti lomba pidato yang bertemakan meningkatkan minat membaca siswa.

Para hadirin yang saya hormati. Buku adalah jendela dunia, dengan membaca kita bisa menjelajah dunia. Namun sayangnya, semboyan tersebut hanya dipergunakan sebagai penghias semata. Pada kenyataannya, minat baca pada kalangan anak masih memiliki tingkat kesadaran yang rendah. Tetapi, sebenarnya membaca memiliki banyak sekali manfaat. Ada 10 keuntungan dari membaca,  Pertama, kita terhindar dari kebodohan. Kedua, kita bisa meningkatkan konsentrasi. Ketiga, kita bisa menjadi tahu akan sesuatu hal yang semula belum tahu sama sekali. Keempat, kita dapat mengembangkan kefasihan bertutur kata. Kelima, kita dapat mengungkapkan sesuatu secara lisan dengan mudah. Keenam, kita dapat mengeksplorasi dan mengembangkan materi yang ingin kita ungkapkan. Ketujuh, kita dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain . Kedelapan, kita bisa membangun Negara. Kesembilan, kita bisa mengetahui kronologi suatu peristiwa. Kesepuluh, kita bisa menghilangkan stress. Dari keuntungan keuntungan tersebut dapat disimpulkan bahwa membaca itu penting, karena dengan membaca kita dapat memperoleh informasi atau ilmu pengetahuan yang tidak hanya bermanfaat bagi kita namun bagi orang lain pula.

Hadirin yang berbahagia. Setelah mengetahui pentingnya membaca, alangkah baik apabila kita meningkatkan minat kita terhadap kegiatan tersebut. Namun ketertarikan terhadap membaca bukanlah hal yang dapat timbul secara tiba-tiba. Tetapi membutuhkan waktu dan latihan secara terus-menerus. Oleh karena itu minat membaca ini harus diawali sejak dini, agar kita terbiasa dan tentu saja memperoleh manfaat yang besar pula.

Bila berbicara masalah mengembangkan minat baca pada siswa, salah satu pihak yang berperan aktif ialah pemerintah. Karena pemerintah juga mempunyai tugas mencerdaskan anak bangsa agar terwujudnya Negara yang maju serta dapat bersaing dengan Negara-negara maju lainnya.  Banyak sekali program-program yang bisa ditempuh pemerintah agar meningkatkan minat membaca, yaitu :

1.      Program perpustakaan keliling hingga ke daerah pelosok.

2.      Pembenahan perpustakaan kota beserta perpustakaan sekolah dengan fasilitas yang bagus, memadai dan pastinya menyediakan pustakawan yang ramah.

3.      Memberikan buku gratis.

4.      Mengadakan lomba yang berhubungan dengan membaca.

5.      Mempromosikan gerak gemar membaca di lingkungan sekolah atau memasangkan gerakan tersebut berupa slogan dan baliho di jalan raya.

6.      Menyediakan stand tempat baca koran di sudut-sudut kota.

7.      Memberikan penyuluhan kepada orang tua bahwa pentingnya belajar membaca kepada anak sejak dini melalui media.

Para hadirin yang saya hormati. Banyak cara untuk meningkatkan minat membaca bagi kita. Pertama, ciptakan suasana yang nyaman saat membaca. Yang perlu diperhatikan suasana kenyamanan membaca ialah mengatur jarak membaca minimal 30 cm, tidak dalam posisi tidur, dan carilah tempat membaca dengan sumber penerangan yang baik. Kedua lakukan secara bertahap. Misalnya dari selembar artikel, bertahap ke buku yang tipis hingga buku yang tebal. Selanjutnya cermati apa yang kita baca agar dapat diterima ilmunya secara maksimal. Dan yang terakhir, sampaikan apa yang kita baca kepada orang lain agar lebih bermanfaat. Namun kita harus tahu waktu dan tempat serta situasi agar orang yang kita ajak bicara tidak tersinggung.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan membaca sebagai sebuah rutinitas dan menyebabkan membaca menjadi sebuah kebiasaan atau bahkan kebutuhan. Maka kita akan merasakan manfaat-manfaat yang besar, yang timbul karena kegiatan membaca tersebut.

Hadirin yang berbahagia. Demikianlah pidato dari saya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan tak lupa pula saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati anda. Saya akhiri dengan Wassalamualaikum Wr. Wb

Assalamualaikum wr.wb

Yang terhormat Bapak/Ibu Guru penguji, tidak lupa teman teman yang saya sayangi. Terlebih dahulu marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita , sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul Pentingnya Pendidikan Karakter Untuk Menanggulangi Kebodohan Yang Masih Melingkari Kehidupan Bangsa.

Sebagai bangsa yang pernah hidup dalam penjajahan yang berabad-abad lamanya, para pendiri bangsa ini menyadari betul bahwa kebodohan masih melingkari kehidupan bangsa ini. Sehingga salah satu tujuan dan cita-cita luhur bangsa saat di bentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah  mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sejarah memberikan pelajaran yang amat berharga, betapa perbedaan, pertentangan, dan pertukaran pikiran itulah sesungguhnya yang mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan. Melalui perdebatan tersebut kita banyak belajar, bagaimana toleransi dan keterbukaan para Pendiri Republik ini dalam menerima pendapat, dan berbagai kritik saat itu. Melalui pertukaran pikiran itu kita juga bisa mencermati, betapa kuat keinginan para pemimpin bangsa itu untuk bersatu di dalam satu identitas kebangsaan, sehingga perbedaan-perbedaan tidak menjadi persoalan bagi mereka.

Secara umun dapat kita ketahui bahwa pendidikan sendiri mempunyai makna. Yaitu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pendidikan yang diharapkan adalah pendidikan yang berkualitas dan bisa menjangkau segenap rakyat Indonesia. Bila ini direalisasikan, salah satu tujuan bangsa Indonesia yang tercantum di pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa akan tercapai. Kehidupan bangsa yang cerdas ini haruslah meliputi segenap rakyat tanpa memandang kemampuan ekonominya. Rakyat yang kurang mampu secara ekonomi pun juga bisa cerdas karena bisa mengakses pendidikan berkualitas yang disediakan pemerintah.

Terkait dengan kecerdasan ganda, kita mengenal bahwa kecerdasan meliputi empat pilar kecerdasan yang saling kait mengait, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual,  kecerdasan emosional, dan  kecerdasan sosial.

Pendidikan karakter merupakan hal penting yang berkaitan dengan kecerdasan ganda. Pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, karena merupakan bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa.

Oleh karena itu, nilai-nilai pendidikan karakter penting ditanamkan pada siswa, selain mengajarkan aspek kognitif. Ada empat tujuan utama dilaksanakannya pendidikan karakter, yaitu mencerdaskan para siswa dengan ilmu pengetahuan, mampu berpikir logis, kritis, dan analitis. Selanjutnya, memiliki kepekaan nurani yang ditandai dengan sikap berlaku adil, jujur, empati, dan santun, memiliki kepekaan lingkungan, dan memiliki kecerdasan merespons. Karena, sesungguhnya setiap generasi memiliki tanggungjawab atas zamannya. Pendahulunya, wajib untuk memberi teladan dan bimbingan untuk mencapai cita-cita dan tujuan luhur bangsa ini. Yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Saya berharap dengan adanya pendidikan karakter dapat menanggulangi kebodohan yang masih melingkari kehidupan bangsa. Semoga pendidikan sebagai jembatan emas masa depan dapat segera direhabilitasi.

Sekian pidato dari saya. Semoga bermanfaat. Apabila banyak salah kata, saya memohon maaf.

Wasalamualaikum wr.wb.

PENTINGNYA PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN KELUARGA

Assalamualaikum wr wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita.

                Yang terhormat kepala smp negeri 3, Ibu Budiastuti Sumaryanti, yang saya hormati para guru dan staf karyawan smp negeri 3, serta para wali murid yang saya hormati pula. Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul bersama di aula smp negeri 3 dalam keadaan sehat walafiat.

                Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pentingnya pendidikan anak dilikungan keluarga. Saudara- saudara, pada zaman globalisasi ini pendidikan sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat vital bagi setiap orang, terutama bagi pelajar. Pendidikan itu diperoleh dari proses mendidik. Mendidik ialah membimbing anak supaya menjadi dewasa. Didalam mendidik ada 3 aspek yang terlibat yaitu anak, proses mendidik, dan tujuan mendidik. Tujuan mendidik ialah memberikan arah bagi proses mendidik. Pendidikan ditujukan kepada seluruh kepribadian individu yaitu agar anak menjadi dewasa. Dewasa jasmani, dewasa sosial, dewasa emosional, psikologis, dll. Seseorang dikatakan dewasa, jika mampu menentukan ingin menjadi manusia yang bagaimana atas tanggung jawabnya terhadap diri sendiri, masyarakat, dan Tuhan. Jadi orang yang dewasa akan mampu hidup berdasarkan hati nuraninya dan memiliki pedoman hidup yang jelas.

                Hadirin yang saya hormati, ketika mendidik, kita membimbing anak agar ia kelak menjadi orang dewasa yang dapat hidup baik dan benar yang sesuai dengan nilai-nilai atau norma-norma hidup dan tidak bertentangan dengan hukum. Artinya ia selalu melakukan hal-hal yang baik dan benar sehingga mendatangkan kebaikan bagi orang lain.

                Salah satu aspek dari pendidikan adalah pengajaran yaitu memberikan keterampilan dan pengetahuan. Kita juga mengenal latihan. Dasar latihan adalah mengulang. Semakin banyak mengulang latihan, makin terampil orang tersebut. Selain itu kita juga tidak boleh lupa bahwa anak memiliki kehendak bebasnya sendiri sebagai hak individu yang tidak dapat diganggu gugat, sehingga kita tidak dapat memaksa anak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu tanpa persetujuanya. Karena memaksa berarti memperkosa hak anak sehingga hanya akan menimbulakan konflik dalam pendidikan.

                Hadirin yang berbahagia, proses pendidikan berlangsung sejak anak masih bayi hingga dewasa. Ada 3 lingkungan dalam pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, utama, dan terpenting dari lingkungan lainya. Artinya jiak ada kesalahan dalam pendidikan keluarga akibatnya akan berdampak pada proses berikutnya di sekolah dan masyarakat.

                Beberapa orang berpendapat, bahwa mendidik anak dalam keluarga tidak banyak dibutuhkan keterampilan khusus. Buktinya banyak yang sukses dalam hidup hanya dengan pendidikan alami dari orang tua. Hal ini memang tidak dapat disangkal. Akan tetapi banyak juga anak yang menjadi korban salah didik orang tuanya. Seperti kegagalan disekolah, gejala kenakalan remaja, dll. Itu semua dilatarbelakangi oleh pendidikan yang salah di keluarga.

                Jadi saya mohon kepada saudara-saudara, untuk selanjutnya membiarkan anak mencoba menyesuaikan diri dengan masyarakat tidak lepas dari tuntunan orang tua, agar membantu anak mengembangkan kata hati nuraninya. Untuk membuat pendidikan di lingkungan keluarga lebih efektif, ada baiknya kita meninjau kesalahan- kesalahan yang sering dibuat oleh orang tua kepada anak dan semoga dengan ini kiat dapat menghindarinya agar tidak berdampak pada kehidupan anak dalam jangka panjang.

                Sekian dari saya, mohon maaf bila ada tutur kata yang kurang berkenan.

Wassalamualaikum wr.wb.

Leave a Reply