Pidato Tentang Puasa : Nama Nur AeniZuhrotul M.

Nama: Nur AeniZuhrotul M.

Vivi N. SZahrotun Nisa

Kelas VIII-H

Pidato Tentang Puasa Sunnah

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kaum muslimin muslimat serta para undangan sekalian yang kami hormati, mari kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT karena pada pagi yang cerah ini kita diberikan rahmat dan ridho-Nya sehingga dapat berkumpul di sini tanpa ada halangan suatu apapun.

Hadirin sekalian yang berbahagia, selain diperintahkan untuk melaksanakan puasa wajib, kita juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Cara mengerjakannya sama seperti melaksanakan puasa ramadhan, yaitu dimulai dari trbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Dalam pelaksanaan puasa sunnah ini dikaitkan dengan bulan, hari, dan tanggal. Puasa sunnah ini apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala, namun jika tidak dikerjakan tidak akan berdosa.

Ada berbagai macam puasa sunnah yaitu puasa Syawal, puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) dan puasa hari Senin Kamis. Puasa syawal dilaksanakan sesudah tanggal 1Syawal selama enam hari. Boleh dikerjakan berturut-turut atau berselang-seling. Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah yaitu ketika orang yang melaksanakan ibaadah haji sedang wukuf dipadang Arafah. Keistimewaan puasa Arafah adalah bahwa puasa ini dapat menghapus dosa selama dua tahun. Di dalam sebuah hadis:

Artinya: Dai Abu Qatadah, nabi saw., telah berkata, puasa hari arafah itu menghapuskan dosa dua tahun: satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. (H.R. Muslim). Itulah keistimewaan puasa ini.

Sedangkan puasa Hari Senin Kamis adalah puasa sunnahyang dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis. Dalam sebuah Hadis:

Artinya: Rasulullah bersabda: ditempakan aal-amal umatku pada hari senin dan kamis dan aku senang amalku ditempakan, maka aku berpuasa.. (H.R. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Tapi ada beberapa waktu yang diharamkan untuk berpuasa yaitu yang pertama adalah pada hari raya Idul fitri dan Idul Adha, hari tasyrik tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah. Selain itu diharamkan juga berpuasa pada hari-hari yang diragukan. Di sini maksudnya adalah misalnya kita ragu apakah hari itu sudah tanggal 1 ramadhan atau belum.

Allah SWT memerintahkan kita berpuasa, tentu saja ada hikmah di dalamnya. Diantaranya adalah dengan berpuasa, kita dapat meningkatkan iman dan takwa serta mendorong kita untuk rajin bersyukur kepada Allah SWT. Yang kedua, puada juga menumbuhkan rasa solidaritas terhadap sesama terutama kasih sayang terhadap fakir miskin. Yang ketiga adalah bahwa berpuasa melatih dan mendidik kita untuk bersabar dalam kehidupan sehari-hari. Hikmah selanjutnya adalah bahwa berpuasa dapat mengendalikan hawa nafsu kita terhadam makanan, minuman,dan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Selanjutnya, puasa juga mendidik kita untuk bersifat siddiq karena dengan berpuasa dapat menjaga diri dari sifat pendusta. Hikmah yang terakhir adalah dengan berpuasa, kita mendapatkan waktu istirahat bagi organ-organ tubuh kita.

Hadirin yang berbahagia, saya kira cukup sekian dari saya. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.