Contoh Pidato Utuk Lomba

Mencintai Allah dan Kedua Orang Tua

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalatu wassalamu ala asrafil anbiya iwal mursalin sayyidina wamaulana muhammadin wa’aala alihi wa sabdihi ajmain amma ba’du.

Segala puji bagi Allah, Al-Malik Al-Haqq, Al-Mubin, yang memberikan kita nikmat iman dan keyakinan sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini yang Insyaallah penuh barakah. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam pada pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, penutup para nabi dan rasul, dan begitu pula pada keluarganya yang baik, kepada para sahabat pilihan, dan yang mengikuti mereka dengan penuh ihsan hingga hari kiamat.

Salam tahiyat tanda hormat saya haturkan kepada para dewan juri yang InsyaAllah Allah tinggikan dalam derajat.

Si manis dari medan

Pergi ke pasar membeli ketupat

Salam manis untuk hadirin

Saya rezki dari sma empat

Sayang kepada orang tua harus apa adanya, bukan ada apanya. Bukan karena harta, bukan karena kesenangan yang bersifat semu. Namun lebih pada cinta kita kepada Allah. Mengapa?

Menaati Perintah Kedua Orang Tua

Sebagai hamba kita harus menaati perintah Allah SWT. Begitu pula sebagai anak kita harus menaati perintah kedua orang tua.

Dikisahkan :

Ketika Saad bin Abi Waqqash memeluk Islam, ibunya mogok makan dan minum kecuali Saad mau murtad dari agamanya. Nah apa kira-kira yang dilakukan Saad? Apakah dia murtad ataukah berpegang teguh pada agamanya?

Ternyata, Saad berkata kepada ibunya, Wahai ibu, engkau (mesti) tahu, demi Allah, jika engkau memiliki seratus nyawa, lalu nyawa itu keluar satu persatu, aku tetap tidak akan meninggalkan agamaku. Jika engkau mau silahkan makan atau tidak makan. Akhirnya ibu Saad bin Abi waqqash berhenti mogok makan dan minum. Maka taatilah kedua orang tuamu terkecuali,

Dalam Quran Surah Luqman ayat 15, Allah SWT berfirman:

Yang artinya : Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman: 15)

Menjaga Perasaan Kedua Orang Tua

Allah subhanahu wa taala berfirman dalam surah Al-Israa ayat 23 yang berbunyi :

Yang artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan kepdamu agar tidak menyembah selain dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Israa: 23)

Dikisahkan, pada zaman Rasulullah seorang pemuda bernama Alqamah sangat gemar beribadah dan membayar zakat. Namun semasa hidupnya dia telah durhaka kepada ibu kandungnya yang sudah tua renta. Suatu hari, beliau keras dan menemui nazanya namun tak bisa mengucapkan syahadat. Si ibu menemui Rasulullah kemudian ditanyakan perihal anaknya. Si ibu membenarkan dan sangat murka kepada sang anak karena durhaka kepadanya. Si ibu tak mau memaafkan Alqamah.

Kemudian Rasulullah menyuruh membakar Alqamah hidup-hidup di depan ibunya dan berkata Wahai Ibu Alqamah, sesungguhnya adzab Allah lebih pedih dan lebih langgeng, kalau engkau ingin agar Allah mengampuninya, maka relakanlah anakmu Alqamah, demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, shalat, puasa dan sedekahnya tidak akan memberinya manfaat sedikitpun selagi engkau masih marah kepadanya. Namun apa yang terjadi? Ternyata hati sang ibu luluh dan memaafkan Alqamah sehingga Alqamah dapat mengucapkan syahadat dan meninggal dunia.

Ingatlah saudaraku, hendaknya kita mengetahui, bahwa ridha Allah ada pada keridhaan orang tua, dan bahwa murka-Nya ada pada kemurkaan orang tua. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

Yang artinya : Ridha Allah ada pada keridhaan orang tua dan murka Allah ada pada kemurkaan orang tua. (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Kerutan wajah, keletihan, keringat, darah dan air mata telah mereka berikan untuk seorang malaikat yang mereka banggakan. Maka jadilah yang terbaik untuk mereka karena mencintai keduanya bagian dari mencintai Allah.

Allah subhanahu wa taala selalu dimana pun kita berada. Semoga pembicaraan saya bermanfaat. Semoga sisasisa umur kita semakin menuai manfaat. Baarakallahu laka, ya Ikhwah. Sampai jumpa dilain kesempatan. Semoga Allah subhanahu wa taala selalu berkenan memberikan kita kesempatan. Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

=Rezki Afifah=

=NUSA TENGGARA TIMUR=