Pidato : Ujian Praktek Bahasa Indonesia

Ujian Praktek Bahasa Indonesia

Nama: Putu Desy Anggaraeni

Kelas: XII-IPA 5

No Absen: 28

Pidato Peringatan Hari Kartini

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah SMAN 6 Garut,

Yang terhormat Bapak Ibu Guru serta Staf Tata Usaha SMAN 6 Garut,

Rekan-rekan kelas X,XI, dan XII yang saya cintai,

Puja dan puji syukur, marilah kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang dengan limpahan rahmat-Nya dapat mengantarkan kita pada tanggal 21 April di tahun 2013 ini, sebagai hari yang dimuliakan bagi bangsa Indonesia khususnya bagi kaum wanita Indonesia.

Hadirin yang saya hormati,

Mengapa setiap 21 April kita memperingati sebagai Hari Kartini ?, apa pula maksud dan tujuan yang ingin kita capai ?. Kita memperingati Hari Kartini karena R.A. Kartini salah seorang wanita yang pertama kali mengukir sejarah baru bagi kemajuan kaum wanita di Indonesia, di saat kehidupan kaum wanita masih sangat terbelakang pada zaman penjajahan, karena mereka diikat oleh adat kebiasaan. Maka tergeraklah hati Kartini, beliau sangat mendambakan pendidikan dan pengajaran bagi kaumnya. Semangat dan cita-cita beliau ini, pertama kali dapat terwujud dengan mendirikan sebuah kelas kecil di rumahnya untuk para gadis remaja. Mereka diberi pelajaran membaca, menulis, dan keterampilan. Tenaga, waktu, dan pikirannya dicurahkan untuk mencerdaskan dan memajukan kaumnya. Dari butir-butir keteladanan perjuangan Kartini itulah, maka secara faktual kini tidak sedikit kaum wanita yang telah mencapai puncak kariernya. Ada yang menjadi guru, dosen, dokter, doktor, professor, ABRI, hakim, antariksawati bahkan menteri. Itulah sebagai hasil tindak lanjut buah pikiran dan perjuangan R.A. Kartini. Karena tanpa jasanya, mungkin tidak ada wanita yang dapat membaca, menulis, apalagi menjadi sarjana dan cendekiawati, sampai turut tampil dalam pertarungan sosial politik. Begitulah cita-cita perjuangan Kartini hingga tertuang dalam bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang.

Hadirin yang saya hormati,

Lalu apa maksud dan tujuan yang ingin kita capai dalam memperingati Hari Kartini ini ?. Tidak lain adalah untuk mengenang dan menghargai serta menghormati jasa-jasa R.A. Kartini yang telah mempelopori pergerakan kaum wanita, dalam upaya merintis terciptanya Emansipasi Wanita. Sebab pada saat itu wanita belum mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria. Namun setelah perjuangan Kartini berhasil, kini kaum wanita memperoleh hak dan kedudukan yang sama dengan kaum pria sebagai warga negara Republik Indonesia dalam memperoleh pendidikan, pekerjaan, kehidupan yang layak, pelayanan hukum, hak yang sama untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27, 28, 29, 30, dan 31.

Hadirin yang saya hormati,

Selanjutnya, hendaknya kita dapat mewarisi dan melanjutkan cita-cita dan semangat perjuangan R.A. Kartini, begitu pula hendaknya kaum wanita dapat meneladani ketekunan beliau dalam menuntut ilmu, rajin membaca buku, selalu menjunjung tinggi dan mentaati ayah dan suaminya. Beliau suka merenung membuka cakrawala baru, berpikir kritis dan analistis, kreatif dan dinamis. Sehingga pada akhirnya menjadi wanita ilmuwan, dengan daya intelektualitas yang tinggi, sehingga surat-surat beliau diabadikan untuk dijadikan pelajaran. Beliau adalah sosok wanita sejati hingga dikagumi oleh bangsa Belanda dan tentunya oleh bangsa kita tercinta Bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, seusai kita memperingati Hari kartini ini, hendaknya kita senantiasa berusaha meningkatkan dan menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan, sebagai bekal pengabdian dalam berjuang membangun masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Hadirin yang saya hormati,

Demikian itulah sekilas keteladanan dari R.A. Kartini, seorang wanita teladan yang dilahirkan di Jepara Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879 dan wafat 17 September 1904, yang tercatat sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional yang kini harum namanya di persada tanah air tercinta Indonesia.

Sekian pidato yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik dari segi pengucapan, penyebutan nama, gelar dan sebagainya. Terima Kasih atas segala perhatiannya.

loading...