PIDATO : REFINA NURAMALIA SANI

REFINA NURAMALIA SANI

NPM. 210110130392

PUBLIC SPEAKING (MANKOM D)

PENDIDIKAN DI INDONESIA

Assalamualailkum wr.wb

Yang terhormat Bapak/Ibu guru, serta rekan-rekan yang saya bangakan.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur ke hadirat Illahi Rabbi, karena berkat rahmatNya lah kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, keluarganya, para sahabatnya, sampai pada kita selaku umatnya, aamiin Yaa Rabbal alamin.

Baiklah para hadirin, adapun maksud dan tujuan kita berada disini adalah tak lain untuk membahas mengenai masalah pendidikan di Indonesia

Pendidikan di Indonesia, diibaratkan sebagai mata uang yang memiliki dua sisi yang berbeda.

Ya, pendidikan di Indonesia saat ini tak jarang membuat kita merasa prihatin dengan kondisinya. Minimnya fasilitas, kurangnya tenaga kerja kependidikan, serta belum meratanya pendidikan itu sendiri di beberapa sudut negara ini. Miris rasanya melihat hal seperti ini di tengah perkembangan zaman yang semakin menunjukkan kemajuannya.

Namun pendidikan di Indonesia juga seringkali mengundang decak kagum masyarakat. Tanpa sorotan media massa, banyak tunas bangsa yang mempunyai porensi luar biasa dibalik kesederhanaan gaya hidupnya itu. Bukan hanya satu atau dua ajang olimpiade internasional yang telah kita ikuti, namun sudah terhitung banyak sekali, dan hasilnya sugguh luar biasa. Tak sedikit muda-mudi kita yang pulang membawa medali berlapiskan emas dan mereka telah mengharumkan nama negara kita di kancah internasional.

Sungguh dua sisi yang sangat bertolak belakang.

Dan yang sangat disayangkan adalah ketika kita, yang mendapat fasilitas lengkap, pengajar yang menjanjikan serta sistem pendidikan yang bisa dibilang sangat berkualitas kurang bisa memanfaatkannya.

Sebagai contoh, demonstrasi, unjuk rasa, dan bentrok di kalangan pelajar bukanlah hal yang aneh dilingkungan kita, yang hidup dalam kestabilan pendidikan. Coba bandingkan dengan mereka diseberang sana, yang bahkan untuk mencari air bersih pun mereka kesulitan. Nyatanya mereka hidup dalam kenyamanan sistem pendidikan yang ada disana.

Apakah mereka puas dengan segala fasilitas yang mereka dapatkan? Tidakkah mereka menginginkan pendidikan yang lebih dari apa yang sudah mereka dapatkan saat ini? Tentu saja mereka sangat menginginkannya. Tapi adakah mereka melakukan aksi turun ke jalan untuk mendapatkan itu semua? Tidak. Mereka menunggu tindakan nyata pemerintah dengan memanfaatkan yang telah mereka dapatkan.

Sedangkan kita? Menuntut dengan sikap radikal-anarkis. Apakah pemerintah diam saja dengan apa yang terjadi pada ketimpangan pendidikan ini? Apakah para pemegang kuasa lepas tangan dari kondisi ini? Lagi-lagi jawabannya adalah tidak. Seringkali kita menuntut, memojokkan, menjatuhkan, bahkan menyalahkan pemerintahan tentang apa yang terjadi saat ini, tanpa tahu apa dan seberapa besar usaha yang mereka lakukan untuk mengatasi ini semua.

Tindakan nyata pemerintah tentang perbaikan pendidikaan di Indonesia tidak akan membuahkan hasil, jika kita terus-terusan menuntut dengan kekerasan.

Rekan-rekan sekalian, maka dari itu mari kita dukung upaya pemerintah yang ingin memperbaiki pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan berhenti bersikap anarkis, yang pada kenyataannya tidaklah menyelesaikan permasalahan yang sedang kita hadapi.

Dan lagi, masalah pendidikan di Indonesia bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi kita juga turut andil dalam hal ini. Karena kita adalah penerus bangsa.

Mulai dari sekarang, stop kekerasan, ciptakan pendidikan untuk masa depan.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Mohon maaf atas segala kesalahan. Dan terimakasih atas perhatian rekan-rekan sekalian.

Wassalamualaikum wr.wb