Pidato : Yth. Ibu Wiwin Kristanti Selaku Guru Bahasa

Yth. Ibu Wiwin Kristanti selaku guru Bahasa Indonesia SMA Kristen Petra 4 Sidoarjo.

Bapak/Ibu guru yang saya hormati, serta teman-teman yang saya cintai.

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena atas kasi karuniaNya yang begitu besar, kita dapat berkumpul di tempat ini tanpa kekurangan suatu apapun.

Pada kesempatan kali ini, saya hendak menyampaikan salah satu hal yang semestinya kita lakukan sebagai warga negara Indonesia, yaitu mencintai budaya Indonesia.

Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia kaya akan berbagai hal, salah satunya adalah beragam jenis budaya. Kekayaan budaya Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Ribuan bahkan jutaan budaya menghiasi belasan ribu pulau yang ada di indonesia. Namun, dapatkan saudara menyebutkan budaya apa sajakah itu? Jangankan menyebutkan ratusan, ketika menyebutkan belasan saja mungkin kita terdiam sejenak untuk berpikir. Benar-benar ironis. Kita disebut sebagai warga negara Indonesia, tapi mengapa kita tidak mengerti jati diri bangsa kita? Kalau menyebutkan saja tidak bisa, apalagi mempertahankan. Kita adalah generasi penerus bangsa, mau dibawa kemana negeri Indonesia ini jika kita tidak dapat mempertahankan kekayaan budaya Indonesia?

Sebagian dari kita mungkin menyalahkan globalisasi. Di era globalisasi dan modernisasi saat ini, beragam budaya barat dianggap modern dan sangat mudah masuk ke negara-negara timur, bahkan menghapus budaya-budaya timur. Apalagi, globalisasi tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Kita merasa lebih gaul, lebih elegan dan lebih keren bila meniru budaya barat. Tidak jarang generasi muda Indonesia saat ini yang menganggap budaya Indonesia sangatlakh kampungan dan setelah itu meninggalkannya. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya.

Saudara-saudara yang terkasih,

Budaya Indonesia ternyata sangat diminati oleh orangorang dari negara lain. Tahukah anda mengenai Didik Nini thowok? Ya, dia adalah penari senior kelas dunia. Didik Nini thowok sering diundang dalam acara kepresidenan untuk menari misalnya diundang olrh Perdana Menteri Jepang, Kiichi Miyazawa, Perdana Menteri Jerman Helmut Kohl, dll. Negara- negara yang sering mengundang Didik Nini Thowok adalah Belgia, Amerika, Inggris, Kanada, dll. Ia memiliki 23 murid dari berbagai belahan dunia. Bahkan sejak tahun 2000 Ia memperkenalkan tarian crossgender, tarian yang melintasi batas-batas seksualitas. Itulah sebabnya mengapa Didik Nini Thowok sering menari sebagai seorang wanita. Hal ini membuatnya tergabung dalam The Female Role Players in Asian Dance and Theater di Tokyo, Jepang. 

Selain itu, banyak orang orang Inggris, Perancis, dll yang mau merelakan semua yang mereka miliki untuk dapat mempelajari kesenian budaya Indonesia. Kita sepatutnya malu, karena kita yang adalah warga asli Indonesia malah malas untuk mencintai budaya Indonesia.

Kasus nyata yang menyiratkan bahwa budaya Indonesia sangat diminati oleh negara lain adalah pengklaiman budaya Indonesia oleh malaysia, negara tetangga kita. Malaysia mengklaim reog ponorogo, tari pendet, batik, dll sebagai budayanya. Malaysia seolah-olah menjadi musuh dalam selimut, dan menancapkan pisau dari belakang kepada Indonesia. Namun, kita tidak dapat menyalahkan Malaysia sepenuhnya. Kita tidak mau mencintai budaya kita sendiri, jangan salahkan negara lain bila mereka lebih mencintai dan mengklaim budaya kita sebagai budaya mereka. Ibaratnya, kalau kita sudah membuang sampah, terserah siapa saja yang mau mengambil sampah itu. Dengan kejadian ini kita patut menginstrospeksi diri masing-masing.

Siapakah yang akan menjadi penerus Didik Nini Thowok? Siapakah yang akan mempertahankan kekayaan budaya Indonesia? Kalau batik adalah budaya Indonesia, mengapa kita malu untuk mengenakannya? Kalau keroncong adalah budaya Indonesia, mengapa kita malu untuk mendengarkannya?

Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk mencintai budaya Indonesia. Semestinya kita merasa bangga dan bersyukur bernegara Indonesia dengan segala kekayaan budayanya. Marilah kita mulai untuk mencari tahu dan secara perlahan memelajari budaya-budaya Indonesia. Kita juga menyaring budaya yang datang dari luar dan mengambil sisi positifnya. Mulailah mencintai budaya Indonesia, karena budaya Indonesia sangatlah khas dan unik dan tidak ada yang menyamainya. Inilah budayaku! Indonesiaku!

Sekiranya itulah yang ingin saya sampaikan. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam tutur kata yang kurang berkenan di hati. Terima kasih.