Contoh Pidato Lingkungan Hidup Versi 3

Rezki Afifah

SMA Negeri 4 Kupang

2015

Ubah Kebiasaan Kita Merusak Lingkungan

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Syalom

Om swastyastu

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua.

Salam tanda hormat saya haturkan kepada para dewan juri

Yang terhormat Bapak/Ibu guru yang berkesempatan hadir

Dan yang saya hormati teman-teman seperjuangan.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala karunia yang diberikan sehingga kita dapat berkumpul ditempat yang Insyaallah penuh manfaat ini. Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan membawakan pidato yang berjudul Ubah Kebiasaan Kita Merusak Lingkungan.

Sudah tidak bisa kita sanggah lagi di era modernisasi ini, bahwa segala aktivitas yang dilakukan manusia sangat tergantung kepada ketersediaan energi yang berasal dari alam. Energi berasal dari alam oleh karena itu dalam pengadaannya tentu saja harus memperhatikan faktor kelestarian lingkungan, karena lingkungan adalah tempat mahluk hidup bernaung. Oleh karena itu, merusak lingkungan hidup sama saja dengan mencelakakan diri kita sendiri.

Dampak kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini telah kita rasakan dan malah cenderung kita nikmati bersama. Seperti yang kita ketahui bersama, sebagian wilayah di Indonesia memiliki curah hujan yang rendah sehingga menyebabkan kekeringan. Sedangkan sebagian wilayah di Indonesia lainnya memiliki curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir. Seperti yang terjadi di Ibukota Jakarta baru-baru ini, banjir benar-benar menenggelamkan kota tempat Tugu Monas berada. Kolam dadakan yang hadir bukanlah sebagai penghibur bagi masyarakat. Bagaimana bisa menghibur? Jika air yang datang disertai genangan lumpur dan membawa berbagai jenis sampah. Hal ini mengakibatkan lumpuhnya aktifitas masyarakat ibukota, rusaknya infrastruktur negara dan menyebabkan warga teserang berbagai penyakit.

Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Komodo sebagai ikonnya juga memiliki sejuta prahara masalah lingkungan. Kabupaten-kabupaten di Flores dan Sumba memiliki rumah-rumah pertambangan batu mangan yang digadang-gadang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Tetapi bila dicermati, sektor pertanian dan peternakan yang dilakukan oleh masyarakat pribumi justru menjadi lokomotif Pendapatan Asli Daerah. Lahan-lahan yang seharusnya menjadi lahan produktifitas masyarakat justru beralih fungsi menjadi rumah-rumah pertambangan.

Sadar atau tidak sadar, kita adalah pendonor sebagian besar kerusakan lingkungan yang dapat menimbulkan global warming. Jika dibiarkan suatu saat nanti bumi kita akan tenggelam akibat pemanasan global yang terjadi saat ini.

Perlu kita ketahui bahwasanya, bahan bakar dari kendaran selain mengganggu kesehatan manusia, juga dapat mengakibatkan bertambahnya pemasanasan global dari polusi udara yang di hasilkan. Selain itu pengguna sepeda motor dari tahun ketahun terus meningkat. Tahun 2012 menurut data BPS pengguna kendaraan roda dua menyentuh angka 76.381.183 unit kendaraan Nusa Tenggara Timur. Sejauh mana paru-paru kita dapat bertahan dengan jumlah polusi yang dihasilkan bahan bakar kendaraan yang ada sekarang?

Belum tuntas masalah kendaraan maraknya gedung-gedung pencakar langit dengan konsep bangunan kaca juga telah mendominasi wajah Kota Kupang. Jika yang terjadi demikian, maka pemanasan global adalah prestasi yang pasti diukir oleh kota ini.

Menurut data BPS, reboisasi yang gencar dilakukan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dan menyentuh angka 3.900 hektar pada tahun 2013 nampaknya belum cukup jitu mengatasi panasnya suhu Kota Kupang. Untuk mencegah kerusakan yang lebih dari yang terjadi saat ini, kita harus mampu membantu upaya pemerintah. Kita harus melihat bahwasanya orang yang menjaga lingkungan bukan dari golongan tertentu. Bukan hanya orang kaya atau orang yang panjang gelar akademisnya. Kita semua dapat peduli dengan lingkungan.

Berbagai hal yang dapat kita lakukan untuk lingkungan seperti tanamlah pepohonan di pekarangan, kurangi pemakaian kendaraan dan tumbuhkan paradigma atau cara berfikir bahwa bumi kita ini sudah tua. Janganlah lagi kita menjadi virus yang membunuhnya perlahan-lahan. Sebab jika bumi kita sudah murka, apalah daya kita sebagai manusia. Buruk suratan akibat tangan sendiri. Mari jadi agen penjaga lingkungan. Sekian yang sempat saya sampaikan lebih dan kurangnya mohon di maafkan. Sekian dan terima kasih.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Incoming search terms:

  • pidato tentang bangunan tinggi merusak lingkungan
  • teks orasi masalah pertambangan
loading...