Pengertian Pidato

PIDATO

Pengertian Pidato

Pidato adalah penyampaian gagasan, pikiran atau informasi serta tujuan dari pembicara kepada orang lain (audience) dengan cara lisan. Pidato juga bisa diartikan sebagai the art of persuasion, yaitu sebagai seni membujuk / mempengaruhi. Berpidato ada hubungannya dengan retorika, yaitu seni menggunakan bahasa dengan efektif. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengarkannya. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.

Metode Pidato

Impromptu (Tanpa Persiapan)

Sering disebut metode spontanitas, metode pidato yang tidak dilakukan persiapan / pembuatan naskah tertulis terlebih dahulu. Biasanya dilakukan hanya oleh orang-orang yang akan tampil secara mendadak. Pada dasarnya model seperti ini tidak diperkenankan atau tidak ideal. Hal ini disebabkan karena kemungkinan besar anda lupa dengan ide atau gagasan pidato yang hendak disampaikan. Hal ini akan sangat terasa bila dalam suasana pidato terjadi hal yang tidak diinginkan seperti mati lampu, hujan lebat yang dapat mengganggu ketenangan pendengar yang sedang mendengarkan pidato anda. Jadi resiko pada model ini sangat besar. Akan tetapi jika anda sudah berpengalaman dan mempunyai wawasan yang luas, maka tidak akan mengalami kesulitan. Bahkan anda dianggap sebagai komunikator ulung.

Keuntungan metode ini adalah :

Dapat mengungkapkan perasaan sebenarnya

Gagasan dan pendapat datang secara spontan

Memungkinkan pembicara terus berpikir

Sementara itu kerugian dari metode ini adalah :

Dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah karena terbatasnya pengetahuan pembicara.

Penyampaian tidak lancar, terutama bagi orang yang belum berpengalaman.

Gagasan yang disampaikan bisa jadi acak-acakan

Mudah kena demam panggung.

Manuskrip (Naskah)

Berarti seseorang sudah mempersiapkan pidatonya dengan lebih baik. Ia sudah menulis secara utuh, mulai dari pembuka sampai dengan penutup. Jika ada cerita atau humor, maka selingan itu sudah ditulis dalam naskah. Metode ini sangat baik bagi mereka yang baru tampil di depan umum. Ide, gagasan yang terdapat di dalamnya tersusun rapi. Keuntungan dari metode ini adalah :

Kata-katanya dapat dipilih sebaik-baiknya.

Pernyataan dapat dihemat

Lebih fasih dalam berbicara

Hal-hal yang menyimpang dapat dihindari

Naskah dapat diterbitkan / diperbanyak

Sementara itu kelemahan dari metode ini adalah :

Interaksi dengan pendengar menjadi kurang

Pembicara terlihat kaku

Tanggapan pendengar tidak dapat mempengaruhi pesan

Persiapannya lebih lama

Untuk mengurangi kelemahan tersebut dapat dilakukan :

Menyusun garis besarnya dan siapkan baham-bahannya.

Tulis naskah seakan-akan anda berbicara

Baca naskah berkali-kali sambil membayangkan pendengar

Hafalkan sekedarnya sehingga anda dapat lebih sering melihat pendengar

Siapkan naskah dengan ketikan dan spasi besar serta batas pinggir yang luas.

Memoriter (Hafalan)

Ketika komunikator hendak membawakan pidatonya, dia tidak lagi menggunakan naskahnya karena apa yang tertera di dalam naskah itu sudah dihafalkan semuanya. Ketika tampil, ia mengingat kembali apa yang telah dihafalkannya. Metode ini memang sungguh luar biasa karena kemampuan mengingat seseorang betul-betul diasah. Dia sudah menguasai secara lebih baik susunan bahasa, ide, gagasan yang terdapat dalam naskahnya. Metode ini cocok bagi mereka yang daya ingatnya tinggi, topik pidatonya menarik dan sederhana dan waktu penyampaiannya tidak terlalu lama.

Ekstempore

Teknik pidato dengan menjabarkan materi pidato yang terpola secara lengkap adalah teknik yang sangat dianjurkan dalam berpidato. Maksud dari terpola yaitu materi yang akan disampaikan harus disiapkan garis besar isinya dengan menuliskan hal-hal yang dianggap paling penting untuk disampaikan. Dalam metode ini orang tidak membuat atau menggarap naskah pidato. Naskah yang dibuat tidak lengkap. Komunikator hanya membuat kerangka atau pokok gagasan penting. Biasanya ditulis secara runtut namun kurang begitu lengkap. Akan tetapi komunikator sendiri mampu menguasai ide dan gagasan yang akan dibawakan dalam secarim kertas yang kecil. Kelebihan dari metode ini adalah :

Komunikasi dengan pendengar lebih baik.

Pesan dapat diubah sesuai kebutuhan.

Penyajiannya lebih spontan

Sementara itu, kerugian dari metode ini adalah :

Persiapan kurang baik bila dibuat terburu-buru

Pemilihan bahasa yang jelek

Kefasihan kurang

Kemungkinan menyimpang dari outline

Tak dapat diterbitkan

Tema, Pidato, Judul dan Tujuan Pidato

Tema Pidato

Bukan sekedar pilihan kata atau seni merangkai kata. Akan tetapi, tema pidato sangat mempengaruhi anda sendiri. Jika tema yang dibuat sangat menarik, maka anda sendiri pun akan termotivasi dalam membawakannya. Oleh karena itu, tema pidato yang baik dan menarik harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

Harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan komunikator.

Harus menarik minat komunikator.

Harus menarik minat khalayak.

Sesuai dengan pengetahuan khalayak

Jelas ruang lingkup dan batasannya, jangan terlalu luas.

Harus sesuai dengan waktu dan situasi

Tema harus ditunjang dengan bahan lain.

Selain beberapa hal diatas, tema pidato juga memerlukan keterangan penunjang yang baik, untuk memperjelas uraian, memperkuat pesan, menambah daya tarik. Beberapa penunjang tersebut antara lain :

Penjelasan, dapat dilakukan dengan definisi. Untuk mempersiapkan pendengar kepada keterangan penunjang lainnya.

Contoh, berupa cerita yang terinci atau ilustrasi. Dapat membuat gagasan terasa lebih nyata dan mudah dipahami.

Analogi, perbandingan antar dua hal atau lebih untuk menunjukkan kesamaan atau perbedaan.

Testimoni, pernyataan dalil atau orang ahli yang dikutip untuk menunjang pembicaraan.

Statistik, menggunakan angka yang dibulatkan.

Perulangan, menyebutkan gagasan yang sama namun dengan kata-kata yang berbeda.

Topik Pidato

Untuk membantu menemukan topik bahasan dalam pidato, Profesor Wayne N. Thompson menyusun sistematika sumber topik sebagai berikut :

Pengalaman pribadi

Perjalanan

Tempat yang pernah dikunjungi

Wawancara dengan tokoh

Kejadian luar biasa

Peristiwa lucu

Kelakuan atau adat yang aneh

Hobby ddan Keterampilan

Peraturan dan tata cara

Pengalaman Pekerjaan dan Profesi

Pekerjaan tambahan

Profesi keluarga

Masalah abadi

Agama

Pendidikan

Masalah kemasyarakatan

Kejadian khusus, perayaan atau peringatan khusus (misalnya, Maulid Nabi)

Minat khalayak

Tambahan ilmu

Sementara itu, kriteria topik yang baik adalah sebagai berikut :

Sesuai dengan latar belakang pengetahuan komunikator.

Harus menarik minat komunikator.

Menarik minat pendengar. Walaupun hal yang menarik perhatian itu sangat tergantung pada situasi dan latar belakang khalayak, namun Hal yang bersifat baru dan indah, yang menyentuh rasa kemanusiaan, petualangan, konflik, berkaitan dengan keluarga, humor, rahasia, atau hal yang memilki manfaat nyata bagi hadirin merupakan topik yang akan menarik perhatian.

Harus sesuai dengan pengetahuan pendengar. Penggunaan gaya bahasa dan istilah yang dimengerti oleh para hadirin

Harus jelas ruang lingkup dan pembatasannya.

Harus sesuai dengan waktu dan situasi.

Harus dapat ditunjang dengan bahan lain.

Judul Pidato

Seringkali judul telah dikemukakan lebih dahulu kepada khalayak, maka dari itu judul perlu dirumuskan terlebih dahulu. Judul yang baik harus memiliki 3 syarat, yakni :

Relevan, ada hubungannya dengan pokok bahasan.

Propokatif, dapat menimbulkan hasrat ingin tahu dan antusiasme pendengar.

Singkat, mudah ditangkap, pendek kalimatnya dan mudah diingat.

Tujuan Pidato

Informatif, bersifat memberi tahu informasi. Seorang pembicara harus menyajikan fakta yang berkaitan dengan informasi yang disampaikan agar pendengar dapat memahami maksud dan tujuan pembicara. Dapat dihidupkan dengan humor yang mendukung, asalkan tidak melupakan tujuan utamanya yaitu memberikan informasi. Jangan sampai memberi kesan pembicara tidak serius dalam penyampaian informasi.

Persuasif, pesan yang disampaikan kepada sekelompok khalayak oleh seorang pembicara yang hadir untuk mempengaruhi pikiran khalayak melalui pengondisian, penguatan, atau pengubahan tanggapan mereka terhadap gagasan, isu, konsep, atau produk. Ada beberapa prinsip dalam jenis pidato ini, yakni :

Membujuk demi konsistensi, mengubah perilaku khalayak apabila perubahan yang dianjurkan sejalan dengan kepercayaan, sikap, dan nilai mereka saat ini.

Membujuk demi perubahan kecil, pembujuk yang sukses dan terlatih dengan tajam melihat perubahan kecil, yang konsisten dengan tujuan persuasif, mungkin mengandung simpati dari khalayak.

Membujuk demi keuntungan, khalayak lebih mungkin mengubah perilakunya apabila perubahan yang disarankan akan menguntungkan mereka lebih dari biaya yang akan mereka keluarkan.

Membujuk demi pemenuhan kebutuhan, apabila perubahan yang disarankan berhubungan dengan kebutuhan mereka.

Membujuk berdasarkan pendekatan gradual, efektivitas pidato persuasif bergantung pada penerimaan khalayak terhadap perubahan yang disarankan pembicara dalam kehidupan mereka.

Rekreatif, tujuan utamanya menyenangkan atau menghibur orang lain. Kenyataannya ketiga jenis pidato ini tidak dapat berdiri sendiri, melainkan melengkapi satu sama lain. Perbedaannya hanya terletak pada titik berat tujuan pokok pidato.

Beberapa Prinsip Komunikasi Pidato

Kesatuan, berarti tidak boleh terjadi kehilangan yang ada dalam suatu kumpulan atau bagian. Hilangnya suatu bagian akan membuat seluruh isi menjadi rusak. Kesatuan yang utuh adalah sebagai berikut :

Isi, ada gagasan tunggal yang mendominasi uraian.

Tujuan, memilih antara menerangkan, mempengaruhi, atau menghibur.

Sifat pembicaraan, menentukan sifat formal atau informal.

Pertautan, menyangkut hubungan antara bagian sebelum dan sesudahnya. Urutan bagian uraian yang berkaitan satu sama lain, sehingga perpindahan dari pokok bahasan yang satu ke pokok lainnya dapat berjalan lancar. Untuk memelihara pertautan dapat digunakan :

Ungkapan penyambung (karena itu, jadi dll)

Paralelisme, mensejajarkan struktur kalimat yang sejenis untuk setiap pokok bahasan.

Gema, gagasan dalam kalimat terdahulu yang diulang kembali.

Titik berat, menunjukkan bagian penting dari pidato yang patut diperhatikan. Dinyatakan dengan hentian, penekanan suara, perubahan nada, isyarat.

Penyusunan pesan, hal ini bertujuan supaya pembicara dapat fokus pada persoalan utama, dan tidak mengalami kebingungan dalam mengorganisir pesan pokok.

Organisasi pesan, ada 6 macam urutan :

Deduktif (gagasan utama terlebih dahulu kemudian keterangan penunjang)

Induktif (mengemukakan perincian terlebih dahulu kemudian menarik kesimpulan)

Kronologis (berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa)

Logis (sebab ke akibat atau sebaliknya)

Spasial (berdasarkan tempat)

Topikal (dari penting ke kurang penting, mudah ke sukar, dari yang dikenal ke yang asing)

Pemuasan, bergantung pada metode yang digunakan dalam berpidato.

Visualisasi, menyangkut gambaran umum yang akan terjadi mengenai isi pidato. Merupakan daya dorong untuk sampai pada tindakan berkat ajakan pembicara.

Tindakan, dapat membentuk sikap atau tindakan yang nyata untuk menghadapi kemungkinan masa depan.

Garis-garis Besar Pidato

Macam Garis Besar

Garis besar lengkap, pembicara yang bukan ahli dalam penyajian, memuat pikiran pokok yang ditulis dalam kalimat sempurna lengkap dengan bahan penunjang uraian.

Garis besar singkat, diperlukan sebagai pedoman atau pengingat, memuat inti pembicaraan saja.

Garis besar alur teknik, memuat teknik pidato yang akan diterapkan, digunakan bersama garis besar lengkap.

Pemilihan kata, artikulasi harus jelas dan lantang. Pembentukan kesan pendengar terhadap pidato sangat bergantung dari pilihan kata yang digunakan pembicara.

Jelas, istilah yang spesifik, kata-kata yang sederhana, pengulangan gagasan yang sama dengan kata yang berbeda.

Tepat, sesuai dengan pribadi pembicara, kondisi khalayak, hindari kata klise, hindari kata vulgar dan tidak sopan, jangan menggunakan penjulukan yang buruk, jangan melakukan pelembutan kata yang berlebihan.

Menarik, menimbulkan kesan yang kuat, dan merebut perhatian, gunakan kata yang dapat melukiskan sikap dan perasaan atau keadaan.

Pembuka pidato yang baik, akan sangat menentukan keberlangsungan pidato yang akan dibawakan. Untuk membuka suatu pidato yang baik dan menarik, ada beberapa cara dan langkah yang bisa ditempuh. Pada umumnya membuka pidato yang baik dan menarik tidak begitu panjang, berikut langkah-langkahnya :

Membuka dengan penutupan, pembicara menyatakan sebuah pernyataan yang sungguh kuat yang mencakup pesan yang hendak disampaikan dalam pidatonya.

Menggunakan analogi dan ilustrasi, analogi dapat diperoleh dari berbagai media, cetak maupun elektronik. Gunakan informasi di sekitar untuk mendukung dan menopang pesan pidato.

Menghubungkan dengan peristiwa yan sedang menjadi pusat perhatian, pembicara dapat mengungkapkan berbagai fakta atau data mengenai suatu peristiwa yang sedang terjadi dan sesuai dengan isi pidato.

Menggunakan pertanyaan teoritis, pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Metode ini sudah lama dipakai oleh banyak orang dan mampu menarik perhatian pendengar. Isi pertanyaan itu menyangkut pokok persoalan yang akan disampaikan dalam pidato. Ungkapkan pernyataan yang menegaskan masalah yang akan disampaikan.

Menyatakan kutipan menarik. Pembicara dapat mengutip pepatah atau peribahasa dari seorang tokoh terkenal yang sesuai dengan isi pidatonya. Selain itu kutipan tersebut bisa saja menjadi penegasan bagi pembicara.

Menceritakan pengalaman pribadi. Akan tetapi tidak boleh kisah yang sekedar cerita, melainkan sungguh berkaitan dengan isi pidato dan tidak sekedar lelucon. Kisah personal akan menggugah para pendengar. Perlu diingat bahwa kisah itu harus proporsional.

Mengintip masa lalu. Masa lalu adalah awal adanya masa kini dan akan datang. Dengan melihat kembali masa lalu, maka kemungkinan besar untuk terjadinya perubahan sangat mungkin terjadi.

Berpikir futuris. Dalam sebuah pidato, misi dan visi masa depan harus terungkap, meskipun tidak sepenuhnya berhasil. Hal ini bermaksud supaya audiens mampu merasakan bagaimana masa depan yang akan diraih dalam pidato ini.

Perkenalan diri kepada audiens. Data diri sangat mendukung dalam berpidato terutama modalitas sebagai pembicara yang ingin mempengaruhi banyak orang. Biasanya tidak sulit, hanya memperkenalkan diri, jabatan, pekerjaan saat ini, riwayat hidup secara singkat, tugas yang berkaitan dengan pidato.

Mengungkapkan rasa syukur. Pembukaan pidato seperti ini sudah sering dilakukan oleh siapa saja, entah dalam situasi resmi maupun santai. Pembicara bisa tanpa teks dalam menyatakannya karena sudah sering didengar dan digunakan.

Menyatakan contoh konkrit. Diusahakan harus sesuai denga isi pidato yang hendak disampaikan. Biasanya para pendengar tertarik dengan kisah yang bersifat dramatis.

Membuka dengan humor yang cerdas dan menarik. Orang yang humoris pun belum tentu bisa mengawali pidato dengan humor. Sebab humor itu bukan sekedar humor, tetapi mengandung isi yang jelas dan menarik. Dengan kata lain, humor itu adalah hasil kerja keras dan kreativitas pikiran yang menggugah banyak orang. Diusahakan juga humor itu belum pernah didengar oleh banyak orang.

Penyampaian pidato yang baik, merupakan bagian yang harus membutuhkan perhatian yang sangat serius. Maka dari itu apabila pembicara tidak mempersiapkannya dengan baik, maka dalam pelaksanaannya pun tidak akan berjalan baik, meskipun tampaknya baik.

Inti dan pesan pidato. Pesan harus dipaparkan dengan jelas, singkat dan padat makna, isi pidato harus disertakan dengan pendapat, alasan, bukti, contoh, perbandingan, anekdot, humor dan lain sebagainya. Utamakan pendalaman pembahasan isi pidato.

Memperhatikan komunikator. Sebaiknya memperhatikan etiket, pakaian yang dikenakan, bagaimana cara berjalan menuju mimbar. Selain itu, pembicara harus mendalami apa yang menjadi pesan yang harus disampaikan. Apabila tidak menggunakan teks maka unsur komunikatif dengan pendengar akan semakin baik, sehingga pencapaian yang diimpikan akan tercapai.

Pergunakan berbagai sarana yang mungkin diperlukan. Alat yang biasa digunakan adalah pengeras suara atau mikrofon. Apabila menggunakan alat ini, perhatikan jarak antara bibir dan pengeras suara. Sesuaikan suara, jangan terlalu keras dan terlalu lembut. Suara yang keras akan memekik telinga, suara yang lembut akan membuat suara tidak didengar oleh audiens.

Pendekatan emosional. Metode ini cocok untuk pendengar tidak terpelajar. Pendekatan ini sangat manjur apabila digunakan dalam proses pengkampayean sebuah parpol, karena pembicara disini akan sangat mempengaruhi pendengar untuk mengikutinya.

Prinsip penyampaian pidato

Kontak mata dengan pendengar. Baik kontak visual maupun kontak mental.

Olah vocal. Penggunaan suara untuk memberikan makna tersendiri dalam pidato.

Olah visual. Berbicara dengan seluruh kepribadian, wajah, tangan dan tubuh.

Ciri isyarat yang baik :

Bersifat spontan dan alamiah

Mengkoordinasikan seluruh gerak tubuh

Dilakukan pada waktu yang tepat

Dilakukan penuh, tidak sepotong-potong

Sesuai dengan gagasan yang disampaikan

Sesuai dengan besar dan jenis (budaya pendengar)

Bervariasi

Penutup pidato yang baik. Penutup pidato tentu sudah dipersiapkan pada saat menyusun pidato. Akhiri pidato tepat waktu dan dengan kesan yang baik dan kuat. Gunakan kesempatan ini untuk mengulang point penting yang harus diingat oleh pendengar. Katakan langkah yang harus diambil untuk mencapai kesuksesan. Pastikan menghafal bagian pembuka dan penutup untuk memberikan kesan yang kuat dan memudahkan pembicara dalam menyampaikannya.

Sikap pada saat berpidato

Sikap berdiri yang kurang baik, adalah :

Berdiri dengan kaki sebelah

Berdiri dengan kaki yang terlalu rapat dan terlalu terbuka

Berdiri loyo ataupun kaku

Bersandar pada mimbar

Menggoyangkan badan yang tidak perlu

Berdiri dengan tidak tenang dan kurang seimbang

Mimik wajah yang kurang baik, adalah :

Tertawa yang dibuat-buat

Dahi yang selalu berkerut

Tersenyum tetapi tidak ada yang lucu

Muka selalu masam

Sikap gugup

Gerakan tubuh yang kurang baik adalah :

Gerakan yang canggung

Kaku dan gerakan mekanis berdiri terpaku

Menggaruk-garuk telinga

Merogoh-rogoh saku

Memainkan pensil atau pulpen

Berbicara dengan melihat teks terus-menerus

Terlalu banyak melangkah atau berjalan

Penampilan sebelum, saat, dan sesudah pidato

Persiapan sebelum pidato :

Bercakap dengan orang sekitar untuk menghilangkan rasa gugup

Pusatkan pikiran pada tata cara pidato

Sebelum pidato

Memperhatikan pakaian

Sikap simpatik

Sikap tenang

Sikap hormat

Saat pidato

Percaya pada diri sendiri

Sikap tenang

Menghirup nafas panjang sebelum memulai berpidato tetapi tidak boleh terlihat oleh audiens

Tataplah audiens pada bagian atas matanya

Sesudah pidato

Mengucapkan salam akhir

Turun dari mimbar dengan sikap tenang dan tertib

Wajah cerah dengan sedikit senyum

Memberi hormat

Etika dalam berpidato

Berpidato di depan umum

Mengenakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, rapi, dan sopan

Tampil dengan bersahaja, sopan dan rendah hati

Menyisipkan beberapa humor segar dalam pidato

Sebagai kata penutup jangan lupa mengucapkan maaf bila terdapat tutur kata yang kurang berkenan dan lainnya.

Berpidato di depan pejabat

Menghilangkan rasa rendah diri

Jangan tampil seolah-olah menggurui, sikap lebih tahu dan lain-lain

Jangan terlalu memberikan penghormatan yang berlebihan kepada audien

Berpidato di depan pemuka agama

Jangan mengeluarkan kata-kata yang bisa menyinggung umat beragama

Jangan ada nada merendahkan atau memuji agama tertentu

Perbanyak istilah keagamaan

Berpidato di depan para wanita.

Jangan sampai menyinggung harkat dan martabat wanita.

Hindari kata kasar, kurang senonoh dan kurang sopan.

Berpidato di depan pemuda / mahasiswa.

Mengutamakan penalaran yang berkaitan dengan dunia anak muda.

Jangan mengeluarkan kata yang bersifat menentang.

Jangan mengkritik dan menyalahkan anak-anak muda

Berpidato di depan masyarakat desa

Jangan berbohong

Gunakan kata-kata yang sopan dan sederhana

Sisipkan beberapa istilah dalam bahasa setempat

MASTER OF CEREMONY

(MC)

Pengertian Master of Ceremony

Master of ceremony berarti penguasa acara, pemandu acara, pembawa acara, pengendali acara, pengatur acara, atau pemimpin acara. Master of ceremony adalah orang yang bertugas memandu acara dan bertanggung jawab atas lancar dan suksesnya acara. Seorang MC harus mampu membaca situasi, menciptakan suasana sesuai dengan karakteristik acaranya, dan memungkinkan adanya dialog dengan audience. Ia pula yang bertanggung jawab memastikan acara berlangsung lancar dan tepat waktu, serta meriah atau khidmat dari awal hingga akhir.

Jenis Acara

Pada umumnya acara dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu acara yang bersifat resmi, acara yang bersifat setengah resmi, dan acara yang bersifat tidak resmi. Penggolongan sifat acara ini harus dihayati benar oleh seorang pembawa acara karena menyangkut busana yang dikenakannya dan bahasa yang harus dipakainya dalam melaksanakan tugasnya itu. Jadi, jenis acara yang dibawakan oleh MC sangat menentukan berbagai persiapan yang harus dilakukan. Sangatlah tidak etis jika seorang MC tidak mengetahui jenis acara yang dibawakannya.

Faktor Bahasa Seorang MC

Faktor Kebahasaan

Lafal yang benar. Menyangkut pengucapan kata yang benar dan jelas. Untuk itu gerakan alat-alat ucap terutama lidah, bibir dan gigi harus leluasa. Pembawa acara harus bisa berbicara lancar, tidak terlalu lancar dan tidak terlalu lambat agar pendengar dapat dengan mudah memahaminya. Kata-kata bahasa Indonesia harus dilafalkan sebagaimana kata itu dituliskan, bukan mengikuti pengaruh bahasa asing atau daerah. Seorang MC hendaknya harus menghindari pelafalan karena pengaruh idialek.

Aksentuasi adalah tekanan kata. Secara umum tekanan kata dalam bahsa Indonesia jatuh pada suku sebelum suku kata akhirnya. Anda dapat membayangkan bagaimana menjemukkan bila seseorang itu berbicara secara monoton (tanpa tekanan kata).

Pemenggalan kata (jeda). Biasanya tidak terlepas dari dialektika seseorang. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang bahasa daerah. Makna kalimat bahasa Indonesia antara lain ditentukan oleh pemenggalan kalimatnya. Kemampuan memenggal kalimat secara tepat banyak bergantung pada perasaan bahasa seseorang.

Diksi merupakan pilihan kata yang digunakan pembawa acara dalam memandu acara. Kata-kata yang digunakan harus tepat, jelas dan bervariasi. Hal tersebut untuk mempermudah pendengar dalam memahami. Hendaknya menggunakan kata yang sudah dikenal di telinga masyarakat. Memang kata yang belum dikenal akan membangkitkan rasa ingin tahu namun akan menghambat kelancaran berbicara.

Intonasi. Menyangkut empat hal, yaitu tekanan (keras lemahnya suara), nada (tinggi rendahnya suara), tempo (cepat lambatnya berbicara), dan jeda (perhentian). Keempat hal tersebut harus dipadukan secara harmonis, dengan kata lain harus dikombinasikan dengan baik agar suara yang terdengar bukan suara datar yang monoton melainkan suara bergelombang yang enak didengar. Intonasi juga sangat mempengaruhi perubahan makna kalimat.

Enunsiasi adalah kejelasan pengucapan kata, dan ketepatan pemenggalan kalimat. Yang harus dihindari adalah berbicara menggumam dan berbicara terlalu cepat, sehingga pendengar sulit memahami bahkan mendengar ucapan seorang MC. Hal ini dapat diatasi dengan berlatih vocal.

Menggunakan kalimat secara efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang mengandung unsur pesan yang jelas. Kejelasan kalimat efektif terbukti jika pendengar dapat memahami apa yang dikatakan oleh pembicara.

Faktor Non-Kebahasaan

Bersikap tenang. Kira-kira 30 menit sebelum acara dimulai, seorang MC harus ada di tempat. Hal ini bermaksud supaya dia mampu menguasai situasi yang ada di sektitar tempat acara itu. Selain itu, ketenangan dapat tercipta bila pembawa acara itu yakin akan kemampuan dirinya dan rasa percaya dirinya lebih besar.

Tampil mengesankan. Tampil penuh wibawa, cerah, bersemangat, wajar, tidak berlebihan, tidak manja, tidak kemayu, dan tidak malu-malu.

Cepat, tanggap dan karya inisiatif. Bila secara tiba-tiba terjadi perubahan atau pembatalan suatu acara, pembawa acara diharapkan dapat mengatasi masalah itu dengan sebaik-baiknya sehingga hadirin tidak kecewa, bahkan bila perlu hadirin tidak menyadari adanya perubahan itu.

Karya improvisasi. Berkaitan dengan kekayaan rasa humor. Untuk acara tidak resmi dan bersifat santai, improvisasi sangatlah dibutuhkan, terutama jika peserta yang ikut adalah kebanyakan anak-anak muda.

Tidak emosional. Hendaknya dapat melupakan perasaan yang sedang bergejolak dalam dirinya, seperti sedih, kesal, marah dan sebagainya.

Memiliki suara yang enak didengar. Adalah suara yang bernada rendah dan bersonansi bukan suara yang bernada tinggi dan nyaring melengking.

Faktor Suksesnya Sebuah Acara

Suara dan Cara Berbicara

Teknik memproduksi suara dengan memperhatikan :

Speed, standar kecepatan suara harus dengan situasi dan kondisi

Volume, suara yang dihasilkan harus bulat

Tone, tinggi rendahnya suara agar audiens tidak merasa bosan

Timbre, suara yang ekspresif

Power, kekuatan suara yang dihasilkan harus sesuai dengan pemakaian kata

Nafas, berbicara menggunakan nafas perut

Teknik berbicara harus memperhatikan :

Intonasi, sebaiknya tidak datar, tetapi mengandung irama.

Artikulasi, setiap kata yang diucapkan harus jelas sehingga mudah dipahami

Phrasing, sebaiknya memberikan jeda agar dapat dimengerti.

Stressing, memberikan energi dalam suara

Infleksi, lagu kalimat, perubahan nada suara, hindari pengucapan sama bagian setiap kata.

Menciptakan Suasana dengan Suara

Acara resmi

Speed: natural, tidak terlalu cepat / sedikit lambat

Tone: rendah

Volume: kuat

Power: kuat

Timbre: khidmat, serius

Acara hiburan

Speed: kadang agak cepat

Tone: fluktuatif

Volume: kuat

Power: kadang-kadang kuat

Timbre: khidmat, serius

Penampilan. Untuk mengetahui bagaimana cara seorang MC menampilkan diri, dia harus tahu apakah acara itu bersifat resmi atau tidak, sehingga dia bisa menggunakan busana yang sesuai dengan acara yang dilaksanakan.

Bahasa Tubuh. Merupakan bahasa visual. Bahasa tubuh seorang MC juga menjadi perhatian umum ketika dia tampil membawakan acara. Oleh karena itu, bukan hal yang sepele untuk tidak diperhatikan oleh seorang MC

Duduk, tubuh tegak, bahu relaks, tangan diata pangkuan.

Berdiri, untuk wanita membentuk sudut 45ͦ, tegak, dada tegap, bahu rileks dan untuk pria kaki sedikit terbuka

Berjalan, tubuh tegap, bahu relaks, dan langkah mantap.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri.

Evaluasi diri. Hal ini bukan untuk melihat sisi negatif, melainkan bagaimana membangun kepercayaan pada diri sendiri. Evaluasi ini berguna supaya penampilan pada waktu berikutnya dapat semakin membawakan diri yang mantap dan semakin percaya diri. Selain itu juga dapat menimba wawasan agar tidak canggung dan merasa khawatir bila bertemu dan berbicara dengan siapapun.

Mengatasi grogi. Jika bertugas sebagai seorang MC, maka yang harus dilakukan adalah pertama-tama harus mempersiapkan diri dengan baik, datang ke tempat acara berlangsung sebelum waktunya, menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, sapalah semua yang ada di sekitar.

Tampil Mempesona dan Memikat.

Eye contact. Menjadi tanda bahwa kehadiran orang lain di depan kita menjadi begitu penting. Jika sedang grogi usahakan pandangan diatas kepala audiens. Pada saat menyebut tamu VIP, pandanglah orang tersebut.

Opening touch. Pada saat audiens belum siap untuk memulai acara, MC dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mencairkan suasana dengan opening touch yang berbentuk lelucon, pertanyaan atau pernyataan yang kontroversial.

Emotional content. Untuk menciptakan suasana kebersamaan dan dialogis dengan mengusahakan agar pembicaraan memiliki emosi

Penguasaan Suasana Acara

Melangkah dengan tenang dan yakin

Cari tempat berdiri yang tepat, dapat dilihat orang sebanyak mungkin

Berdiri tegak, jangan membungkuk, jangan bersandar.

Mulai acara dengan mengucap salam dengan tulus dan sungguh-sungguh

Berbicara dengan suara yang cukup jelas, tidak terlalu cepat / lambat, jangan monolog tetapi dialog, gunakan intonasi suara yang sesuai

Ekspresi wajah harus baik.

Etiket Seorang MC

MC tidak harus membacakan susunan acara pada pembukaan acara, kecuali untuk acara resmi

Seusai pejabat memberikan sambutan pada acara resmi, MC tidak memberikan ucapan terima kasih, komentar, atau tanggapan tentang sambutan tersebut

Bila mempersilakan pejabat untuk memberikan sambutan, sebaiknya MC bergerak meninggalkan mike pada saat yang sama dengan saat pejabat meninggalkan mike.

Jangan memulai acara berikutnya sebelum pejabat yang baru saja selesai memberikan sambutan tiba di tempat duduknya.

Untuk catatan, gunakan kertas yang terpotong rapi dengan catatan yang teratur dan jangan mengangkat kertas terlalu tinggi.

Jangan memukul, meniup atau selalu menggerakkan mike, sebelum dan pada saat berbicara.

Cara Membawa Acara yang baik

Kenali Peran Anda. Tugas dan peran seorang MC adalah mempertahankan sebuah acara supaya berjalan lancar, mempertahankan energi para pendengar supaya semangat, membantu para peserta supaya merasa disambut dengan baik dan membuat para pengisi acara merasa dihargai.

Mengenal Peserta. Hal ini dimaksudkan supaya seorang MC tidak salah berucap ketika mengucapkan suatu kata untuk seseorang. Pengetahuan tersebut hanya untuk MC sendiri selaku tuan rumah, bukan untuk meremehkan pendengar.

Meringkas Apa yang Dikatakan Pembicara. Hal ini bukan untuk menunjukkan kemampuan MC kepada pendengar, akan tetapi sebagai salah satu untuk menambah pengetahuan MC sendiri.

Pertahankan Waktu. Jika perlu, tuliskan pada secarik kertas soal batas waktu berbicara, terutama kepada orang yang bertugas untuk berbicara pada acara itu, sehingga pembicara tahu berapa lama dia harus berbicara.

Buat Penonton Semangat. MC menjadi salah satu tumpuan bagaimana cara dan metode untuk membuat pendengar tetap semangat sepanjang acara. Pendengar yang bosan biasanya dikarenakan acara terlalu monoton, tidak ada greget MC atau siapapun panitia yang terlibat.

Jangan Bicara Terlampau Cepat. Hal ini bermaksud supaya pendengar mengetahui maksud setiap kata yang diucapkan.

Tetap Rileks. Jika anda merasa grogi atau gugup, jangan tunjukkan hal itu kepada pendengar. Lemaskan otot-otot Anda di tempat duduk, tetapi jangan terlalu ekstrim.

Buat Catatan Mungil. Berisi informasi dengan acara yang sedang dilaksanakan, cerita lucu yang sudah disiapkan, inti pokok pembicaraan pembicara dll.

Kriteria Seorang MC

Memiliki bakat yang memadai. Sifat dan watak manusia yang menjadi MC dipengaruhi oleh warisan biologis yang terdiri dari 3 macam, yakni behaviour, intelligence, dan naturability. Namun tidak berarti menutup kesempatan bagi yang tidak berbakat untuk menjadi seorang MC. Usaha juga menjadi sangat penting agar bisa mengembangkan bakat.

Percaya diri. Tujuannya supaya MC mampu menguasai massa dan mempengaruhinya.

Pandai beradaptasi. Sikap asing akan merusak image MC dihadapan audiens.

Etika yang baik. Memperhatikan setiap tindak atau perilaku dan sopan santun mewarnai kehidupan dan aktifitas kita. Pancaran kepribadian MC akan menimbulkan rasa kagum, diterima keberadaannya dan dijadikan teladan.

Kemampuan olah suara yang baik.

Melatih vocal dengan teknik beragam

Memiliki intonasi yang baik dengan membedakan intonasi datar, monoton dan variatif dengan pengaturan tempo yang baik.

Penguasaan bahasa yang baik dan benar.

Mampu mengucapkan setiap kata dan kalimat dari bahasa manapun dengan baik dan benar.

Memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi

Body language yang baik. Jangan terlalu berlebihan karena khawatir MC akan dijuluki MC yang over acting.

Kreatif dan penuh inisiatif serta mampu berfikir cepat dan tepat. Hal ini dibutuhkan agar MC tanggap akan segala kemungkinan yang terjadi di saat melaksanakan tugasnya.

Sense of humor. MC dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi audiens. Namun bukan berarti MC harus menjadi seorang pelawak karena humor yang berlebihan dan tidak pada tempatnya juga akan mengurangi kredibilitas MC.

Beberapa Hal Praktis yang Harus Diperhatikan oleh MC

Perencanaan yang Matang

Persiapan. Jam terbang dalam kegiatan MC bukan menjadi jaminan bahwa Anda adalah orang yang handal dalam bertugas. Hal yang paling penting disini adalah koordinasi antara MC dan panitia acara.

Menolak Menjadi MC ? apabila waktu yang diperlukan untuk melakukan persiapan tidak memungkinkan maka kita berhak menolak tawaran untuk menjadi MC. Oleh karena itu, berpikir bijaklah jika menerima tawaran untuk menjadi seorang MC.

Jika anda menerima tawaran menjadi MC anda harus mempersiapkan terlebih dahulu, pertama yakni persiapan batin, kedua pelajari jenis acaranya, sebab jenis acara sangat mempengaruhi berbagai persiapan

Mengetahui tempat acara. Hal ini bermaksud supaya MC bisa menguasai situasi yang ada, lingkungan dan suasananya.

Mengikuti gladi kotor dan gladi bersih. Hal ini dimaksudkan agar MC bisa mengalokasi waktu yang ada, entah pengisi acara, pembicara, dan berbagai kegiatan yang berlangsung selama acara. Gladi kotor dan gladi bersih adalah simulasi bagi acara yang memerlukan detail, sehingga nantinya berlangsung dengan rapi dan lancar.

Rangkaian peralatan lain. Pastikan mic yang digunakan baik adanya. Perhatikan posisi mic dengan tinggi badan Anda. Intinya seorang MC harus mengetahui segala sesuatu yang harus dikenakannya, lakukan dan berbagai dinamika lainnya.

Pelaksanaan Acara

Petugas yang harus diketahui oleh MC. Yang pertama adalah seksi acara yang merupakan sumber informasi bagi MC. Apabila ada perubahan hanya seksi acara yang memberitahukan kepada MC. Kedua adalah stage manajer, petugas yang ditunjuk untuk mengatur kelancaran lalu lintas di panggung. Ketiga adalah para petugas pelaksana.

Koordinasi dengan para pengisi acara.

Mengecek kembali susunan acara

Koordinasi dengan panitia

Pastikan nama, gelar, jabatan, nama seseorang

Cek para pengisi acara.

Perhatikan durasi waktu acara yang diisi oleh para pengisi acara

Jika tidak menggunakan radio komunikasi (HT). Penggunaan HT sebenarnya sangat membantu komunikasi antara MC dan panitia penyelenggara, tanpa mengganggu konsentrasi audiens. Jika tidak ada HT, stage manajer harus duduk bersama MC.

Mengecek peralatan yang akan digunakan. Mic merupakan alat pertama yang harus dicek oleh MC karena alat ini sangat sensitif terhadap suara.

Jika ada perubahan menjelang acara dimulai. Seorang MC harus mempersiapkan kalau ada perubahan yang terjadi karena hal ini sangat memungkinkan tejadi.

Pada saat acara dimulai, untuk mengatasi rasa gugup, kalau ada waktu, minumlah seteguk air putih, tariklah napas panjang, pejamkan mata sebentar, dan pandanglah audiens. Lebih baik hafalkan catatan (jika ada) sehingga lebih komunikatif dengan audiens.

Beranekaragamnya Acara

Upacara. Biasanya menyaratkan suasana resmi. MC mengantarkan acara demi acara dengan bahasa baku, yang dipakai dan digunakan tanpa perubahan apapun.

Acara Resmi. Biasanya ada sambutan dari pihak yang berkepentingan. Terdapat suasana lucu namun tetap memperhatikan kadarnya. MC harus pandai menanggapi gurauan sehingga pada saat pergantian acara, suasana tidak terlalu kaku dan tegang.

Acara Setengah Resmi. Biasanya didahului dengan sambutan, lalu ada pengisi acara seperti menyanyi atau tarian. Untuk menghidupkan suasana dapat menggunakan pantun atau peribahasa yang ada hubunggannya dengan acara.

Acara Hiburan / Santai. MC dapat mengajak audiens dengan penuh leluasa tanpa memperhatikan kalimat yang baku atau tidak.

19