Pidato Pesantren.docx : Pertama-tama Marilah Kita Panjatkan

Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, taufik, Hidayah dan Inayah-Nya kepada kita semua sehingga kita masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dalam keadaan sehat walafiat. Sholawat dan salam mari kita panjatkan ke ruh baginda kita nabi besar Muhammad SAW yang mana dialah yang telah membawa kita dari alam kegelapan dari alam kejahiliahan menuju alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan pada saat ini. Yang mana syafaat beliaulah yang kita harapkan di yaumil mahsyar nanti.

Yang berlapazkan :

Yang saya hormati :

Buya Pimpinan kita H. Sahdi Ahmad Lubis

Buya Bakhtiar Siregar

Dan yang saya sayangi teman-teman seperjuangan yang senasib sepenanggungan yang menangis di kala duka dan tertawa di kala bahagia.

Adapun tema pidato saya ialah:

: Tanggung Jawab Membela Agama

Hadirin yang dirahmati Allah

Hari ini islam telah teramca, dari kalangan internal maupun eksternal. Yang dimaksud dari kalangan internal; tumbuhnya orang-orang islam namun pikirannya menjauh dari islam.

Contohnya: orang mengatakan bahwa berjilbab hanyalah sekedar tradisi orang Arab saja. Hukum waris-mewarisi tidak relevan lagi dengan zaman, dan beragama cukuplah hanya sebahagian waktu (part time) tidak semua waktu (full time) melaksanakan agama cukuplah di mesjid saja jangan sampai di bawa di dalam bermasyarakat dan bernegara. Dari kalangan ekternal; gencarnya kaum non-muslim untuk memurtadkan agama islam dengan cara hasimilasi. Meraka menikahi gadis-gadis muslimah yang apabila anaknya telah lahir mereka memurtadkannya dari agama islam. Mereka juga memasuki lembaga-lembaga dan universitas-universitas secular sehingga lahirlah generasi-generasi islam namun pikirannya telah tercuci dengan pemikiran non islam.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah.

Kita sadarkan bahwa itu semua menjauhkan islam dari agamanya. Mereka tidak secara langsung mengeluarkan kita dari agama islam akan tetapi mereka mensibukkan kita dengan kesenangan-kesenangan duniawi. Sehingga kita tidak sadar ternyata telah berada di dalamnya.

Contohnya : mereka menyebar luaskan film-film yang tidak layak di tonotn dan lagu-lagu yang tidak enak didengar oleh telinga dan berbagai macam bentuk pakaian yang tidak menutup aurat. Sehingga muda/mudi islam mencontoh bagaimana yang dilakukan mereka.

Kenapa orang kafir tidak secara langsung memerangi islam?

Karena mereka tahu apabila islam diperangi dengan terang-terangan seperti di zaman Rasullah SAW aqidah kita akan semakin kuat dan kita semakin semangat memperjuangkan agama islam.

Hadirin yang di Rahmati Allah

Suatu ketika Rasulullah SAW berjalan bersama sahabatnya. Setelah sekian lama berjalan Rasul beserta sahabat menemukan seekor bangkai keledai. Kemudian Rasul berkata hai sahabatku.. tahukah kalian apa ini? Para sahabat pun menjawab Bangkai keledai ya.Rasulullah kemudian rasul berkata tolong kalian makan bangkai itu para sahabatnya pun menjawab.. Subhanallah, maha suci engkau perintahkan kami untuk memakannya.

Spontan Rasulullah SAW menjawab; seperti bangkai itulah perumpamaan dunia jika dunia ini tanpa agama. Bahkan dunia ini lebih busuk dari pada bangkai itu.

Hadirin yang di rahmati oleh Allah

Rasulullah SAW mengumpamakan dunia ini tanpa agama ibarat bangkai yang busuk bahkan lebih busuk lagi. Kalau kita pikirkan, apa makna hidup tanpa agama? Bukankah kita hanya manusia yang membawa kotoran dalam perut? Bukankah kita hanyalah seperti robot pekerja yang makin lama makin eror?

Ketahuilah saudara/saudariku dengan agama kita di ridhoi oleh Allah. Dengan agama kita akan mendapatkan pahala dan balasan yang baik karena menjalankan agama Allah SWT meninggikan derajat kita di dalam surge. Karena agama kita di tempatkan dalam permadi-permadi dan kamar-kamar yang sangat mewah di dalamnya terdapat buah-buahan dan makanan yang sangat lezat. Dibawahnya mengalir sungai-sungai yang sangat jernih dan pemandangannya begitu indah tiada bandingnya di dunia ini.

Hadirin yang di rahmati oleh Allah

Kita harus sadar, bahwa kita akan menuju alam kemusnahan seperti yang di alami oleh nenek moyang kita. Bukanlah kakek-kakek kita telah tiada dan sudah di alam baka? Tanpa agama sebenarnya kita hanyalah hari-hari kosong tanpa nilai.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran..

Artinya: Allah telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wahyukan kami Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musrik agama yang kamu seru mereka kepada-Nya. Allah menarik kepada agama itu orang yang di kehendaki-Nya dan member petunjuk kepada agama-Nya orang yang kembali kepada-Nya. (Qs. Asysyura : 13)

Ayat ini menjelaskan Allah mengutus para Nabi-nabi di muka bumi ini menegakkan agama. Jika kita ingin mulia dan terhormat kita harus meneladani mereka.

Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Quran

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Ayat ini menjelaskan ketika kita menjauh dari membela agama Allah maka pertolongan Allah akan semakin menjauh dan sebaliknya semakin kita mendekatkan diri kepada Allah kita akan mendapatkan pertolongan Allah.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah

Allah SWT mengumpamakan orang yang mendapatkan hidayah ilahiyahnya sebagai orang yang hidup dan mengumpamakan orang yang mati.

Oleh karena itu marilah kita membela agama Allah, memperjuangkan agama islam.

Cukupkan sekianlah isi pidato saya,

Wabillahi taufiq wal hidayah