Bahasa Indo Pidato.docx : Selamat Pagi

Selamat pagi

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan hidayat-Nya, kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat dan tak kurang suatu apa pun.

Hadirin yang saya hormati, sehubungan dengan perayaan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati pada 1 Juni lalu, saya ingin mengulas tentang pandangan serta pentingnya wawasan kebangsaan terhadap negara tercinta ini agar kita memiliki jati diri serta karakter yang kuat demi menciptakan karakter bangsa yang berwawasan nasional. Oleh karena itu, hari ini saya akan membawakan pidato yang berjudul Pentingnya Wawasan Kebangsaan Indonesia untuk Memperkuat Jati Diri Bangsa.

Dimulai dari pengertiannya sendiri, istilah wawasan kebangsaan Indonesia adalah istilah politis yang diangkat dari tiga kata yaitu wawasan, kebangsaan, dan Indonesia dimana ketiga kata tersebut memiliki arti masing-masing. Wawasan adalah pandangan atau paham tentang sesuatu hal. Bangsa adalah satu kesatuan dari orang-orang yang hidup bersama berdasarkan asal keturunan, bahasa, adat, dan sejarah yang berbeda di bawah satu pemerintahan sendiri sedangkan kebangsaan adalah arti sifat-sifat dari bangsa. Kata Indonesia adalah nama yang diberikan kepada suatu negara kepulauan yang terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia sekaligus berada di dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Jadi, wawasan kebangsaan Indonesia adalah pandangan tentang persatuan, kesatuan, dan kebersamaan manusia Indonesia dari berbagai corak, asal, keturunan, bahasa, agama, adat, sejarah, etnis, serta berbagai hal yang berada dibawah satu pemerintahan yaitu pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hadirin yang terhormat, wawasan kebangsaan memiliki arti penting dalam rangka mempertebal rasa kebangsaan serta meningkatkan semangat kebangsaan. Bagi bangsa Indonesia, wawasan kebangsaan merupakan nilai mendasar yang sudah menjadi pandangan hidup bangsa atau karekter politik bangsa. Wawasan kebangsaan Indonesia berakar dari obsesi kejayaan masa lampau kerajaan Majapahit sebagaimana terpateri dalam Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada (Tan Amukti Palapa) pada tahun 1334 untuk mempersatukan wilayah Nusantara. Sebagai sebuah Negara kebangsaan (nation state), Indonesia mulai mengalami dekonstruksi terhadap berbagai persoalan kebangsaan setelah lebih dari satu abad mengenal dan menyatukan ikatan kebangsaan lewat Sumpah Pemuda pada 1908 silam.

Dekonstruksi yang dialami Indonesia memiliki tanda yang disebut sebagai tanda kemerosotan rasa kebangsaan. Tanda-tanda adanya kemerosotan rasa, paham, dan semangat kebangsaan dapat dilihat dari beberapa indikasi seperti :

menonjolnya kepentingan kelompok dan golongan sendiri dengan mengorbankan kepentingan bangsa dan Negara,

menguatnya semangat primodialisme,

mengemukanya gejala pemaksaan kehendak mayoritas terhadap minoritas,

melunturnya budaya menghormati simbol Negara,

mencontoh budaya asing dan menghujat budaya sendiri, dan

memudarnya semangat dan asas satu wilayah Nusantara.

Jadi, kesimpulan yang dapat ditarik dari fakta-fakta tersebut adalah : fenomena kemerosotan rasa, paham, dan semangat kebangsaan dewasa ini sesungguhnya mengindikasikan belum terealisasinya wawasan kebangsaan secara baik, sistematis, dan terprogram sehingga nilai-nilai wawasan kebangsaan yang diharapkan bisa mengintegrasikan sekaligus mewadahi semua keanekaragaman serta perbedaan bangsa belum dapat teraktualisasikan sesuai dengan kultur dan struktur masyarakat bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara memiliki tiga fungsi sebagai jati diri bangsa yaitu :

sebagai eksistensi bangsa, yaitu bangsa yang tidak memiliki jati diri tidak akan eksis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara negara.

cermin kondisi bangsa, yaitu daya juang dan kekuatan bangsa.

diferensiasi, yang membedakan dengan bangsa lain (Pancasila sebagai pembeda dengan bangsa lain dan menjadi sebuah kebanggaan).

Ke depannya, wawasan kebangsaan perlu dikembangkan lebih jauh lagi bahkan harus menyusup ke dalam lubuk hati terdalam seorang bangsa Indonesia agar kelak tidak terjadi penurunan atau kemerosotan rasa kebangsaan yang lebih curam lagi. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam dunia pendidikan seperti sekarang ini yaitu pada mata pelajaran Kewarganegaraan (KWN).

Demikianlah pidato dari saya. Terima kasih atas perhatian Anda. Tak lupa saya meminta maaf apabila ada kesalahan atau kata-kata yang kurang berkenan.