Pidato Public Speaking : Yang Terhormat Bapak Drs. Manap

Assalamualikum Wr. Wb

Yang terhormat Bapak Drs. Manap Sohilat, M.Si

Dan rekan-rekanku sekalian yang saya cintai

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat berkumpul ditempat ini. Dan tak lupa mari kita panjatkan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW.

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato yang berjudul Perbandingan Ekonomi Negara Indonesia dan Negara Malaysia dilihat dari pendapatan perkapita.

Rekan-rekanku yang saya banggakan,

Seperti yang kita ketahui, Negara Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah baik secara agraris ataupun maritim. Namun pernahkah terbesit dikepala anda, kekayaan yang melimpah itu tidak sebanding dengan keadaan ekonomi Negara ini?

Contoh kecil yang bisa kalian lihat sendiri, hampir seluruh kebutuhan masyarakat Malaysia di subsidi baik air, rumah, listrik, keperluan pokok dan lain-lain. Sedangkan di negeri kita ini, masyarakat perkotaanlah yang mendapatkan subsidi bukan masyarakat pedesaan atau pelosok.

Rekan-rekanku yang saya banggakan,

Salah satu indikator umum yang digunakan untuk melihat tingkat kesejahteraan atau kemakmuran sebuah negara tertentu biasanya menggunakan ukuran pendapatan kotor per kapita (GNP). Untuk melihat tingkat kemakmuran Indonesia dan Malaysia maka tidak ada lain kecuali kita bandingkan GNP kedua Negara ini.

Ekonomi di Negara kita tercinta ini sudah semakin memburuk, dibandingkan Negara tetangga kita. Negara Malaysia memiliki pendapatan USD 9.659 per kapita sedangkan Indonesia USD 3.452 perkapita, Negara yang sedikit akan sumber daya alam mendapatkan pendapatan perkapita 3 kali lebih besar dari Negara Indonesia.

Dari data GNP per kapita tersebut maka Malaysia mempunyai nilai 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan GNP Indonesia. Hal ini bisa diartikan penduduk Malaysia secara rata-rata lebih sejahtera dan makmur dari penduduk Indonesia.  Belum lagi bila melihat populasi penduduk Malaysia pada 2008 sejumlah 25 juta orang. Sedangkan Indonesia sebesar 240 jutaan orang atau 10 kali lipat dari penduduk Malaysia.

Rekan-rekanku yang saya banggakan,

Perbandingan lain bisa dilakukan pada besar volume ekonomi secara nasional, ternyata Indonesia lebih besar dibandingkan Malaysia. Artinya, kekuatan ekonomi, Indonesia jauh lebih berpengaruh dibandingkan Malaysia, hal ini wajar karena luasan wilayah Indonesia yang kaya raya.

Produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada di urutan ke-19 mengalahkan negara-negara yang sudah maju seperti Belgia, Swiss, Swedia, Norwegia, Denmark dan bahkan Arab Saudi. Indonesia hanya di bawah China, India, Australia dan Meksiko. PDB Indonesia sebesar US$ 514 miliar atau sekitar Rp 5000 triliunan.

Dengan PDB sebesar itu, Indonesia adalah negara yang mempunyai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Karena itulah maka Indonesia satu-satunya negara yang mewakili Asia Tenggara dalam forum G-20 bersama Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, China, India, Rusia hingga Australia.

Kekuatan ekonomi Malaysia berada di bawah Indonesia, Thailand, Afrika Selatan, Israel dan Nigeria sekalipun. Malaysia hanya berada di urutan ke 42 dengan total PDB sebesar US$ 194 miliar atau hampir Rp 2000 triliunan. Artinya, kue ekonomi nasional Malaysia tidak sampai separuhnya ekonomi Indonesia.

Akan tetapi kenapa Negara kita Indonesia tidak bisa lebih sejahtera dan makmur ? padahal kita memiliki PDB yang besar yang seharusnya mempunyai kekuatan ekonomi untuk membuat warga Negara Indonesia lebih sejahtera dan makmur.

Rekan-rekanku yang saya cintai,

Maka dari itu, mari kita bersama-sama membenahi Negara Indonesia tercinta ini dengan kreativitas dan inovasi tinggi serta dipandu oleh SDM yang berkualitas baik secara teoritis maupun praktek sehingga kita bisa mengimbangi bahkan melebihi Negara tetangga.

Mudah mudahan hal ini dapat di ambil Sisi positif & Kritik yang membangun bagi Pemerintah Indonesia, Khusus nya Pemerintah pemerintah Daerah, Dengan adanya Otonomi daerah sudah seharusnya Pemerintah Daerah bisa lebih Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi warga daerah perbatasan. Sehingga tumbuh Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Pembangunan Yang Merata, Dan Pastinya menghindari timbulnya Konflik yang disebabkan oleh berbagai kecemburuan ekonomi yang berdampak negatif bagi Negara Indonesia.

Terima kasih atas perhatian rekan-rekan, apabila ada perkataan yang kurang berkenan dihati rekan-rekan mohon dimaafkan. Sekian pidato dari saya.

Wasalamualaikum wr.wb

Kerangka Pidato

Tema : Ekonomi

Judul : Perbandingan Ekonomi Negara Indonesia dan Negara Malaysia dilihat dari pendapatan perkapita.

Pendekatan : Intelektual

Pengembangan pokok bahasan : Perbandingan

Pembukaan

Assalamualikum Wr. Wb

Yang terhormat Bapak Drs. Manap Sohilat, M.Si

Dan rekan-rekanku sekalian yang saya cintai

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat berkumpul ditempat ini. Dan tak lupa mari kita panjatkan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW.

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato yang berjudul Perbandingan Ekonomi Negara Indonesia dan Negara Malaysia dilihat dari pendapatan perkapita.

Isi

Apa indikator yang digunakan untuk melihat tingkat kesejahteraan dan kemakmuran sebuah Negara ?

Apa itu GNP ?

Mengapa GNP Negara Indonesia lebih kecil daripada Negara Malaysia ?

Apa itu PDB ?

Hal apa yang menyebabkan PDB Negara Indonesia yang lebih besar daripada Negara Malaysia ?

Penutup

Terima kasih atas perhatian rekan-rekan, apabila ada perkataan yang kurang berkenan dihati rekan-rekan mohon dimaafkan. Sekian pidato dari saya.

Wasalamualaikum wr.wb