Pidato Versi 47

Pidato

PIDATO PENGARUH GLOBALISASI DIKALANGAN PELAJAR

Yth. Wali Kelas dan Teman-teman yang saya cintai

Guru dan teman-teman yang saya kasihi

Puji syukur sudah selayaknya kita haturkan ke hadirat Tuhan YME karena atas limpahan berkatnya kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat. Pada kesempatan yang diberikan kali ini saya akan membahas tentang budaya asing yang masuk ke Indonesia karena proses globalisasi dan dampaknya terutama di kalangan anak remaja.

Kita sudah lama merasakan dan menyadari proses globalisasi membawa dampak yang cukup nyata bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Globalisasi ini pun memegang peran penting dalam proses masuknya dan pengenalan akan budaya asing. Dapat terlihat dengan jelas dampak yang muncul akibat pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Di kalangan anak remaja beberapa waktu ini sedang dihebohkan dengan musik K-pop alias musik pop yang dibawakan oleh artis-artis muda dari Korea. Bahkan di industri musik tanah air pun sekarang semakin banyak boyband dan girlband yang seakan meniru gaya para artis Korea tersebut. Mereka bermunculan bagai jamur yang tumbuh subur karena musik yang mengusung konsep perpaduan antara lagu dan modern dance ini nampaknya menarik minat para remaja tanah air dan dirasa sesuai dengan selera anak muda masa kini. Dari lagu, gerakan, bahkan gaya berpakaian dan gaya rambut serta dandanan mereka menjadi tren baru. Ayu Ting Ting yang notabene penyanyi dangdut pun ikut terpengaruh tren tersebut, dilihat dari model rambut dan gaya berpakaiannya yang lebih menyerupai artis Korea daripada penyanyi dangdut Indonesia kebanyakan.

Tidak hanya di kalangan para artis Indonesia, di kalangan pelajar pun pengaruh budaya dari Korea ini pun cukup besar. Lihat saja, tak sedikit dari kalangan pelajar yang rambutnya dicat warna-warni dan model poninya menutupi mata. Pakaian seragam dikeluarkan dan menggunakan pernak-pernik atau aksesoris khas seperti gelang dan lain-lain. Pertanyaannya adalah, sudah tepatkah kita menyerap budaya asing yang masuk ke Indonesia? Selera atau kesukaan terhadap musik mancanegara tentu bukan barang baru dan bukan sebuah kekeliruan yang harus diwaspadai. Anak remaja berstatus pelajar yang menyukai musik mancanegara dan suka menirukan gerakan atau gaya para artis luar negeri tak sedikit di Indonesia ini, bahkan di kalangan siswa-siswi juga tak sedikit yang menyukai. Tetapi untuk gaya berpakaian dan rambut rasa-rasanya kurang tepat apabila diaplikasikan pada pelajar, apalagi saat bersekolah. Kurang sedap dipandang dan mengganggu proses belajar itu sendiri. Pakaian yang digunakan para artis luar negeri cenderung terbuka dan kurang sopan, di mana hal tersebut bertentangan dengan budaya Timur yang dianut Indonesia.

Nah, kita sebagai pelajar yang turut merasakan pengaruh budaya luar, sudahkah kita menyeleksi dengan baik dan memilah-milah mana yang baik dan yang kurang baik untuk kita tiru? Cukup banyak artis muda Korea yang bunuh diri karena terlilit masalah, pergaulan bebas yang dilakukan oleh kebanyakan remaja di luar negeri, narkoba, dan alkohol, apakah kesemuanya itu patut diterapkan dalam kehidupan para remaja Indonesia terutama kalangan pelajar? Bukankah lebih tepat jika kita meniru semangat mereka dalam usaha mencapai apa yang diinginkan, kegigihan dan kerja keras mereka, berbagai bentuk kreativitas dan cara mereka menyalurkan hobi dan bakat mereka yang spektakuler hingga mampu membawa tren atau dampak tersendiri bagi masyarakat global, tentu saja tak lupa menyesuaikan itu dengan kebudayaan bangsa kita, identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Kita juga wajib berbangga hati memiliki kebudayaan kita sendiri, melestarikannya sebagai milik pusaka yang harus dijaga. Seni gamelan, wayang, batik, dan berbagai macam tarian daerah serta bentuk kebudayaan lain jangan sampai hilang dimakan zaman. Tugas remaja Indonesia-lah melestarikan budaya sendiri, dimulai dari ekstrakurikuler di sekolah misalnya, seharusnya setiap sekolah mengusahakan pengadaan kegiatan yang dapat melestarikan budaya kita.

Mari teman-teman, kita berlomba-lomba untuk mencintai, menjaga, melestarikan, dan mengapresiasi seni budaya Indonesia. Siapa tahu Tari Serimpi atau Tari Kecak dapat lebih terkenal dari hip-hop dance. Mengikuti tren dan budaya yang sedang berkembang di luar negeri atau di dunia dan mulai masuk ke negara kita memang tidak salah, namun yang terpenting ialah memilih mana yang baik untuk diserap, dan menjauhkan diri dari gaya hidup yang tidak baik; tentu saja sembari melestarikan budaya kita. Jika bukan kita sendiri, siapa lagi yang harus menjaga budaya Indonesia?

Sekian pidato dari saya. Mohon maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan dan kesalahan-kesalahan saya selama menyampaikan pidato. Terima kasih untuk perhatiannya dan sampai jumpa.