PTK PENINGKATANKETERAMPILANMENULIS TEKS PIDATO DENGAN TEKNIK

PENINGKATANKETERAMPILANMENULIS TEKS PIDATO
DENGAN TEKNIK PEMODELAN PADA SISWA KELAS IX H
SMPNEGERI I NGOROMOJOKERTO SEMESTER GENAP
TAHUN AJARAN 2012/2013
Ernawati
Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
ABSTRAK:
Penelitian 
ini 
bertujuan 
mendeskripsikan
peningkatan keterampilan  menulis  teks  pidato  dengan  teknik
pemodelan  pada  siswa  kelas  IX  H  SMP  Negeri  INgoro  Kab.
Mojokertotahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini terdiri atas dua
siklus  yang    masing-masing  meliputi  tahap  perencanaan  dan
pelaksanaan.  Pengambilan  data  kualitatif  dilakukan  dengan
menggunakan  teknik  pemodelan,    sedangkan  data  kuantitatif
didapat  dari  hasil  pembelajaran  menulis  teks  pidato  siswa.
Sumber data adalah siswa kelas IX H SMP Negeri INgoro, Kab.
Mojokerto  berjumlah  22  siswa  yang  terdiri  atas    9  siswa  putra
dan    13  siswa  putri.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa
keterampilan menulis teks pidato siswa kelas IX H SMP Negeri
I  Ngoro  Kab.  Mojokerto  tahun  ajaran  2012/2013  dapat
meningkat  dengan  digunakannya  teknik  pemodelan.  Hal  itu
dapat
dilihat  dari  peningkatankualitas  hasil  dan  proses
pembelajaran  menulis  teks  pidato  pada  siklus  I  dan,  siklus
II.Pada  siklus  I,  capaian  persentase  ketuntasan  klasikal
meningkat  sebesar  18,18%  dari  kondisi  awal  (27,27%9,09%),
pada  siklus  II  meningkat  sebesar  50,00%  dari  siklus  I
(77,27%27,27%),  dari  siklus  II.  Rata-rata  peningkatan
persentase ketuntasan klasikal sedangkan capaian nilai rata-rata
hasil  belajarsiswa  pada  siklus  I  meningkat  sebesar  3,86  poin
dari  kondisi  awal  (67,2763,41),  pada  siklus  II  meningkat
sebesar  11,12  poin  dari  siklus  I  (78,3967,27),  dari  siklus  II
(82,1678,39).  Adapun,  perubahan  pada  kualitas  proses
pembelajaran  ditandai  oleh  adanya  peningkatan  aktivitas,
kreativitas, rasa senang, dan interaksi belajar siswa dari kategori
baik pada siklus I (77,40%) menjadi sangat baik pada siklus II
(80,80%),dengan  tingkat  keberhasilantinggi pada  siklus  I,
sangat tinggi pada siklus II.
Kata Kunci: keterampilan menulis, teks pidato, teknik pemodelan
Belajar  berbahasa  berarti  bagaimana
berdasarkan  pokok-pokok  pikiran
menggunakan bahasa itu sebagai alat
yang ditulis oleh siswa. Bagi peneliti,
komunikasi, 
baik 
secara 
lisan
penelitian ini dianggap penting sebab
maupun tulis.  Dalam  penelitian  ini,
selama  ini  kegiatan  menulis  kurang
penelitian memfokuskan pada bahasa
mendapat perhatian dari para siswa.
tulis,  yaitu  menulis
teks  pidato
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 546
Kehadiran 
pengajaran
paling  efektif  yang  bisa  digunakan
keterampilan menulis yang terencana
untuk  memonitor  pikiran  seseorang.
dengan  baik  dirasakan  sangat  perlu,
Oleh  karena  itu,  tindak  menulis
karena 
keterampilan 
menulis
merupakan tindak berpikir, para guru
merupakan  bagian  dari  keterampilan
perlu  mencermati  hal  ini  dengan
berbahasa 
yang
mutlak 
harus
jalan  melatih  keterampilan  menulis
dimiliki  oleh  setiap  siswa.  Menulis
secara  kontinyu  dan  teratur  sejak  di
merupakan 
kegiatan
sekolah  dasar.  Ketidaksistematisan,
produkifdanekspresif.
ketidaklogisan,  dan  ketidakteraturan
Menulismerupakan 
keterampilan
dalam 
menulis 
menunjukkan
berbahasa  yang  menuntut  seseorang
keadaan  pikiran  seseorang.  Untuk
dapat  menghasilkan  ungkapan  buah
melatih 
keterampilan 
berpikir
pikirannya  secara  tertulis.  Untuk
sistematis, 
logis,
dan 
runtut
dapat 
memiliki 
keterampilan
diperlukan latihan yang kontinyu dan
menulis,seseorang 
tidak 
cukup
teratur pula.
memiliki  keluasan  bahan    yang
Di  sinilah,  fungsi  menulis  yang
hendak  ditulis,  tetapi  perlu  memiliki
sampai  saat  ini  masih  merupakan
keterampilan 
kebahasaan
keterampilan 
yang 
paling 
sulit
(kompetensi 
linguistik) 
yang
dicapai  oleh  seseorang,  bahkan
memadai.
paling 
sulit 
diajarkan 
oleh
Dalam  praktik  pendidikan  formal
guru.Seperti 
diungkap 
Faris
selama 
ini, 
pengajaran 
bahasa
(1993:10)  bahwa  dalam  kemahiran
Indonesia  masih  menitikberatkan
berbahasa, 
menulis 
merupakan
pada  aspek  pengetahuan  atau  teori
keterampilan 
yang 
paling 
sulit
yang bersifat kognitif, padahal untuk
dipelajari  anak-anak  dan  paling  sulit
terampil  dalam  berbahasa  Indonesia
diajarkan guru.
perlu didukung peranan sikap afektif
Akhadiah  (1996:5)  lebih  spesifik
dan psikomotor.
menjelaskan  bahwa  masalah  yang
Kondisi  pembelajaran  itulah  yang
sering  dilontarkan  dalam  pelajaran
menyebabkan 
pengajaran 
bahasa
tulis-menulis 
adalah 
masih
Indonesia  dalam  berbagai  aspek
banyaknya 
permasalahan 
yang
keterampilan  (menyimak,  berbicara,
dihadapi  siswa,
misalnya:
siswa
membaca,  dan  menulis)  tidak  dapat
kurang mampu menggunakan bahasa
diterima  secara  maksimal.  Dari
Indonesia  dengan  baik  dan  benar.
keempat 
keterampilan 
tersebut,
Hal tersebut dapat dilihat dari pilihan
keterampilan  menulis  merupakan
kata yang kurang tepat, kalimat yang
salah  satu  keterampilan  berbahasa
kurang 
efektif, 
sukar
yang  rumit  dan  kompleks  karena
mengungkapkan 
gagasan 
karena
dalam 
menulis 
seluruh 
unsur
kesulitan memilih kata atau membuat
keterampilan  berbahasa  dilibatkan
kalimat,  bahkan  kurang  mampu
agar menghasilkan sebuah karya tulis
mengembangkan ide  secara  teratur
yang  baik.  Keterampilan  menulis
dan sistematis, di samping kesalahan
tidak  akan  datang  secara  otomatis,
masalah ejaan.
melainkan  harus  sering  berlatih  dan
Menurut  pengamatan  di  kelas
mempraktikkannya.
serta  hasil  nilai  menulis teks  pidato,
Menulis  merupakan  salah  satu
nilai  siswa  kelas IX  H masih  berada
cara 
paling 
tertata 
dalam
di  bawah  KKM  yang  ditentukan,
menciptakan  makna  dan  metode
yaitu 
65, 
dari 
KKM 
Bahasa
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 547
Indonesia  68.  Secara  lengkap,  nilai
Tahun  Ajaran  2012/2013 tersebut
anak  awal  penelitian  dalam  menulis
disebabkan  oleh  banyak  faktor,  di
teks  pidato sebagai  berikut:13  siswa
antaranya  (1)  metode  dan  strategi
nilainya  dibawah  50,  tujuh  siswa
yang  digunakan  dalam  pembelajaran
nilainya antara 50 sampai dengan 60,
kurang 
tepat, 
(2) 
pembelajaran
dan 2 siswa yang nilainya 70.
menulis  yang  dilakukan  kurang
Dari  nilai  siswa tersebut, bisa
memanfaatkan  media  pembelajaran
dijelaskan  bahwa  kelemahan  atau
yang tepat, dan  (3) keberadaan buku
kekurangan  siswa  dalam  menulis
paket  yang  sangat  kurang  dengan
teks pidato sebagai berikut:
perbandingan  1  :  3. Oleh  karena  itu,
(1)  siswa  kurang  konsisten  dalam
kekurangtepatan  metode  dan  strategi
hal  pemakaian  huruf  kapital  (huruf
pembelajaran serta kurangnya  media
besar) baik pada awal kalimat, nama
pembelajaran  dalam  menulis  itulah
kota,  nama  orang,  serta  menulis
yang  berakibat  pada  rendahnya
setiap  kata  dalam  kalimat  dengan
prestasi belajar siswa.
memakai  huruf  kapital,    (2)  banyak
Untuk 
mengatasi 
masalah
siswa yang menuliskan bentuk ulang
tersebut, 
perlu 
dicarikan
solusi
dengan menggunakan angka 2, silang
pemecahannya.  Salah  satu  caranya
dua  (xx),  atau  angka  romawi(II),  (3)
dengan 
menerapkan 
teknik
penggunaan  kalimat  yang  kurang
pemodelan  karena  dengan  teknik
efektif,  (4)  banyak  siswa  yang
tersebut    siswa  dapat  menganalisis
kurang  konsisten  dalam  menyingkat
atau  mempelajari  contoh  dalam
kata,  dan  (5)  siswa  kurang  bisa
menulis teks  pidato yang  benar.
menggunakan 
pilihan 
kata 
dan
Siswa  mampu  menggunakan  bahasa
struktur kalimat yang tepat.
Indonesia 
dengan 
baik 
dan
Berdasarkan 
hasil 
tes 
awal,
benar,memilih  kata  yang  tepat,
observasi  awal  dan  wawancara
mengunakan kalimat  yang  efektif,
dengan  guru,  peneliti  menyimpulkan
mengungkapkan 
gagasan 
karena
bahwa  pembelajaran  menulis teks
kesulitan memilih kata atau membuat
pidato belum  maksimal  dan  belum
kalimat,
dan
mampu
menampakkan  tahap-tahap  dalam
mengembangkan  ide  secara  teratur
menulis 
yang 
sesuai 
dengan
dan  sistematis
serta
mengurangi
kurikulum. 
Tahap-tahap 
yang
kesalahan 
masalah 
ejaan.
Pada
dimaksud  sebagai  berikut:  (1)  tahap
intinya, siswa  dijenjang SMP  lebih
pemunculan  gagasan,  (2)  tahap
mudah  mencontoh  daripada  diberi
pengembangan  gagasan,  dan  (3)
penjelasan.
tahap  penulisan.  Dengan  demikian,
Dalam  mencapai  prestasi  belajar
pembelajaran  menulis teks  pidato
menulis  yang  baik,  memang  sangat
belum 
optimal, 
guru 
belum
dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu (1)
menggunakan  strategi  yang  tepat
faktor  internal  merupakan  faktor
yang  dapat  mengarahkan  siswa
yang ada dalam diri siswa. Misalnya
dalam 
menulis. 
Masalah 
yang
bakat,  minat,  konsentrasi,  motivasi
dimaksud  seperti  mengemukakan
belajar,  kesehatan,  dan  sebagainya
ide,  mengembangkan  ide,  memilih
dan (2)  faktor  eksternal  merupakan
kosa 
kata, 
penggunaan 
ejaan,
faktor yang ada di luar diri siswa.
kerapian, dan bentuk tulisan.
Adanya  paradigma  baru  dalam
Rendahnya  prestasi  belajar  siswa
pendidikan 
dari 
yang 
bersifat
kelas IXH SMP  Negeri I  Ngoro
sentralistik  menjadi  desentralistik
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 548
maka 
pola 
pembelajaran 
yang
berbasis 
kontekstual 
merupakan
bersifat 
baku
setidaknya 
bisa
pembelajaran  yang  menghadirkan
berganti  pada  pola  pembelajaran
model  faktual  yang  dapat  diamati,
yang fleksibel. Perubahan kurikulum
diteliti, 
dinilai, 
didiskusikan,
dari 
KBK 
menjadi 
Kurikulum
dicontoh  oleh  siswa  dalam  proses
Tingkat  Satuan  Pendidikan  (KTSP)
pembelajaran.Melalui model menulis
membawa 
dampak 
yang 
luas
dengan 
contoh 
yang 
disajikan.
terhadap  penerangan  metode  dan
Bahkan,  dengan  teknik  pemodelan,
teknik  pembelajaran.  Banyak  hal
keterampilan  siswa  dalam  menulis
yang 
perlu 
disiapkan 
oleh
teks pidato akan meningkat.
sekolah.Artinya,
sekolah 
harus
Berdasarkan
uraian
tersebut,
menyusun 
Kurikulum 
Tingkat
penulis 
mengganggap 
teknik
Satuan  Pendidikan  (KTSP)  yang
pemodelan  layak  untuk  diterapkan
terdiri  atas  tujuan  pendidikan  satuan
kepada  siswa  kelas  IX  H  SMP
pendidikan,  struktur  dan  muatan
Negeri  1  Ngoro  Semester  2  dalam
KTSP,  kalender  pendidikan,  silabus
meningkatkan  keterampilan  mereka
dengan  cara  melakukan  penjabaran
dalam menulis teks pidato.
dan  penyesuaian standar isi yang
ditetapkan dengan Permendiknas No.
METODE PENELITIAN
22 
Tahun 
2006 
dan 
Standar
Penelitian 
ini 
dilaksanakan
Kompetensi  yang  ditetapkan  dengan
dengan 
menggunakan 
rancangan
Permendiknas No. 23 Tahun 2006.
penelitian 
tindakan 
kelas(PTK).
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan
Rancangan  penelitian  ini  dipilih
Pendidikan  (KTSP)  guru  diharapkan
karena  penelitian  pembelajaran  ini
lebih 
aktif 
dan 
kreatif 
dalam
dilaksanakan  untuk  memecahkan
pembelajaran.  Penerapan  metode
masalah-masalah 
pembelajaran
pembelajaran 
diharapkan 
lebih
menulis.Penelitian  ini  juga  termasuk
bervariatif  sehingga  menciptakan
penelitian 
diskriptif 
sebab
pembelajaran  yang  menyenangkan
menggambarkan  bagaimana  suatu
maka  akan  tercipta  proses  transfer
teknik  pembelajaran  diterapkan  dan
pengetahuan  pada  diri  siswa  secara
bagaimana  hasil  yang  diharapkan
alami melalui pengalaman nyata atau
dapat tercapai
kontekstual.
Penelitian  tindakan  adalah  salah
Sejalan  dengan  hal
tersebut,
satu  strategi  pemecahan  masalah
berbagai  teknik  pembelajaran  dapat
yang  memanfaatkan  tindakan  nyata
dilakukan  untuk  mengembangkan
dalam  bentuk  proses  pengembangan
kompetensi  menulis  siswa.  Agar
inovatif,permasalahan 
atau 
topik
pembelajaran  lebih  berpusat  pada
yang 
dibahas 
harus 
memenuhi
siswa atau berbaris Student Centered
kriteria  yang  benar-benar  nyata  dan
Learning
maka  alternatif  teknik
penting,menarik 
perhatian 
dan
pengembangan 
adalah
problem
mampu 
ditangani 
serta 
dalam
based  learning atau  belajar  dari
jangkauan 
kewenangan 
peneliti
permasalahan, case  based  learning
untuk melakukan perubahan.
atau 
belajar 
dari 
kasus, 
dan
Penelitian 
ini 
berkolaborasi
contekstual  teaching  and  learning
dengan  guru  dalam  tindakan  berupa
atau belajar dari kontekstualisasi.
penggunaan 
teknik 
pemodelan.
Teknik  pemodelan  sebagai  salah
Dalam  penelitian,  ini  guru  bertindak
satu komponen penting pembelajaran
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 549
sebagai  kolaborator  dan  peneliti
I  Ngoro ini,  orang  tuanya broken
sebagai inovator.
home serta  bekerja  di  luar  daerah,
Desain  penelitian  tindakan  kelas
bahkan  ada  yang  menetap  di  luar
ini  menggunakan  langkah-langkah
negeri.
berdasarkan  siklus.  Dari  beberapa
Pemilihan  SMP  Negeri I  Ngoro
desain penelitian tindakan kelas yang
dijadikan  tempat  penelitian    dengan
dicontohkan, peneliti memilih desain
beberapa  pertimbangan,  antara  lain
yang  dikemukakan  oleh  Kemmis  &
(1)  peneliti  bertugas  disekolah  ini,
Taggart  (dalam  Soepeno,  2000:2).
(2) jumlah siswa 22 orang dan secara
Desain  atau  model  memiliki  empat
klasikal  mengalami  kesulitan  dalam
tahapan  dalam  setiap  siklus,  yaitu
menulis teks  pidato,  (3)  penggunaan
perencanaan  tindakan,  pelaksanaan
teknik  pemodelan  dalam  menulis
tindakan,  observasi,  dan  refleksi.
teks 
pidato 
belum 
pernah
Setiap 
siklus 
dilaksanakan
dilaksanakan 
sehingga
hasilnya
berdasarkan  hasil  refleksi  setelah
diharapkan 
dapat 
memberikan
dilak-
sanakan 
suatu 
tindakan,
manfaat 
untuk 
peningkatan
dengan 
maksud 
peneliti 
dapat
pembelajaran  di  SMP  Negeri
I
memperbaiki  tindakan,  memperbaiki
Ngoro, 
Mojokerto,dan 
(4)
kesalahan, 
dan 
menyingkirkan
rombongan  belajarnya  relatif  kecil
hambatan 
sehingga 
ditemukan
atau sedikit  (8 rombongan belajar).
formulasi  yang  efektif  dan  efisien
dalam proses pembelajaran.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam    siklus  pertama,  penelitian
Menurut  pengamatan  di  kelas
melakukan 
tindakan 
atau
serta  hasil  nilai  menulis teks  pidato,
pelaksanaan  pembelajaran    sesuai
nilai  siswa  kelas IX masih  berada  di
dengan 
jadwal 
pelajaran 
agar
bawah  KKM  yang  ditentukan,  yaitu
penelitian  tidak  mengganggu  proses
65  dari  KKM  bahasa  Indonesia  68.
belajar-mengajar.  Siklus  berikutnya,
Secara lengkap, nilai anak pada awal
peneliti 
berupaya 
melakukan
penelitian dalam menulis teks pidato
perbaikan  dan    penyempurnaan
sebagai  berikut:13  siswa  nilainya  di
dalam  penggunaan  teknik  maupun
bawah  50,  tujuh  siswa  nilainya
media  pembelajaran.  Berdasarkan
antara  50  sampai  dengan  60,  dan  2
hasil  observasi  dan  evaluasi  pada
siswa nilainya 70.
siklus 
sebelumnya, 
dilakukan
Dari  nilai  siswa tersebut, bisa
analisis  hasil  dan  merefleksi  untuk
dijelaskan  bahwa  kelemahan  atau
mengetahui 
tingkat 
perubahan
kekurangan  siswa  dalam  menulis
aktivitas  siswa  dalam  pembelajaran,
teks  pidato.Pertama, siswa  kurang
peningkatan  prestasi  belajar  siswa,
konsisten dalam hal pemakaian huruf
dan  acuan  siklus berikutnya.
kapital  (huruf  besar)  baik  pada  awal
Adapun  subjek  penelitian  ini
kalimat,  nama  kota,  nama  orang,
adalah siswa di SMP Negeri I Ngoro
serta  menulis  setiap  kata  dalam
Kabupaten  Mojokerto.  Sekolah  ini
kalimat  dengan  memakai  huruf
termasuk  sekolah  pinggiran  dengan
kapital. Kedua,banyak  siswa  yang
nilai input yang sangat rendah. Latar
menuliskan  bentuk  ulang  dengan
belakang  sosial  ekonomi  orang  tua
menggunakan  angka  2,  silang  dua
menengah  ke  bawah dan  pekerjaan
(xx),  atau  angka  romawi(II).Ketiga,
mereka  kebanyakan  buruh  tani.
penggunaan  kalimat yang  kurang
Tidak  jarang,  keluarga  siswa  SMPN
efektif. Keempat, banyak siswa yang
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 550
kurang  konsisten  dalam  menyingkat
pemodelan  sesuai  dengan  kurikulum
kata,
serta
siswa 
kurang 
bisa
tingkat  satuan  pendidikan  (KTSP)
menggunakan 
pilihan 
kata 
dan
meliputi  :  mata  pelajaran,  kelas,
struktur kalimat yang tepat.
semester, 
standar 
kompetensi,
Berdasarkan 
hasil 
tes 
awal,
kompetensi  dasar,  indikator,  alokasi
observasi  awal  dan  wawancara
waktu,  tujuan  pembelajaran,  materi
dengan  guru,  peneliti  menyimpulkan
pokok, 
metode, 
langkah-langkah
bahwa  pembelajaran  menulis teks
pembelajaran,  sumber  belajar,  dan
pidato belum  maksimal  dan  belum
penilaian.
menampakkan  tahap-tahap  dalam
Untuk  mencapai  tujuan  tersebut,
menulis 
yang 
sesuai 
dengan
peneliti  mempersiapkan  model  teks
kurikulum.
pidato. Model yang ditampilkan pada
kegiatan  pembelajaran  ini  adalah
Siklus I
teknik  model  kontekstual,  yaitu
Pada  siklus  pertama  ini,  disajikan
menghadirkan  konteks  nyata  yang
hasil  penelitian  satu  putaran  yang
menjadi  kegiatan  pembelajaran  bagi
terdiri  atas  (1)  perencanaan  tindakan
siswa  untuk  mengamati  mencontoh,
(2) 
pelaksanaan 
tindakan 
yang
menemukan,  dan  menuliskan teks
berupa 
kegiatan 
pendahuluan
pidato seperti contoh.
pembelajaran, 
kegiatan 
inti
Model  ini  dirancang  peneliti
pembelajaran, 
kegiatan 
penutup
secara  kolaborasi  bersama  guru
pembelajaran, (3) observasi tindakan,
bahasa  Indonesia. Kolaborator  ini
dan (4) hasil refleksi tindakan.
juga 
mempersiapkan 
untuk
melaksanakan  observasi  pelaksanaan
1. Perencanaan Tindakan
pembelajaran  yang  akan  meneliti
Perencanaan 
tindakan
aktivitas 
siswa 
dalam 
proses
peningkatan  kemampuan  menulis
pembelajaran.
melalui  teknik  pemodelan  dirancang
2. Pelaksanaan Tindakan
dan  direncanakan  berupa  kegiatan
menyusun 
silabus, 
menyusun
Pembelajaran  dilakukan  di  ruang
rencana  pelaksanaan  pembelajaran
kelas  IX  H SMP  Negeri I  Ngoro
yang  relevan  dengan  situasi  dan
Kota  Mojokerto.  Ruang  kelas  ini
kondisi kelas
IXH SMP  Negeri I
berbentuk persegi dengan ukuran 6 X
Ngoro.
Silabus 
disusun 
sesuai
8  meter,  cukup  luas  untuk  tempat
dengan  petunjuk  penyusunan silabus
pembelajaran 
22 
orang 
siswa.
Permendiknas  No.  22  Tahun  2006
Pelaksanaan  pembelajaran  siklus  I
terdiri  atas  nama  sekolah
SMP
dilaksanakan    dua    kali  pertemuan.
Negeri
I  Ngoro,  mata  pelajaran
Pertemuan 1 selama 2 x 40 menit dan
bahasa Indonesia, kelas IX, semester
pertemuan  kedua  selama  2  x  40
dua, 
standar 
kompetensi:
menit. 
Adapun, 
skenario
mengungkapkan  informasi  dalam
pembelajaran 
menulis 
laporan
bentuk  laporan,  surat  dinas,  dan
perjalanan  dilaksanakan  dalam  tiga
petunjuk,  kompetensi dasar: menulis
tahap,  yaitu  pendahuluan,  inti,  dan
laporan dengan bahasa yang baik dan
penutup.
benar,  materi  pokok:    penulisan teks
Pertemuan ke-1
pidato. Selanjutnya,  disusun  rencana
pelaksanaan  pembelajaran  menulis
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
teks 
pidato
dengan 
teknik
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 551
Kegiatan  ini  diawali  dengan
didahului  dengan  menulis  teks
berdoa,  salam  pembuka,  kemudian
pidato.  Nah,  pada  pertemuan
guru  melaksanakan  presensi  dengan
ini  kita  akan  belajar  bersama
menanyakan  siswa  yang  tidak  hadir
mengenai 
penulisan 
teks
hari  ini  lalu  guru  menyampaikan
pidato.
tujuan  pembelajaran  yang  ingin
Kegiatan selanjutnya,  siswa  dan
dicapai (materi ditulis di papan tulis).
guru, 
bertanya 
jawab 
tentang
Kedua,  guru    mengondisikan
manfaat menulis teks pidato. Setelah
kelas 
yang 
berfungsi 
untuk
itu,  siswa  membentuk  kelompok
menyiapkan  mental  siswa  dalam
dengan  cara  berhitung  1  sampai  5
pembelajaran  melalui  komunikasi
kemudian  diulangi  lagi  1  sampai  5,
empati  antara  guru  dan  siswa.
demikian  seterusnya.    Langkah
Selanjutnya,  untuk  mengantarkan
berikutnya, anak yang bernomor satu
siswa  memasuki  kompetensi  yang
berkumpul  dengan  nomor  satu,  anak
akan  dilalui  siswa,  guru  melakukan
bernomor  dua  berkumpul  dengan
apersepsi  tentang  pengalaman  siswa
nomor  dua,  demikian  seterusnya.
dalam berpidato. Hal itu, antara lain,
Karena  jumlah  siswa  kelas IX  H
dapat  diamati  melalui  dialog  berikut
sebanyak  22  anak,  ada 5 kelompok.
ini.
Masing-masing  kelompok  jumlah
Guru  :  Apakah  kalian  pernah
anggotanya 4  sampai dengan 5 anak.
melihat 
orang 
sedang
Kegiatan  Inti  Pembelajaran  (60
berpidato?
menit)
Siswa: Pernah.
Guru : Di mana?
Semua  siswa  telah  duduk  pada
Siswa:  Pada  saat  upacara  bendera
kelompok  masing-masing.    Pada
hari  Senin  di  sekolah.  Pada
tahap ini, kegiatan yang dilaksanakan
saat melihat kampanye Pemilu.
sebagai berikut.
Pada waktu pengajian umum.
Pertama,guru  menjelaskan  kepada
Guru : Bagus. Selanjutnya, siapakah
kelompok  tentang  unsur-unsur
yang pernah berpidato?
yang  harus  ada  dalam  menulis
Siswa: (Diam)
teks pidato, yang meliputi  apa
Guru  :  Lalu,  apakah  yang  pernah
saja  yang  harus  ditulis,  dan
kalian  lakukan  dalam  hal
bagaimana menulis teks  pidato
pidato?
yang  benar.  Kemudian,  guru
Siswa: 
(Beberapa 
siswa)
menjelaskan 
bagian-bagian
Mendengarkan 
orang
teks  pidato,  yang  meliputi
berpidato.
bagian  awal/pembuka,    bagian
Guru 

Baiklah. 
Kemampuan
isi/inti, 
dan 
bagian
berpidato sangat penting dalam
akhir/penutup.
komunikasi  kehidupan  sehari-
Kedua,
masing-masing  kelompok
hari. 
Bahkan, 
dalam
menerima  contoh  atau  model
perjuangan  kemerdekaan  RI,
bentuk  teks  pidato  dengan
kemampuan 
itu 
berperan
tema 
memperingati 
hari
utama.  Presiden  Sukarno  telah
kemerdekaan 
Republik
membuktikannya.  Nah,  agar
Indonesia  yang  dibagikan  oleh
dalam berpidato dapat berjalan
guru.
lancar,  terutama  bagi  pemula,
kegiatan  berpidato  sebaiknya
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 552
Ketiga, salah satu anak membacakan
tulisan 
siswa.Para 
siswa 
pada
contoh  teks  pidato  tersebut,
umumnya 
telah 
mampu
anak yang lain menyimak.
menyempurnakan teks pidatonya dan
Keempat,masing-masing  kelompok
menemukan  kesalahan  sebatas  ejaan
berdiskusi  untuk  menentukan
dan tanda baca. Melalui tanya jawab,
kelengkapan 
unsur 
serta
selanjutnya, 
guru  menyampaikan
bagian-bagian  dari teks pidato
tujuan  pembelajaran, yaitu  siswa
yang benar.
mampu  merevisidan  mengedit  teks
Kelima,setiap kelompok menulis teks
pidato dengan tepat.
pidato  sesuai  dengan  model
Gurukemudian  membagikan hasil
yang  ada.  Temanya  ditentukan
tulisan siswa yang berisi contoh teks
oleh guru pengajar/peneliti.
pidato  yang  memuat  kesalahan
beserta  contoh-contoh  perevisian.
Kegiatan  Penutup  Pembelajaran
Perevisian 
menekankan 
pada
(10 menit)
penemuan  dan  perbaikan  isi draf
Guru 
meminta 
siswa 
untuk
yangtidak  sesuai dengan  kerangka
menyelesaikan 
atau 
melanjutkan
pidato, antara  lain berupa kelebihan
menulis  teks  pidato  di  rumah. Guru
isi,  kekurangan  isi,  ketidaktepatan
menutup 
pembelajaran 
dengan
isi,  atau  kesalahan  penataan  isi.
memberi  ucapan  terima  kasih  dan
Perevisian 
dilakukan 
dengan
salam penutup.
membuang isi yang lebih, menambah
isi  yang  kurang,  mengganti  isi  yang
Pertemuan ke-2
tidak  tepat,  dan  menata  ulang
Pertemuan 
ke-2 
merupakan
penataan yang kurang tepat. Adapun,
kelanjutan  pertemua  ke-1.
Pada
mengedit  lebih  menekankan  pada
pertemuan ini guru dan peneliti telah
penemuan  dan  perbaikan  mekanik
menyusun 
rencana 
pelaksanaan
seperti  ejaan,  tanda  baca,  struktur
pembelajaran (RPP) yang terdiri atas
kalimat,  model  tulisan,  dan  lain-lain
kegiatan  pendahuluan,  kegiatan  inti,
pada  sebuah  teks  pidato. Penjelasan
dan 
kegiatan 
penutup. 
Waktu
guru  ini  diikuti  dengan  contoh
pelaksanannya
2 X  40  menit.
merevisi  dan  mengedit  sebagian
Langkah-langkah  kegiatan  sebagai
model teks pidato.
berikut.
Setelah  siswa  dianggap  memiliki
pemahaman tentang merevisi,  siswa
Kegiatan  Pendahuluan (10 menit)
merevisi  hasil  tulisannya  masing
Pada    tahap  ini,    kegiatan  yang
masing.  Selama  siswa  bekerja,  guru
dilaksanakan adalah pengarahan oleh
melakukan 
pengecekan 
hasil
guru  tentang  persiapan  menulis teks
pekerjaan  siswa  secara  berkeliling
pidato,  serta  tugas-tugas membahas
dan memberikan umpan balik.
sekilas apa  yang  telah di tulis siswa
Siswa 
selanjutnya 
melakukan
di 
rumah.
Setelah 
cukup
konfirmasi  dengan  teman  satu  tim
pengarahan,  siswa mengumpulkan
mengenaihasil 
merevisi 
dan
hasil  tulisan  teks  pidato  yang  telah
mengedit  model  teks  pidato.  Jika
mereka kerjakan kepada guru.
mengalami  kesulitan,  siswa  minta
petunjuk 
guru. 
Berdasarkan
Kegiatan Inti (60 menit)
pekerjaan 
para 
siswa, 
guru
Pada  tahap  ini,  kegiatan  yang
memberikan  umpan  balik  korektif
dilakukan  adalah perevisian  hasil
selanjutnya siswa  meneliti  kembali
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 553
dengan  memperbaiki  ejaan,  struktur
siklus  I  sebesar  67,27  yang  berarti
kalimat,  serta    kelengkapan  pokok
terjadi peningkatan sebesar 3,86 poin
pikiran.
dari  kondisi  awal  (67,2763,41).
Berdasarkan kriteria yang ditetapkan,
Kegiatan Akhir  (10 menit)
ketuntasan  klasikal  sebesar  27,27%
Dalam  tahap  ini,  kegiatan  yang
berkategori sangat  rendah dengan
dilaksanakan  adalah  siswa  dan  guru
tingkat  keberhasilan belum  tuntas
melakukan 
refleksi 
lalu 
siswa
sedangkan 
nilai 
rata-rata 
kelas
kembali ke kelas dengan tertib.
sebesar  67,27  berkategori rendah
dengan  tingkat  keberhasilan belum
3.  Pengamatan dan hasil Evaluasi
tuntas. Oleh karena itu, penelitian ini
Pengamatan  dilaksanakan  selama
dianggap  belum  berhasil  dan  perlu
tahap  pramenulis,  saat  menulis,
ditindaklanjuti pada  siklus II.
hingga pascamenulis teks pidato oleh
Pada  siklus  I  aktivitas  belajar
peneliti bersama dengan kolaborator.
siswa  mencapai  skor  3,58  (71,60%)
Kegiatan  pengamatan  dilaksanakan
dari skor maksimal yang diharapkan,
mulai  dari  tahap  persiapan  sampai
kreativitas 
mencapai 
skor 
3,75
dengan akhir  pembelajaran.
(75,00%)  dari  skor  maksimal yang
Selama 
pembelajaran
diharapkan,  rasa  senang  mencapai
berlangsung,  dilakukan  pencatatan
4,16  (83,20%)dari  skor  maksimal
terhadap  kualitas  hasil  dan kualitas
yang 
diharapkan, 
dan 
interaksi
proses  pembelajaran yang  diikuti
mencapai  4,00 (80,00%)  dari  skor
siswa.  Untuk melakukan  pencatatan
maksimal  yang  diharapkan.  Skor
itu,
digunakan 
instrumen 
yang
rata-rata  keempat  aspek  tersebut
sesuai.  Pencatatan  terhadap  kualitas
mencapai  3,87  (77,40%)  dari  skor
hasil 
pembelajaran
siswa
maksimal  yang  diharapkan.  Setelah
menggunakan  tes  kinerja  beserta
dikonversikan  dengan  kriteria  yang
rubrik 
penilaian 
dan 
pedoman
ditetapkan,  skor  3,87  (77,40%)
penskorannya. Instumen  kinerja  itu
tergolong  kategori
baik
dengan
berbentuk  tugas-tugas  penyusunan
tingkat  keberhasilan tinggi.  Hal itu
teks pidato yang termuat pada tahap-
berarti bahwa pada siklus I keaktifan
tahap  menulis.  Tugas-tugas  tersebut
siswa dalam mengikuti pembelajaran
termuat  dalam  Lembar  Kerja  Siswa
tergolong baik atau tinggi.
di  siklus  I. Pencatatan  terhadap
Refleksi Siklus 1
kualitas
proses 
pembelajaran
menggunakan 
instrumen
berupa
Berdasarkan  hasil  dan  proses
lembar  observasi  keaktifan  siswa
pembelajaran  beserta  analisis  yang
yang 
memuat 
aktivitas 
belajar,
dilakukan terhadap berbagai temuan,
kreativitas, 
rasa 
senang, 
dan
dikemukakan 
refleksi 
sebagai
interaksi.
berikut.
Dari  pencatatan
menunjukkan
(1) Proses  pembelajaran  menulis
pencapaian 
kriteria 
ketuntasan
teks  pidato  merupakan  hal  baru
minimal  (nilai  70)  sejumlah  6  siswa
bagi siswa.
(27,27%), 
yang 
berarti 
terjadi
(2) Langkah-langkah  pembelajaran
peningkatan 
ketuntasan 
klasikal
pada proses    penulisan  masih
sebesar  4  siswa  (18,18%)  dari
memuat  langkah  yang  dianggap
kondisi  awal  sebesar  2  siswa
kurang 
substansial 
dalam
(9,09%).  Nilai  rata-rata  kelas  pada
pembelajaran 
menulis, 
yaitu
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 554
penentuan 
seting 
dan 
status
(1) menyederhanakan 
dan
pembicara 
yang 
justru
memperjelas 
skenario
menyulitkan siswa.
pembelajaran dalam RPP;
(3) Penyusunan 
pemodelan 
teks
(2) mempertegas 
langkah-langkah
pidato 
pada 
masing-masing
pembelajaran 
sesuai 
dengan
kurang 
proporsional, 
terlalu
tahapan dalam teknik pemodelan;
banyak pemodelan.
(3) memberikan 
banyak 
contoh
(4) Sebagian  besar  siswa  senang
pengembangan  sistematika  teks
melaksanakan diskusi dalam kerja
pidato  sesuai  dengan  kerangka
kelompok.
pidato.
(5) Untuk  membangkitkan  aktivitas
Siklus II  dilaksanakan  dengan
perorangan 
dalam 
diskusi
menerapkan  RPP  yang  didesain
kelompok,  guru  masih  sering
mengacu 
pada 
kekurangan-
memberikan  pendekatan  pribadi
kekurangan  yang  ada  pada  siklus  I.
secara intensif.
Siklus  II  dalam  penelitian  ini
(6) Sebagian  besar  siswa  merasa
dilaksanakan  dalam  dua  kali  tatap
sangat  senang  dengan  model
muka untuk lima tahap penulisan.
pembelajaran  yang  ditampilkan
2. Pelaksanaan
guru  dengan  banyak  memberikan
contoh dan bimbingan.
Dari  analisis  tindakan  pada siklus
(7) Keaktifan 
siswa 
dalam
I,  diketahui  bahwa  siswa  telah
pembelajaran  berjalan  baik  yang
mampu  menentukan  tema,  tetapi
ditandai 
oleh 
meningkatnya
belum  mampu  menentukan  tujuan
aktivitas  belajar,  kreativitas,  rasa
secara  lebih  rinci.  Meskipun  telah
senang, 
dan 
interaksi 
siswa
mampu  menyusun  kerangka  dan
selama mengikuti pembelajaran.
pengembangannya,  siswa  merasa
(8) Kemampuan 
siswa 
dalam
belum puas atas hasil yang diperoleh.
menyusun  dan  mengembangkan
Untuk  mengatasi  hal  tersebut,  pada
kerangka  pidato  belum  optimal
tahap  prapenulisan  ini,  dilakukan
sehingga perlu ditindaklanjuti lagi
beberapa  perubahan  pada  tema,
pada siklus II.
setting
dan 
status 
pembicara,
kerangka, dan pengedrafan.
Siklus II
Secara  spesifik  perubahan  pada
1. Perencanaan
siklus 

itu 
berbentuk 
tema
pendidikandi sekolah disepakati dulu
Perencanaan  tindakan  pada  siklus
semua  siswa,  didiskusikan  topik-
II 
secara 
umum 
merupakan
topik  pilihan  untuk  tiap  siswa
perbaikan dari rencana tindakan pada
berdasarkan 
hasil 
pengamatan
siklus 
I. 
Perbaikan 
tersebut
langsung 
terhadap 
permasalahan
dirumuskan 
berdasarkan 
hasil
yang  berkaitan  dengan  tema, setting
refleksi  peneliti  bersama  kolaborator
dan  status  pembicara  dihilangkan
terhadap  temuan  pada  siklus  I.
karena  dianggap  tidak  substansial,
Berdasarkan  beberapa  temuan  dalam
tujuan 
ditentukan 
lebih 
rinci,
refleksi tersebut,  pada  siklus  II,
kerangka  disusun  berdasarkan bahan
dilakukan 
perbaikan-perbaikan
belajar, 
5W+1H, 
dan 
rubrik
sebagai berikut:
penilaian, 
dan 
pengedarafan
dilakukan  berdasarkan  rambu-rambu
pengembangan 
kerangka 
pidato
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 555
secara 
efektif, 
sistematis, 
dan
penuangan 
ide 
maupun
komunikatif 
dan 
dilakukan
kecakapan 
hidup. 
Kalau
berdasarkan 
contoh 
langsung
kompetensi itu terus dilatih dan
pengembangan kerangka.
dikembangkan, 
niscaya
membantu 
kita 
dalam
Kegiatan awal (15 menit)
kepentingan  keseharian,  baik
Pertemuan  ini  diawali  dengan
sekarang  atau  pada  masa  yang
pengondisian  kelas  oleh  guru  untuk
akan  datang.  Perlu  diketahui
mengikuti  pembelajaran.  Setelah  itu,
bahwa 
keberhasilan 
siswa
guru  melakukan  pengarahan  kepada
dalam 
suatu 
pembelajaran
siswa  bahwa  pembelajaran  yang
bukan 
hanya 
diukur 
dari
akan 
dilakukan 
merupakan
produk 
yang 
dihasilkan,
kelanjutan 
dari 
pembelajaran
melainkan  juga  dari  proses
sebelumnya,  yaitu  menulis  teks
yang dilalui. Untuk itu, selama
pidato 
dengan 
teknik
pembelajaran 
berlangsung,
pemodelan.Guru  juga    mengimbau
hendaknya 
kalian 
aktif
siswa  agar  lebih  aktif  dalam  proses
berdiskusi,  bertanya  kepada
pembelajaran  daripada  pertemuan
teman 
atau 
bu 
guru,
sebelumnya 
karena 
keberhasilan
menyampaikan 
ide. 
Kalau
pembelajaran  bukan  hanya  diukur
proses 
itu 
berjalan 
baik,
dari  hasil,  tetapi  juga  proses.  Guru
niscaya 
teks 
pidato 
yang
juga 
menekankan 
pemahaman
dihasilkan pun akan baik.
kepada 
siswa 
akan 
pentingnya
Guru  selanjutnya  menyampaikan
kompetensi  menulis  teks  pidato.
kompetensi pembelajaran yang harus
Kegiatan  pada  awal  pertemuan
dikuasai,  yaitu  siswa  mampu  (a)
tersebut  dapat  diketahui  melalui
menentukan 
topik 
pidato, 
(b)
dialog berikut ini.
menentukan  sasaran  pidato,  (c)
Guru : Assalamu Alaikum W. W.
menentukan tujuan pidato lebih rinci,
Siswa: Waalaikum salam W. W.
(d)  menentukan  judul  pidato,  (e)
Guru 

Silakan 
ketua 
kelas
menentukan kerangka pidato, dan (f)
memimpin berdoa.
mengembangkan  kerangka  pidato.
Siswa:  (Berdoa  dengan  suara  keras
Kemudian, 
guru 
menyampaikan
seperti biasanya)
ruang  lingkup  materi  dan  langkah-
Guru  :  Bagaimana  keadaan  kalian,
langkah  pembelajaran  yang  akan
sehat?
dilakukan siswa.
Siswa: Alhamdullillah, sehat, bu?
Kegiatan Inti ( 60 menit)
Guru 

(mengabsen, 
mengecek
kesiapan peralatan kelas)
Pada  awal  tahap  inti  ini,  siswa
Guru:Anak-anak, 
pembelajaran
membentuk  tim  belajar  empat  orang
pada 
pertemuan 
kali 
ini
seperti  pada  siklus  I.  Guru  meminta
merupakan 
kelanjutan
tiap  kelompok  menentukan  tema
pembelajaran yang  lalu,  yaitu
yang  kontekstual  dan  bermanfaat
menulis teks pidato. Proses dan
bagi 
siswa. 
Mereka 
bersepakat
hasil 
pembelajaran 
pada
memilih tema pendidikan.
pertemuan  yang  lalu  perlu
Setelah tema disepakati, tugas tiap
ditingkatkan 
lagi 
karena
kelompok 
adalah 
mendiskusikan
kemampuan 
menulis 
teks
topik-topik  bagi  tiap-tiap  anggota
pidato  penting  bagi  pelatihan
kelompok 
berdasarkan 
tema
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 556
pendidikan.  Pada menit-menit  awal,
sebagian 
contoh 
menentukan
tampak 
kelompok 
kesulitan
sasaran, tujuan dari model topik yang
menemukan 
topik-topik 
yang
dipilih 
dengan 
mengoptimalkan
dimaksud.  Untuk  membantu  siswa,
prinsip  5W+1H.  Setelah  contoh
guru 
memberikan 
pertanyaan-
diberikan  guru, perencanaan tersebut
pertanyaan penuntun.
harus  diselesaikan  oleh  siswa  secara
Guru  :  Tema  pendidikan  yang
berdiskusi 
dan
sharing
Untuk
kalian  kenal  biasanya  terdapat
mengonfirmasikan 
pemahaman
di lingkungan apa?
siswa atas tugas yang diberikan, guru
Siswa : Di sekolah.
menugasi  siswa  mempresentasikan
Guru:  Sebutkan  permasalahan  yang
hasil
sharing
untuk  selanjutnya
berkaitan dengan pendidikan di
diberi  umpan  balik  korektif.    Secara
sekolah.
umum, 
siswa 
telah 
mampu
Siswa:  Kebersihan,  cara  belajar
melakukan  kegiatan  yang  diberikan
yang  baik,  meraih  cita-cita,
guru,  yang  berupa  peniruan  atas
pramuka,  sopan-santun  kepada
model 
guru 
dan 
pengurangaan
guru.
bantuan  untuk  mengawali  kegiatan
Bagus: Bagus! Itulah contoh-contoh
mandiri.
topik 
yang 
kalian 
cari.
Setelah 
siswa 
mampu
Paham?
merencanakan penulisan model topik
Siswa: Paham, Pak.
yang  dicontohkan  guru,  selanjutnya,
siswa  menulis  sebuah  teks  pidato
Setelah 
itu, 
kelompok
berdasarkan  topik  yang  telah  dipilih.
melanjutkan  mendiskusikan  topik-
Pada  menit-menit  awal  bekerja
topik  pidato  yang  dipilih  bagi  tiap-
secara 
individual 
dan 
mandiri,
tiap  anggota.  Dari  pendataan  guru
sebagian  besar  siswa  belum  dapat
setelah  diskusi  berlangsung  sepuluh
melepaskan  diri  dari  kelompoknya.
menit,  diketahui  bahwa  topik-topik
Semangat  diskusi  masih  ditunjukkan
pidato yang dipilih siswa meliputi (a)
oleh  sebagian  besar  siswa.  Setelah
cara  belajar  yang  baik  (5  siswa),  (b)
berjalan  lima  belas  menit,  enam
kebersihan  lingkungan  sekolah  (12
belas  siswa  sudah  mulai  menyusun
siswa),  (c)  cara  meraih  prestasi  (1
kerangka  pidato.  Mereka  tampak
siswa),  (d)  cara  mempersiapkan  UN
kesulitan  menulis  kerangka.  Ada
(1 
siswa), 
(e) 
belajar 
yang
seorang siswa (Wartini) bertanya,
menyenangkan 
(1 
siswa), 
(f)
Siswa:  Bu,  sedap  dipandang  itu
pentingnya  ketertiban  sekolah  (1
istilahnya apa?
siswa), 
dan 
(g) 
pencemaran
Guru : Asri.
lingkungan (1 siswa).
Untuk 
membantu 
kelancaran
Untuk 
membantu 
siswa
siswa  dalam  menyusun  kerangka
merencanakan  penulisan  teks  pidato,
pidato, 
guru 
sekali-sekali
guru 
memberikan 
contoh
menekankan 
ulang 
pemanfaatan
perencanaan 
dengan 
mengambil
prinsip  5W+1H.  Dari  pelaksanaan
model  topik  Menjaga  Kebersihan
tugas  tersebut  diketahui  bahwa
Sekolah. 
Penekanan 
khusus
meskipun 
siswa 
telah 
mampu
diberikan  pada  penentuan  tujuan
menyusun  kerangka,  tetapi  waktu
yang  lebih  rinci  dan  penyusunan
yang 
diperlukan 
relatif 
lama.
kerangka 
pidato 
yang 
lebih
Selanjutnya, 
guru 
memberikan
sistematis. 
Guru 
memberikan
contoh  ulang  model  kerangka  pidato
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 557
pada  siklus  I  berjudul Persiapan
menulis teks  pidato dengan  teknik
Lomba Mencarai Jejak  seperti pada
pemodelan  secara  rinci  dari  tahap
Tabel 4.9. Guru  memberikan contoh
pendahuluan,  kegiatan  inti,  sampai
pengembangan 
sebagian 
model
kegiatan penutup.
kerangka  pidato  tersebut.  Untuk  itu,
Kegiatan  Pendahuluan (15 menit)
siswa  diminta  mencermati  lebih
mendalam  contoh  pengembangan
Pada    tahap  ini,    kegiatan  yang
sebagian  model  kerangka  tersebut
dilaksanakan adalah pengarahan oleh
dengan 
memperhatikan 
rubrik
guru  tentang  persiapan  menulis teks
penilaian 
dan 
prinsip 
5W+1H.
pidato serta  tugas-tugas membahas
Contoh 
pengembangan 
model
sekilas apa  yang  telah ditulis siswa
kerangka pidato tersebut, selanjutnya
di 
rumah.
Setelah 
cukup
diselesaikan  oleh  siswa  melalui
pengarahan,  siswa mengumpulkan
diskusi  dan sharing antarkelompok.
hasil  tulisan  teks  pidato  yang  telah
Setelah  draf  awal  selesai  disusun,
mereka kerjakan kepada guru.
siswa  diminta  melakukan  konfirmasi
Kegiatan Inti (60 menit)
hasil pekerjaannya dengan guru yang
diteruskan 
dengan 
kegiatan
Pada    tahap  ini,  kegiatan  yang
mempresntasikan  hasil  pekerjaannya
dilakukan  adalah perevisian  hasil
tersebut  untuk  diberi  umpan  balik
tulisan 
siswa.Sebagaimana 
pada
oleh guru.
pertemuan-pertemuan 
sebelumnya.
Setelah 
siswa 
mencermati,
Setelah  mengondisikan  kelas,  guru
memahami,  dan  meniru  contoh  yang
melakukan  apersepsi  melalui  tanya
disajikan 
guru, 
mereka
jawab  dengan  siswa  tentang  tugas
mengembangkan  kerangka  pidato
menyempurnakan  dan menulis teks
yang  telah  disusun.  Tugas  tersebut
pidato  di  rumah.  Para  siswa  pada
bersifat  mandiri  dan  individual
umumnya 
telah 
mampu
sehingga 
setiap 
siswa 
bebas
menyempurnakan teks pidatonya dan
menentukan  tempat  duduk  bekerja.
menemukan  kesalahan  sebatas  ejaan
Sebagian besar siswa mencari tempat
dan tanda baca. Melalui tanya jawab
terpisah  dari  kelompok.  Namun
tersebut, 
selanjutnya, 
guru
demikian,  masih  ada  satu  kelompok
menyampaikan  tujuan  pembelajaran,
yang 
terus 
bekerja 
dalam
yaitu  siswa  mampu  merevisidan
kelompoknya.  Setelah  berjalan  lima
mengedit teks pidato dengan tepat.
puluh  menit  pekerjaan  siswa  pada
Gurukemudian  membagikan hasil
tahap penulisan sebagian selesai.
tulisan siswa yang berisi contoh teks
pidato  yang  memuat  kesalahan
Kegiatan penutup (10 menit)
beserta  contoh-contoh  perevisian.
Guru 
meminta 
siswa 
untuk
Perevisian 
menekankan 
pada
menyelesaikan 
atau 
melanjutkan
penemuan  dan  perbaikan  isi draf
menulis  teks  pidato  di  rumah. Guru
yangtidak  sesuai dengan  kerangka
menutup 
pembelajaran 
memberi
pidato, antara  lain berupa kelebihan
ucapan  terima  kasih  dan
salam
isi,  kekurangan  isi,  ketidaktepatan
penutup.
isi,  atau  kesalahan  penataan  isi.
Perevisian 
dilakukan 
dengan
3. Pertemuan Kedua Siklus II
membuang isi yang lebih, menambah
Bagian ini dilaporkan pelaksanaan
isi  yang  kurang,  mengganti  isi  yang
tindakan  peningkatan  kemampuan
tidak  tepat,  dan  menata  ulang
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 558
penataan yang kurang tepat. Adapun,
melalui  instrumen  tes  kinerja  berupa
mengedit  lebih  menekankan  pada
data  kuantitatif  produk  tulisan  teks
penemuan  dan  perbaikan  mekanik
pidato  siswa  yang  berupa  skor  dan
seperti  ejaan,  tanda  baca,  struktur
nilai  pada  setiap  tahapan  proses
kalimat,  model  tulisan,  dan  lain-lain
penulisan  sedangkan  dokumen  yang
pada  sebuah  teks  pidato. Penjelasan
dihasilkan 
melalui 
instrumen
guru  ini  diikuti  dengan  contoh
observasi keaktifan siswa adalah data
merevisi  dan  mengedit  sebagian
kualitatif  proses pembelajaran siswa
model teks pidato.
dalam 
hal 
aktivitas 
belajar,
Setelah  siswa  dianggap  memiliki
kreativitas, 
rasa 
senang, 
dan
pemahaman  tentang  merevisi    siswa
interaksi.
merevisi  hasil  tulisannya  masing
Data  kuantitatif  berupa  data  hasil
masing.  Selama  siswa  bekerja,  guru
pembelajaran 
sedangkan 
data
melakukan 
pengecekan 
hasil
kualitatif  berupa  keaktifan  siswa
pekerjaan  siswa  secara  berkeliling
selama 
mengikuti 
proses
dan memberikan umpan balik.
pembelajaran  menulis  teks  pidato
Siswa 
selanjutnya 
melakukan
pada  kelima  tahap  menulis  tersebut.
konfirmasi  dengan  teman  satu  tim
Melalui 
data 
tersebut, 
dapat
mengenaihasil 
merevisi 
dan
diketahui kualifikasi hasil dan proses
mengedit  model  teks  pidato.  Jika
pembelajaran  siswa  yang  berupa
mengalami  kesulitan,  siswa  minta
kemajuan  dan  kendala  yang  dialami
petunjuk 
guru. 
Berdasarkan
siswa 
selama 
mengikuti
pekerjaan 
para 
siswa, 
guru
pembelajaran.
memberikan  umpan  balik  korektif,
Pada  siklus  II  aktivitas  belajar
selanjutnya siswa  meneliti  kembali
siswa  mencapai  skor  3,63  (72,6%)
dengan  memperbaiki  ejaan,  struktur
dari skor maksimal yang diharapkan,
kalimat,  serta    kelengkapan  pokok
kreativitas mencapai skor 3,75 (75%)
pikiran.
dari skor maksimal yang diharapkan,
rasa  senang  mencapai  4,38  (87,6%)
Kegiatan Akhir  (10 menit)
dari skor maksimal yang diharapkan,
Dalam  tahap  ini,  kegiatan  yang
dan interaksi mencapai 4,38 (87,6%)
dilaksanakan  adalah  siswa  dan  guru
dari skor yang diharapkan. Skor rata-
melakukan 
refleksi 
lalu 
siswa
rata 
keempat 
aspek 
tersebut
kembali ke kelas dengan tertib.
mencapai  4,04  (80,8%)  dari  skor
maksimal  yang  diharapkan.  Setelah
4. Pengamatan dan Evaluasi
dikonversikal  dengan  kriteria  yang
Pengobservasian  tindakan  pada
ditetapkan, 
skor 
4,04 
(80,8%)
siklus  II ini dilakukan terhadap hasil
tergolong 
kategori
sangat 
baik
dan  proses  pembelajaran  siswa
dengan  tingkat  keberhasilan sangat
dalam  mengikuti  penulisan  teks
tinggi.  Hal  ini  berarti  bahwa  pada
pidato.  Pengobservasian  terhadap
siklus  II  aktivitas  siswa  dalam
hasil 
pembelajaran 
siswa
mengikuti  pembelajaran  sangat  baik
menggunakan  instrumen  tes  kinerja
atau sangat tinggi.
yang  termuat  dalam  LKS  sedangkan
4. Refleksi
pengobservasian 
terhadap 
proses
pembelajaran 
menggunakan
Refleksi 
dilaksanakan 
setelah
instrumen lembar observasi keaktifan
selesai 
pelaksanaan 
tindakan
siswa.  Dokumen  yang  dihasilkan
pembelajaran  siklus II.  Kegiatan  ini
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 559
dilaksanakan 
secara 
kolaboratif
penilaian  proses  baik  dan  nilai
bersama guru bahasa Indonesia kelas
produk
diatas
rata-rata,kegiatan
IX H. Selain itu, juga memperhatikan
pembelajaran  ini  berhasil  dengan
respons yang disampaikan oleh siswa
baik 
karena 
telah 
mencapai
saat  refleksi  pembelajaran  siklus  I.
ketuntasan  baik  secara  klasikal
Refleksi 
diarahkan 
pada
maupun 
individual 
dilihat 
dari
perencanaan/planing
pelaksanaan
standar  ketuntasan  minimal  dalam
tindakan/implementasi, 
hasil
KTSP.
tindakan  baik  yang  berupa  proses
Dengan  melihat  refleksi  siklus  1,
maupun yang berupa produk.
siklus  2,  dan  rekapitulasi  penilaian
Perencanaan  pembelajaran  yang
produk  siswa  menulis teks  pidato,
digunakan  pada  siklus II  secara
dapat 
dikatakan 
adanya
umum sudah cukup baik tetapi perlu
perkembangan  sikap  belajar  dan
dilakukan 
perbaikan 
mengingat
hasil belajar, dari sikap siswa senang
secara  kelompok  siswa  sudah  baik.
dan  tertarik  dengan  pembelajaran
Kegiatan  refleksi  terhadap  proses
menggunakan  teknik  pemodelan.
dan  produk  dari  hasil  refleksi  yang
Dengan 
demikian, 
dapat
dilakukan  secara  kolaboratif  dengan
direfleksikan 
bahwa 
penerapan
kolaborator
dilakukan 
bahwa
teknik 
pemodelan 
dapat
tindakan  proses  pada  setiap  tahap
meningkatkan  keterampilan  menulis
sudah  dilaksanakan  dengan  baik
teks  pidato pada  siswa  kelas IX  H
tetapi 
masih 
perlu 
beberapa
SMP NgoroMojokerto Tahun Ajaran
perbaikan.
2012/2013. 
Dapat 
dimungkinkan
Pada  tahap  kegiatan  inti,  karena
juga  bahwa  teknik  pemodelan  juga
siswa  telah  diberi  model  oleh  guru,
bisa  diterapkan  pada  materi  bahasa
kegiatan  siswa  juga  berubah  dimulai
Indonesia  yang  lain  sebab  teknik
dari 
pengamatan, 
mendiskusikan
pemodelan  cocok  digunakan  untuk
kekurangan  dan  kelebihan  teknik
siswa  seusia  SMP.  Artinya,  siswa
pemodelan,  membuat  teks  pidato
SMP bisa berpikir secara efektif jika
seperti  model  yang  dipelajari  dan
dimulai  dari  sesuatu  yang  konkret.
waktu  diskusi  harus  dibatasi  agar
Model adalah contoh bahan ajar yang
siswa  tidak  menyalahgunakan  waktu
konkret.
pelajaran yang tersedia.
Kegiatan  pembelajaran  sangat
SIMPULAN DAN SARAN
didominasi  oleh  kelompok  dan
Simpulan
penilaian  mengacu  pada  kelompok
hal  ini  bagus,  tetapi  perlu  ada
Berdasarkan  hasil  penelitian  dan
penilaian  secara  individu  agar  setiap
pembahasan  pada  bab  sebelumnya
individu  meningkatkan  aktivitasnya
tentang 
penelitian 
pembelajaran
baik  dalam  bertanya,  merespons,
menulis 
teks 
pidato, 
dapat
menanggapi  meskipun  yang  tampil
disimpulkanhal-hal sebagai berikut.
kelompok 
sehingga 
guru 
harus
(1) Terjadi 
peningkatan 
kualitas
memotivasi  bahwa  disamping  nilai
hasil  pembelajaran  menulis  teks
kelompok ada  nilai  untuk  setiap
pidato siswa kelas IX SMP Negeri
siswa yang aktivitasnya lebih.
Ngoro 
Kab. 
MojokertoTahun
Dari  hasil  keseluruhan  kegiatan
Ajaran  2012/2013melalui  teknik
pembelajaran pada siklus II dan hasil
pemodelan.Hal  itu  ditunjukkan
pengamatan  yang  tergambar  pada
oleh  peningkatanpersentase  nilai
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 560
ketuntasan  klasikal  dan  nilai  rata-
siswa IX SMP Negeri ngoro Kab.
rata kelasdari siklus Ihingga siklus
Mojokerto 
melalui 
teknik
II.  Pada  siklus  I,  persentase  nilai
pemodelan.  Hal  itu  ditandai  oleh
ketuntasan  klasikal  meningkat
adanya 
peningkatan 
kualitas
sebesar  18,18%  dari  kondisi  awal
pembelajaran  menulis  teks  pidato
(27,27%9,09%),  pada  siklus  II
siswa kelas IX, baik kualitas hasil
meningkat  sebesar  50,00%  dari
maupun 
kualitas 
proses
siklus  I  (77,27%27,27.Capaian
pembelajaran.  Berkaitan  dengan
peningkatan  rata-rata  persentase
hal tersebut, demi tetap terjaganya
nilai  ketuntasan  klasikal  dalam
kualitas  pembelajaran,  disarankan
tiga 
siklus 
sebesar 
27,27%.
hal-hal sebagai berikut.
Adapun,  capaian  nilai  rata-rata
(6) Perlu  disosialisasikan  kepada
kelas  pada  siklus  I  meningkat
guru-guru secara  intensif  tentang
sebesar  3,86  poin  dari  kondisi
konsep 
teknik
pemodelan
awal (67,2763,41), pada siklus II
sehingga mereka di sekolah dapat
meningkat sebesar 11,12 poin dari
secara 
efektif 
menggunakan
siklus  I  (78,3967,27).Capaian
teknik  tersebut  dalam  setiap
peningkatan  rata-rata  nilai  rata-
pembelajaran 
guna 
mengatasi
rata  kelas  dalam  tiga  siklus
kesulitan  siswa  dalam  mencapai
sebesar 6,25 poin.
kompetensi pembelajaran
(2) Terjadi 
peningkatan 
kualitas
(7) Iklim  sekolah  yang  kondusif
proses  pembelajaran  menulis  teks
yang 
mampu 
menciptakan
pidato siswa kelas IX SMP Negeri
suasana 
senang 
dalam
Ngoro 
Kab. 
MojokertoTahun
pembelajaran 
perlu 
terus
Ajaran  2012/2013melalui  teknik
dikembangkan 
oleh 
segenap
pemodelan.Hal  itu  ditunjukkan
warga  sekolah,  khususnya  guru-
oleh  adanya  peningkatanaktivitas,
guru.  Hal  itu  akan  mampu
kreativitas,  rasa  senang,  dan
membentuk  budaya  belajar  yang
interaksi 
belajar 
siswa 
dari
positif  di  kalangan  siswa  sebagai
kategori
baik
pada 
siklus
salah satu langkah pencapaian visi
I(77,40%)  menjadi sangat  baik
dan  misi  sekolah  dalam  bidang
pada  siklus  II  (80,80%).Dengan
pembelajaran.
tingkat  keberhasilan tinggi pada
(8) Dalam  pembelajaran  menulis,
siklus  I  dan sangat  tinggi pada
hendaknya 
dibiasakan 
adanya
siklus  II  .  Peningkatan  rata-rata
kegiatan  merevisi  dan  mengedit
nilai  proses  pembelajaran  tiap
tulisan. Hal itu dimaksudkan agar
siklus sebesar 1,60%.
siswa dan guru secara tegas dapat
(3) Peningkatan 
kualitas 
hasil
membedakan 
pengertian
pembelajaran 
yang 
berupa
perevisian  dan  pengeditan  yang
capaian 
nilai 
rata-rata
selama 
ini 
disamakan 
guna
keterampilan 
menulis 
teks
mendukung 
terbentuknya
pidatopada  masing-masing  tahap
kompetensi menulis.
proses 
penulisan 
dari 
siklus
(9) Setiap  guru  bahasa  Indonesia
Ihingga siklus II.
hendaknya  mampu  menyajikan
(4) Saran
pembelajaranmenulis 
secara
(5) Hasil  penelitian  menunjukkan
menarik  yang  ditandai,  antara
bahwa 
terjadi 
peningkatan
lain,  oleh  timbulnya  rasa  senang
keterampilan  menulis  teks  pidato
siswa 
dalam 
mengikuti
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 561
pembelajaran.  Hal  itu  diperlukan
Akhadiah,  Sabarti.  1994.Pembinaan
demi
mendorong  terbentuknya
KemampuanMenulis 
bahasa
kompetensi 
menulis 
yang
Indonesia.  Jakarta: Erlangga.
bertahan lama pada diri siswa.
Amar,  Djen  M.  1981.  Komunikasi
(10)
Setiap  guru  bahasa  Indonesia
dan  Pidato.  Bandung:  Penerbit
hendaknya  memahami  adanya
Alumni.
tahap-tahap proses penulisan yang
meliputi 
prapenulisan,
Anwar,  M.  Farid.  1987.  Teori  dan
pengedrafan, 
perevisian,
Praktek  Pidato.  Surabaya:  CV
pengeditan,  dan  pemublikasian.
Amin Surabaya.
Untuk  itu,  setiap  melakukan
Arikunto,  Suharjono  dan  Supardi.
pembelajaran  menulis  hendaknya
2008.    Penelitian  Tindakan
pembelajaran 
pada 
tahapan-
Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.
tahapan tersebut selalu dilakukan.
(11)
Semangat 
gotong-royong
Arikunto.  1998.  Prosedur  Penelitian
dalam  pembelajaran kepada  diri
Satu 
Pendekatan 
Praktek.
siswa  perlu  terus  dikembangkan
Jakarta:  Rineka Cipta.
di  sekolah  melalui  diskusi  atau
Dahar,  Ratna  Willis.  1988. Teori-
sharinguntuk 
mendukung
teori 
Belajar. 
Jakarta:
terbentuknya  kemandirian  belajar
Depdikbud
sebagaimana 
yang 
telah
dicanangkan dalam visi sekolah.
Departemen
Pendidikan  Nasional.
(12)
Untuk  melatih  keberanian
2000. Manajemen  Peningkatan
dan 
kreativitas 
dalam
Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta :
Proyek Peningkatan Mutu SLTP
pembelajaran, 
siswa 
perlu
diakrabkan 
dengan 
kegiatan
Jakarta
presentasi  baik  di  hadapan  teman
Depdiknas. 
2002. 
 
Pendekatan
maupun guru.
Kontekstual 
(Contextual
(13)
Mengingat 
bahwa
Teaching  and  Lerning).  Jakarta:
kompetensi  pidato  merupakan
Depdiknas.
salah  satu  refleksi  kemampuan
Djago, 
Tarigan, 
dkk. 
2006.
berpikir  dan  bernalar  yang  dapat
Pendidikan 
Keterampilan
menjadi 
salah 
satu 
bentuk
Berbahasa.    Jakarta:  Universitas
kecakapan  hidup,  siswa  perlu
Terbuka.
dibiasakan  akrab  dengan  kegiatan
pidato  baik  melalui  kegiatan
Firmasnyah. 2003. Panduan Lengkap
mendengarkan, 
berbicara,
Pidato. Jawa Timur: Galaxi
membaca, maupun menulis.
Gabri. 
2011. 
Seni 
Pidato.
Yogyakarta: 
Cemerlang
DAFTAR PUSTAKA
Publising.
Adi,  Pidekso.  1993. Pola  Latihan
Gredler,  Margaret  E.  Bell.  1991.
Menulis
Belajar 
dan
danPermasalahannyadalam
Membelajarkan (Diterjemahkan
Pengajaran  Menulis  di  SMA
Munandir).  Jakarta:  Penerbit
KabupatenBanyuwangi. Tesistid
Rajawali.
ak  diterbitkan.  Malang:  PPS
H.  Rahardjo,  Sri.  2007.  Pembahasan
IKIP Malang.
Tuntas Kompetensi 2007
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 562
Hadinegoro.  2003.
Teknik  seni
Sudiana,  I  Nyoman.  2007.  Retorika
Berpidato 
Mutakhir 
(Dalam
Bertutur  Efektif.  Jawa  Timur:
Teori  dan  Praktek).  Yogyakarta:
Asri Press.
Absolut.
Suyatno. 
2005. 
Menjelajah
http://definisipengertian.blogspot.co
Pembelajaran  Inovatif.  Jakarta:
m/2010/12/pngertian-
Grasindo.
pidato.html
Syafi  ie,  Imam.  1988. Retorika
http://organisasi.org/pengertian
dalam 
Menulis. 
Jakarta:
pidato 
tujuan 
sifat 
metode
Depdikbud.
susunan dan  persiapan-pidato-
Tarigan,  Djago  dan  Henry  Guntur
sambutan
Tarigan. 
1987. 
Teknik
http://organisasi-org/pengertian-
Pengajaran 
Keterampilan
pidato-tujuan-sifat-metode-
Berbahasa. Bandung: Angkasa.
susunan-dan-persiapan-pidato-
Tarigan, 
Djago 
Dkk.
sambutan
1998.Pengembangan 
Ket-
http://www.isdaryanto.com/kumpula
erampilan
Berbicara.Jakarta:
n-contoh-pidato-lengkap
Depdikbud 
bagian 
Proyek
Penataran  Guru  SLTP  Setara  D
Maidar, 
G. 
1998. 
Pembinaan
III.
Kemampuan  Berbicara  Bahasa
Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Tarigan,Henry
Guntur.MenulisSebagai 
suatu
Oka, D. Djoehana. 2002. Pemodelan
Keterampilan 
Berbahasa.
(Modeling). Makalah 
dalam
Bandung:  Angkasa.
Pelatihan  TOT 
Guru  Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia.
Tarigan, 
Henry 
guntur.
1984.Berbicara  Sebagai  Salah
Putri  Pandan  Wangi.  2009.  Bukan
Satu  Keterampilan  Berbahasa.
Pidato Biasa. Yogyakarta.
Bandung: Angkasa.
Rahmat,  Jalaludin.  2010  Retorika
Trianto. 
2007. 
 
Model-Model
Modern.  Bandung:PT  Remaja
Pembelajaran 
Inovatif
Rosda Karya.
Berorientasi 
Konstruktivistik.
Rohman,Abduldkk.2010.
Jakarta: Prestasi Pustaka.
PidatoDuaBahasa
(Inggris-
Trianto.2007.Pembahasan 
Tuntas
Indonesia).
Kompetensi  Bahasa  Indonesia.
Surabaya:PustakaAgungHarapan
Jakarta:Erlangga.
Rumpoko,  Hadi.  2012.    Panduan
Wiyanto,  Asul.  2006.  Terampil
Pidato  Luar  Biasa.  Yogyakarta:
Pidato. Jakarta: PT. Grasindo.
MegaBooks.
Sagala,  Syaiful.  2005.  Konsep  dan
Makna  Pembelajaran.  Bandung:
Alfabeta.
Semi,  M.  Atar.  1992.  Terampil
Berpidato. 
Bandung: 
Titian
Ilmu.
NOSI Volume 1, Nomor 5, Agustus 2013 ___________________________Halaman | 563