Konsep Pidato Bupati Berau

Outline Pidato Bupati Berau

Dalam Rangka

Pembangunan dan Pemberdayaan Daerah

Kabupaten Berau

Kalimantan Timur

Mukaddimah

Eksplorasi Masalah

Eksplorasi Potensi

Usaha usaha Pengelolaan Potensi

Rencana Kebijakan Daerah

Faktor Penghambat

Proyeksi Keberhasilan

Evaluasi

PIDATO BUPATI BERAU

DALAM ANGKA

PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

DAERAH KABUPATEN BERAU

BERAU, 25 AGUSTUS 2009

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati, saudara Ketua, saudara Wakil Ketua, beserta segenap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Berau

Yang saya hormati para Kepala Dinas, beserta jajarannya

Yang saya homati para Pimpinan Ormas, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, beserta Tokoh Masyarakat Kabupaten Berau

Saudara saudaraku se Kabupaten Berau,

Hadirin yang saya muliakan

Puji serta syukur tak lupa kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menganugerahi kita kesehatan dan kekuatan, serta kesempatan untuk mengelola, berkarya, dan memberikan yang terbaik buat bangsa Indonesia pada umumnya dan daerah kita khususnya, semoga kita di berikan kemudahan dalam menjalankan amanah yang dibebankan kepada kita saat ini. Dalam kesempatan yang baik ini tak lupa saya berterima kasih kepada para hadirin sekalian yang telah berkenan hadir memenuhi undangan dalam rangka menyatukan langkah dan gerak guna membangun daerah kita tercinta dengan memberdayakan masyarakat daerah sebagai salah satu sumber kekuatan dari bangsa ini.

Hadirin yang berbahagia

Tak terasa sudah 64 tahun bangsa kita merdeka, selama proses itu pula kita telah merasakan berbagai macam tantangan dan rintangan yang kadang membawa kita pada kesuksesan namun tak jarang membuat kita gagal, 11 tahun waktu reformasi merupakan waktu yang terlalu singkat untuk mengatakan bahwa kita gagal dalam membangun demokrasi di negeri ini, begitu pula hampir 9 tahun kebijakan otonomi daerah di kumandangkan, namun belum banyak prestasi yang menunjukkan kemajuan di daerah, prestasi dari diterapkannya sistem desentralisasi yang diharapkan dengan begitu tiap tiap daerah mampu lebih kreatif, inovatif dan lebih leluasa membangun dan memajukan daerahnya masing masing dengan berbagai sumberdaya yang dimiliki tanpa harus menunggu perintah dari pemerintah pusat, 9 tahun adalah waktu relatif, masing masing kita memiliki pandangan sendiri terhadap masa otonomi daerah yang telah kita lewati bersama, namun saya ingin mengingatkan kepada diri saya dan kita semua yang hadir disini bahwa esensi tidak terletak pada lama atau sebentarnya waktu yang dibutuhkan untuk meraih keberhasilan dalam pembangunan, namun inti dari pembangunan itu sendiri adalah bagaimana segenap kita, para pimpinan daerah, pimpinan lembaga negara, ormas, para tokoh agama, masyarakat dan tokoh pemuda serta semua pihak yang berdiri dan memijakkan kakinya di Kabupaten Berau dapat bersama sama mencurahkan fikiran tenaga dan segenap kemampuannya dalam membangun daerah ini, semua pihak perlu mengambil bagian dalam proses pembangunan, dan semua pihak pun harus merasakan dampak dari pembangunan, jangan sampai pembangunan yang kita wujudkan hanya dirasakan oleh sebagian orang orang yang telah hidup dalam kemewahan, namun tidak di rasakan oleh sebagian besar masyarakat yang masih hidup dalam kekurangan.

Saudara saudara,

Kondisi diatas bukanlah kisah fiktif, namun sebuah realita dalam proses pembangunan kita, kita tidak mengharapkan, didaerah kita ini hanya mampu hadir segelintir konglomerat karena adanya ketidakmerataan dalam menikmati hasil pembangunan, tapi kita berharap semua hasil dari pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat dari golongan yang palig tinggi hingga kepada golongan yang paling rendah, dengan begitu akan hadir ribuan bahkan jutaan konglomerat di daerah kita ini. Tentunya kondisi ini tidak dapat diwujudkan bila setiap kita hanya berfikir untuk memajukan diri sendiri, namun hal ini akan dapat terealisasi ketika tiap tiap kita berbuat, bekerja dan berkarya dalam pembangunan dengan penuh kesungguhan untuk membangun dan memajukan daerah, diri kita dan masyarakat Berau secara keseluruhan.

Hadirin yang berbahagia

Mungkin banyak diantara kita yang merasakan bahwa, otonomi daerah yang selama ini kita lakukan belum memberikan hasil yang optimal, hal ini di tunjukkan dengan ketidakmerataan pembangunan yang menyebabkan tidak merata pula tingkat perekonomian masyarakat, rendahnya kualitas kesehatan, tingkat partisipasi pendidikan masyarakat yang masih minim, dan banyak lagi fakta yang menunjukkan bahwa proses otonomi daerah yang kita lakukan selama ini belum optimal. Saya sebagai kepala daerah mengakui adanya hal tersebut, sehingga mari kita bersama sama mengidentifikasi apa penyebab dari semua hal itu, dan mengapa daerah kita yang memiliki sumbedaya yang lebih dari beberapa daerah tetangga kita di provinsi Kalimantan Timur tidak mampu bersaing dalam pembangunan daerah,

Saudara saudara sekalian,

Seperti yang saya sampaikan di awal bahwa pembangunan bukanlah tugas pemerintah daerah semata, namun pembangunan adalah tugas kita semua, partisipasi dari semua pihak sangat di butuhkan guna mempercepat proses pembangunan dan guna memperlancar rencana pembangunan yang telah di buat, perlu kita ingat bahwa pembangunan bukan semata meningkatnya Pendapatan Domestik Regional Brutto, yang kemudian berimbas pada meningkatnya pendapatan masyarakat perkapita, pembangunan bukan pula hanya dilihat dari tampilan fisik dengan berdirinya gedung gedung tinggi, munculnya berbagai pusat – pusat perbelanjaan dan lain sebagainya, namun lebih daripada itu pembangunan perlu kita maknai sebagai proses metamorphosis atau berubahnya cara pandang masyarakat dari sempit menjadi luas, dari tidak faham menjadi faham, dan dari terbelakang menjadi lebih maju, semua hal ini kemudian mengkristal dalam satu cerminan sikap motivasi.

Hadirin yang saya hormati

Motivasi merupakan modal fundamental yang perlu ada dalam diri setiap kita, motivasi yang membawa kita pada keinginan kuat dan pantang menyerah untuk mencapai hasil yang maksimal, inilah yang menjadi masalah kita, motivasi hampir hilang dari diri masyarakat kita, motivasi untuk belajar, motivasi untuk berkreasi, dan motivasi untuk mandiri, sehingga akibatnya menyebabkan tingkat ketergantungan yang tinggi, tidak ada kompetisi, dan akhirnya menjadi penghambat bagi pembangunan, motivasi sangat perlu di bangun, bukan hanya pada tataran masyarakat tapi juga hingga pada level level birokrasi, level eksekutif maupun legislatif. Bila modal dasar ini sudah menjadi bagian dari aktivitas kita maka serta merta akan terjadi penigkatan etos kerja, muncul bebagai inovasi dan kreasi baru di berbagai bidang kehidupan, hingga akhirnya bermuara pada kemandirian, satu kondisi idealis yang paling di impikan oleh setiap negara, yang menjadi tolak ukur mutlak berkembang ata tidaknya suatu daerah.

Hadirin yang saya muliakan

Daerah kita merupakan daerah strategis, memiliki berbagai akses masuk dari darat, laut hingga udara, daerah kita adalah daerah yang kaya, kaya akan sumberdaya, kaya akan kebudayaan, kaya akan objek objek wisata, kita perlu bersyukur akan segala anugerah tersebut, keunggulan lokal yang mungkin tidak dimiliki oleh sebagaian besar daerah di negeri ini bahkan di daerah tetangga kita di Kalimantan Timur, menjadi pertanyaan bagi kita adalah bagaimana mengeksplorasi berbagai sumberdaya tersebut, agar mampu di nikmati oleh sebagian besar masyarakat kita, agar mampu membawa kita pada kemakmuran yang merata, agar mampu menjadi pengungkit majunya pertumbuhan di didaerah kita.

Saudara saudara sekalian

Siapapun kita yang hadir di tempat ini tidak ingin hanya menjadi masyarakat yang pasif, menjadi penonton disaat orang asing mengeksploitasi habis habisan segala sumberdaya di daerah ini, kita pun tidak ingin potensi alam, lokasi yang strategis dan berbagai macam input lokal yang kita miliki hanya di nikmati oleh segelintir orang yang hanya berfikir untuk kemajuan dirinya, anda lihat batu bara kita, kita punya cadangan batu bara berjuta juta ton kubik, siapa yang dapat mengelola sumbedaya tersebut, bila kita tidak punya skill di bidang geologi pertambangan, anda lihat pula objek wisata kita, kita punya pulau terindah, dengan ribun penyu yang bertelur setiap tahunnya, didalamya terdapat susunan karang alami yang teramat mengagumkan, di pantainya terdapat pasir putih yang bersinar kemilauan, dan diskitarnya terdapat berbagai potensi bahari yang bila di kembangkan akan layak mendudukan kita sejajar dengan daerah pariwisata lainnya, namun mengapa hingga kini masih terbengkalai, megapa semua potensi bahari itu hanya berjalan di tempat, semua itu karena kita tidak memiliki kemampuan untuk mengelolanya, kita tidak punya sumberdaya manusia yang memiliki motivasi dan kapabilitas dalam mengembangkan sumberdaya bahari, kita punya lahan yang luas dan subur untuk menanam berbagai komoditas perkebunan yang bernilai tinggi di pasar dunia, namun mengapa lahan yang luas itu hanya berisi ilalang, bahkan sebagian kering karena tidak termanfaatkan.

Saudara saudara sekalian

Kini kita tahu potensi kita, potensi lokal yang mampu menjadi keunggulan lokal kita, yang dengan berbagai potensi itu kita mampu menjadi daerah maju, dengan tingkat kemajuan yang tinggi, kini semua ada di tangan kita, perlu kerja keras untuk mengubah segala keterbelakangan yang saat ini melekat di diri kita untuk , kerja keras yang harus di lakukan oleh segenap elemen masyarakat di daerah ini, kerja keras yang membutuhkan ukungan dari semua pihak, dan kerja keras yang di imbangi dengan cara kerja cerdas, efektif, dan efisien.

Hadirin yang berbahagia

Kini kita faham masalah kita, kita pun telah mengetahui keunggulan kita, waktunya berfikir untuk merencanakan, dan saatnya bergerak untuk betindak, tidak ada waktu lagi untuk menunggu, karena saat ini kita berpacu dengan waktu, siapa yang mampu berkompetisi maka dia akan tetap survive, namun siapa yang tidak mampu berkompetisi maka akan tenggelam dalam kerasnya persaingan global, kita perlu bangkit bukan hanya pada tingkat wilayah, namun kita harus mencanangkan kebangkitan skala global, karena kita semua tahu Asian Free Trade Area akan segera di berlakukan, dan negara kita terlanjut masuk dalam perjanjian tersebut, sebuah perjanjian yang menjadikan orang orang di daerah bahkan negara lain boleh masuk bekerja dan berusaha di negara kita, bila kita hanya diam dan bergelut dengan berbagai permasalahan yang ada, maka orang orang di luar sana yang ada di belahan bumi lain akan dengan mudah masuk dan menjadikan kita penonton di daerah sendiri.

Saudara saudara sekalian

Mulai hari ini saya menghimbau kepada semua pihak, terutama jajaran pemerintah hingga kepada staff, agar segera mengambil tindakan, melakukan rencana dan segera berbuat, namun bukan rencana yang masing masing berdiri sendiri, tetapi rencana global yang tersusun rapi menjadi satu kesatuan rencana yang saling terkait antar bidang, hal ini saya maksudkan agar terjadi keterpaduan antar masing masing departemen, di harapkan dengan keterpaduan rencana ini, kita mampu bekerja lebih efektif dan efisien, efektif dalam pengertian mampu menggunakan waktu yang ada dengan sebaik baiknya, dan efisien dapat kita maknai sebagai bentuk penghematan dari pemborosan yang tidk seharusnya muncul dan menjadi masalah kembali dalam proses pembangunan kita, saya pun menhimbau kepada semua kepala dinas untuk dapat menjadi teladan dan bersikap terbuka dengan menerima masukan dari staffnya, kini fikiran kita perlu menyatu untuk mencapai satu tujuan yakni pembangunan daerah dalam rangka memberdayakan masyarakat lokal. Dalam kesempatan yang baik ini pula saya mengharapkan kepada para anggota dewan perwakilan rakyat yang terhormat, untuk bersama sama dengan eksekutif mengontrol, mengawal dan memberikan bantuan secara moril sumbangan sumbangan fikiran dari rakyat agar nantinya pembangunan yang akan kami laksanakan ini tepat guna. Kepada segenap elemen masyarakat yang hadir dalam acara ini saya pun menghimbau kepada para tokoh, baik agama, masyarakat mapun pemuda untuk ikut andil dalam proses pembangunan, karena masyarakat adalah garda terdepan dar pembangunan, masyarakat adalah elemen penting yang akan menjadi tiang bagi pembangunan dan yang juga akan menjadi pemilik pembangunan, masyarakat membangun dan masyarakat pun akan ikut menikmati hasil pembangunan, untuk itu motivasi perlu ada dalam diri para tokoh, yang nantinya akan di tularkan kepada orang orang di sekitarnya. Untuk itu saya kembali menegaskan bahwa segala potensi yang kita miliki perlu di kelola dengan sistematis, pembangunan kita harus tertata dan sinergis antar seluruh bagian, dan setiap orang wajib ikut serta dalam proses pembangunan ini.

Hadirin sekalian yang saya hormati

Untuk itu guna merealisasikan cita cita pembangunan ini, perlu kiranya bagi kami pemerintah untuk mencanangkan berberapa hal yang nantinya akan di implementasikan dalam rencana serta peraturan peraturan daerah, kami mengharapkan dengan adanya hal ini akan dapat membingkai kerja kita pada satu sisi tujuan yang tersusun sistematis, hal ini bertujuan untuk lebih mengarahkan kerja kita pada satu titik fokus tujuan perencanaan, bukan pada keinginan untuk memberikan batasan kreativitas para perencana untuk melakukan inovasi dalam pembangunan, selain itu juga agar nantinya terdapat arah pembangunan yang jelas yang ingin di terapkan di daerah kita, oleh karena itu kami mencanangkan beberapa hal sebagai berikut :

Pembangunan harus berwawasan lingkungan

Pembangunan yang dilakukan agar berorientasi pada pengembangan sektor sektor unggulan

Peningkatan kualitas pendidikan masyarakat

Penyediaan ahli ahli di setiap sektor yang akan di kembangkan

Perbaikan kualitas kesehatan termasuk didalamnya sarana dan prasarana kesehatan

Revitalisasi kearifn lokal dalam sebagai kultur yang menjadi kekuatan alami pembangunan

Proses investasi harus berorientasi pada pemanfaatan potensi daerah baik dari segi komoditas maupun dari segi sumberdaya manusia

Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menggeliatkan roda perekonomian melalui usaha mandiri

Setiap proyek pembangunan harus di laksanakan dengan prinsip efektif, efisien dan tepat guna

Hadirin yang saya hormati

Saya berharap beberapa hal diatas dapat di mengerti dan di aktualisasikan di masing masing satuan kerja, aktualisasi dala bentuk progam dan target pelaksanaan, kembali saya menegaskan bahwa kita hanya akan mengalami kegagalan untuk kesekian kalinya bila dalam proses perencanaan yang kita lakukan tidak terjadi sinergisitas antar tiap masing masing elemen yang ada, untuk itu saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa pembangunan yang akan kita jalani ini memiliki akan mendapatkan banyak hambatan, baik hambatan secara internal dalam diri atau instansi masing masing, maupun hambata eksternal dari luar diri kita maupun dari intansi lain, sehingga kita boleh melakukan program dengan berbagai cara dan metode implementasi namun jangan sampai melupakan tujuan hakiki dari pembangunan yang akan kita jalani, maka perlu kiranya untuk terus berkoordinasi menyamakan persepsi dan saling berkompetisi dalam hasil. Tinggalkan rasa arogan di masing masing lebaga dan pribadi, hilangkan keinginan untuk mencari keuntungan sesaat ari kesempatan yang ada, dan terus mengembangkan diri, memperluas jaringan serta tidak lupa untuk memohon keberhasilan dari yang maha kuasa, karena sehebat apapun kita, sepandai apapun kita dan sekuat apapun kita tetap tidak akan berarti apa apa tanpa bantuan dari Tuhan yang mahas kuasa. saya mengharapkan dengan begitu setiap perangkat pemerintah maupun elemen masyarakat dapat dapat berbuat melakukan perannya secara optimal.

Saudara saudara sekalian

Beberapa hal yang telah di canangkan diatas merupakan tolak ukur dari keberhasilan pembangunan yang telah di rencanakan, peran kita di setiap jajaran adalah berusaha untuk memaksimalkan usaha dalam pencapaian target kerja yang telah kita canangkan bersama, tolak ukur tersebut diharapkan tidak menjadi beban, namun jangan pula menjadi sesuatu yang di ringankan untuk di laksanakan, kesungguh sungguhan kita dalam mengapresiasikan berbagai rencana pembangunan ini sangat diperlukan, untuk itu setiap apa yang telah kita lakukan perlu di evaluasi dan di analisa, apakah telah sesuai dengan apa yang kita harapkan, ataukah belum, kita analisa berbagai perencanaan yang kita lakukan apakah layak untuk di terapkan ataukah butuh model perencanaan dan strategi baru untuk pencapaiannya, dari proses itu semua kita berharap semua yang kita lakukan terkontrol dan tersistematis pelaksanaannya.

Saudara saudara sekalian

Di penghujung pidato ini, tak lupa saya berterimakasih kepada semua pihak mulai dari anggota dewan yang terhormat atas segala upayanya membantu dan mengawal proses berjalannya program eksekutif, serta seluruh jajaran pemerintahan yang telah bersusah payah, bekerja sepenuh hati guna mewujudkan pembangunan di daerah kita Kabupaten Berau yang sama sama kita cintai, tak lupa kepada seluruh masyarakat yang saya cintai yang memberikan amanah besar ini kepada kami, kami mohon bantuan dan dukungannya agar kami selalu dapat berbuat yang terbaik untuk masyarakat dan daerah ini. Semoga apa yang kita berikan selama ini menjadi amalan yang bernilai dan berguna untuk kita dan untuk anak cucu kita dimasa mendatang.

Terima Kasih

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berau, 25 Agustus 2009

BUPATI BERAU

HASRUL

Hasrul 08/287254/PTK/5880

Magister Perencanaan Kota dan Daerah 35

Teori PembangunanPage 11

Leave a Reply