Pidato Banyak : Dear Father Of Principal. What We Respect

Assalamu’alaikum wr.wb.

Dear father of principal. What We respect the father of the guardian class. What we also honor our father and teacher mother. Also the colleagues who I love.

First of all we are very grateful to God then the one on the outpouring of His grace given to us, so that on a good chance we can get together, air-muwajahah in this place, the happy place.

The fellow that I love.
We know that youth are highly unstable period. Easily influenced by many factors, both positive and negative. Usually negatiflah factor more rapidly absorbed by our friends the other. This is certainly adverse effects on life in the future.

Can we see in various media both print and electronic media, as well as in everyday life is. Their behavior is not commendable. It is very unfortunate to us that feel a generation. They have become pregnant outside of marriage, there is a motorcycle gang involved, there is a skip school so there are drug addicts and others. So that our generation tarnished by the behavior of a handful of young people who are not responsible.

My colleagues are proud of.
We as young people who are given a consciousness seems to always remind each other of the dangers promiscuity above, the negative association above. Let us not become victims of our own but do not feel that we become victims.

Presumably we have not the time anymore easily tempted and seduced, not the time again we have no stance. We must realize that once this life should be used carefully. Do not let our youth is wasted who later regret the days of old.

We must have principles in life, we should be independent and able to carry yourself so that it is not us who are victims of age, is not we who are victims of the environment. but let us be the generation that actually capable of bringing change to society.

As the young generation, a lot of potential that we can develop. Many of the potential that we can optimize. Not to anyone but to our own. For our good future.

My colleagues and I am proud of the audience.
Let it’s time we as the younger generation to rise up from sleep and show the world that we were capable. We have something precious to be reckoned with. We confirm that we are not the generation of waste that usually only a burden of parents and the environmental burden.

There are some simple steps that we can do from now on:
First, we learn that his best diligent and show to parents that we too can achieve the best value.
second, his best was not carried away by the influence of our friends who happily skipped another because one day they will feel themselves as a result. Could be that his children would be like them, hard on the set, and against the elderly as they do today. This of course we did not expect.
Third, we are given a cost Whatever it is best to be set as well as possible with full responsibility and awareness. Never deceiving UNIKO-business conservative. Since this source that makes us not get a blessing in the future.
Fourth, find friends hanging out and hanging out in a positive place in both the school and outside school. Our association will form our character slowly.
As a student perhaps four simple steps we can begin practicing today. We determine our fate in the future. Therefore I am commanded to colleagues all let us take advantage of youth is the best for our future bright.

So that I can convey. We are sorry if there is one word.
Assalamu’alaikum wr.wb.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Yang kami hormati bapak kepala sekolah. Yang Kami hormati bapak wali kelas. Yang kami hormati pula bapak dan ibu guru kami. Juga rekan-rekan yang saya cintai.

Pertama-tama kami sangat bersyukur kepada Tuhan Yang maka esa atas curahan rahmat-Nya yang diberikan kepada kita, sehingga pada kesempatan yang baik ini kita dapat berkumpul, ber-muwajahah di tempat ini, ditempat yang berbahagia ini.

Rekan-rekan yang saya cintai.

Kita tahu bahwa masa muda masa yang sangat labil. Mudah dipengaruhi oleh banyak faktor baik positif maupun negatif. Biasanya faktor negatiflah yang lebih cepat diserap oleh kawan-kawan kita yang lainnya. Ini tentu berakibat buruk terhadap kehidupan dimasa yang akan datang.

Bisa kita lihat diberbagai media baik media cetak maupun elektronik, juga dalam kehidupan sehari-hari ini. Tingkah laku mereka sangat tidak terpuji. Ini tentu sangat disayangkan oleh kita yang merasa satu generasi. Mereka ada yang hamil diluar nikah, ada yang ikut geng motor, ada yang bolos sekolah ada yang jadi pecandu narkoba dan lain sebagainya. Sehingga generasi kita tercoreng oleh tingkah segelintir dari generasi muda yang tidak bertanggung jawab.

Rekan-rekan yang saya banggakan.

Kita sebagai generasi muda yang masih diberi kesadaran kiranya untuk selalu saling mengingatkan akan bahaya-bahaya pergaulan bebas di atas, pergaulan negatif di atas. Jangan sampai kita jadi korban namun kita sendiri tidak merasa bahwa kita jadi korban.

Kiranya sudah bukan saatnya lagi kita mudah tergoda dan terbujuk, bukan saatnya lagi kita tidak punya pendirian. Kita harus menyadari hidup yang sekali ini harus dimanfaatkan secara baik-baik. Jangan sampai kita menyianyiakan masa muda ini yang kemudian menyesal dimasa tua.

Kita harus punya prinsip dalam hidup, kita harus mandiri dan mampu membawa diri sehingga bukan kita yang menjadi korban jaman, bukan kita yang menjadi korban lingkungan. tetapi mari kita menjadi generasi yang justru mampu membawa perubahan bagi masyarakat.

Sebagai generasi muda, banyak potensi yang bisa kita kembangkan. Banyak potensi yang bisa kita optimalkan. Bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk kita sendiri. Untuk kebaikan kita dimasa yang akan datang.

Rekan-rekan dan hadirin yang saya banggakan.

Marilah sudah saatnya kita sebagai generasi muda untuk bangkit dari tidur dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita pun mampu. Kita punya sesuatu yang berharga yang patut diperhitungkan. Kita pastikan bahwa kita bukan generasi sampah yang bisanya hanya menjadi beban orang tua dan beban lingkungan.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan mulai dari sekarang :

pertama, sekuat tenaga kita belajar yang rajin dan tunjukkan kepada orang tua bahwa kitapun mampu meraih nilai yang terbaik.

kedua, sekuat tenaga tidak terbawa pengaruh oleh teman-teman kita yang lain yang senangnya membolos karena suatu saat mereka akan merasakan sendiri akibatnya. Bisa jadi anaknya nanti akan seperti mereka, susah di atur dan melawan orang tua sebagaimana yang mereka lakukan saat ini. tentu ini tidak kita harapkan.

ketiga, Berapapun kita dikasih ongkos maka sekuat tenaga untuk bisa mengatur sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran. Jangan pernah UNIKO-usaha nipu kolot. Karena ini biang yang membuat kita tidak mendapat berkah dimasa yang akan datang.

keempat, cari teman gaul dan tempat gaul yang positif baik di sekolah maupun di luar sekolah. Pergaulan kita akan membentuk karakter kita secara perlahan.

Sebagai pelajar barangkali empat langkah sederhana ini bisa kita praktekkan mulai saat ini. Kita menentukan nasib kita dimasa depan. Karenanya saya berpesan kepada rekan-rekan semua marilah kita manfaatkan masa muda ini sebaik-baiknya agar masa depan kita cerah.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf jika ada salah kata.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Assalamualaikum wr wb.

With all due respect to the honorable judges representing, to all of the teachers here attending, and to all of the audiences, ladies and gentlemen, good morning everyone!

First of all, let us thank Allah SWT which because of His blessings, we all can gather here on this event. Shalawat and prayer we will say to our greatest prophet, Muhammad SAW, his family, his friends, and all of his followers. Amien!

In this chance I would like to tell you my speech about the Indonesian 63rd Independence Day.

In 63 years this nation has tasted its freedom. Sweat and blood had been sacrificed by our heroes, our people, so that the freedom could be realized. In 63 years, Indonesia has celebrated the Independence Day. With honor, with joy, with happiness, and with the breeze of freedom right in our heart. And in 63 years already, we have built this country. In sadness and happiness, in hope and despair, in fate and love.

In that length of time this country should have become one fabulous country and one of the biggest nation with the richness of its cultures. But its sad, so sad to see our Indonesia here nowadays where the civilians are poor, hungers in everywhere, corruption is in charge, our economy is getting worst day by day. In that length of time Indonesia should have not face any of those problems. Then why? Why the Land of Ibu Pertiwi that we loved so much is, becoming like this?!…..