Pidato Bahaya Makanan Cepat Saji Versi 3

BAHAYA MAKANAN CEPAT SAJI

Assalamualaikum wr. wb.

Salam sejahtera bagi kita semua

Yang saya hormati Ibu Rosmiana Sipayung selaku guru Bahasa Indonesia

Dan teman-teman yang berbahagia

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena de-ngan rahmat-Nya pada hari yang cerah ini kita dapat berkumpul. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas topik tentang pengaruh makanan cepat saji bagi kesehatan.

Teman-teman yang berbahagia, makanan cepat saji adalah makanan yang dapat disiapkan dan disajikan dengan waktu yang singkat. Biasanya makanan cepat saji ini tersedia di restoran-restoran, seperti KFC, McDonald, dan lain-lain. Masyarakat cenderung lebih menyukai mengkonsumsi makanan cepat saji karena penyajiannya yang cepat sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama, juga karena mayoritas masyarakat zaman sekarang sudah malas memasak. Ditambah lagi dengan adanya delivery yaitu layanan cepat antar, jadi tidak perlu pergi kemana-mana lagi untuk membeli makanan. Makanan cepat saji dapat dibilang enak dan beberapa ada yang harganya terjangkau. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa makanan cepat saji dipenuhi oleh bahan-bahan kimia yang berbahaya, seperti zat adiktif. 

Teman-teman perlu diketahui bahwa, makanan cepat saji memilik banyak dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Yang pertama, dapat meningkatkan risiko serangan jantung dikarenakan kandungan kolesterol yang tinggi sehingga mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Yang kedua, dapat meningkatkan berat badan, terutama jika sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan jarang berolahraga. Lalu kandungan lemak yang tinggi yang terdapat pada makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar. Selain itu, kandungan kalori dan lemak jenuh yang tinggi pada makanan cepat saji akan memicu terjadinya resistensi insulin yang berujung pada penyakit diabetes. Hampir semua makanan cepat saji mengandung garam yang tinggi. Garam mengandung natrium, ketika kadar natrium dalam darah tinggi dan tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal, maka volume darah akan meningkat karena natrium bersifat menarik dan menahan air. Peningkatan ini dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh dan menyebabkan tekanan darah tinggi. Yang terakhir, makanan cepat saji mengandung zat adiktif yang dapat membuat ketagihan dan merangsang manusia untuk ingin terus memakannya sesering mungkin. Hal ini terkadang membuat manusia mengonsumsinya secara rutin tiap hari.

Mengkonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang menjadi bodoh, dan juga dapat meningkatkan resiko depresi. Penelitian dari University of Adelaide menunjukkan bahwa pola makan yang sarat fast food di usia kecil, akan membuat IQ anak lebih rendah dua poin dari anak yang tak banyak makan fast food saat masih kecil. Walaupun perbedaan IQ-nya tak begitu besar, studi ini membuktikan bahwa pola makan anak berusia 6 sampai 24 bulan memberikan efek yang kecil namun signifikan terhadap IQ saat usianya mencapai 8 tahun. 

Maka dari itu kurangilah mengkonsumsi makanan cepat saji, perbanyaklah mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, yang kaya akan vitamin. Teman-teman boleh saja memakan makanan cepat saji, namun jangan terlalu sering, kita harus selalu menjaga gizi dalam tubuh kita seimbang. Dan juga kita harus memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya makanan cepat saji, dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.

Mengakhiri pidato saya ini, saya mengajak teman-teman untuk selalu menjaga dan memperhatikan makanan yang kita konsumsi demi kesehatan diri-masing-masing. Sekian pidato dari saya semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum wr. Wb

Nama : Safina Zahira

Kelas : IX-C