Pidato : TUGAS BAHASA INDONESIA Versi 2

TUGAS BAHASA INDONESIA

PIDATO MENGENAI LINGKUNGAN HIDUP dan SOSIAL

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

Yang terhormat, Bapak Presiden RI dan Ibu

Yang terhormat, Bapak Wakil Presiden RI dan Ibu

Yang terhormat, Ketua PBB

Yang terhormat, Sekjen PBB

Yang terhormat, Delegasi-Delegasi Negara anggota PBB

dan seluruh hadirin yang saya hormati

Pertama, tak lupa kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan YME karena atas berkat karunia dan kesehatan-Nya kita masih dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka menghadiri acara PBB memperingati hari lingkungan yang kebetulan diselenggarakan di tanah air saya yang sangat saya cintai.

Bersyukur dan senang rasanya mendapat kesempatan yang sangat langka ini. Nama saya Muhammad Ilham Taufieq. Saya perwakilan remaja dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan di sana pula lah saya dilahirkan.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Kehilangan masa depan bagi mereka tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Seseorang sahabat pena saya sering memancing bersama ayahnya hingga beberapa tahun yang lalu mereka menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya hilang selamanya. Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA! Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang remaja, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang remaja namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Masing-masing dari kita yang hadir di tempat ini tentu memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan, memiliki jam tangan, sepeda, computer dan perlengkapan televisi. Beberapa waktu yang lalu di sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang . Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia hampir sama dengan saya, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India . Saya hanyalah seorang remaja, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini, mengapa anda melakukan hal ini kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, Semuanya akan baik-baik saja , kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya. Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Namun, kami semua para remaja tentunya akan sangat senang dengan kebijakan-kebijakan mengenai lingkungan hidup dan sosial yang mungkin dapat mengarah pada terciptanya kesejahteraan. Marilah kita bersama-sama untuk merealisasikan tindakan-tindakan yang mengarah pada tujuan untuk mensejahterakan kita semua. Karena ada pepatah yang selalu berkata, Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu.

Mungkin hanya argumen yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila dalam pidato saya terdapat kata-kata yang tidak berkenan dalam hati para hadirin. Sekali lagi saya sangat berterimakasih telah diberi kesempatan untuk berdiri di atas sini. Semoga kedepannya segala hal yang baik yang kita harapkan untuk seluruh lingkungan dan kondisi sosial di planet ini dapat tercapai, tentunya dengan action!

Terimakasih, Wassalamualaikum dan Selamat Pagi.

Incoming search terms:

  • muhammad ilham taufieq
loading...