Pidato Bind : Yang Terhormat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi

Assalamualaikum wr.wb.

Yang terhormat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang diwakilkan oleh Bapak Hadi Sudibyo. Yang terhormat Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Bapak Kusmanadji berserta seluruh dosen,staff dan peserta seminar peringatan Hari Gizi Nasional yang berbahagia.

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt , atas curahan rahmat-Nya yang diberikan kepada kita, sehingga pada kesempatan yang baik ini kita dapat berkumpul di peringatan Hari Gizi Nasional 2014 dalam keadaan sehat walafiat.

Telah 68 tahun Indonesia merdeka, tetapi pertumbuhan anak-anak Indonesia belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kurangnya kesadaran gizi pada masyarakat Indonesia telah menghambat tumbuh kembang anak-anak Indonesia karena banyak orangtua yang tidak mengindahkan pentingnya asupan gizi bagi anak-anaknya. Khususnya daerah-daerah terpencil di Indonesia, hingga saat ini penyuluhan tentang kesehatan masih sulit dilaksanakan dan hanya sesekali dilaksanakan, penyebabnya adalah sulitnya medan yang ditempuh atau cuaca yang tidak mendukung. Hal ini menjadi perhatian besar bagi kita, sekaligus menjadi tantangan untuk meinngkatkan kesadaran gizi kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Jika meilhat dengan keadaan di kota dan di daerah terpencil banyak terjadi ketimpangan dalam pemberian asupan gizi, dalam satu kota atau daerah, pemberian asupan gizi untuk setiap anak berbeda-beda, hingga saat ini banyak orang tua di kota maupun di desa menganggap bahwa makanan bergizi tidak murah, selain itu masalah kemiskinan dan pengangguran yang masih saja menjadi alasan klasik permasalahan gizi di Indonesia.

Menurut riset PT Sari Husada , sebanyak 37% balita di Indonesia kekurangan gizi berada di dalam golongan ekonomi menengah. Selain itu, hasil riset kesehatan dasar 2010 mengungkapkan bahwa factor pengetahuan perilaku masyarakat sangat berpengaruh terhadap kejadian kurang gizi di Indonesia. Serta, tingkat pendidikan yang kurang menjadi salah satu faktor penyebab hal tersebut. Data yang mengejutkan datang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan. Selama tahun 2013 di Kabupaten Nias Selatan, pada tiga bulan pertama sebesar 17,8% atau sebanyak 102 dari 503 kasus. Sedangkan kasus gizi buruk pulih sebanyak 4 dari 61 kasus atau sebesar 6,5%. Pada Bulan Oktober 2013 tingkat kepulihan gizi kurang mencapai 95% dari kasus gizi buruk sebesar 83%. Tiga faktor utama penyebab kasus ini adalah status ekonomi keluarga 65%, pengetahuan 23%, dan perilaku 12%.

Di sejumlah daerah di Indonesia, statistik gizi buruk pada anak dibawah usia 5 tahun menunjukkan angka 10,7% untuk Aceh, NTT 9,4%, NTB 8,1%, Sumatra Utara 8,4%, Sulawesi Barat 10%, Sulawesi Tengah 8,9%, dan Maluku 9,3%. Dari data yang didapatkan, hingga saat ini provinsi tersebut masih cukup tinggi. Selain itu data menunjukkan 40 anakdi Kampung Koya Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, menderita gizi buruk. Mereka berbadan kurus kerempeng dan berpenyakitan sebagai efek domino dari gizi buruk.

Akibat dari gizi buruk, para balita yang terkena penyakit ini mengalami kesehatan yang buruk, sehingga tidak bisa menjalani hidup secara normal dan berada dalam titik yang mengkhawatirkan. Hal tersebut menimpa mereka lantaran tidak mendapat asupan makanan yang sehat. Kadar protein dalam makanan sangat minimalis, sehingga tidak memberikan dampak positif bagi perkembangan dan pertumbuhan mereka. Sementara itu tidak adanya minuman yang berasal dari air bersih dan keadaan lingkungan yang tidak higienis juga menjadi faktor penghambat.

Jadi, persoalan gizi buruk bisa dituntaskan secara menyeluruh bila pemerintah dan lembaga-lembaga kesehatan memberikan pendidikan hidup sehat kepada seluruh masyarakat, termasuk bagaimana mengurusi anak-anaknya. Ini sebuah terobosan penting yang bisa diawali dari dinas kesehatan dan hal itu harus segera digelar. Ini akan membawa kemudahan juga bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan menerima kehidupan yang layak, salah satunya dalam hal kesehatan.

Demikianlah pidato dan materi yang bisa kami sampaikan.Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.

Wassalamualaikum wr.wb.

Leave a Reply