Contoh Pidato Tema Teknologi Informasi Dan Komunikasi

Contoh Pidato Tema Teknologi Informasi dan Komunikasi

Contoh Pidato Tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan.

Puji dan syukur, kita panjatkan ke hadirat TUHAN karena berkat karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat di tempat ini.

Teman-teman semuanya,

Dalam kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato yang bertema Teknologi Informasi.

Teknologi Informasi adalah suatu cara bagi pengguna media untuk mengkomunikasikan hal yang ingin mereka sampaikan kepada orang lain. Teknologi informasi dan telekomunikasi dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang kehidupan antara lain dalam bidang pendidikan.

Ternyata banyak sekali manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan. Dengan pendidikan dimungkinkan terjadinya penyebarluasan Teknologi Informasi dan transformasi ilmu pengetahuan untuk sektor-sektor pendidikan. Para siswa yang duduk di bangku sekolah dapat terbantu dengan adanya internet dalam mengerjakan tugas sekolah, para siswa mencari bahan tugas makalahnya di internet. Dengan adanya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah, para siswa dapat belajar dan memanfaatkan TIK dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Manfaat TIK lainnya dalam bidang e-education juga ada. Kita sudah mengenal program internet goes to school, community acces point, e-learning, smart campus dan lain-lainnya.

Pemerintah juga harus menyiapkan perangkat peraturan terkait pembatasan kebebasan akses internet. Akses yang terlalu bebas bisa berakibat fatal bagi perkembangan masyarakat, terutama di daerah yang haus akan informasi.

Harus kita sadari, TIK khususnya internet hanyalah merupakan alat bantu saja dan bukan menjadi solusi dalam dunia pendidikan, formal maupun nonformal. Bagaimanapun pendidikan yang bermutu didapat dari para pendidik yang bermutu ditambah dukungan pemerintah dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa didik yang diimplementasikan dengan benar dan kreatif.

Bapak ibu guru yang saya hormati, serta teman-teman semua yang saya banggakan. Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayahnyalah kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat tanpa kekurangan suatu apapun.

Hadirin yang berbahagia, di zaman globalisasi sekarang ini kita seakan semakin dimanjakan oleh teknologi yang semakin canggih. Meskipun kita mendapatkan banyak kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita, namun kemudahan-kemudahan itulah yang kadang justru membawa dampak buruk bagi kita.

Marilah sejenak kita melihat kehidupan disekitar kita yang semakin terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Saya beri contoh saja internet, teknologi ini sekarang semakin mudah diakses oleh siapapun baik tua ataupun muda. Jika kita mau berpikir lebih terbuka, sebenarnya ada sejuta manfaat yang bisa kita peroleh dari internet. Contohnya saja kita bisa mendapatkan banyak informasi, komunikasi yang semakin mudah, bahkan telah banyak orang yang menjadi kaya karena internet. Namun sayangnya banyak pihak yang menyalahgunakan teknologi internet ini, contohnya saja semakin maraknya pornografi, penipuan, pembajakan, dan masih banyak lagi.

Internet juga menjadi salah satu gerbang masuknya budaya-budaya asing yang kadang tidak sesuai dengan budaya kita. Kita bisa lihat generasi muda kita yang sudah semakin teracuni oleh budaya barat yang sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia sebagai negeri timur yang sangat menjunjung tinggi norma kesopanan. Kita bisa lihat pemuda-pemuda kita yang sepertinya sangat bangga mengenakan pakaian-pakaian yang serba minim yang sebenarnya tidak sopan menurut budaya kita.

Oleh karena itu, hadirin yang saya hormati, kita harus pandai-pandai menyaring segala hal yang kita dapat di era globalisasi sekarang ini. Budaya asing sebenarnya tak semuanya buruk, namun kita harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita. Akhir kata, saya ucapkan terimakasih atas perhatian hadirin. Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung perasaan hadirin.

Terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (PIDATO)

Assalamualaikum wr.wb

Yang terhormat, Kepalah Sekolah SMAN 1 Babelan, Bapak/Ibu guru, serta teman-teman seperjuangan yang saya sayangi.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kita dapat berkumpul disini dalam sehat walafiat. Shalawat serta salam tak lupa kita junjungkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW, karena berkat bimbingan beliau kita dapat jalan yang terang benderang, yaitu ad-dinul islam.

Dalam kesempatan ini, saya ingin sedikit menyampaikan kepada hadirin sekalian tentang Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Teknologi informasi adalah suatu cara bagi pengguna media untuk berkomunikasi dan memberi atau mendapatkan suatu informasi kepada orang lain.

Dalam bidang pendidikan, dengan teknologi informasi dan komunikasi dapat menyebarluaskan dan mendapatkan ilmu pengetahuan untuk sektor-sektor pendidikan. Contohnya, para siswa dapat terbantu dengan adanya internet dalam mengerjakan tugas sekolah, maupun belajar di internet. Dengan adanya pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di sekolah, siswa dapat belajar dan memanfaatkan TIK dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat TIK tidak hanya pada bidang pendidikan saja,tetapi juga pada bidang sosial, contohnya seseorang dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lai melalui jaringan internet. Banyak media sosial yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna TIK untuk bersosialisasi dengan orang lain seperti Yahoo mail, Facebook, Twitter, dan lain-lain.

Hadarin yang berbahagia,

Dibalik manfaat TIK dalam kehidupan, TIK juga memiliki damapak baik dan buruknya. Dampak baiknya kita bisa memperoleh informasi secara luas dan dapat berkomunikasi dengan orang lain dari jarak yang jauh. Sedangkan, dampak buruknya tidak ada batasan bagi pengguna TIK sehingga adanya kebebasan yang mengakibatkan penyalahgunaan fasilitasa TIK yaitu internet sebagai sarana untuk kriminalitas atau tindakan asusila.

Oleh karena itu, sebaiknya kita menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan sebaik-baiknya dalam hal positif demi kemajuan diri dan pribadi kita. Dan kita selaku pengguna TIK harus dapat menguasai tekonologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.

Kiranya, hanya itu yang dapat saya sampaikan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua. Kurang dan lebihnya, mohon maaf.

Wassalamualaikum wr.wb.

Kemiskinan di Indonesia

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah.SWT. karena ialah kita bisa berkumpul bersama disini untuk saling bertukar ilmu dalam ridho-Nya. Salawat dan salam patut kita haturkan kepada nabi besar kita Nabi Muhammad.SAW. karena beliaulah kita dapat berpindah dari alam yang gelap menuju alam yang terang menderang.

Yang terhormat Ibu guru Marlia selaku pembimbing atau pengajar pelajaran bahasa Indonesia kami saat ini dan yang saya banggakan dan saya cintai teman-temanku sekalian. Saya berdiri disini untuk berpidato sambil berbagi ilmu kepada teman-teman dengan tema social-ekonomi yang berjudulkan kemiskinan.

            Kemiskinan di bumi Indonesia masih tersebar dimana-mana, apalagi bagi masyarakat yang tinggal di pedalaman dan kota metropolitan. Memang, dari tahun 2002 (18,2 %) level kemiskinan di Indonesia mulai menurun tetapi naik kembali di tahun 2005-2006, lalu turun kembali menjadi 12,49 % di tahun 2011. Itu artinya tingkat kemiskinan di Indonesia tidak menurun secara maksimal dan tidak dapat dipertahankan. Sebelum kita lanjutkan, saya akan membacakan persen level kemiskinan di Indonesia dari tahun 2002 hingga 2011 :

            Tahun 2002     -> 18,2 %
      Tahun 2003     -> 17,42 %
       Tahun 2004     -> 16,66 %
       Tahun 2005     -> 16,69 %
      Tahun 2006     -> 17,75 %
      Tahun 2007     -> 16,58 %
      Tahun 2008     -> 15,42 %
      Tahun 2009     -> 14,15 %
      Tahun 2010     -> 13,33 %
      Tahun 2011     -> 12,49 %

Dari data tersebut, tingkat kemiskinan dari tahun ke tahun hanya menurun beberapa persen saja dari tahun-tahun sebelumnya dan menghasilkan hasil yang tidak maksimal. Faktor yang membuat kemiskinan di Indonesia belum juga musnah adalah :

1                          1. Tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Tingginya tingkat pengangguran juga disebabkan karena 2 faktor, yaitu kurangnya lapangan kerja dan malasnya masyarakat untuk mencari lapangan kerja. Itu yang membuat kemiskinan ada. Jadi, jika kita tidak mau hidup susah, maka berusahalah dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari kerja demi mendapatkan kesejahteraan yang layak. 
                      2.   Pemerintah yang kurang melihat rakyatnya. Pemerintah selaku pejabat tinggi Negara harusnya sering menengok atau turun tangan dalam kasus-kasus yang ada di Indonesia, salah satunya kemiskinan. Mereka harusnya menengok rakyat kecilnya dipinggir-pinggir kota yang padat yang ada dalam kelaparan dan ketidak mampuan mereka. Dengan perhatian dari pemerintah, rakyat yang tidak mampu setidaknya dapat tertolong dari keterpurukan yang dialami mereka.

                            3.  Pejabat yang tidak pernah memikirkan rakyatnya (koruptor). Dengan adanya penjahat dikalangan pemerintah, rakyat yang tidak mampu hanya bisa melihat uang mereka diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dalam kemewahan harta para pejabat tinggi, di pinggir kota mereka menangis. Apakah para koruptor bisa menyadari bahwa uang yang mereka salah gunakan itu adalah uang rakyat yang sedang kelaparan di  pinggir kota? di jalanan?. Banyaknya koruptor di Indonesia juga bisa menyebabkan tingkat kemiskinan di Indonesia tinggi, karena uang yang harusnya disalurkan kepada masyarakat yang tidak mampu, malah masuk kedalam mulut para koruptor Negara. Harusnya para pejabat kita bisa membantu permasalahan yang ada di Indonesia bukan sebaliknya dengan membuat masalah di negri tercinta ini. Jika saja para koruptor tidak melakukan perbuatan itu, maka rakyat yang tidak mampu akan mendapatkan kesejahteraan yang layak bagi mereka dan seluruh warga Negara Indonesia.

Maka dari itu, jika kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu, bantulah mereka semampu dan seadanya untuk membantu masalah kemiskinan di negara ini.

Saya rasa cukup sekian pidato saya kali ini, jika banyak yang salah mohon dimaafkan karena sempurna itu hanya milik Allah.SWT.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KESEHATAN

Assalamualaikum.wr.wb

           

Yang terhormat kepada bapak kepala sekolah (nama kepala sekolah) bapak Haji yang saya hormati ibu (ibu guru bahasa indonesia) dan hadirin yang saya cintai.

 Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa syukur yang sebesarnya-besarnya atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita dapat bertemu pada pagi hari ini dalam keadaan sehat walafiat yang diberikan selalu kepada kita semua.

Shalawat dan salam kita sanjungkan ke haribaan junjungan besar kita, nabi agung, nabi mulia, nabi Muhammad Saw. Demikian halnya, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan untuk keluarganya, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Atas jerih payah, pengorbanan dan keikhlasan merekalah, cahaya Islam dapat terbit di belahan timur bumi ini.

Dalam berdirinya saya disini, saya akan menyampaikan pidato tentang pentingnya kesehatan diri. Walaupun sudah sering di dengar di kalangan masyarakat tetapi betapa pentingnya arti kesehatan.  Pengertian kesehatan ini sendiri menurut sumber Wikipedia adalah keadaan sejahtera dari badan,jiwa,dan sosial yang memungkinkan keadaan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. Disini dapat diartikan, kesehatan itu menjadi mahal bila seseorang tidak menjaganya dengan baik.

            Dalam menjaga kesehatan diri, bisa dilakukan mulai dari sejak dini, agar terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan. Karena saat ini banyak perilaku yang menyimpang sehingga ia belum memahami arti kesehatan itu sendiri secara sepenuhnya. Contohnya saja seseorang membiasakan hidup sehat,  tetapi ia masih merokok itu sama saja artinya dengan tidak memahami kesehatan itu sendiri dan membuat sebagian dari dirinya rusak secara perlahan-lahan.

            Dampak yang ditimbulkan dari perilaku menyimpang tersebut banyak, mulai dari dalam diri sendiri sampai kegiatan yang ia lakukan setiap hari. Dari dalam diri sendiri contohnya saja ia bisa merusak organ-organ bagian tubuh , sedangkan contoh dari kegiatan yang ia lakukan adalah mengganggu aktifitas dengan keadaan tubuh kurang sehat.

            Jadi marilah sejak dini kita menjaga kebersihan diri dimanapun dan kapanpun, karena menjaga kesehatan diri  salah satu usaha kita dalam bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa, seperti kata pepatah mengatakan Lebih  baik mencegah daripada mengobati. Harapan saya untuk kalian semua jagalah kesehatan kalian dengan sebaik-baiknya,karena itu salah satu merupakan karunia Tuhan yang harus kita jaga.

            Kesimpulan pidato ini mari menjaga kesehatan diri terapkan mulai saat ini ,  banyak cara yang bisa dilakukan seperti berolahraga,mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, tidak merokok, selalu mengatur pola tidur yang baik,dan lain-lain.

            Pidato kali ini bisa saya sampaikan, semoga pesan-pesan yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi teman-teman. Apabila ada kesalahan-kesalahan kata yang kurang berkenan dihati, saya minta maaf yang setulus-tulusnya. Atas perhatian saudara saya ucapkan terimakasih.

            Akhir kata saya ucapkan Wassalamualaikum wr.wb

1. Tujuan:

a.   Menentukan hubungan antara gaya dan pertambahan panjang pegas

b.   Menentukan konstanta suatupegas

2. Landasan Teori :

Elastisitas bahan tergantung dari jenis bahan. Meskipun dua bahan tersusun dari molekul atau unsur yang sama, apabila struktur penyusunannya berbeda, maka elastisitas dua bahan tersebut juga berbeda.

   Hukum Hooke

Hukum Hooke adalah perbandingan antara gaya yang diberikan dengan pertambahan panjang benda adalah konstan.

F = k . x          k =   Fx

        Keterangan :

  F = gaya (N)

  k = konstanta (N/m)

  x = perubahan panjang (m)

3. Alat/Bahan :

Statif (1 set)

Penggaris kayu 100 cm 1 buah

Pegas Spiral (1 buah)

* Beban : 20 gram,  50 gram100 gram

* Benang Kasur  Secukupnya 

1. Statif                        

2. Penggaris                     

3. Neraca Pegas 

4. Beban Gantung

5. Karet Elastis  

6. Kertas Grafik

4. Cara Kerja   :                   

1.Menyiapkan alat dan bahan.

2.Menggantung pegas pada statif yang telah tersedia.

3.   Mengukur panjang pegas mula mula.

4 . Menggantungkan beban 20 gram pada pegas yang telah digantungkan pada statif.

5.Mengukur perubahan panjang pada pegas

6.      Mengulangi langkah 4 dan 5 dengan mengganti beban 50 gram, 70 gram, dan 100 gram secara berurutan.

7.Mencatat hasil pengamatan pada tabel data. 

5.  Tabel Pengamatan :

No

m (gram)

L0 (cm)

L1 (cm)

1

20

15

21

2

50

15

41

3

70

15

49

4

100

15

69

No

m (gram)

L0 (cm)

L1 (cm)

1

20

15

21

2

50

15

41

3

70

15

49

4

100

15

69

       

       

       

       

       

      Analisis Data :

      No

m (Kg)

F = W 

   = m.g (N)

L0 (Meter)

L1 (Meter)

L (Meter)

K =  F

        L        

( N/m)

1

0,02

0,2

0,15

0,21

0,06

3,33

2

0,050

0,5

0,15

0,41

0,26

1,92

3

0,070

0,7

0,15

0,49

0,34

2,06

4

0,100

1

0,15

0,69

0,54

1,85

K

2,29

Keterangan :

         m   = massa beban                         (gram)           L1       = Panjang akhir              (m)

         F    = Gaya                                    (N)                L    = Perubahan panjang      (m)

         L0  = Panjang mula-mula              (m)                K      = Konstanta                   (N/m)

    Kesimpulan : Beban yang diberikan akan mempengaruhi perubahan panjang, semakin kecil beban yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin kecil dan sebaliknya semakin besar beban yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin besar.

Gaya yang diberikan sebanding dengan perubahan panjang.

Nilai konstanta pegas diperoleh dari perbandingan antara gaya dengan pertambahan panjang, nilai rata rata konstanta  yang kita peroleh adalah 2,29 N/m.

    Saran :

a.       Sebaiknya kita melakukan percobaan beberapa kali dengan menggunakan beban yang berbeda (20 > x < 100), agar data yang diperoleh lebih akurat.

b.      Lebih baik menggunakan ukuran beban yang tidak lebih dari 100 gram, karena dapat menyebabkan pegas menjadi rusak.

   Jawaban Pertanyaan

e. Bagaimana hubungan antara F dan l  pada grafik

            jawab :

            Berdasarkan grafik tersebut, diketahui hubungan antara F dan l  adalah menghasilkan pertambahan panjang pegas karena diberi gaya akan sebandng dengan besar gaya yang diberikan sehingga menghasilkan persamaan :

F = kl

f. Tuliskan perumusan hubungan tersebut..

            jawab :

            F = kl

g. Jika beban yang diberikan adalah F, bagaimana besar dan arah gaya pada pegas ?

            jawab :

            Besar gaya pada pegas sebanding dengan pertambahan panjang pegas saat beban diberi gaya dan arah gaya pada pegas kearah sumbu x .

h. Tuliskan kembali rumus pada bagian ( f ) diatas.

            Jawab :

            F = kl

PRAKTIKUM 1

HUKUM OHM

I.                   TUJUAN PERCOBAAN

1.      Mempelajari hubungan antara tegangan dan kuat arus yang   mengalir dalam sebuah rangkaian.

2.      Mempelajari pengaruh hambatan terhadap arus listrik.

II.                LANDASAN TEORI

 Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuahpenghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya.[1][2] Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.[1] Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.[1]

                Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:

                             

         Dimana :

   adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere.

   adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt.

   adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.

Berdasarkan hukum Ohm, 1 Ohm didefinisikan sebagai hambatan yang digunakan dalam suatu rangkaian yang dilewati kuat arus sebesar 1 Ampere dengan beda potensial 1 Volt. Oleh karena itu, kita dapat mendefinisikan pengertian hambatan yaitu perbandingan antara beda potensial dan kuat arus. Semakin besar sumber tegangan maka semakin besar arus yang dihasilkan. Jadi, besar kecilnya hambatan listrik tidak dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus listrik tetapi dipengaruhi oleh panjang penampang, luas penampang dan jenis bahan. Hambatan dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu panjang, luas dan jenis bahan. Hambatan berbading lurus dengan panjang benda, semakin panjang maka semakin besar hambatan suatu benda. Hambatan juga berbading terbalik dengan luas penampang benda, semakin luas penampangnya maka semakin kecil hambatannya. Inilah alasan mengapa kabel yang ada pada tiang listrik dibuat besar-besar, tujuannya adalah untuk memperkecil hambatan sehingga tegangan bisa mengalir dengan mudah. Hambatan juga berbanding lurus dengan jenis benda (hambatan jenis) semakin besar hambatan jenisnya maka semakin besar hambatan benda itu.

III.             ALAT DAN BAHAN

1.    Catu Daya

2.    Bohlam lampu

3.    Ohm Meter

4.    Ampere Meter

5.    Papan Penghubung

6.    Pitting

7.    Kabel Penghubung

8.    Resistor

IV.             LANGKAH KERJA

1.      Dirangkai lampu pada papan penghubung.

2.      Diukur nilai hambatan pada resistor berdasarkan gelang-gelang warna yang tertera pada resistor. Lalu, hasil perhitungan dimasukkan ke dalam tabel pengamatan.

3.      Diukur nilai hambatan pada kawat resistor menggunakan ohm meter. Lalu, nilai yang tertera pada ohm meter dimasukkan ke dalam tabel perhitungan.

4.      Lalu, dihubungkan antara lampu pada papan penghubung dengan kawat resistor secara paralel. Rangkaian terlebih dahulu telah terhubung dengan catu daya dengan besar tegangan 3 V.

5.      Setelah menghitung nilai hambatan pada tiap resistor, kemudian rangkaian tersebut kembali dihubungkan dengan ampere meter untuk mengetahui nilai arus yang mengalir.

6.      Setelah mendapatkan nilai arus yang mengalir menggunakan ampere meter, hitung jumlah arus yang mengalir dengan menggunakan hukum ohm.

7.      Masukkan semua data ke dalam tabel pengamatan. Dan, amati perbandingan nilai di antara keduanya.

V.                HASIL PENGAMATAN

No

R

I

Ohm meter

Kode Warna

Ampere meter

Terhitung

1.

5

5,6

0,20 A

0,6 A

2.

3,5

2,9

0,21 A

0,85 A

3.

4

4,1

0,20 A

0,75 A

4.

1.500

1.800

0,5 mA

0,002 A

5.

80

100

0,01 A

0,0375 A

6.

1.300

1.500

0,5 A

0,0023 A

7.

1.700

2.000

0,19 A

0,0017 A

8.

6

6,8

0,19 A

0,5 A

9.

1000

1.200

0,5 mA

0,003 A

10.

1.800

2.200

0,5 mA

0,0016 A

VI.             ANALISIS PERBANDINGAN NILAI TERUKUR DAN TERHITUNG

Dari percobaan tersebut, dapat diketahui jika lampu hanya bisa menyala saat nilai hambatan pada resistor kecil. Sedangkan nilai arus yang terukur lebih besar jika dibandingkan dengan arus listrik saat menggunakan resistor dengan nilai yang besar.

Ketika nilai hambatan pada resistor sebesar 5 , hambatan yang tertera pada ampere meter sebesar 0,2 A. Dan lampu dalam kondisi menyala. Berbeda dengan percobaan ketika nilai resistornya sebesar 1.800 , nilai kuat arus yang tertera pada ampere meter adalah sebesar 0,5 mA. Dan, lampu dalam kondisi tidak menyala. Lampu tidak bisa menyala karena nilai hambatan yang begitu besar. Sehingga membuat kuat arus yang mengalir menjadi kecil. Karena hal tersebutlah, lampu jadi tidak bisa menyala.

Hal ini sangat sesuai dengan hukum ohm, jika nilai hambatan berbanding terbalik dengan uat arusnya. Jika nilai hambatan pada resistor besar, maka nilai kuat arus yang terukur akan besar. Sebaliknya, jika nilai hambatan yang terukur pada resistor besar, maka nilai kuat arus yang terukur akan kecil.

Hal ini terbukti ketika dilakukan perhitungan nilai kuat arus dengan cara biasa. Tidak dengan menggunakan ampere meter. Walaupun terdapat selisih nilai antara nilai yang tertera pada ampere meter dan nilai yang dihasilkan dengan cara perhitungan biasa.

Pada percobaan ini, data hasil pengamatan kami kurang akurat. Adapun kesalahan- kesalahan dalam percobaan dapat disebabkan karena :

               Alat yang digunakan untuk percobaan kurang berfungsi dengan baik ataupun sudah rusak

               Kurangnya ketelitian dalam membaca alat ukur

               Kesalahan praktikan dalam pengukuran dan penghitungan

VII.          KESIMPULAN

Dari beberapa percobaan di atas,  jadi bisa disimpulkan beberapa hal seperti di bawah ini.

1.      Nilai hambatan berbanding terbalik dengan nilai kuat arusnya. Jika nilai hambatannya besar, maka nilai kuat arusnya akan kecil. Begitu juga sebaliknya.

2.        Setelah melakukan praktikum tersebut, dapat disimpulkan bahwa Hukum Ohm menyatakan bahwa kuat arus listrik (I) sebanding dengan beda potensial yang diberikan dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian (R)  dapat disimbolkan dengan :

V = I R

LAPORAN UJIAN PRAKTEK FISIKA

PERCOBAAN LENSA CEMBUNG

I.                   TUJUAN PRAKTIKUM

1.      Menjelaskan sifat-sifat bayangan yang dibentuk melalui pembiasan lensa cembung.

2.     Menentukan jarak titik fokus lensa cembung.

II.                LANDASAN TEORI

    Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang bias. Lensa Cembung (konveks) memiliki bagian tengah yang lebih tebal daripada bagian tepinya.Lensa cembung disebut juga lensa positif.

      Lensa cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu

1.      lensa bikonveks (cembung rangkap),

2.      lensa plankonveks (cembung datar),dan

3.      lensa konkaf konveks (cembung cekung).

      Ciri-ciri suatu lensa cembung adalah bagian tengah lensa lebih tebal daripada bagian tepinya,bersifat mengumpulkan sinar dan titik fokusnya bernilai positif.

      Dari gambar diatas terlihat bahwa sinar bias mengumpul ke satu titik fokus di belakang lensa. Berbeda dengan cermin yang hanya memiliki satu titik fokus, lensa memiliki dua titik fokus. Titik fokus yang merupakan titik pertemuan sinar-sinar bias disebut fokus utama ( F ) disebut juga fokus aktif. Karena pada lensa cembung sinar bias berkumpul di belakang lensa maka letak   nya juga di belakang lensa. Sedangkan fokus pasif ( F’ )simetris terhadap  . Untuk lensa cembung, letak   ini berada di depan lensa.

Ada tiga tiga sinar istimewa pada lensa cembung yaitu :

1. Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F.

2. Sinar melalui F dibiaskan sejajar sumbu utama

3. Sinar melalui pusat optik tidak dibiaskan.

Langkah-langkah pembentukan bayangan pada lensa diantaranya :

Lukis dua buah sinar istimewa (agar lebih sederhana gunakan sinar istimewa pada poin 1 dan 3).

Sinar selalu datang dari depan lensa dan dibiaskan ke belakang lensa. Perpanjangan sinar-sinar bias ke depan lensa dilukis sebagai garis putus-putus.

Perpotongan kedua buah sinar bias yang dilukis pada langkah 1 merupakan letak bayangan. Jika perpotongan didapat dari sinar bias, terjadi bayangan nyata, tetapi jika perpotongan didapat dari perpanjangan sinar bias, bayangan yang dihasilkan adalah maya.

III.             ALAT DAN BAHAN

1.      LENSA CEMBUNG

2.      BANGKU OPTIK

3.      MISTAR

4.      SUMBER CAHAYA ( LILIN )

5.      LAYAR ( PENANGKAP BAYANGAN )

IV.              CARA KERJA

1.      Pasanglah lensa cembung pada bangku optik.Letakkan lensa tersebut pada jarak kira-kira 30 cm dari lilin yang sudah dinyalakan.

2.      Pasanglah layar penangkap bayangan dibelakang lensa cembung . Carilah bentuk bayangan yang paling jelas dan paling tajam.

3.      Ukurlah jarak antara sumber cahaya ( lilin ) dan lensa . Catatlah jarak sumber cahaya ( lilin ) dari lensa cembung sebagai jarak benda ( S ).

4.      Tangkaplah bayangan dengan layar . Catatlah jarak bayangan dari lensa cembung sebagai jarak bayangan ( S ).

5.      Ubahlah jarak antara sumber cahaya dan lensa cembung dengan cara mendekatkan lilin menuju lensa cembung ataupun dengan cara menjauhkan lilin menuju lensa cembung . Lakukan kegiatan ini beberapa kali untuk jarak yang berbeda sehingga sumber cahaya ( lilin ) sangat dekat ataupun jauh dengan lensa cembung.

6.      Tangkaplah bayangan dengan layar . Catatlah jarak benda dan jarak bayangan pada data pengamatan.

V.                 DATA PENGAMATAN

No.

Jarak Benda

( S )

Jarak Bayangan

( S )

Sifat-Sifat

Bayangan

Sifat

Posisi

Perbesaran

1.

30 cm

50 cm

Nyata

Terbalik

Diperbesar

2.

25 cm

55 cm

Nyata

Terbalik

Diperbesar

3.

20 cm

60 cm

Nyata

Terbalik

Diperbesar

4.

50 cm

30 cm

Nyata

Terbalik

Diperkecil

5.

55 cm

25 cm

Nyata

Terbalik

Diperkecil

VI.              ANALISA DATA

      Setelah melakukan percobaan praktikan dapat menghitung fokus lensa cembung () dari jarak benda(So) dan jarak bayangan(S).Meskipun jumlah fokus lensa () tidak begitu tepat dengan fokus Lensa () pada bungkus lensa cembung (=15) tetapi cukup mendekati.

1.     F = 18,75 cm

2.    F = 17,1875 cm

3.   F = 15 cm

4.    F = 18,75 cm

5.     F = 17,1875 cm

VII.           KESIMPULAN

            Dari percobaan yang telah  dilakukan praktikan dapat menghitung fokus sebuah lensa   cembung hanya dengan adanya data tentang jarak benda (S) dan jarak bayangan (S) dengan menggunakan rumus sebagai berikut sehingga rata-rata fokus lensa cembung adalah 17,375 cm.

                        Dari data pengam tan praktikan dapat menyimpulkan bahwa semakin dekat jarak antara sumber cahaya ( lilin ) dengan lensa cembung maka perbesaran bayangan diperbesar , semakin jauh jarak antara sumber cahaya ( lilin ) dengan lensa cembung maka perbesaran bayangan diperkecil , dan sifat bayangan pada lensa cembung adalah selalu nyata ( perpotongan sinar bias dibelakang lensa dan dapat ditangkap layar ) dan terbalik .

BANDUL

B. ALAT DAN BAHAN

Alat

Ayunan matematis yang terdiri dari

–       Benang wol

–       Besi pejat yang berkatrol

–       Tutup botol

Penyangga statis

Stop watch

Mistar 100 cm

Busur

Bahan

C. PROSEDUR PERCOBAAN

a)      Menyediakan alat untuk percobaan.

b)      Mengukur panjang tali dari pusat bola titik gantung 90 cm.

c)      Kemudian mengukur sudut simpangan bola 150 sampai 200 kemudian dilepas.

d)     Catat waktu untuk 12 ayunan dengan menekan stop watch pada saat bandul dilepas dan lakukan 3X

e)      Mengulang prosedur nomor 4 untuk panjang tali 70,60, dan 55

f)       Membuat tabel dari hasil yang diperoleh

 

 

 

BAB III

HASIL DAN KESIMPULAN

A. DATA HASIL PENGAMATAN

No

Waktu 12 ayunan (detik)

Panjang Tali

 

Harga rata-rata

1

70

T1=21

T2=20

T3=19

T=20

2

60

T1=20,5

T2=19,3

T3=19

T=19.6

3

55

T1=20

T2=18,3

T3=18

T=18.8

TUGAS

1. Menghitung percepatan gravitasi untuk setiap panjang tali yang berbeda ?

2. Bandingkan percepatan gravitasi yang diperoleh dengan yang ada pada literature ?

3. Buat kesimpulan ?

 

B. PEMBAHASAN SOAL

1.Menghitung percepatan gravitasi :

a) Panjang tali 70 cm = 0,7 m

T = t/n

T = 20/12

T = 1.67

1.67=2*3.14

(1.67)2=(2*3.14)2

                                2,79    =4*9.86*0.7/g

2.79*g  =27,608

g   = 9.89

b)  Panjang tali 60 cm = 0,6 m

T =

T = 19.6/12

T = 1.63

1.63 = 2*3.14

(1,63)2 =(2*3.14 )2

                                2,66 *g  = 23.66

g   = 8.89

c) Panjang tali 55 cm = 0,55 m

T =

T =  18.8/14

T = 1.57

1.57 = 2*3.14

(1.57)2 = (2*3.14)2

2.46*g = 21,692

g  = 8,82

2.Perbandingan percepatan gravitasi yang diperoleh dengan literature yang ada:

g seluruh=

g seluruh =

g seluruh =

g seluruh = 9.2

 

Jadi perbandingan antara hasil pecobaan kami dengan literature yang kami ketahui , terjadi perbedaan percepatan gravitasi dipengaruhi oleh panjang tali yang kurang tepat, sudut ayunan belum pada sudut yang tepat.

C. KESIMPULAN

Bahwa pada dasarnya gravitasi adalah gaya yang ditimbulkan bumi dan dapat dihitung dengan berbagai cara diantaranya dengan ayunan bandul sederhana. Pada ayunan bandul sederhana massa bandul tidak diperhitungkan, yang diperhitungkan hanya kuadrat periode (T2) dan panjang tali (R).

Dari percobaan yang telah kami lakukan dengan menggunakan tali dan beban. Kami dapat menyimpulkan pengaruh dari perubahan periode getaran sangat berpengaruh karena apabila panjang tali yang digunakan lebih pendek maka waktu yang di perlukan untuk menghitung waktu ayunan bandul lebih sedikit dan sebaliknya.

Dalam melakukan percobaan ini harus dilakukan scara berulang-ulang, karena jika hanya melakukan satu kali percobaan , tingkat ketepatan akan berkurang. Dan disaat inilah meniliti berat dan panjang mata kita harus lebih jeli dan sigap saat menentukan waktu pada stopwatch.