Kerangka Pidato Versi 4

PIDATO

Kerangka Pidato

Tema pidato: Pendidikan

Topik: Menanamkan budaya baca

Pembukaan / pengantar pidato

Salam pembuka

Penghormatan

Puji syukur

Materi / isi pidato

Latar belakang masalah: minimnya kebiasaan dan minat membaca para remaja

Subtopik: mulai membiasakan membaca sejak dini akan membentuk karakter yang berbudi

Subtopik: langkah menuju pribadi yang gemar membaca

Subtopik: banyak pengetahuan dari membaca tidak boleh membuat kita menjadi sombong

Penutup

Ikhtisar / intisari

Harapan dan ajakan

Ucapan terimakasih

Permohonan maaf

Salam penutup

Naskah Pidato

Assalamualaikum warah matullohi wabarakatuhu

Yth. Ibu Kepala SMA Negeri 5 Bekasi, Dra. Hj. R. Neni Nuraeni, MM,

Bapak dan Ibu Guru SMA Negeri 5 Bekasi yang saya hormati,

Rekan-rekan SMA Negeri 5 Bekasi yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wa taala yang telam memberikan kita nimat iman dan islam sehingga kita bisa berkumpul acara Peringatan Hari Pendidikan yang diadakan disekolah kita terciinta, SMA Negeri 5 Bekasi. Sholawat serta salam tidak lupa kita haturkan ke Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan cahaya iman ke umatnya sehingga kita terselamatkan hingga akhir zaman.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya Ulfa Nur Asyifa diberi kesempatan untuk menyampaikan sebuah pidato. Dalam pidato saya kali ini, saya akan menyampaikan kiat menanamkan budaya baca sejak dini.

Hadirin yang terhormat.

Tidak bermaksud berbesar hati, saya merasa termasuk dalam anak yang kutu buku sejak kecil. Untuk itu, saya harus berterima kasih kepada kedua orang tua saya yang telah banyak berperan dalam membentuk karakter saya sehingga menjadi seperti ini. Sejauh pengamatan saya, ada tujuh langkah yang ditempuh oleh kedua orang tua saya sehingga membuat saya menjadi kutu buku seperti ini.

Hadirin yang terhormat.

Pertama, kedua orangtua saya selalu memberi fasilitas juga menyediakan bacaan yang cocok bagi kehidupan anak-anak. Saya masih ingat bacaan yang disediakan oleh orangtua saya adalah bacaan-bacaan yang imajinatif,kreatif dan edukatif. Kedua, ketika saya masih kecil, ibu saya sering mebacakan serita ketika hendak tidur. Ketiga, saya merasa bahwa sesibuk apapun mereka, mereka masih menyempatkan untuk mebaca setiap hari. Dengan demikian saya meneladani kebiasaaan yang dilakukan oleh orang tua saya. Akhirnya, saya terbiasa untuk mebaca. Karena banyak membaca, saya menjadi meiliki banyak pengetahuan dan sedikit-sedikit berkembang sikap kritis dalam diri saya. Keempat, orangtua sayaa sering mengisahkan teladan para Nabi dan orang sukses. Memang tidak semua orang dikaruniai hidup sukses, tetapi penggerak peradaban dunia adalah para kutu buku. Maka, saya terdorong untuk membaca riwayat kesuksesannya. Kelima, saya juga selalu ingat bahwa orangtua saya selalu mengakatan apa yang mereka baca an menerapkannya dalam krhidupan sehari-hari, sehingga hal ini membuat saya belajar mempraktikan setiap hal yang saya baca dan katakan. Keenam, orangtua saya selalu mengarahkan saya menjadi anak yang berprestasi. Dengan banyak membaca, saya memiliki banyak pengetahuan. Saya mempraktikan pengetahuan yang sayang punya disertai dengan doa dan usaha. Ketujuh, orangtua saya juga mengajarkan menjadi anak yang disipin bahwa buku yang tersedia harus dijaga dan disusun secara sistematis sehingga memudahkan diri kita sendiri. Pengalaman ini mebuat saya harus merealisasikan yang manfaat.

Hadirin yang terhormat.

Orangtua saya menyadarkan bahwa setiap orang memiliki kepandaiannya masing-masing. Untuk itu, kita tidak boleh menjadi pribadi yang sombong tetapi harus rendah hati. Seperti peribahasa makin berisi makin merenduk. Inilah konsekuensinya: semakin giat membaca makin banyak pengetahuan kita. Demikian juga sebaliknya.

Hadirin yang terhormat.

Itulah delapan hal yang saya serap dari kebiasaan kedua orangtua saya yang mengimbas pada terciptanya budaya baca dalam diri saya. Kesimpulan dari pidato saya adalah membudayakan membaca sejak dini akan menambah khazanah pengetahuan kita. Di era yang penuh persaingan ini budaya membaca sangat lah penting, budaya membaca ini juga harus didukung oleh orangtua. Menurut saya membaca tidak akan membuat kita menjadi orang yang rugi. Marilah kita memulai mebudayakan baca untuk diri kita sendiri agar esok lebih baik.

Hadirin yang terhormat.

Akhir kata saya mohon maaf apabila terdapat tingkah laku dan bahasa yang kurang berkenan di hati bapak, ibu serta teman-teman ku sekalian. Mudah-mudahan uraian singkat ini bermanfaat. Terima kasih.

Wassalamualaikum warah matullahi wabarakatuhu.

Incoming search terms:

  • contoh kerangka pidato bertema kebudayaan
  • contoh kerangka pidato budaya membaca
  • kerangka pidato budaya
  • kerangka pidato budaya membaca
  • kerangka pidato tema budaya
  • kerangka pidato tentang kesombongan
loading...