Pidato HIV : Yanarica Yuliani Narthovanie

Yanarica Yuliani Narthovanie

XII IPA 1 / 46

Selamat siang,

Yang terhormat Ibu Nancy,

Beserta teman-teman sekalian yang berbahagia

Salam sejahtera

Puji dan Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia-Nya, sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat ini. Saya juga berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk membawakan pidato tentang HIV AIDS.

Untuk memulai pidato ini, pertama-tama saya ingin menjelaskan arti dari virus HIV dan AIDS itu sendiri.
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan.

Cara penyebaran HIV AIDS:

– Darah
Contoh : Tranfusi darah, terkena darah hiv+ pada kulit yang terluka, terkena darah menstruasi pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb
– Cairan Semen, Air Mani, Sperma dan Peju Pria
Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral seks, dsb.
– Cairan Vagina pada Perempuan
Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dll.
– Air Susu Ibu / ASI
Contoh : Bayi minum asi dari wanita hiv+ dan lain sebagainya.

Namun, jangan langsung takut alias parno dengan penderita HIV AIDS karena tidak semua cairan tubuh pada penderita HIV AIDS mengandung virus HIV+. Misalnya :
– Air liur / air ludah / saliva
– Feses / kotoran / tokai / bab / tinja
– Air mata
– Air keringat
– Air seni / air kencing / air pipis / urin / urine

Di seluruh dunia, setengah dari semua infeksi HIV baru dialami remaja berusia 15-24 tahun.Angka ini menunjukkan bahwa sejumlah besar remaja aktif secara seksual pada usia dini, tidak monogamis, dan tidak menggunakan kondom secara teratur. Selain daripada itu, eksperimentasi dengan narkoba (obat-obatan terlarang), termasuk lewat suntikan, sering juga menjadikan remaja rentan terhadap infeksi HIV. Ketidaktahuan mengenai bagaimana HIV ditularkan dan bagaimana cara menghindari infeksi memperparah kerentanan remaja.

Sampai saat ini tidak ada obat yang dapat sepenuhnya menyembuhkan HIV/AIDS. Perkembangan penyakit dapat diperlambat namun tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Obat yang digunakan dalam pengobatan infeksi HIV dikenal dengan nama Obat antiretroviral.Supaya pengobatan antiretroviral dapat efektif untuk waktu yang lama, jenis obat-obatan antiretroviral yang berbeda perlu dikombinasikan. Inilah yang disebut sebagai terapi kombinasi. Istilah Highly Active Anti-Retroviral Therapy (HAART) digunakan untuk menyebut kombinasi dari tiga atau lebih obat anti HIV.Bila hanya satu obat digunakan sendirian, diketahui bahwa dalam beberapa waktu, perubahan dalam virus menjadikannya mampu mengembangkan resistensi terhadap obat tersebut. Obat tersebut akhirnya menjadi tidak efektif lagi dan virus mulai bereproduksi kembali dalam jumlah yang sama seperti sebelum dilakukan pengobatan. Bila dua atau lebih obat-obatan digunakan bersamaan, tingkat perkembangan resistensi dapat dikurangi secara substansial. Biasanya, kombinasi tersebut terdiri atas dua obat yang bekerja menghambat reverse transcriptase enzyme dan satu obat penghambat protease. Obat-obatan anti retroviral hendaknya hanya diminum di bawah pengawasan medis.

Namun, tidak bisa disembuhkan bukan berarti tidak bisa dicegah. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini:

berpantang seks

hubungan monogami antara pasangan yang tidak terinfeksi

penggunaan kondom pria atau kondom wanita secara konsisten dan benar

perlunya pendidikan seks sejak dini agar para remaja seperti kita dapat terhindar dari penyakit menular seksual seperti HIV AIDS.

Demikian pidato saya. Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Saya berharap dengan pidato ini, kita semua dapat menyadari bahaya dari AIDS serta bagaimana cara untuk mencegahnya. Apabila dalam pidato ini ada kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Terima kasih atas perhatiannya. Sekian dan selamat pagi.

Leave a Reply