Pidato Request Miss Dapot

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Kepada Bapak Ibu sekalian, saya ucapkan terima kasih atas diperkenankannyasaya berdiri di tempat ini. Mari kita panjatkan puji syukyur kita kepada Tuhan YME. Karena atas rahmat-Nya, kita semua dapat hadir dalam keadaan sehat. Saudara- saudara sekalian yang saya cintai dan kasihi, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato tentang lingkungan hidup.

Saat ini, seperti yang kita ketahui, negeri kita sedang mengalami musim kemarau yang sangat panas. Tidak heran jika hal itu terjadi karena penebangan liar yang membabi buta yang dilakukan oleh oknum- oknum yangtidak punya kepedulian akan kelestarian lingkungan.

Beberapa tahun lalu, kita pernah alami sendiri ketika hidup terasa lebih hijau karena amsih banyak pohon tumbuh di lingkungan kita. Tetapi, lihatlah sekarang, pohon- pohon berkurang nyaris tiada. Kesejukan udara yang dulu akrab dengan hidung kita, kini tinggal legenda usang yang terabaikan.

Hadirin yang terhormat,

Saya yakin pengalaman- pengalaman itu pernah dialami oleh semua orang disini. Sebagai contohnya, udara di Puncak dulu terasa begitu dingin hingga menusuk tulang. Namun, sekarang udara di Puncak sudah mulai panas. Sadarlah, jika kita terus mengabaikannya, bumi kita akan hancur. Lalu, apa yang bisa kita wariskan kepada anak cucu kita nanti? Cintailah lingkungan kita sebagaimana kita mencintai hidup dan masa depan kita. Sebenarnya, itu yang ingin saya sampaikan. Pidato yang saya sampaikan ini bukanlah apa- apa dibandingkan tindakan kita selanjutnya. Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf jika ada salah kata.