Pidato Persuasif : BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

Pidato merupakan salah satu bentuk komunikasi lisan. Oleh sebab itu, unsur-unsur yang berupa intonasi (tempo, tekanan, dan panjang pendek ucapan), gerak-gerik, dan mimik merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi lisan. Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan untuk mempengaruhi, membujuk, atau merayu pembaca sehingga terpengaruh untuk mengikuti keinginan penulis. Pidato persuasif adalah pidato yang mengandung paragraf persuasif.

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Pidato Persuasif

Pidato persuasive adalah pesan yang disampaikan kepada sekelompok khalayak oleh seorang pembicara yang hadir untuk mempengaruhi pilihan khalayak melalui pengondisian, penguatan, atau pengubahan tanggapan (respon) mereka terhadap gagasan, isu, konsep, atau produk.

Upaya persuasive akan berhasil baik bila pesan yang disampaikan memiliki akibat sesuai dengan yang diharapkan: pesan tersebut dalam beberapa hal mempengaruhi pilihan khalayak.

Tiga tujuan pidato persuasive

Pembentukan tanggapan

Salah satu tujuan pidato persuasive adalah membentuk cara khalayak memberikan tanggapan. Pembentukan dapat dilakukan baik khalayak mengetahui banyak tentang suatu topic maupun tidak, tetapi akibat pembentukan begitu gambling terlihat pada saat khalayak mengetahui sedikit tentang topil.

Pembicara persuasive mempertalikan gagasan atau sesuatu yang baru terhadap nilai yang telah melekat pada khalayak. Pembicara harus menyadari bahwa pembentukan itu adalah proses pertalian ide-ide baru dengan nilai-nilai yang mapan bagi khalayak, dan yang hasil-hasilnya adalah perubahan perilaku.

Penguatan tanggapan

Maksud kedua pidato persuasive adalah penguatan tanggapan bagi sekelompok khalayak untuk mengharapkan kesinambungan perilaku yang sedang berlangsung saat ini terhadap beberapa topic, gagasan, atau isu.

Penguatan tanggapan dikaitkan dengan nilai-nilai da sikap yang sudah ada dalam khalayak. Nilai-nilai bercirikan kesenangan, kekuatan, dan kepentingan.

Pengubahan tanggapan

Maksud ketiga pdato persuasive adalah pengubahan tanggapan sekelompok khalayak untuk mengubah perilaku mereka terhadap suatu konsep atau gagasan.

Pembicara persuasive berupaya untuk mengubah tanggapan sambil meminta kepada khalayak untuk mewakli dan /atau menghentikan beberapa perilaku, seperti merokok, buang sampah sembarangan, dll. Dalam banyak cara, pengubahan tanggapan dapat enjadi sebuah tugas yang sulit. Pembicara dapat membentuk kesan seseorang terhadap yang baru tanpa terlalu membingungkan kehidupan mereka. Pembentukan tanggapan dihubungkan secara teliti dengan belajar; penguatan sebagian besar dikesampingkan sebagai suatu maksud persuasive, tetapi pengubahan tanggapan adalah focus utama pidato persuasive.1

Lima prinsip persuasive

Membujuk demi konsistensi

Prinsip pertama persuasive yaitu khalayak lebih memungkinkan untuk mengubah perilaku mereka apabila perubahan yang dianjurkan sejalan dengan kepercayaan, sikap, dan nilai mereka saat ini.

Orang-prang yang mencoba membujuk orang lain perlu mengakui bahwa nilai, sikap, dan kepercayaan merefleksikan tibgkay keyakinan yang berbeda sebabnya nilai yang ada amat sulit berubah, begitu juga dengan kepercayaan. Perlu diakui bahwa apa pun yang dianjurkan demi suatu perubahan perilaku akan lebih mungkin bias berhasil bila hal tersebut konsisten dengan nilai, sikap, dan kepercayaan.

Pembicara persuasive menggunakan konsistensi ini melewati masa berdasarkan penilaian kesempatan untuk pembentukan, penguatan, dan pengubahan tanggapan khalayak, dan berdasarkan takaran pesan terhadap posisi khalayak itu. Pembujuk yang efektif menggunakan konsistensi khalayak untuk membentuk, meguatkan, atau mengubah khalayak tersebut.

Membujuk demi perubahan-perubahan kecil

Prinsip kedua persuasive adalah bahwa khalayak lebih memungkinkan untuk megubah perilaku mereka apabila perubahan yang dianjurkan khalyak merupakan perubahan kecil bukan perubahan perilaku besar mereka. Kesalahan umum pembicara pemula adalah keinginan yang menuntut terlalu banyak perubahan dn tergesa-gesa karena alsan yang terlalu sederhana, sedangkan perubahan-perubahan apa saja yang bisa terjadi pada mereka mungkin merupakan sesuatu yang sederhana.

Satu factor yang perlu dipertimbangkan dalam memutuska berapa banyak yang dituntut dari seorang khalayak adalah berdasarkan tingkat komitmen mereka.

Seorang pembicara akan berhadapan juga dengan peralwanan seketika apabika ia menuntut perubahan-perubahan dalam perilaku yang bertentangan apa yang telah tercakup. Pada sisi lain, kelompok khalayak yang heterogen dari orang yang tidak berkehendak kuat tentang isu menenai latihan yang teratur akan mudah dalam pembentukan tanggapan yang sesungguhnya, dan sebagian khalayak yang berkehendak kuat akan menerima penguatan dan sekurang-kurangnya akan memepertimbangkan pengandosian beberapa perubahan kecil dalam perilaku. Pembujuk yang sukses dan terlatih dengan tajam melihat perubahan-perubahan kecil, yang konsisten dengan tujuan persuasive, mungkin mengandung simpati dari khalayak.

Membujuk demi keuntungan

Prnsip ketiga persuasi adalah khalayak lebih nungkin mengubah perilakunya apabla perubahan yang disarankan akan menguntungan mereka lebih dari biaya yang akan ereka keluarkan. Kapan pun pembicara menyampaikan suatu pidato persuasive, perlu dipertimbangkan biaya-biayanya dan bagaimana pembicara sanggup mengurangi biaya-biaya tersebut sehingga mereka akan merasa memperoleh keuntungan-keuntungan yang pembicara usulkan.

Membujuk Demi Pemenuhan Kebutuhan

Prinsip keempat dari persuasi adalah khalayak lebih mungkin untuk mengubah perilaku mereka apabila perubahan yang disarankan berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan mereka.

Membujuk berdasarkan pendekatan-pendekatan gradual

Efektivitas pidato persuasive bergantung pada penerimaan khalayak terhadap perubahan yang disarankan pembicara dalam kehidupan mereka. Prinsip yang dijelaskan dalam bagian ini menganjurkan pendekatan gradual yang lebh memungkinkan untuk bekerja dibandingkan dengan pendekatan yang meminta khalayak untuk segera berubah perilakunya. Sering kali pembujuk yang efektif mulai dengan landasan umum dan penyamaan orientasi dengan mengutarakan kesesuaiannya dengan khalayak denga gagasan dan latar belakang. Sering juga pembujuk yang berhasil bertolak dari argument dan bukti bahwa khalayak sangat mudah menerima daripada sebaliknya, khalayak lebih sulit untuk menerimanya.2

BAB III

KESIMPULAN

Pidato persuasive adalah pesan yang disampaikan kepada sekelompok khalayak oleh seorang pembicara yang hadir untuk mempengaruhi pilihan khalayak melalui pengondisian, penguatan, atau pengubahan tanggapan (respon) mereka terhadap gagasan, isu, konsep, atau produk.

Tiga tujuan pidato persuasive

Pembentukan tanggapan

Penguatan tanggapan

Pengubahan tanggapan

Lima prinsip persuasive

Membujuk demi konsistensi

Membujuk demi perubahan-perubahan kecil

Membujuk demi keuntungan

Membujuk Demi Pemenuhan Kebutuhan

Membujuk berdasarkan pendekatan-pendekatan gradual

DAFTAR PUSTAKA

Jalaluddin Rahmat, Retorika Modern (Pendek Atan Praktis), Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009

http://matakristal.com/tag/pidato-persuasif/

1 Jalaluddin Rahmat, Retorika Modern (Pendek Atan Praktis), Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009, hal. 72

2 http://matakristal.com/tag/pidato-persuasif/

5