Pidato Mak : Hadirin Dan Hadirot Yang Saya Mulaiakan

Assalamualaikum wr.wrb

Hadirin dan Hadirot yang saya mulaiakan

Salam sejahtera bagi kita semua yang hadir disini

Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur kepada Tuhan, atas nikmat yang telah diberikan kepada kita sekalian, yang dengan Rahmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul disini untuk yang kesikian kalinya, khususnya hari ini dalam rangka memperingati dan menyemarakan Hari Ibu

Selanjutnya, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas kekuatan yang telah diberikan kepada kita kususnya kepada para ibu, yang sampai hari ini masih belum kehilangan semangat juangnya dalam menangkap sekaligus mengamalkan nilai-nilai terkandung dalam hikmah Hari Ibu .

Hadirin yang mulia khususnya para Ibu.

Peran ibu pada masa sekarang tampak makin meningkat. Bersama dengan itu, makin berat pula tantangan yang kita hadapi. Namun sebagai bangsa yang besar, maka kita tentunya sepakat untuk pantang menyerah, pantang mundur dan pantang mengeluh. Semua tantangan hidupsehari-hari seakan makanan lezat yang harusdihadapi dengan penuh kesabaran dan penuhkesadaran.

Di tengah-tengah semakin berkembangnyatekhnologi yang semakin canggih, ibu-ibu jugabisa merasakan, betapa hebat dampak dariperkembangan teknologi tersebut di keluarga kitaini. Tanggung jawab seorang ibu dihadapkankepada berbagai masalah, berbagai ragamtantangan, berbagai bentuk persoalan, bahkanmasalah kaum Bapak pun sudah menjadi bagiandari permasalahan para Ibu. Untuk itu kamimenghimbau, janganlah kaum Bapakmenganggap kecil peranan kaum Ibu. Sebab tanpa Ibu, kitaibarat burung tak kan pernah terbang sempurna. Ibarat burung tak kan pernahterbang perkasa.Kaum Ibu hendaknya juga menyadari bahwadengan tugas berat sekarang ini harus tetap waspada terhadap tanggung jawab hidup. Tanggung jawab ibu sekarang tidak hanyaterbatas pada tanggung jawab dapur dan tempat tidur saja.

Lebih dari itu sudah tiba saatnya kaumIbu membantu para Bapak, jika perlu membantutugas Bapak di luar rumah, di kantor bahkankalau perlu juga di medan perang.Hadirin yang mulia tentunya kita juga tetap tahubatas. Janganlah mencampuri yang bukan urusan kita. Namun tetaplah waspada.

Kapan kita boleh membantu, kapan kita wajib membantu dan kapan pula kita menentukan sikap terhadapkaum Bapak. Semuanya itu kita lakukan untukmenjaga citra sebagai Ibu. Suatu citra yang harusbersummber kepada kepribadian bangsa, yakni kepribadian sebagai bangsa yang luhur, yakni kepribadian Pancasila dan UUD 45.Dalam menjalankan tugas sehari-hari semogaAllah SWT senantiasa bersama kita. Masih banyak yang harus kita lakukan. Masih banyak yang belum selesai. Selamat berjuang, selamatmenjalankan tugas , hingga tercapai keluargayang bahagia, keluarga sejahtera di atas ridlaAllah SWT. Amin..Hadirin sekalian, demikian sambutan dari kami,mohon maaf jika ada tutur kata kami yangkurang berkenan di hati hadirin sekalian.

Wassalamualaikum WarahmatullahiWabarakatuh.

Pada pagi yang cerah ini marilah kita panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaansehat walafiat. Tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW.

Pada pagi yang berbahagia ini,saya akan menyampaikan tentang makna apa itu hari kartini. Nama Kartini, mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Raden adjeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah,tanggal 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Raden adjeng kartini juga dikenal sebagai pelopor kebangkitan wanita di Indonesia.

Bersyukurlah para kaum wanita Indonesia yang telah pernah memiliki seorang pelopor pejuang nasib kaum wanita sehingga derajat kaum wanita terangkat dari jurang kenistaan.

Sebelum Raden Adjeng Kartini ada, kaum wanita derendahkan derajatnya di bandingkan kaum lelaki. Kaum wanita di larang menuntut ilmu,tidak boleh bekerja, apalagi menjadi pemimpin. Tetapi semua berubah saat Raden Adjeng Kartini berjuang untuk mengeluarkan kaum wanita dari itu semua.

Kepeloporan Raden Ajeng Kartini wajib kita tiru dan kita amalkan, kini wanita Indonesia telah memperoleh hak-haknya sebagai wanita dan memperoleh kebebasan.
Tetapi, perjuangan cita Kartini belum sepenuhnya berhasil. Masih banyak wanita-wanita Indonesia yang perlu di perjuangkan nasibnya. Masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita. Oleh sebab itu marilah kita tingkatkan partisipasi kita terhadap gelora pembangunan sekarang ini sehingga cita-cita Kartini segera dapat terwujud.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya minta maaf.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Yang terhormat Bapak…

Hadirin dan hadirat yang mulia,

Selamat sejahtera dan berbahagia juga saya sampaikan kepada hadirin sekalian.

Pada pagi yang berbahagia ini marilah kita bersama sej enak merenung dan berdoa, semoga kita yang hingga pagi ini masih dikaruniai kebahagiaan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, diberi kekuatan untuk bersyukur senantiasa, atas rahmat dan hidayah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Rasa syukur itu marilah kita buktikan dengan tetap menjalankan kewajiban dan tetap menjauhi larangan Allah Tuhan Yang Maha Adil.

Selanjutnya pada pagi yang berbahagia ini, hendaknya kita juga brsyukur atas kesempatan yang telah diberikan oleh Allah Tuhan yang Maha Kasih, yang dengan rahmat-Nya pula kita bisa bersama-sama mengadakan upacara memperingati "Hari Kartini".

Nama Kartini, sudah tidak asing lagi. Bahkan dalam kehidupan sekarang ini telah terpatri suatu sikap, khususnya sikap pra Ibu, sikap pra remaja dan pemudi putri, yang mencerminkan cita-cita luhur ibu Kita Kartini.

Sebagai wanita yang tentu tidak bisa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, maka sekarang kian tampak bahwa dalam mendudukkan dirinya sebagai sesama pejuang bangsa, telah dapat menempatkan diri wanita Ihdhesia sebagai pejuang yang tidak ingin dikatakan nomor dua terhadap pra kaum iaki-laki.

Itulah sikap tegas kaum wanita yang secara langsung mencerminkan keluhuran cita-cita Kartini. Sikap itu juga memperlihatkan betapa hak azasi manusia Indonesia ini sangat diperhatikan. Terlebiii hak wanita dalam menempatkan diri ikut serta membangun nusa dan bangsa Indonesia.

Tidaklah berlebihan kiranya jika wanita sekarang ini sudah mampu berbicara sejajar dengan kaum laki-laki. Bafakan di desa kita ini telah banyak wanita yang kedudukannya malah lebih tinggi dari sebagian kaum laki-lakinya. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita khususnya kaum wanita benar-benar telah menyadari betapa pentingnya peranan dan kemampuan wanita dalam menegakkan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Hari Kartini senantiasa kita permgati setiap tahun. Namun hendaknya janganlah pada saat-saat peringatan ini saja kita menampan hasil karya dan cipta kaum wanita. Namun lebih daripada itu, mudah-mudahan setiap hari, setiap masa wanita Indonesia, tetap berjuang dan tetap bercitra, sebagai bangsa yang harum namanya.

Semoga Tuhan senantiasa meridhoi kita, khususnya pra wanita Indonesia dalam menegakkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga kaum wanita bertambah jaya, bertambah perkasa dalam menjaga nama besar bangsa, negara, masyarakat, dan jangan lupa, semoga tetap jaya dalam menjaga nama baik keluarga. Amin.

Sekian sambutan dari saya, semoga bermanfaat. Terima kasih

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang terhormat Bapak…

Yang kami hormati para Bapak Ketua RW…

Bapak-bapak Ketua RT…

Rekan-rekan remaja dan pemuda se-wilayah…

Hadirin dan hadirat yang mulia,

Selamat sejahtera dan berbahagia juga kami sampaikan kepada hadirin dan hadirat yang beragama selain Islam.

Pada pagi yang berbahagia ini marilah kita bersama sejenak merenung dan berdoa, semoga kita yang hingga pagi ini masih dikaruniai kebahagiaan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, diberi kekuatan untuk bersyukur senantiasa, atas rahmat dan hidayah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Rasa syukur itu marilah kita buktikan dengan tetap menjalankan kewajiban dan tetap menjauhi larangan Allah Tuhan Yang Maha Adil.

Selanjutnya pada pagi yang berbahagia ini, hendaknya kita juga brsyukur atas kesempatan yang telah diberikan oleh Allah Tuhan yang Maha Kasih, yang dengan rahmat-Nya pula kita bisa bersama-sama mengadakan upacara memperingati Hari Kartini.

Nama Kartini, sudah tidak asing lagi. Bahkan dalam kehidupan sekarang ini telah terpatri suatu sikap, khususnya sikap para Ibu, sikap para remaja dan pemudi putri, yang mencerminkan cita-cita luhur ibu Kita Kartini.

Sebagai wanita yang tentu tidak bisa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, maka sekarang kian tampak bahwa dalam mendudukkan dirinya sebagai sesama pejuang bangsa, telah dapat menenmpatkan diri wanita Indonesia sebagai pejuang yang tidak ingin dikatakan nomor dua terhadap para kaum laki-laki.

Itulah sikap tegas kaum wanita yang secara langsung mencerminkan keluhuran cita-cita Kartini. Sikap itu juga memperlihatkan betapa hak azasi manusia Indonesia ini sangat diperhatikan. Terlebih hak wanita dalam menempatkan diri ikut serta membangun nusa dan bangsa Indonesia.

Tidaklah berlebihan kiranya jika wanita sekarang ini sudah mampu berbicara sejajar dengan kaum laki-laki. Bahkan di desa kita ini telah banyak wanita yang kedudukannya malah lebih tinggi dari sebagian kaum laki-lakinya. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita khususnya kaum wanita benar-benar telah menyadari betapa pentingnya peranan dan kemampuan wanita dalam menegakkan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Hari Kartini senantiasa kita peringati setiap tahun. Namun hendaknya janganlah pada saat-saat peringatan ini saja kita menampilan hasil karya dan cipta kaum wanita. Namun lebih daripada itu, mudah-mudahan setiap hari, setiap masa wanita Indonesia, tetap berjuang dan tetap bercitra, sebagai bangsa yang harum namanya.

Semoga Tuhan senantiasa meridhoi kita, khususnya para wanita Indonesia dalam menegakkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga kaum wanita bertambah jaya, bertambah perkasa dalam menjaga nama besar bangsa, negara, masyarakat, dan jangan lupa, semoga tetap jaya dalam menjaga nama baik keluarga. Amin!

Cukuplah sekian sambutan dari kami, billahitaufiq walhidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.