Pidato : Nama Lukmanul Hakim

Nama : Lukmanul hakim

Kelas : X MIA_B

Assalamualaikum Wr.Wb.

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah
Yang saya hormati Bapak Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul disini dalam satu wadah lembaga pendidikan yang kita cintai ini. Selanjutnya terimakasih saya ucapkan atas tempat dan waktu yang diberikan kepada saya untuk membawakan pidato singkat tentang pentingnya pendidikan untuk membangun generasi muda yang berkarakter dan harapan saya semoga apa yang saya sampaikan dari pidato singkat ini dapat memberikan manfaat baik bagi saya pribadi, teman-teman dan semua yang hadir di sini.

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia kita tidak pernah lepas dari seorang figur yang familiar dalam dunia pendidikan dimana 125 tahun yang lalu tepatnya 2 Mei 1889 seorang putra dilahirkan, dialah salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini. Dia kita kenal sebagai pelopor pendidikan dan sebagai bapak pendidikan dan juga merupakan salah satu tokoh perjuangan dalam merebut kemerdekaan. Ki Hadjar Dewantara begitulah beliau kita panggil, beliau adalah figur dan seorang tokoh panutan yang memperjuangkan hak-hak kita untuk dapat menikmati dan mengenyam pendidikan yang pada masa itu hanya dapat dinikmati oleh para bangsawan dan kaum priyai.

Semangat dan kegigihan beliau sudah sepantasnya menjadi teladan bagi kita semua dalam menuntut ilmu terlebih lagi kita saat ini hidup di alam kemerdekaan tanpa intimidasi dan diskriminasi. Kita adalah sebagai generasi penerus bangsa yang hidup ditengah-tengah persaingan global baik itu dibidang ekonomi, teknologi dan informasi, juga dalam persenjataan dan pertahanan. Kita hidup dalam kemajemukan baik suku, budaya, ras dan agama yang mana semua itu menjadikan kita sebagai bangsa yang besar namun disisi lain kesemuanya itu dapat menjadi bumerang bagi kita sendiri jika kita masih hidup dalam dunia kebodohan. Tentu kita tidak ingin seperti dulu yang mudah dipecah belah oleh negara luar dengan isu-isu sara,ras dan agama.

Bapak dan Ibu guru staf pengajar dan rekan-rekan siswa siswi yang saya hormati…

loading...