Pidato Anis Matta : Matta

Pidato Anis Matta

Saya ingin menjelaskan tentang hijrah dengan angka. Pada tahun pertama Rasullulah SAW berdakwah di Mekkah hasilnya sekitar 40 orang masuk islam, beberapa tahun kemudian kira-kira tahun ke enam dan ketujuh, sahabat-sahabat melakukan hijrah ke Habsyah selang dua kali dan jumlahnya itu sekitar 85 orang. Kemudian pada tahun ke tiga belas kaum muslimin yang ada di mekkah seluruhnya berhijrah ke Madinah dan yang berhijrah bersama Rasullulah SAW pada tahun tiga belas itu sekitar 12 orang. Dua tahun kemudian yaitu pada tahun ke dua hijriah tepatnya pada dua ramadhan atau lima belas tahun setelah Rasulluah menjadi Nabi, terjadilah perang Badar Kubra, dan jumlah kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, menurut riwayat itu antara 300-319. jadi 300, 313, 314, 319 itu riwayat yang paling banyak. Tahun ke tiga hijriah terjadi lagi perang Uhud, dan yang ikut dalam perang Uhud itu sekitar 1000 orang, kemudian pada tahun ke lima terjadi lagi perang Khandak, tahun ke lima itu berarti tahun delapan belasan masa kenabian. Dan yang ikut dalam perang Khandak itu mobilisasi total seluruh madinah itu sekitar 3000 orang. Jadi kita hitung dari 40, 85, 300, 1000, 3000.

Lima tahun kemudian setelah perang Khandak itu tepatnya pada tahun sepuluh hijriah. Rasullulah SAW melakukan Hajjatul Wada dan yang ikut dalam Hajjatul Wada itu sekitar 125,000 orang. Kira-kira jumlah sahabat Rasullulah SAW yang masuk dalam kategori sahabat yaitu yang bertemu dengan beliau dan beriman itu jumlahnya sekitar 125,000 orang.

Sedangkan total jumlah umat manusia yang menghuni bumi pada waktu itu, waktu itu baru ditemukan tiga benua, asia, afrika dan eropa itu berpenghuni sekitar 100 juta orang, sekarang kita mencoba membuat satu pertanyaan yang sederhana, pada tahun keberapakah terjadi lompatan yang amat besar dalam angka jumlah kaum muslim? Jadi dari 3000 pada tahun lima hijriah menjadi 125,000 pada tahun ke sepuluh, distu terjadi lompatan besar itu, dan lompatan besar itu secara persisnya terjadi setelah fathul makkah, setelah fathul makkah. Setelah fathul makkah itu Allah SWT menurunkan firmannya :

????

Nanti kalo datang pertolongan allah dan pembebasannya dan kau akan menyaksikan orang itu masuk kedalam islam secara berbondong-bondong ( ) berbondong-bondong. Dan hasil yang berbondong-bondong itu akumulasinya terjadi pada tahun ke sepuluh yang ikut dalam Hajjatul Wada itu 125,000 orang.

Pertanyaan kedua, kita coba menganalisa ini, mengapa terjadi lonjakan pada jumlah orang yang masuk islam secara tiba-tiba sehingga dua tahun terakhir dari masa hidup Rasulullah telah terjadi pertambahan jumlah dari 3000 menjadi 125,000. kalo kita mau melihat jawaban secara sederhana, maka saya bisa mengatakan dengan sangat yakin, bahwasanya orang-orang yang masuk islam di mekkah sebelum hijrah adalah orang-orang yang sedikit jumlahnya tapi memiliki akal dan hati nurani yang masih baik. Mereka masih mempunyai fitrah yang bersih dan itu biasanya jumlah orang-orang itu selalu sedikit, sebagian besar orang di dunia ini, masuk kedalam islam itu karna kalah perang, itu karna kalah perang, itu karena mereka takluk. jadi kita bisa mengembangkan logika selanjutnya dengan mengatakan bahwa sebenarnya ada dua cara orang masuk dalam Islam, yang pertama orang yang masuk kedalam islam karna tertarik kepada kebenaran islam dan jumlahnya sedikit itu para intelektual, tapi sebagian besar orang masuk kedalam islam karna tertarik bukan karena kebenaran islam tetapi tertarik pada kekuatan islam yang mereka saksikan di alam nyata. Jadi, kita akan menyaksikan ditengah masyarakat kita, bahwa kita tertarik kepada orang-orang baik tetapi kta bisa tertunduk pada orang-orang yang kuat. Dan Rasullulah SAW membuktikan bahwasanya dia baik dan dia kuat sekaligus. Karena itu dia mempunyai dua pesona ini sekaligus, pesona kebenaran dan pesona kekuatan, itu sebabnya orang-orang berbondong-bondong masuk kedalam islam. Saya berikan satu contoh misalnya, ada beberapa kebaikan di dalam Islam yang tidak akan muncul kecuali di tangan-tangan orang-orang yang kuat misalnya sikap pemaaf, kalo anda orang yang lemah anda tidak sah memaafkan orang, karna susah dibedakan itu memaafkan atau tidak bisa balas dendam! Iya..kan. maka coba perhatikan pada hari fathul mekkah itu Rasullah SAW mengumpulkan seluruh orang-orang Quraisy, setelah dikumpulkan semuanya, maka Rasul mulai bertanya, beliau berdiri dan berpidato didepan mereka. Pidato ini singkat Cuma dua menit mungkin tidak sampai dua menit karna terdiri dari dua buah kalimat, kalimat pertama disampaikan dengan pertanyaan:

????

Wahai orang-orang Quraisy, apa yang kalian duga yang akan saya lakukan kepada kalian. Rasulullah sengaja bertanya dengan pertanyaan itu, untuk mengingatkan kembali memori orang-orang Quraisy tentang apa yang mereka lakukan kepada Rasulullah, Sahabat-sahabat beliau, dua puluh tahun yang lalu, waktu mereka membunuh Sumayyah, waktu mereka membunuh Yasir. Waktu mereka menyiksa Ammar, waktu mereka menyiksa Bilal, waktu Hindun mengunyah-nguyah jantung dan hati Hamzah bin Abi Muthalib. Mereka perlu diingatkan dengan pertanyaan itu. Apa yang kalian duga yang akan saya lakukan kepada kalian? dan yang ditanya itu adalah orang-orang yang sudah takluk, yang tidak bisa lagi melakukan apa-apa, disekelilingnya pasukan muslimin dan mereka tidak berdaya. Maka orang-orang Quraisy hanya menjawab:

???

engkau adalah saudara yang mulia, putra dari saudara yang mulia

Itu jawaban orang-orang yang pasrah dan satu-satunya harapan untuk selamat adalah mengharapkan kebaikan hati dari sang Penakluk, hanya itu harapannya untuk selamat dan Sang Penakluk itu yang bernama Muhammad SAW, kemudian mengatakan

????

Sekarang kalian pergilah sekarang kalian kubebaskan, jadi hanya orang kuat yang bisa memaafkan dan hanya di tangan orang-orang kuat sikap pemaaf itu tampak sangat cantik tapi kita orang-orang yang lemah tidak bisa memaafkan karena itu perintah untuk orang-orang lemah bukan perintah untuk memaafkan tapi perintah untuk melawan. Waktu Rasulullah hijrah ke Madinah mereka dalam keadaan lemah karena dikejar-kejar tapi begitu sampai di Madinah, ayat pertama yang turun adalah:

???

Telah diizinkan orang-orang beriman yang diperangi itu untuk berperang karna mereka nyata-nyata dizalimi.jadi perintah untuk orang-orang lemah melawan tapi begitu dia kuat, menang, berhasil perintahnya adalah memaafkan, dan itu ironi, itu paradok, tetapi di dalam islam nilai-nilai paradok itu disusun dalam kenyataan karna itu tampak sebagai panorama-panorama yang sangat indah.

Itu sebabnya orang-orang terpesona kepada islam, nah sekarang pelajaran besar yang harus kita ambil dari hijrah ini adalah jika ingin membuat orang tertarik dengan islam, jika kita ingin mengajak orang masuk ke dalam Islam maka satu-satunya cara adalah kita harus meningkatkan pesona kita, dari pesona kebenaran disempurnaka dengan pesona kekuatan.

Yang dimaksud dengan kekuatan itu adalah semua jenis kekuatan: mulai dari kekuatan Aqidah, Fikiran, kekuatan fisik, sampai kepada kekuatan Finansial dan kekuatan struktur negara dan seterusnya.

Ambillah contoh para sahabat-sahabat Rasulullah SAW, Misalnya Utsman Bin Affan, Utsman Bin Affan, itu hafal Al-Quran 30 Juz. Bukan Juz 30. Setiap malam beliau Bangun Qiyamul Lail. Jadi Hafal Quran 30 Juz itu menunjukkan kekuatan Ilmu. Dan kalau kita menelusuri lagi struktur keilmuan Utsman Bin Affan kita akan menemukan bahwa Utsman Bin Affan salah seorang sahabat yang paling mengetahui sejarah Jazirah Arab Utsman Bin Affan itu juga adalah satu dari 3 khalifah yang paling lama berkuasa, Abu Bakar dua setengah tahun, Umar sepuluh tahun, Utsman dua belas tahun, Ali lima tahun. dan diantara empat khulafauurasyidin Utsman Bin Affan sahabat yang paling tua umurnya sekitar 83 tahun. sekarang mari kita lihat bidang lainnya, beliau juga seorang pengusaha, lahir sebagai anak orang kaya, Besar sebagai pengusaha, Mati juga dalam kaya raya. Dan Beliau adalah Kas Negara sebelum Negara punya KAS. Jadi dia adalah bintang dalam Ilmu Pengetahuan, dalam bidang Politik, dalam Bidang Bisnis, dalam Bidang Ibadah, dia adalah Bintang disemuanya.sekarang coba kita lihat kehidupan dunianya kita lihat Gizi makanannya. Didalam riwayat disebutkan :

Setiap hari Utsman itu dihidangkan menu berupa kambing muda ( ) jadi makan kambing muda itu makanan Khalifah. Dan kalau kita mau jadi khalifah fil Ardh. Harus banyak makan kambing. Kata Ali bin Abi Thalib supaya tulang punggungMu Tegak. Jadi coba bayangkan ibadah apa yang tidak ia lakukan dan dunia apa yang tidak dia nikmati, ia kan. Nah ada informasi sampingan, informasi sampingnya adalah Utsman adalah satu-satunya sahabat yang menikahi dua puteri Rasulullah SAW. Tapi total istrinya semuanya itu adalah sembilan semuanya. Istrinya yang terakhir itu ketika ia sudah tua, itu adalah seorang Penyair, Masih Muda delapan tahun tapi saya ingin menggambarkan betapa orang terpesona kepada kekuatan kepribadian, waktu istirnya yang terakhir dikirim karna dari syam, dikirim oleh Muawiyah datanglah Gadis itu kerumahnya, dan Utsman sudah ubanan semuanya, sudah tua delapan puluhan. Istirnya mungkin kaget melihat utsman kok sudah ubanan begitu, jadi utsman ketawa-tawa, setelah ketawa-ketawa dia bilang: Tampaknya kamu kaget dengan uban dikepala saya tapi terus beliau mengatakan:

Tapi kamu tidak akan menemukan disini kecuali hanya kebaikan. Terus wanita itu bersyair tentang Utsman dan seterusnya menikahlah mereka. Kemudian Utsman terbunuh, Syahid dan wanita ini dilamar oleh puluhan sahabat Rasulullah SAW, ia di lamar ia masih muda dan cerdas, cerdas, cantik dan sangat terkenal dilamar oleh Puluhan Sahabat Rasulullah Termasuk oleh Muawiyah. Dan banyak sahabat lain yang melamar beliau. Tapi tidak satupun yang diterima, komentarnya hanya satu. Tidak ada lagi laki-laki setelah Utsman. Sangking seringnya beliau dilamar akhirnya beliau merusak wajahnya sedikit, dirusak supaya jelek, jadi begitu dilamar lagi oleh Muawiyah beliau mengatakan kamu masih mau sama orang seperti saya ini…!.

Dan coba anda lihat orang-orang kuat selalu meninggalkan pesonanya bertahun-tahun kemudian tapi orang-orang yang tidak kuat bahkan pesonanya sudah redup seaktu ia masih hidup.

Tapi saudara-saudara sekalian, kita sekarang hanya mungkin membuat orang tertarik kepada islam, kalau kita memunculkan islam itu pada pesona-pesona, pesona kekuatan yang berpadu dengan pesona kebenaran. Sekarang kita ini tidak menarik bagi orang lain karena kita split kita terbelah. Kita saleh tapi kita miskin, kita saleh tapi pengetahuan kurang, begitu diajak ngobrol masalah shalat, masalah haji nyambung diluar itu lenyap, kita saleh tapi tidak punya cita rasa seni, jadi tidak nyambung dengan perkembangan masyarakat. Saleh-saleh tapi tidak berkuasa, susah juga tidak bisa ngapa-ngapain, jadi kita split, kebaikan yang kita miliki tidak dilindungi oleh kekuatan, maka kebaikan kita ini itu seperti emas yang belum disepuh, kilatannya tidak kelihatan oleh karena itu, kekuatanlah yang bisa membuat kebaikan kita itu terlihat, dan kekuatan itu artinya kita memiliki banyak sumber daya-sumber daya, pengetahuan itu adalah sumber daya, uang itu adalah sumberdaya. Kekuasaan itu adalah sumber daya. Sekarang karena uang tidak beredar pada orang-orang saleh maka dunia kita rusak, karena pengetahuan tidak dipegang orang-orang saleh maka dunia kita hancur, karena kekuasaan tidak dipegang orang-orang saleh maka dunia kita hancur, karena kekuasaan tidak dipegang oleh orang-orang saleh maka dunia kita berantakan, ini yang terjadi. Jadi sekarang pelajaran yang harus kita ambil adalah pelajaran tentang integrasi, pelajaran tentang bagaimana menyatukan kebaikan yang berserakan. Jangan lagi ada yang memisah-memisahkan kebaikan-kebaikan itu, supaya kebaikan itu menyatu semuanya pada diri kita orang Muslim. Dia yang ahli ibadah, dia yang pengetahuannya luas, dia juga yang infaqnya banyak karena uangnya banyak, dia juga yang badanya sehat, karena dia terpelihara dengan olahraga. Begitu seterusnya…

Sekarang coba bayangkan kalau kita tidak punya uang, ada satu perintah dalam Islam yang jarang sekali kita laksanakan perintah untuk traveling!

Maka berjalan-jalanlah kalian dimuka bumi, bukan di indonesia, dimuka bumi, dimuka bumi. Karena didalam islam perjalanan itu merupakan MASDARUL MARIFAH sumber pengetahuan makanya Rasulullah Sudah jalan-jalan keluar negeri waktu umurnya dua belas tahun. tapi bagaimana kita mau traveling kalau kita tidak punya uang, ia..kan? tapi mengapa selama ini kita tidak mencari uang? Karena ada pemahaman yang salah dari pemahaman keagamaan kita, bahwa uang itu hanyalah komplementer, bukan sumber daya, uang itu adalah pelengkap.

Saya ingat dulu Guru saya sewaktu SD selalu mengajarkan saya begini : Apalah artinya kita hidup di rumah yang besar bertingkat-tingkat, kalau didalam Rumah kita itu bertengkar terus suami Istri bertengkar, bapak Bertengkar, Anak dan Ibu bertengkar, Lebih

Leave a Reply