Melisankan Teks Pidato (Makalah)

Melisankan Teks Pidato

Berpidato adalah kegiatan menyampaikan informasi, pesan, imbauan, dan amanat kepada khalayak atau kelompok massa dengan lisan. Orator adalah orang yang ahli dalam berpidato. Orator yang handal harus menguasai keahlian-keahlian berikut.

Mengungkapkan gagasan secara lisan tanpa hambatan.

Menguasai bahasa dengan baik dan benar.

Mengucapkan setiap kalimat dengan jelas dan lugas serta memperhatikan ketepatan informasi.

Percaya diri tampil di depan umum.

Langkah-langkah persiapan berpidato adalah sebagai berikut.

Merumuskan materi yang akan dipidatokan

Mengumpulkan data dan fakta untuk mendukung materi.

Menyusun materi pidato

Memahami materi pidato

Berlatih melisankan pidato

Pelaksanaan pidato

Berikut teknik-teknik dalam berpidato.

Pidato ekstemporan, yaitu berpidato dengan cara mencatat poin-poin ide dan gagasan, kemudian dikembangkan dengan improvisasi di depan khalayak. Keuntungan teknik pidato ini adalah komunikasi yang dibangun antara pendengar dan pembicara lebih baik karena pembicara berbicara langsung kepada khalayak, pesan dapat fleksibel untuk diubah sesuai kebutuhan, dan penyajian lebih spontan.

Pidato impromptu, yaitu berpidato spontan atau serta merta. Boleh juga dikatakan berpidato tanpa adanya persiapan terlebih dahulu. Jadi, dalam kondisi yang tidak siap dan belum matang, impromptu dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah, penyampaian pidato yang tidak lancar, gagasan yang disampaikan bisa acak-acakan, dan kemungkinan demam panggung besar sekali karena tidak adanya persiapan.

Pidato manuskrip, yaitu berpidato dengan membacakan naskah. Dalam hal ini, juru pidato membacakan naskah pidato dari awal hingga akhir. Oleh karena itu, tidak berlaku istilah yang disebut penyampaian pidato, tetapi pembacaan pidato.

Pidato memoriter, yaitu berpidato dengan menghafal naskah terlebih dahulu. Dalam teknik ini memungkinkan ungkapan yang tepat, organisasi yang berencana, pemilihan diksi bahasa yang teliti, dan gerak serta isyarat yang diintegrasikan dengan uraian. Akan tetapi, karena pesan yang disampaikan sudah tetap, tidak terjadi saling hubungan antara pembicara dengan pendengar.

Saat berpidato, anda harus memperhatikan artikulasi dan intonasi yang tepat. Artikulasi berarti lafal dan pengucapan kata, sedangkan intonasi berarti tinggi rendahnya nada