Pidato : Bapak-bapak,ibu-ibu, Dan Saudara Saudara Sekalian

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak-bapak,ibu-ibu, dan saudara saudara sekalian yang saya hormati.

Pertama kali, marilah kita memanjatkan puji syukur yang tiada terhingga kepada Allah swt. Karena Dia telah memberi kita karunia dan nikmat yang sangat besar. Karunia dan nikmat itu ialah umur yang panjang, kesehatan yang baik, dan kesempatan yang luang sehingga kita semua bisa menghadiri acara ini.

Tanpa ijin dari Allah tak mungkin kita bisa hadir dan bermuwajahah di tempat ini.

Kedua kalinya, semoga keselamatan dan kesejahteraan tetap dilimpahkan Allah kepada panutan kita semua, yakni Rosulullah saw.berikut para keluarganya, para sahabatnya, para Ulama-ulama dan segenap pengikutnya umat Islam sekalian. Amiin.

Para hadirin yang saya hormati,

Pada dasarnya Manusia adalah makhluk Sosial. Artinya makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, melainkan secara berkelompok. Satu sama lain saling membutuhkan. Kita tidak bisa hidup seorang diri. Kita pasti bergantung dan membutuhkan pertolongan orang lain. Demikian pula orang lain, pasti membutuhkan kehadiran kita. Sikap saling membantu sangat dianjurkan dalam islam. Saling membantu sesama manusia merupakan akhlak mulia.

Allah berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 2:

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara sekalian,

Pada dasarnya tolong- menolong itu dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tolong-menolong secara moral dan tolong-menolong secara material.

Tolong-menolong secara moral adalah saling membantu member nasihat tentang kebaikan. Memberi jalan keluar atas kesulitan teman atau orang lain.mencagah perbuatan munkar dan menunjukan bagaimana seorang itu berbuat. Atau bisa juga memberikan gagasan-gagasan positif, dan masih banyak lagi.

Sedangkan tolong-menolong dari segi material ialah membantu orang lain misalkan berupa tenaga,harta,modal,sedekah,zakat dan sebagainya.

Allah berfirman dalam surat At Taubah Ayat 103 :

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dgn zakat itu kamu membersihkan & mensucikan mereka & mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Sungguh indah ayat-ayat Al-Quran. Ayat tersebut mengandung makna saling tolong-menolong.di mana para Amil (petugas zakat) meminta atau mengambil sebagian dari harta orang kaya untuk zakat. Kemudian harta zakat dibagikan kepada fakir miskin, yatim piatu dan mereka yang berhak.

Ini contoh tolong-menolong. Dimana para, amil menolong orang kaya agar mereka tidak terkena siksa Allah akibat kelalaian zakatnya. Sedangkan orang kaya yang mengeluarkan zakat akan menolong fakir miskin, anak yatim dan mereka yang berhak. Hal inilah bentuk taawun material.

Para hadirin rahimahumullah,

Islam memberi tuntunan dan ajaran bahwa sesama muslim adalah saudara. Jika sesama muslim telah mengaku saudara, maka sungguh keterlaluan jika muslim yang kaya enggan menolong muslim yang miskin. Sungguh keterlaluan muslim yang pandai enggan memberi ilmunya kepada miskin yang bodoh. Karena itu yang kaya hendaknya memberi yang miskin dan yang berilmu hendaknya mengajari yang bodoh.

Dalam ikatan persaudaraan atau persahabatan, maka ada hak-hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Rosulullah saw. Bersabda:

"Ada empat perkara hak orang islam yang harus engkau penuhi yaitu agar membantu kepada yang berbuat kebaikan,memohonkan ampunan kepada yang berbuat dosa, mendoakan kepada yang membelakangi agamanya dan agar senang kepada mereka yang melakukan taubat."

Bapak-bapak,ibu-ibu dan saudara sekalian,

Namun selama ini dikalangan semua muslim,tolong-menolong dalam bentuk material ini masih belum membudaya. Banyak orang islam yang kaya raya namun kepedulian sosial terhadap sesama saudara muslim kurang maksimal. Tidak sedikit mereka yang berlimpah kekayaan namun masih kikir. Padahal seandaianya di Negara ini, orang islam yang kaya peduli terhadap orang islam yang miskin, yang pengangguran dan yatim piatu, maka masyarakat islam akan menjadi makmur.

Oleh karena itu diharapkan kita melatih diri untuk dermawan dan suka mengulurkan tangan kepada sesama muslim yang miskin. Memberi lapangan pekerjaan bagi muslim yang fakir. Dan tidak segan-segan menolong yatim piatu. Sesungguhnya harta yang kita keluarkan untuk menolong mereka tidak akan berkurang, melainkan bertambah.

Demikianlah sedikit apa yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Jika ada kesalahan, maka hal itu karena khilaf dan kebodohan ilmu saya. Namun jika dalam materi itu dapat dipetik kebenarannya,maka hal itu semata-mata karena ilmu Allah. Mohon maaf atas segala kekurangannya.

Atas perhatiannya Bapak dan Ibu, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

loading...