Pidato : Yang Kami Hormati Ibu Dra. Diana Dewi Selaku

Assalamualaikum wr.wb.

Yang kami hormati Ibu Dra. Diana Dewi selaku pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia, serta teman-teman sekalian yang saya sayangi dan saya cintai.

Pertama dan yang utama marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kita masih dapat dipertemukan pada kesempatan yang baik ini dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apapun.

Hadirin yang berbahagia,

Mengapa Ujian Nasional sering menjadi sebuah polemik besar dalam masyarakat?

Pada prinsipnya keberadaan Ujian Nasional sebagai bentuk standar kualitas penyelenggaraan pendidikan bisa diterima. Akan tetapi, persoalannya 6 mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Fisika Kimia, dan Biologi tidak memadai sebagai representasi kesuksesan pembelajaran secara keseluruhan. Hasil UN dengan pelajaran indomie itu hanyalah sebentuk penilaian yang instan. Tidak dapat menggambarkan proses 3 tahun yang ditempuh siswa pada setiap jenjang sekolah lanjutan. Seperti kita ketahui bersama bahwa nilai yang tertuang pada rapor sebagai bentuk kerja keras kita tiap semester berjumlah 13 mata pelajaran. Penilaian UANAS yang hanya terpusat pada 6 mata pelajaran, tidak akan bisa menilai potensi siswa secara komprehensif.

Teman-teman yang saya sayangi,

Pemerintah telah mengesahkan keputusan mengenai UNAS 2009 dan kini standar nilai kelulusan naik menjadi 5,5 untuk rata-rata setiap mata pelajaran. Banyak siswa mengalami stres memikirkan UNAS. Mereka memiliki kelemahan motivasi yang mungkin disebabkan oleh negative thinking tentang kemampuan diri sendiri atau pun kurangnya wawasan pengetahuan yang dimiliki. Tentu hal tersebut mendapatkan banyak protes dari para kritikus di dunia pendidikan. Kebanyakan dari mereka menghendaki supaya Ujian Nasional dibatalkan.. namun, apa respon pemerintah?

Dicoba, kata yang akhirnya muncul sebagai wujud kepasrahan kita dari sikap nekad pemerintah. Ya, hal itu mungkin memang benar adanya. Kita harus berani mencobanya, tidak lagi sebagai wujud kepasrahan , tetapi sudah dalam taraf kesadaran untuk melaksanakan semuanya itu dengan rasa tanggung jawab yang besar.

Hadirin yang berbahagia,

Bagaimanapun juga, itu semua adalah aturan yang telah ditetapkan dan harus dilaksanakan dengan baik. Untuk itu, mari kita berjuang bersama-sama agar dapat menembus predikat lulus secara mutlak tanpa embel-embel adanya kecurangan didalamnya, sehingga kita benar-benar tunbuh sebagai generasi penerus yang berkualitas sesuai dengan perwujudan amanat pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk kita semua. Apabila ada hal-hal yang kurang berkenan di hati Hadirin, saya memohon maaf. Terima kasih atas perhatian Hadirin.

Akhir kata, wassalamualaikum wr.wb.