Pidato Wirausaha

pidato wirausaha

Pidato kewirausahaan

Nama :Wahyu Eka Novianto Repi

Sekolah :SMA Negeri 7 Manado

Asslm.wr.wb

Syaloom…

Yth. Ibu Kepala Sekolah

Yg sy hormati para guru sekalian

dan yang saya cintai para generasi emas bangsa.

Pertama2 sy mengajak kita semua untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas izinNya lah kita semua isa berkumpul di tempat ini.

Pada saat ini saya akan membawahkan pidato tntang Wirausaha Cerdas,dimulai dari pengertian wirausaha.

Pengertian

Wira Usaha adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir batin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengajar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif, dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.

Presentasi Pekerjaan di Indonesia

Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia sampai Agustus 2010 tercatat berjumlah 108,21 juta. Dari jumlah tersebut, ternyata sebanyak 54,5 juta (50,38%) merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.Demikian data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Desember 2010.Kemudian dari sisi kegiatan, dikatakan bahwa mayoritas atau 66,94% atau 72,4 juta orang pekerja di Indonesia cuma bekerja di sektor informal. Sementara sisanya 44,06% atau 35,8 juta orang bekerja di sektor formal.Dari 108,2 juta orang yang bekerja pada Agustus 2010, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 32,5 juta orang (30,05%), diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 21,7 juta orang (20,04%), dan berusaha sendiri sejumlah 21 juta orang (19,44%), sedangkan yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3,3 juta orang (3,01%).Dalam satu tahun terakhir (Agustus 2009 Agustus 2010) terdapat penambahan pekerja dengan status buruh/karyawan sebesar 3,4 juta orang, dan pekerja keluarga sebesar 570 ribu orang.

Kewirausahaan dan Pendidikan

Selalu ada pertanyaan dalam pikiran kewirausahaan seperti apa peran pendidikan, terlebih jika segala sesuatu yang mereka lakukan adalah yang mereka pelajari di pekerjaan. Selalu ada berbagai dongeng dimana pengusaha putus sekolah atau dropout sekolah, dan kemudian melangkah untuk membangun kerajaan bisnisnya.

Jadi pertanyaannya adalah kenapa pengusaha membutuhkan pendidikan?

Meski jawaban saat ini masih diperdebatkan, selalu ada area abu-abu yang muncul. Teknik untuk mengatasi hal yang tidak bisa ditangani bisa saja beragam, tapi merupakan hal yang baik memiliki ketrampilan yang diajarkan oleh pelatihan manajemen terkemuka. Bagaimanapun, bukankah pengusaha adalah pedagang jempolan?

Hanya dengan memiliki sedikit gambaran apa yang diajarkan oleh pelatihan manajemen pada pengusaha, Anda bisa mempelajari silabus beberapa program manajemen terkemuka yang diperuntukkan bagi pengusaha, mari kita lihat beberapa topik umum di sebuah pelatihan, tapi bersiaplah terkejut karena topik manajemen umum seperti branding dan ekonomimakro menjadi penopang utama dibandingkan dengan topik penting seperti Etika bisnis, Kepemimpinan dan perubahan manajemen, kewirausahaan sosial, penetapan dan pengelolaan bisnis.

Topik unik ini, sebagai seorang pengusaha bukanlah seorang manajer, dia lebih dari sekedar itu, dia tidak saja harus memahami konsep dengan baik, tapi juga memahami bagaimana keputusannya mempengaruhi semua perusahaan yang dia jalankan, sepertinya gelar manajemen sederhana TIDAK cukup untuk memastikan pengusaha akan sukses.

Kebutuhan tersebut tidak banyak ditemukan, dimana pengusaha masih dipandang sebagai orang tanpa pekerjaan yang memadai; perasaan seperti ini perlahan berubah. Semakin banyak orang yang mencari peluang menjadi pengusaha, dan pendidikan adalah sebuah cara untuk memastikan Anda belajar dari kesalahan orang lain terlebih dahulu, dan memungkinkan Anda untuk lebih yakin saat menjalankan usaha Anda sendiri.

Pelatihan yang demikian tidak diperuntukkan bagi pengusaha yang sudah berkembang, pelatihan serupa juga membentuk bibit yang baik bagi orang yang percaya mereka memiliki dalam dirinya untuk memulai bisnis generasi ke dua yang lebih segar yang dijalankan oleh keluarga. Pelatihan tersebut bisa membantu orang untuk memperlakukan dengan jelas di area abu-abu dimana ada kekhawatiran.

Kesimpulan

Sektor wirausaha di Indonesia masih susah berkembang karena masyarakat Indonesia lebih banyak yang hanya mempunyai pendidikan rendah. Wirausaha yang memiliki kualitas diri yang baik maka ia akan mampu bertahan dengan persaingan yang ada baik dilevel nasional bahkan internasional.

Kemampuan Berkomunikasi Sebagai Salah Satu Pilar Profesionalisme Guru dalam Membimbing Anak Usia Dini

Pendahuluan

Dalam penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan sumberdaya yang handal dan berkompetensi. Seorang individu memerlukan pendidikan mumpuni yang selayaknya telah mulai dipupuk sejak anak berusia dini bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan.

Pentingnya stimulasi pendidikan anak sejak usia dini didukung oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa pada umur 4 tahun, anak telah mencapai separuh dari kemampuan kecerdasannya, dan pada umur 8 tahun mencapai 80%. Setelah umur 8 tahun, tanpa melihat bentuk pendidikannya dan lingkungan yang diperoleh, kemampuan kecerdasan anak hanya dapat diubah sebanyak 20%. Dari hasil penelitian tersebut berarti bahwa selama usia 4 tahun pertama dari kehidupan anak dan dari usia 4-8 tahun kecerdasan anak sudah berkembang sebanyak 80%. Hal ini menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan otak anak pada tahun-tahun tersebut.

Demikian pesatnya dan pentingnya perkembangan yang terjadi pada masa-masa awal kehidupan anak sehingga masa awal ini dikatakan sebagai masa emas (golden age). Masa ini hanya terjadi satu kali dalam kehidupan dan tidak dapat ditangguhkan pada periode berikutnya. Inilah yang menyebabkan masa anak sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena itu, anak harus dipersiapkan dengan cara dibina dan dikembangkan agar berkembang optimal. Dalam konteks mempersiapkan generasi penerus berkualitas itulah pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peranan amat penting.

Berkenaan dengan hal tersebut, dibutuhkan peranan yang besar dari pendidik yakni orangtua dan guru. Peran orangtua sudah tentu sangat penting, begitu juga guru di sekolah. Guru merupakan orangtua kedua anak dalam pendidikan. Untuk itu seorang guru haruslah orang-orang yang memiliki integritas yang tinggi dalam mendidik anak. Mereka harus memiliki visi dan misi yang jelas tentang pendidikan, yang disertai oleh kecakapan dan bekal ilmu yang cukup untuk mendidik anak sebagai generasi penerus bangsa.

Guru atau pun pamong bagi anak usia dini, haruslah memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, agar penanganan anak tidak menjadi salah arah. Karena pendidikan yang diterima anak sejak usia dini merupakan pondasi awal dalam pembentukan dan pengembangan anak selanjutnya.

Fenomena yang terjadi selama ini seringkali terlihat di lembaga-lembaga anak usia dini baik di taman kanak-kanak, Kelompok bermain (play group), tempat penitipan anak (TPA) serta satuan PAUD sejenis lainnya seperti lembaga PAUD yang akhir-akhir ini mulai menjamur, terlihat sebagian besar para guru atau pamong memiliki latar belakang pendidikan yang kurang memadai. Ada kesan siapa saja boleh menjadi guru atau pamong dilembaga PAUD. Hal itu memungkinkan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam menangani anak karena latar belakang pendidikan yang tidak sesuai atau kurang memadainya pendidikan dan keterampilan para guru atau para pamong tersebut. Misalnya dalam berkomunikasi dengan anak pamong atau guru seringkali kurang mampu menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak. Hal itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena akan berimplikasi pada perkembangan anak ke tahap selanjutnya.

Untuk itu dalam membimbing anak usia dini, diperlukan kemampuan komunikasi untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada anak agar dapat berkembang secara optimal. Maka tiap anak perlu mendapatkan stimulasi yang cukup sejak dini. Dellales menyatakan bahwa yang menarik tentang berkomunikasi adalah bahwa di dalam berkomunikasi terkandung cara-cara yang sistematik dan terstruktur. Kesistematikan ini yang menjadikan suatu bahasa yang digunakan ketika seseorang berbicara atau berkomunikasi mudah dipahami baik oleh pendengar terhadap pembicara ataupun sebaliknya sekalipun itu diungkapkan secara spontan.

Peran guru sangat diperlukan dalam hal ini. Upaya pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain. Dengan bermain anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi, belajar secara menyenangkan. Selain itu bermain membantu anak mengenal dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Atas dasar hal tersebut diatas, maka kurikulum dikembangkan dan disusun berdasarkan tahap perkembangan anak untuk mengembangkan seluruh potensi anak melalui kemampuan berkomunikasi yang proporsional.

Pembahasan a. Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini

NAEYC (National Association for the Education of Young Children) dalam NAEYC Position Statement mengatakan bahwa program pendidikan anak usia dini adalah program pada sekolah, pusat atau lembaga lain yang memberikan layanan bagi anak sejak lahir hingga usia 8 tahun. Program tersebut termasuk penitipan anak, penitipan anak pada keluarga (family child care home), pendidikan prasekolah baik swasta maupun negeri, taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Dalam pelayanannya mereka mengelompokkan usia anak dalam 0-3 tahun, 3-5 tahun dan 6-8 tahun.

Di Indonesia berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas anak usia dini adalah kelompok manusia yang berusia 0-6 tahun. Adapun berdasarkan para pakar pendidikan misalnya menurut Ebbeck (Hibana, 2005) menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah pelayanan kepada anak mulai lahir sampai umur 8 tahun. Essa menyatakan hal yang sama bahwa pendidikan anak usia dini adalah kelompok manusia yang berusia 0-8 tahun (Dedi supriyadi 2003).

Kelompok anak yang berusia dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Artinya memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya fikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spritual ), sosio-emosional (sikap dan prilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan tingkat perkembangan yang sedang dilalui oleh anak tersebut.

Selanjunya pendidikan bagi anak usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Sesuai dengan keunikan dan pertumbuhan anak usia dini disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Berdasarkan paparan diatas, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu proses pembinaan tumbuh kembang anak sejak lahir hingga 8 tahun secara menyeluruh, yang mencakup aspek fisik dan nonfisik, dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan jasmani, rohani (moral dan spritual), motorik dan akal pikir, emosional dan sosial yang tepat dan benar agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Adapun upaya yang dilakukan mencakup stimulasi intelektual, pemeliharaan kesehatan, pemberian nutrisi dan penyediaan kesempatan-kesempatan yang luas untuk mengeksplorasi dan belajar secara aktif.

b. Selayang Pandang Pendidikan Anak Usia Dini saat ini di Indonesia

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu: Tujuan utama, untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa. Tujuan penyerta, untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Laporan UNESCO mengatakan bahwa, akses bagi anak kurang mampu terhadap pendidikan dan layanan usia dini masih sangat terbatas. Laporan UNESCO itu juga menegaskan perlunya investasi yang lebih besar untuk menempatkan program anak usia dini di dalam strategi nasional bidang sosial, ekonomi, maupun, pembangunan nasional.

Beberapa studi menunjukkan bahwa pendidikan usia dini sangat penting dan studi selama 40 tahun menyebutkan investasi pendidikan yang dilakukan sejak usia dini, ternyata bisa menghasilkan pendapatan 13 kali lebih besar dibanding anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan usia dini. Laporan tersebut perlu mendapat perhatian Pemerintah Indonesia untuk perencanaan pembangunan pendidikan jangka panjang.

Dalam konteks mempersiapkan generasi penerus berkualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peranan amat penting. Di negara lain pendidikan anak usia dini telah mendapat perhatian sejak lama. Di Singapura dan Korea Selatan, misalnya, hampir semua anak berusia dini atau 0-6 tahun telah memperoleh pendidikan.

Di Indonesia pendidikan anak usia dini baru beberapa tahun terakhir ini menjadi isu nasional dan mulai mendapatkan perhatian pemerintah. Tak mengherankan jika dari sekitar 28 juta anak usia 0-6 tahun baru 73% atau sekitar 20,4 juta belum mengenyam pendidikan usia dini. Sisanya atau sekitar 7,5 juta anak sudah memperoleh pendidikan usia dini, antara lain berupa membaca dan berhitung.

Hakikat Komunikasi Efektif

Istilah komunikasi dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama disini maksudnya adalah sama makna. Komunikasi sebagai kata benda (noun), communication, berarti : (1) pertukaran simbol, pesan-pesan yang sama dan informasi; (2) proses pertukaran antara individu melalui sistem simbol-simbol yang sama; (3) seni untuk mengekspresikan gagasan ; dan (4) ilmu pengetahuan tentang informasi (Stuart, 1983).

Beberapa pengertian komunikasi menurut beberapa pakar:

William Albig, menyatakan komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang berarti antara individu. (communication is the prosses of transmittingmeoninfull symbols between individuals-buku publik opinion).

Onong Uchyana Effendy, dalam bukunya Komunikasi: teori dan praktek, mengatakan komunikasi hakekatnya adalah proses penyimpanan pikiran atau perasaan oleh komunikator kepada komunikan.

Bennard Berelson dan Gary A. Steinner mendefinisikan komunikasi Communication: the transmission of information, ideas, emotions, skills, etc. by the uses of symbol (komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi).

Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa: informasi, berupa lambang, gambaran jadi stimulans; persuasi, proses pemindahan, hendak mencapai satu sasaran sedangkan pesan atau message adalah wujud dan proses pengoperannya.

Jadi kalau dua orang terlibat dalam komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dipercakapkan. Kesamaan bahasa yang dipergunakan dalam percakapan itu belum tentu menimbulkan kesamaan makna. Percakapan dikatakan komunikatif apabila orang yang terlibat dalam komunikasi mengerti bahasa yang digunakan juga mengerti makna dari bahan yang dipercakapkan. Komunikasi tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan, dan lain-lain.

Pengertian berbicara atau berkomunikasi menurut Vygotsky adalah cara-cara penyampaian informasi secara lisan dengan menggunakan bahasa sebagai sarana komunikasi yang pengembangannya berdasarkan daya imajinasi manusia. Pendapat tersebut menjelaskan bahwa berbicara merupakan komunikasi lisan untuk menyampaikan informasi dari komunikator kepada komunikan. Sependapat dengan pemikiran tersebut Desalles memaparkan bahwa berbicara atau berkomunikasi adalah proses pengekspresian pikiran atau perasaan dengan bahasa lisan. Quirk mengemukakan bahwa berbicara atau berkomunikasi adalah mengemukakan pikiran bahwa berbicara pada dasarnya adalah mengekspresikan pikiran atau gagasan dengan menggunakan suara. Hampir senada dengan pendapat tersebut, Lado menyatakan bahwa berbicara merupakan kesanggupan seseorang untuk mengekspresikan situasi tertentu, menceritakan, melaporkan sesuatu secara tepat dan lancar.

Menurut Fries, berbicara atau berkomunikasi merupakan tahap awal atau permulaan seseorang untuk menguasai suatu bahasa. Dengan demikian, dapat dipahami betapa pentingnya keterampilan berkomunikasi bagi seseorang. Selanjutnya, Dunbar, sebagaimana dikutip oleh Dessales menguraikan bahwa pada umumnya 20% kegiatan sehari-hari manusia dihabiskan untuk berbicara. Dengan demikian manusia menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi, dalam hal ini berbicara yang mengandung tata cara yang sistematik atau terstruktur. Cara-cara yang sistematik atau terstruktur ini akan memudahkan pendengar untuk memahami apa yang hendak pembicara sampaikan sekalipun hal tersebut disampaikan secara spontan.

Komunikasi mensyaratkan bahwa pendidik (sebagai sumber) harus berupaya agar pesan yang diutarakannya benarbenar mengena dan membuat anak tertarik. Ketertarikan ini akan menumbuhkan minat anak untuk belajar dan mengembangkan potensi pribadinya. Kekuatan dari komunikasi sangatlah penting dalam belajar. Pandangan lain mengatakan komunikasi adalah penyampaian informasi dari komunikator sebagai penerima informasi. Hal tersebut sejalan dengan pemikiran Saleh yang mengatakan bahwa seseorang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang tidak hanya mampu menggunakan bahasa secara tertulis melainkan juga secara lisan. Keterampilan berkomunikasi atau berbicara merupakan hal yang sangat penting, karena untuk menguasai sesuatu keterampilan berkomunikasi merupakan dasar dari penguasaan berbagai potensi tersebut.

Adapun tujuan berkomunikasi adalah, munculnya: (1) Perubahan sikap (attitude change), (2) Perubahan pendapat (opinion change), (3) Perubahan prilaku (behavior change), (4) Perubahan sosial (social change).

Ungkapan-ungkapan di dalam komunikasi seharusnya tidak membawa pesan-pesan penting yang tersamar dalam gaya bahasanya, apakah memuji, mengejek, merendahkan atau mengancam. Alangkah sayangnya apabila pesan penting yang tersamar dalam ungkapan-ungkapan tertentu itu tidak diterima dengan tepat sehingga menghasilkan respon yang keliru. Jika tidak, pembelajaran yang efektif tidak akan terjadi.

Komponen-komponen komunikasi hampir sama dengan unsur-unsur komunikasi, yaitu:

Komponen komunikan; seseorang dapat dan akan menerima pesan apabila dalam kondisi sebagai berikut:

Pesan komunikasi benar-benar dimengerti oleh penerima pesan.

Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk mencapai tujuan.

Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk kepentingan pribadinya.

Mampu menempatkan baik secara mental atau fisik.

Komponen komunikator; Komunikasi dapat berjalan efektif bila : adanya kepercayaan dalam diri komunikator (self credibility) dan kepercayaan kepada komunikator mencerminkan pesan yang diterima komunikan dianggap benar serta sesuai kenyataan dan daya tarik komunikator (source attractiviness).

Komponen pesan; Pesan dapat berupa nasehat, bimbingan, dorongan, informasi, dll. Pesan dapat disampaikan lisan maupun non verbal.

Komponen umpan balik; Merupakan respon yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang diterimanya. Umpan balik dapat digunakan untuk mengukur besarnya informasi yang diterima dibandingkan dengan yang diterima.

Seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan baik jika berpikir bahwa dia mampu untuk melakukannya. Sebaliknya, akan gagal jika berpikir bahwa dia akan gagal melakukannya. Apa yang dipikirkan anak ini sangat bergantung pada kekuatan komunikasi yang disampaikan oleh pendidik.

Komunikasi sering mengalami gangguan sehingga proses komunikasi tidak seperti yang diharapkan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi komunikasi diantaranya:

Latar belakang budaya, interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif.

Ikatan dengan kelompok atau grup, nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.

Harapan, sangat disadari bahwa harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan.

Pendidikan, semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.

Situasi, perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi. Faktor situasi ini adalah: (1) faktor ekologis (iklim atau kondisi alam); (2) faktor rancangan dan arsitektural (penataan ruang); (3) faktor temporal, misal keadaan emosi; (4) suasana perilaku, misal cara berpakaian dan cara berbicara; (5) teknologi; (6) faktor sosial, mencakup sistem peran, struktur sosial, dan karakteristik sosial individu; (7) lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya; (8) stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku.

Kekuatan komunikasi pendidik bisa muncul karena kekuatan kemampuan pendidik dalam memahami anak, cara pendidik menjalin kedekatan dengan anak, dan sebagainya. Kekuatan pesan yang disampaikan mengandung pengertian bagaimana pesan yang disampaikan pendidik membangkitkan ketertarikan dan minat anak.

Faktor utama pesan yang menarik adalah penggunaan ungkapan-ungkapan yang sangat dikenal dan sesuai dengan karakter anak. Pendidik dapat merangkai cerita-cerita dengan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi anak, memberikan pertanyaan, atau suasana cerita yang dibangun. Berbagai alat peraga, buku-buku yang menarik, dapat menambah ketertarikan anak terhadap materi yang diajarkan

Pendidikan yang humanis menekankan bahwa pendidikan pertama-tama dan yang utama adalah bagaimana terjalinnya relasi dan komunikasi individual dan personal di dalam komunitas sekolah. Relasi dan komunikasi ini akan menghasilkan buah-buah pendidikan jika dilandasi kasih di antara mereka. Pribadi-pribadi akan berkembang secara sehat dan optimal jika berada dalam suasana unconditional love, understanding heart, dan personal relationship yang memadai. Mendidik sesungguhnya adalah menjadi "modelling" bagi anak-anak. Mendidik tidak hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai dan sikap.

Keterpesonaan dapat diciptakan melalui keterampilan pendidik dalam membuat dan menggunakan sarana prasaranan pembelajaran, menentukan pendekatan yang tepat dan variatif, pilihan metode, penampilan diri, dan dalam berkomunikasi dan berelasi dengan siswa. Penampilan pendidik dapat dilihat dari penampilan dalam berpakaian atau berdandan; ekspresi wajah dan tubuh yang menampakkkan kebahagiaan, kegesitan dan kelincahan; ungkapan kata-kata yang menunjukkan kesantunan dan penghargaan yang positif; ekspresi emosi yang positif serta kemampuan untuk "mensejajarkan diri" dengan siswa. Pendidik yang atraktif adalah pendidik yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, serta sikap profesional dalam mengusahakan proses pembelajaran yang menarik dan mengagumkan, yang dimulai dari penciptaan profil diri yang menarik dan berpengaruh.

c. Kemampuan Berkomunikasi Pendidik Anak Usia Dini

Pendidik anak usia dini adalah sosok individu yang memegang peranan penting dalam berbagai usaha yang terkait dengan pengembangan program pendidikan anak usia dini. Anak usia dini adalah anak usia emas yang memiliki kepribadian yang unik. Kepribadian ini ditandai dengan ciri-ciri dan sifat bawaan serta latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Oleh karena itu guru atau pendidik anak usia dini perlu dipersiapkan untuk mampu menghadapi berbagai problema anak yang terkait dengan masalah psikologis, fisiologis, psikososial, bahasa dan komunikasi, kognitif, dan kreativitas.

Dalam kaitan peran sebagai pembimbing, guru hendaknya mampu membantu anak dalam mengatasi berbagai problema yang dihadapinya. Bantuan yang diberikan pada anak dilakukan dengan berbagai cara yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak.

Peran guru sebagai model; Tindakan dan ucapannya dijadikan panutan dan contoh teladan bagi anak-anak peserta didiknya. Oleh karenanya, sikap perilaku guru hendaknya selalu dituntun oleh nilai-nilai nurani yang positif seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, empati, berani, disiplin, dan sebagainya.

Sebagai anggota masyarakat guru berperan dalam membangun kehidupan sosial yang positif dan konstruktif. Peran ini dapat dilakukan guru melalui berbagai kegiatan dan tindakan yang dilakukan baik didalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, maupun ketika berkomunikasi dengan orang tua dan anggota masyarakat lainnya. Sebagai sosok yang berperan dalam kehidupan bermasyarakat, guru hendaknya peka terhadap berbagai masalah sosial dan memberikan kontribusi yang berarti dalam berbagai usaha pemecahan masalah sosial tersebut.

Berbagai peran yang multi fungsi dengan etika yang memadai dari seorang pendidik merupakan modal dasar yang sangat bermakna untuk membangun keterampilan berkomunikasi yang sangat efektif dalam pengendalian diri dan keberhasilan hubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Komunikasi yang efektif disampaikan dengan keterampilan berbahasa yang efektif pula. Ada 4 komponen penting dalam bahasa menurut Bromley:

Keterampilan Mendengar: bahasa yang mudah dimengerti (receptive language), dan bahasa yang menunjukkan perasaan (expressive language).

Keterampilan Berbicara

Keterampilan Menulis

Keterampilan Membaca.

Peribahasa mengatakan: Bahasa menunjukkan bangsa. Bagaimana seorang guru bertutur kata, menyampaikan dan menerima pesan, sangat dapat dirasakan dan diukur oleh anak, orang tua, maupun orang lain yang mendengar dan melihatnya. Oleh sebab itu, marilah kita menjadi pendidik yang baik bagi anak, orang tua, maupun anggota masyarakat lainnya, dengan bertutur kata yang santun, baik, dan benar.

Adapun ciri-ciri guru yang baik adalah:

Selalu bertanya apakah yang dilakukannya akan membantu pembentukan pribadi anak sesuai kebutuhan dan kondisinya. Guru dapat berdiskusi dengan teman sejawat, dan dapat juga dilakukan dengan membuat instrumen self assesment, yang selanjutnya dapat dipakai sebagai acuan untuk perbaikan kedepan.

Mengimplementasikan program sesuai dengan tujuan bagi anak. Sangat diperlukan kemampuan guru untuk merancang program yang baik, terintegrasi, dan dapat mewarnai keragaman latar belakang anak didik, dengan memperhatikan keseimbangan kegiatan kognitif, psikomotor dan afektif, dengan prinsip belajar melalui bermain.

Mengatur dan mengorganisasikan ruang kelas sesuai dengan kebutuhan anak. Pengaturan ruang kelas adalah menempatkan perangkat di tempat yang tepat dalam hubungannya dengan rencana pembelajaran, dengan anak didik, dan dengan perangkat lainnya. Yang perlu diperhatikan, ditinjau dari segi keamanan untuk anak dan bagaimana posisi yang baik serta nyaman dipandang, sehingga menunjang seluruh proses pembelajaran. Dengan penataan ruang kelas yang baik, dapat mendorong:

Gerak dan interaksi anak

Keasyikan anak dalam melakukan satu kegiatan

Kemandirian dan kemampuan anak untuk memotivasi diri sendiri

Rasa ingin tahu yang besar

Peningkatan konsentrasi dan penguasaan keterampilan tertentu

Kerjasama dengan teman sebaya

Keterampilan memecahkan permasalahan.

Menentukan apakah pembelajaran dari hari ke hari berhasil atau tidak. Setiap hari guru dapat mengevaluasi baik mengenai proses kegiatan belajar-mengajarnya, maupun terhadap anak didiknya.

Memiliki sikap perilaku yang mencerminkan rasa ingin tahu, semangat, kreatif, inovatif, empati, toleransi, pengertian, dan kasih sayang. Karena guru adalah contoh panutan, maka guru harus memiliki kepribadian yang mantap, berwibawa, arif dan bijaksana.

Bersifat fleksibel. Luwes dalam mengambil berbagai keputusan yang akan dipakai sebagai acuan dalam bertindak, dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada pada saat yang tepat.

Mampu membina hubungan baik dengan semua pihak. Terutama dengan siswa, guru bersikap:

akrab, santun dalam berkomunikasi, sopan.

selalu menunjukkan perhatian

sensitif terhadap segala perilaku anak dalam berinteraksi

menghargai & menanggapi semua komentar yang diungkapkan oleh anak.

mampu berkomunikasi dengan bahasa anak tanpa menggunakan bahasa bayi.

menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi juga penting

mengkomunikasikan dengan jelas kepada anak mengenai ekspektasi guru dan dijalankan secara konsisten.

memberikan petunjuk dengan kalimat sederhana dan tidak bertumpuk.

Memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Yakin akan apa yang dilakukan adalah demi kebaikan anak .

Dengan percaya diri guru akan mampu menghargai diri sendiri dan mencerminkan penghargaan kepada orang lain.

Diperlukan juga dalam menghadapi orang tua dan anggota masyarakat lainnya.

Mempunyai kemampuan untuk melibatkan setiap anak dalam setiap kegiatan yang terjadi.

Merancang aktivitas yang beragam akan membuat anak tertarik mengikuti segala kegiatan.

Terintegrasi antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain

Mewahanai perbedaan setiap individu anak.

Menunjukkan antusiasme yang tinggi

Mampu memotivasi anak untuk mengikuti segala kegiatan.

Bersifat Pembelajar.

Guru terus belajar mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang terkini, memacu kreativitas dan inovasi. Kegiatan dengan topik tertentu sebaiknya tidak diulang-ulang terus, karena anak akan merasakan kejenuhan. Caranya dengan membaca lebih banyak buku, mengadakan observasi ke lembaga lainnya, dan belajar dari teman sejawat, atau bahkan dari anak sekalipun.

Berani mencoba hal-hal yang baru bila hal tersebut dianggap baik.

Terus berpikir bagaimana cara mengembangkannya, pertanyaan- pertanyaan yang diajukan, respon yang diberikan, dan bahkan masalah yang timbul berikut penanganannya.

Mampu berpikir kritis dalam memecahkan permasalahan. Memberikan kesempatan kepada setiap anak dengan hak yang sama, hindari untuk memiliki anak emas, memberikan pujian yang terarah, tidak otoriter, sehingga dapat membangun rasa percaya diri pada anak untuk mau mencoba.

Hangat namun menyejukkan. Guru adalah orangtua kedua bagi anak di sekolah. Melayani anak sesuai dengan kebutuhannya, dengan memperhatikan tumbuh kembang jasmani maupun rohaninya, adalah salah satu fungsi ibu yang harus dijalankannya.

Tidak takut mengatakan bahwa ia tidak tahu. Kejujuran merupakan faktor utama dalam menunjang keberhasilan pendidikan. Dan guru adalah manusia biasa yang bisa lupa, atau bahkan tidak tahu. Anak akan mengerti bahwa tidak semua hal dapat diketahui oleh guru.

Sabar terutama kepada anak ketika membuat kesalahan. Pembelajaran adalah proses bertumpuknya konsep, dan adakalanya seorang anak merasa tidak mampu mengikuti kegiatan tertentu karena belum paham akan konsep sebelumnya. Guru yang baik akan dapat mengidentifikasi dan menelusur ulang konsep yang belum dikuasai anak, memantapkannya, untuk kemudian bergerak maju. Menyadari bahwa kesalahan adalah wajar, dapat membuat segala sesuatu menjadi baik-baik saja dan tidak berdampak negatif terhadap anak. Jika anak dalam proses sudah nampak pemahamannya namun hasil akhir belum tepat, hal demikian hanya menyangkut ketelitian. Maka fokuskanlah penanganannya pada masalah ketelitian.

Pada dasarnya fokus pembelajaran harus berpusat kepada anak secara individu, bukan apa yang menurut orang dewasa harus dipahami oleh anak. Penilaian atas keberhasilan anak lebih dititik beratkan pada observasi yang mendalam, baik pengetahuan, keterampilan, maupun perilakunya.

Mendidik anak usia dini membutuhkan perencanaan dan persiapan yang baik dari seorang guru, baik persiapan program secara tertulis, persiapan alat yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, maupun persiapan diri dari guru yang bersangkutan. Persiapan diri meliputi penampilan, cara guru berpakaian, berjalan, dan bagaimana guru berkomunikasi.

Kemampuan berkomunikasi terutama dengan anak didik, bertujuan agar pesan yang disampaikan dapat memotivasi anak untuk dapat mengikuti semua aktivitas yang sudah dirancang oleh guru, diantaranya:

Berbicara di depan anak dengan intonasi yang berbeda-beda sesuai kebutuhan, karena intonasi yang monoton membuat anak bosan, dan menolak. Guru menggunakan suara bervolume sedang dan berbisik pada saat biasa, sedangkan pada saat dibutuhkan penekanan, gunakan suara yang lebih besar.

Posisikan badan pada posisi yang tepat, baik pada saat duduk maupun berdiri, sehingga pandangan guru dapat menjangkau seluruh anak di dalam kelas.

Guru harus dinamis, bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.

Guru belum mulai bicara saat kelas masih gaduh. Timbulkan situasi yang mengajak anak memfokuskan diri pada guru.

Memonitor anak disetiap saat. Guru yang baik tidak akan membiarkan anak tanpa pengawasan.

Bersama anak guru menjalankan disiplin sesuai peraturan yang sudah disepakati bersama.

Tidak pernah menyalahkan anak di depan teman-temannyadan anak yang lain.

Cepat tanggap bila ada anak yang sedang bermasalah. Tundukkan badan, sejajarkan mata dengan mata anak, untuk memotivasi agar anak mau mengungkapkan masalahnya.

Penutup

Rentang sepanjang kehidupan manusia di mulai dan didasari oleh pertumbuhan dan perkembangan anak sejak usia dini yang berlangsung sejak umur 0 tahun sampai 8 tahun.

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumberdaya manusia. Berdasarkan penelitian para ahli pada masa ini terjadi perkembangan otak yang sangat pesat dari seluruh rentang kehidupan seorang individu, yakni 80%. Masa ini dikenal dengan masa keemasan (golden age). Agar potensi kecerdasan yang dimiliki seorang anak tidak menjadi mati (hidden potency) maka perlu dilakukan stimulasi-stimulasi yang sesuai dengan taraf perkembangan anak dari berbagai aspek kecerdasan, misalnya seperti yang di kemukan oleh Howard gardner tentang adanya teori multiple inteligen (kecerdasan jamak).

Dengan adanya stimulasi yang baik dan sesuai yang menjadi landasan atau pondasi dasar dari perkembangan anak selanjutnya, maka diharapkan anak dapat tumbuh dan berkembang lebih optimal menjadi anak yang cerdas dari berbagai aspek kecerdasannya.

Komunikasi yang efektif dan interakti diperlukan dalam pendidikan usia dini guna mempersiapkan kepemimpinan masa depan yang bermartabat. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia muda. Pendidikan mesti menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih manusiawi, beriman, berguna dan berpengaruh di masyarakatnya, yang bertanggungjawab atas hidup dirinya dan orang lain, yang berwatak luhur dan berkeahlian.

Betapapun pendidikan anak usia dini sudah menjadi komitmen nasional, namun terwujud tidaknya komitmen tersebut sangat tergantung dari niat para pendidik di lapangan. Sekiranya semua pendidik menyadari bahwa dosa hukumnya meninggalkan generasi yang lemah, tentu semua pendidik tidak akan keberatan untuk mau berkorban demi generasi penerus yang akan datang. Menjadi guru dan pendidik yang baik bagi anak usia dini adalah andil yang tak ternilai pada pembangunan generasi penerus bangsa Indonesia.

Assalamualaikum Wr. Wb

Kepada ibu Ratna selaku Guru Bahasa Indonesia yang saya hormati,

Dan kepada teman teman semua yang berahagia.

Sebelumnya marilah kita haturkan puji syukur kita kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat, taufik serta hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita bisa berkumpul di majelis ini dalam keadaan sehat walafiat tanpa ada aral suatu apapun. Amin

Kemudian tak lupa shalawat serta salam tetap tercurahkan kepaa junjungan kita nabi agung, nabi besar nabi Muhammad SAW, yang telah menyelamatkan kita dari zaman kesesatan menuju zaman yang penuh dengan nur iman seperti saat ini, dan yang akan kita nanti nantikan syafaatnya di yaumul kiamah.

Teman temanku yang berbahagia,

Yang terjadi di Indonesia pada masa ini sangat banyak masyarakat Indonesia yang menginginkan hidupnya di tanggung oleh Negara, dengan cara menjadi pegawai negeri. Padahal tidak semua rezeki bertumpu pada pekerjaan itu. Dan pastinya jika kebanyakan masyarakat Indonesia menginginkan untuk menjadi pegawai negeri, maka lapangan pekerjaan di bidang itu akan semakin menyempit. Nah, untuk mengurangi penyempitan itu, bukankah masih ad pekerjaan dalam bidang lainnya? Semisal berwirausaha. Dan barang tentu dengan berwirausaha kita juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Oleh karenanya disini saya akan berpidto tentang langkah langkah menjadi wirausahawan yang sukses.

Disini saya merangkum, langkah langkah untuk menjadi wirausahawan yang sukses diperlukan 7 langkah, diantaranya yaitu:

Pertama, mempersiapkan diri pribadi.

Maksudnya disini, adalah seperti mempersiapkan mental dan niat. Dan hal ini harus dilakukan pertama kali.karena berawal dari sebuah niat suatu usaha akan terwujud. Kemudian mengapa harus mempersiapkan mental? Karena mental yang kuat sudah pasti akan siap menerima segala sesuatu yang kan terjadi kedepannya. Kemudian yang penting dalam memulai untuk berwirausaha adalah jangan berfikir tentang keuntungan yang akan diperoleh, melainkan berfikirlah mengenai resiko yang akan dihadapi. Seperti yang banyak wirausahawan sukses katakana, bahwa jik siapuntung, maka harus siap rugi.

Kedua, kemauan yang kuat utuk berhasil.

Dalam segala hal, jika seseorang menginginkan sesuatu pasti disertai kemauan yang kuat untuk mendapatkannya. Nah, hal inilah yang harus diterapkan dalam memulai menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Jika kita ingin sukses, tapi tanpa disertai dengan kemauan yang kuat sama saja dengan bohong. Karena kemaunan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan.

Ketiga. Selalu mengembangkan ide dan kreativitas.

Seperti apa yang pernah dikatakan ilmuan Einstein, beliau pernah mengatakan bahwa bakanlah ilmu yang menyebabkan seseorang berhasil, melainkan ide dan imajinasi!. Membangun usah tidaklah mudah, maka diperlukan ide ide yang cemerlang yang harus kita kembangkan menjadi kreativitas yang tinggi. Kreativitas diperlukan dalam berwirausaha karena kreativits akan dapat menarik masyarakat untuk memperhatikan usaha kita. Suatu contoh kita mendirikan usaha mie ayam, maka untuk menarik minat pembeli kita harus membuat usah kita itu menarik dimata pembeli, mungkkin itu dengan cara memberinya nama yang unik atau mungkin lagi kita memasaknya dengan cita rasa tersendiri, dan sebagainya.

Keempat, kemauan untuk belajar.

Belajar adalah suatu proses dimana kita yang tadinya belum bias akan menjadi biasa dengan belajar. Oleh karenanya untuk menjadi wirausahawan yang sukses diperlukan proses belajar dari tahap terkecil. Karena tak mungkin seseorang dapat berhasil jika seseorang itu hanya menunggu keajaiban dan tanpa usaha atau belajar terlebih dahulu.

Kelima, membangun komunikasi dan jaringan pertemanan yang luas.

Hal ini diperlukan untuk memasarkan atau mempromosikan usaha kita. Dan bahkan mereka, teman teman kita itu akan menjadi pelanggan bagi usaha kita. Maka dari itu semakin luas jaringan pertemanan kita semakin mudah bagi kita memprompsikan. Selain itu keramahan juga diperlukan, untuk menarik perhatian mereka yang mungkin akan menjadi calon calon pelanggan bagi usaha kita.

Keenam, modal usaha.

Untuk berwirausaha, hanya usaha saja tanpa mengeluarkan modal juga sama saja bohong. Dan yang harus diperhatikan dalam modal usaha adalah jangan lngsung mengeluarkan modal yang langsung besar, mulailah dri yang kecil terlebih dahulu. Karena jika kita mengeluarkan modal yang langsung besar dan kita tidak bias memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, sudah tentu akhirnya akan menghasilkan kerugian. Dan menyebabkan mental kita down. Berbeda dengan jika kita memulainya dengan modal yang kecil, sekali kita gagal kita tidak akan langsung rugi banyak, dan kita akan cepat bangkit dan mempunyai kemampun untuk mencobanya kembali.

Dan yang terakhir yakni yang ketujuh adalah Doa.

Maka tidaklah akan sempurna suatu usaha tanpa disertai doa.

Teman teman yang berbahagia.

Itulah tadi tujuh langkah awal menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Tidak sulit bukan? Lalu tidak ada salahnya bagi kita untuk mencoba bukan? Karena seperti yang saya sampaikan di awal tadi, lapangan pekerjaan semakin menyempit. Dan dengan berwirausahai akan bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang bermanfaat.

Itulah tadi pidato dari saya semoga bisa bermanfaat bagi kita semua di waktu yang tepat. Dan apabila dalam menyampaikannya tadi ada salah kata dari saya, saya mohon maaf

10 Cara Menjadi Wirausahawan Sukses – merupakan impian bagi semua orang. Susah bangun usaha merupakan bumbu manis yang kita lewati dalam menjalankan sebuah usaha entah itu di dunia rill atau dunia virtual. Melalui tulisan ini kang salman akan mengungkapkan seperti apa sih contoh dan pribadi seorang wirausahawan sukes. tulisan ini merupakan kiraman dari seorang mahasiswa Ikopin ke email kang salmam. Mernurut hemat kami, isi posting ini sangat menarik, bahasa sedehana, dan mudah dicerna.

Berikut ini adalah 10 cara dan usaha unuk menjadi orang yang sukses.

1. BERPIKIR KRITIS USAHA YANG AKAN DI JALANKAN :

Memikirkan usaha apa yang akan di jalankan dengan berbagai pertimbangan dan melihat kondisi pasar.

2. MEMPERHITUNGKAN RESIKO YANG AKAN DI HADAPI:

Melihat/Mempertimbangankan Resiko apa yang akan dihadapi dan mampu mengambil resiko itu.

3. BELAJAR DARI YANG BERPENGALAMAN:

Belajar dari pengalaman orang-orang yang telah sukses dan mempraktikannya.

4. MENJALANI USAHA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH:

Mempunyai niat yang kuat untuk menjalani usaha yang akan dijalani.

5. MEMANFAATKAN PELUANG DENGAN BAIK:

Benar-bener memanfaatkan peuang yang ada.

6. BERSIKAP SPORTIF:

Tidak bersikap curang dalam melakukan usaha

7. JUJUR DALAM MENJALANKAN USAHA:

Selalu bersikap jujur dengan menjalankan usaha yang dijalani tanpa ada niat curang.

8. MENCARI LAHAN(POSISI) PASAR YANG TEPAT:

Memperhatikan tempat usaha dengan keadaan masyarakat

9. MAMPU MENENTUKAN SESUATU YANG DI PERLUKAN MASYARAKAT:

Mengetahui benar-benar apa yang dibutuhkan masyarakat kita dapat menyediakan fasilitas kebutuhan tersebut.

10. TIDAK PERNAH MENYERAH:

Selalu berusaha dan bekerja keras dalam menjalankan usaha serta di barengi dengan doa.

Di tulis oleh Odan, KSR IKOPIN 2011/2012

1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi

Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

2. Semangat dan Kegigihan

Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda.

3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis

Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.

4. Berani Mengambil Resiko

Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

5. Kerja Keras

Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.

6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

Pepatah mengatakan: Pengalaman adalah guru yang terbaik. Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.

7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain

Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.

8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain

Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.

9. Berani Menghadapi Kegagalan

Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.

10. Tidak Suka Menunda

Seperti kata pepapatah: Time is money! Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.