Pidato : Nama Kadek Dewi Puspita

Nama: Kadek Dewi Puspita Utari

Nomor: 11

Kelas: XII IPA 1

Om Swastyastu.

Yang saya hormati bapak guru, serta teman-teman sekalian yang saya banggakan.

Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mencurahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di pagi hari ini dengan keadaan sehat.

Kedua, saya mengucapkan terimakasih atas waktu yang sudah diberikan.

Teman-teman yang saya sayangi, di zaman sekarang ini pacaran telah menjadi semacam gaya hidup baru bagi remaja, dan merupakan hal yang lumrah. Celakanya, gaya pacaran remaja di zaman ini telah mengarah pada perilaku yang di luar batas, yaitu terkait perilaku seksual. Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul karena dorongan seksual, seperti berpelukan, berciuman, dan sampai berhubungan seksual. Perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan sulit untuk dihentikan. Bisa kita lihat di zaman ini banyak remaja yang sudah hamil di luar nikah. Bahkan mereka mengorbankan pendidikan demi kenikmatan sesaat.

Teman-teman sekalian tidak ingin menjadi Ayah dan Ibu muda, bukan? Oleh sebab itu, remaja dituntut untuk pacaran sehat. Yaitu proses pacaran dimana keadaan fisik, mental, dan sosialnya dalam keadaan baik. Jika teman-teman sekalian tidak ingin pacaran tak sehat terjadi pada diri kalian maka ada beberapa hal yang perlu diresapi dan dipertimbangkan, diantaranya :

Kasih sayang. Perlu diketahui bahwa dalam suatu hubungan harus dilandasi perasaan kasih saying yang tulus. Tidak memaksa. Artinya kita menjalin hubungan tanpa memandang material. Dan menerima pasangan apa adanya.

Jangan sakiti perasaan pasangan. Hal ini adalah alasan utama terjadinya perilaku seksual yang dilandasi dengan pemaksaan oleh pihak yang tersakiti. Orang yang tersakiti biasanya mampu melawan akal sehat dan melakukan hal-hal tak terduga.

Jangan menghabiskan waktu seharian berdua saja apalagi di tempat-tempat sepi. Serta hindari buku, majalah, gambar, video yang isinya seputar seks. Karena sekali menonton akan berakibat ketagihan bahkan bisa timbul keinginan untuk mepraktekannya. Hal ini disebabkan karena remaja yang tergolong masih labil cenderung ingin mencoba sesuatu yang baru karena terdorong rasa ingin tahu yang tinggi.

Lakukan kegiatan-kegiatan positif bersama seperti belajar, berolahraga, dan sembahyang bersama. Perlu diketahui motivasi yang diberikan oleh pasangan adalah cara paling efektif untuk mengubah tingkah laku seseorang untuk menjadi yang lebih baik. Karena remaja cenderung mendengarkan perkataan pasangannya.

Jangan pernah mengatasnamakan hubungan seks sebagai bukti cinta kalian. Perlu diingat bahwa cinta tak sama dengan seks.

Teman-teman sekalian dalam berpacaran perbedaan pendapat, prinsip, dan batasan-batasan tertentu memang wajar. Hal tersebut tidak akan menjadi penghalang apabila diimbangi dengan rasa saling menghargai.

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga bisa menambah wawasan teman-teman sekalian. Akhir kata saya ucapkan terimakasih atas waktu yang telah diberikan, dan mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan.

Om Santih, Santih, Santih, Om.