Berita Pidato Obama : Barack Telah Memenangkan Pemilu

Barack Obama telah memenangkan pemilu presiden AS Selasa,6 November 2012 waktu s
etempat. Banyak yang memberitakan kemenangan tersebut. Juga sebuah foto dirinya
saat memeluk istrinya menjadi hot trending di berbagai sosial media. Apa yang me
nyebabkan Obama terpilih kembali?

Erni Julia Kok,SE,MM- seorang master NLP Trainer Indonesia-mencoba menganalisa p
idato kemenangan Obama berdasarkan pendekatan Neuro-linguistic.
Menurut Ibu Erni,Pidato Obama sangat jeli dalam pemilihan kata-kata yang tepat y
ang ditujukan pada pikiran subconsciousness. Pemilihan kata-kata yang tepat meny
ebabkan setiap orang merasa kata-kata itu ditujukan kepada dirinya secara indivi
du.
Berbeda sekali dengan model pidato pejabat maupun orang pada umumnya di Indonesi
a, memulai pidato dengan pengantar yang panjang lebar, Obama langsung memulai de
ngan mengucapkan thank you, thank you so much.Menariknya lagi kalimat pertama sete
lah thank you so much, Obama mengabungkan masa lampausejarah bangsa Amerika yang pa
ling krusialdengan masa sekarang dan masa depan. [Malam ini, lebih dari 200 tahun
setelah bekas koloni ini memenangkan haknya untuk menentukan nasibnya sendiri,
usaha-usaha untuk menyempurnakan persatuan kita bergerak maju ke depan.]

Selain pemilihan kata yang tepat bahasa tubuh dan vocal variety dikuasai dengan
baik.Beberapa frase yang sangat kuat menjadi semakin kuat ketika Obama memberika
n penekanan dengan gerakan tubuh, cara ia berdiri, memiringkan tubuhnya ke kanan
atau ke kiri, bersandar pada podium atau tegak dan terutama permainan tekanan,
nada , tempo suara.

Bagaimana tubuh dan suaranya ketika mengucapkan kalimat pembuka tadi? Ia berdiri
dengan postur tegap namun sekaligus santai. Ia menggunakan jeda pada momentum y
ang tepat untuk menambah efek kata-katanya. Ketika ia mengucapkan kata-kata move
s forward, ia menoleh ke kanan sementara tangan kirinya bergerak ke arah kiri. D
engan demikian ia meraup hadirin dengan baik. Ia tidak menggerakkan tangan kirin
ya lebih tinggi dari dagunya dan hadirin dapat merasakan bahwa moves forwardadala
h sebuah proses yang masih harus dijalani, bukan hasil akhir. Hal ini kemudian m
emang dikatakannya. Ia tidak bergerak ke depan sendiri, [Bergerak ke depannya dis
ebabkan Anda semua.] Di ujung kalimat ia membiarkan sejenak pendengarnya bersora
k dan menyerap kata-katanya.

Di lain waktu Obama sangat pandai merangkul hadirin. Perhatikan kalimat berikut
ini.

Malam ini, (kata ini menjangkar hadirin untuk kembali memerhatikan apa yang akan
dikatanya dan menjadi platform pengharapan) pada pemilihan umum ini, kau, rakya
k Amerika (Obama tidak langsung mengatakan the American peopletapi ia menegaskan y
oulalu jeda sehingga setiap orang dapat merasa menjadi bagian dari momentum pent
ing ini) mengingatkan kita bahwa sementara jalan yang sedang kita tempuh sulit,
sementara perjalanan kita sangat panjang, kita memungut diri kita sendiri, kita
meneruskan perjuangan, dan kita tahu dalam hati kita semua bahwa United States o
f America yang terbaik sedang menunggu.(Perhatikan pula bagaimana Obama selalu m
enggunakan kalimat-kalimat pendek, dan memberi tekanan pada kata-kata yang mengi
nspirasi).

Selanjutnya Obama berbicara panjang lebar tentang alasan di balik percaturan pol
itik. Barangkali sedikit pembelaan diri berhubung kampanye kali ini menghabiskan
uang terbanyak sepanjang sejarah Amerika. Disini ia memberi tekanan suara pada
kata-kata yang mewakili harapan, misalnya same opportunity (kesempatan yang sama)
. Ia mengatakan seperti memberi pengakuan akan small things that matter (hal-hal
kecil yang berarti penting). Obama juga dengan telaten membangun akselerasi dar
i kata-katanya, menghubungkan hal-hal kecil yang dilakukan tapi membawa dampak b
esar secara bersama. Politik boleh jadi dianggap kontes ego, tapi Obama mampu me
nghubung-hubungkan setiap tindakan kampanye politik menjadi tujuan akhir sebuah
bangsa adi daya. Sebuah simpul: Thats why we do this. Thats what politics can be. Thats why elections matter. Its not small, its big. Its important.

Ia menaruh klimaks dari pembicaraannya tentang pentingnya kampanye, pemilihan um
um, dan demokrasi. Bahwa dengan memilihnya untuk termin pemerintahan kedua membu
atnya lebih siap. Namun sekali lagi ia tidak menggunakan kata-kata yang tawar, i
a menghubungkannya dengan kisah-kisah dan perjuangan andaAnd with your stories a
nd your struggles, I return to the White House more determined and more inspired
than ever about the work there is to do and the future that lies ahead. Para pe
ngamat politik dan komentator tentu saja sangat menyukai alinia di atas. Namun b
ayangkan apa efeknya jika kalimat-kalimat tersebut diubah: And with your vote an
d support, I return to the White house more prepared and determined and we are r
eady to work hard to make this country moves forward. Hambar bukan?

Tampaknya Obama memilih gaya berbicara yang berapi-api, namun ia selalu kembali
ke level yang lebih tenang bahkan diam sesaat di setiap akhir alinia. Ia tidak s
ekedar terdengar berapi-api, tapi ia menyulut kata-kata di akhir alinia sedemiki
an sehingga hadirinnya merasa terbakar. Setiap katanya seperti ombak yang mengha
ntam cadas berturut-turut dan konstan. Perhatikan ketika ia mengucapkan kata-kat
a berikut ini dengan kata sambung or: It doesnt matter whether youre black or white
or Hispanic or Asian or Native American or young or old or rich or poor, able, d
isabled, gay or straight, you can make it here in America if youre willing to try
. Suaranya mencerminkan bahwa setiap golongan yang disebutnya sama pentingnya.
Pola seperti mengalir, terpecah-pecah, berpencaran, puitis, diam yang digunakan
Obama mengingatkan saya pada 5Rhythims dari Gabrille Roth. Pada tahap puitis ia b
ahkan menyelibkan story telling yang menyentuh perasaan, misalnya ketika ia berc
erita tentang seorang anak perempuan yang menderita leukimia. Ia menambahkan efe
k, setiap orangtua di ruangan itu meneteskan air mata. Nah, siapa yang tidak suk
a mendengarkan orang bercerita? Apalagi Obama meraih si anak perempuan berumur d
elapan tahun itu ke hadapan hadirin: aku bertemu langsung dengan anak luar biasa i
tu dan itu bisa saja terjadi pada anak kita sendiri
Mari kita bahas sekarang penutup atau closing speech-nya. Obama mengakhiri pidat
onya dengan klimaks yang membahana. Nadanya semakin tinggi, volume suaranya sema
kin keras dan ia menikmati itu. [Aku yakin kita bisa meraih masa depan bersama-s
ama sebab kita tidak terpecah-pecah seperti yang disarankan politik kita. Kita t
idak sesinis seperti yang diyakini para ahli politik. Kita lebih besar dari kump
ulan ambisi pribadi kita, dan kita lebih dari kolektif negara-negara bagian mera
h dan negara-negara bagian biru. Kita adalah dan selamanya akan menjadi United S
tates of America ini. Dan bersama dengan bantuan Anda dan karunia Tuhan, kita ak
an meneruskan perjalanan kita menuju ke depan dan mengingatkan dunia bahwa kita
hidup di negara paling hebat di seluruh permukaan Bumi. Terima kasih, Amerika. T
uhan memberkati Anda semua. Tuhan memberkati negara-negara bagian bersatu ini.]

sumber:http://ernijuliakok.blogspot.com/2012/11/analisa-pidato-kemenangan-obama.
html#comment-form