Pidato Bahasa Indonesia (Pendidikan Berkarakter)

PIDATO BAHASA INDONESIA

Assalamualaikum Wr.Wb

Yang terhormat Ibu Guru dan teman-temanku sekalian yang saya cintai

Marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena limpahan rahmat serta hidayahnya kita dapat berkumpul pada hari ini.Izinkanlah saya membacakan pidato singkat ini yang bertema Pendidikan Berkarakter

Mestinya pendidikan berkarakter..

Guru mengajar apa adanya yang sering saya lihat di sekolah-sekolah. Mengajar dengan cara biasa, konvensional. Fenomena yang menonjol dari pendidikan di Indonesia, sejak proklamasi kemerdekaan hingga kini. Akibatnya pendidikan telah kehilangan obyektifitasnya, tidak mendewasakan peserta didik, tidak menumbuhkan pola berfikir, tidak menghasilkan manusia terdidik, pendidikan dirasa membelenggu, belum mampu membangun individu belajar, hal yang demikian itu kemudian juga membuat kemunduran bangsa, baik dari segi pembangunan ekonomi maupun pengembangan kualitas sumber daya manusianya.

Pada proses pendidikan ada dua kepentingan yang sama kuat; kepentingan politik kekuasaan dan kepentingan golongan. Jika demikian, sebenarnya dunia pendidikan di masa datang bukan lahan lahan paling baik untuk membangun karakter bangsa. Bahkan pendidikan bisa menjadi lahan paling subur menumbuhkan manusia bermental politis, Membangun karakter menurut UUD 1945. Bagaimana kebiasaan siswa belajar yang akan mewarnai karakter mereka. Karakter tidak dapat diajarkan, akan tetapi diperoleh dari pengalaman mereka.

Kebiasaan mereka sehari-hari yang dapat menghasilkan pengalaman pada diri peserta didik inilah yang akan dapat membangun karakter bangsa, maka situasi dan kondisi yang memberikan pengalaman belajar terhadap mereka yang perlu dikontrol. Pembangunan moral dan karakter lebih efektif melalui dialogik, dengan mendiskusikan kasus nyata yang diangkat melalui proses pelatihan itu. Proses dalam pendidikan terbuka kondusif untuk pembangunan karakter bangsa.

pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan profetik, yaitu pendidikan yang 1) kontekstual atau transformatif, 2) vertikal dan horizontal, dan 3) menempatkan institusi pendidikan ditengah-tengah pergaulan masyarakat luas baik lokal maupun global, serta 4) memiliki muatan pendidikan yang seimbang antara kepentingan dan pengalaman. Dengan demikian pendidikan tidak diartikan mengubah, tetapi lebih mengkondisikan agar pemberdayaan potensi dasar manusia dan masyarakat itu menjadi lebih mengalami peningkatan kualitas dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan.

Karakter yang mampu menumbuhkan etika berkehidupan bersama, termasuk berbangsa dan bernegara; pemahaman hak asasi manusia secara benar, menghargai perbedaan pendapat, tidak memaksakan kehendak, pengembangan sensitivitas sosial dan lingkungan dan sebagainya, merupakan beberapa hal dari unsur pendidikan melalui belajar untuk hidup bersama. Pendidikan dari unsur keempat ini sudah semestinya di mulai sejak taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Penyesuaian dalam materi dan cara penyampaiannya tentu saja diperlukan.

Yang terlihat sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi memang belum adanya pembentukan karakter. Itulah sebabnya diperlukan pelurusan benang merah mulai pendidikan dasar sampai perguruan tinggi perlu segera dimulai

Demikian pidato singkat dari saya, apabila ada kesalahan kata baik yang disengaja maupun tidak saya pribadi minta maaf yang sebesar-besarnya. Semoga pidato tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua. Akhir kata Wassalamualaikum Wr.Wb

Nama : Ghufron Solikhul Amri

Kelas : X TKR 1

No : 17