Pidato Maulid Nabi Muhammad

Nama : Feni Andriani

Kelas : X-6

No : 41

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD saw

Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kepada Bapak guru dan teman teman yang saya hormati,

Pertama tama saya panjatkan puji dan syukur kehadirat Alla SWT. Saat ini kita masih diberi keleluasan umur untuk melakukan segala aktifitas dan rutinitas kita, semoga langkah langkah perjuangan kita ada dalam rida-Nya.

Hadirin yang saya hormati,

Peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW dirayakan di mana-mana, khususnya dalam masyarakat Islam Nusantara. Semoga segala aktifitas tersebut menuai makna yang signifikan, bukan bagai kalimat dalam syair lagu melayu, ibarat air di daun keladi, atau bagai hembusan sang bayu, melainkan mempunyai dampak pada gerak maju dalam menapak kemajuan peradaban dan masyarakat Islam khususnya, serta peradaban dan masyarakat dunia serta bagi segenap alam seutuhnya.

Saudara-saudara,
Setiap kali kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, ada dua hal utama yang mengemuka. Pertama, kita mengenang kepribadian Rasulullah yang paripurna, kita mengenang perjuangan beliau yang amat berat untuk membangun umat, membangun bangsa dan membangun negara, dan akhirnya berhasil.

Yang kedua, selalu diingatkan kepada kita untuk memperkuat kesadaran dan komitmen kita, mencontoh dan meneladani apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Manusia amat kecil di hadapan Allah SWT, kita semua manusia juga amat jauh dari apa yang dimiliki dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, kita perlu terus menyempurnakan kepribadian kita dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, dan kita terus berupaya meneladani apa yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah.

Hadirin yang saya muliakan,
Setiap kali pula kita memperingati Maulid Nabi, selalu kita dapatkan nilai dan pelajaran besar dari kepemimpinan Rasulullah dalam mengatasi persoalan, ujian, dan tantangan yang maha berat pada zaman beliau.

Nilai-nilai besar, pelajaran yang dapat kita petik, yang dapat saya kemukakan pada hari ini untuk menjadi bahan refleksi kita adalah sifat beliau yang sabar, tegar, tawakal, dan tetap bersyukur kepada Allah SWT menghadapi tantangan dan ujian apapun.

Yang kedua, sikap beliau yang bertanggung jawab, terus berikhtiar dan berusaha keras untuk memecahkan segala persoalan itu. Oleh karena itulah, berangkat dari dua nilai dan pelajaran besar itu, saya mengajak kepada bapak guru dan rekan rekan untuk dapat mencontoh kepemimpinan Rasulullah. Kita juga harus siap menerima sikap kurang sabar dari sebagian saudara-saudara kita, bahkan barangkali cemooh, serta cercaan yang harus kita terima. Tidak boleh ada kata menyerah atau putus asa, marilah kita hadapi, kita jalani dan terus berbakti menuju hari esok yang lebih baik.

Hadirin yang saya hormati,

Demikianlah pesan, harapan, dan ajakan yang dapat saya sampaikan, semoga Allah SWT selalu senantiasa membarikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakathuh.